Anda di halaman 1dari 24

HALAMAN PENGESAHAN

Simulasi Tegangan Tembus Pada Transmisi 150KV Terhadap Kawat


Fasa Dengan Menggunakan Software ATPDraw
Diajukan Oleh:
Nama : Koko Abdul Kohar
NPM : 127002017

Proposal Ini Diajukan Sebagai Usulan Tugas Akhir pada Program Studi
Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Siliwangi

Tasikmalaya, Desesmber 2016


Menyetujui :
Calon Dosen Pembimbing

Calon Dosen Pembimbing

.............................................
NIK.

.............................................
NIK.

Mengetahui :
Ketua Jurusan Teknik Elektro

Nurul Hiron, ST., M.Eng


NIDN. 0419087504

USULAN PENELITIAN

1. a. Judul Penelitian

: Simulasi Tegangan Tembus Pada Transmisi 150KV Terhadap


Kawat Fasa Dengan Menggunakan Software ATP Draw.

b. Bidang Ilmu

: Teknik Elektro, Sub Bidang Teknik Tenaga Listrik

2. Peneliti

Nama

: Koko Abdul Kohar

Jenis Kelamin

: Laki-laki

NIM

: 127002017

Fakultas/Jurusan : Teknik/Elektro

3. Alamat Peneliti

: Kp. KarangAnyar Ds. Sindangkerta Kec. Cipatujah RT /RW


016/03 Kab. Tasikmalaya - Jawa Barat.

4. Lokasi Penelitian

: Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas


Siliwangi Tasikmalaya

5. Lama Penelitian

: 4 (empat) bulan

Tasikmalaya, Desember 2016


Peneliti,

Koko Abdul Kohar

A. JUDUL PENELITIAN
Simulasi Tegangan Tembus Pada Transmisi 150KV Terhadap Kawat Fasa Dengan
Menggunakan Software ATP Draw.
B. BIDANG ILMU
Teknik Elektro, Teknik Tenaga Listrik
C. PENDAHULUAN
Sistem teknologi informasi yang semakin maju menuntut pengajaran dan
pembelajaran mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan tersebut. Pengajaran
menggunakan sistem simulasi pada komputer merupakan suatu sistem yang harus dipelajari
dan dikembangkan. Karena dengan sistem pengajaran tersebut, siswa bisa mengetahui lebih
jauh konsep suatu pelajaran dalam penerapannya. Sehingga tidak hanya berupa teori dan
rumus yang harus dihapal tetapi lebih pada konsep pemahaman. Dengan cara ini, siswa akan
lebih cepat mengerti dan lebih cepat menguasai suatu kemampuan. Selain itu, dengan
simulasi komputer ini juga bisa mengurangi resiko kerusakan dan kecelakaan dalam
percobaan dan juga bisa mengurangi pengeluaran dalam hal pengadaan alat dan biaya lainnya
yang harus dipenuhi jika melalui praktek langsung.
Dalam menerapkan sistem simulasi komputer ini, banyak perangkat lunak (software)
yang telah diciptakan. Perangkat lunak tersebut diciptakan untuk mempermudah pengajaran.
Diantara perangkat lunak tersebut, terdapat perangkat lunak berbasis ATP (Alternative
Transien Program) yang dikhususkan untuk menganalisa simulasi sistem tenaga dalam skala
kecil maupun besar. Dengan program ini, siswa bisa menganalisa berbagai kejadian yang bisa
terjadi dalam suatu sistem kelistrikan seperti terjadinya gangguan, faktor daya, tegangan
tembus dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem tenaga listrik.

Penelitian ini dilakukan dengan perhitungan untuk menghitung nilai variabel yang
akan masuk pasa simulasi dan selanjutnya dilakukan simulasi menggunakan aoftware
Alternative Transien Program (ATP). ATP merupakan sistem program universal yang
digunakan untuk simulasi digital terhadap gejala fenomena transien serta sifat elektromekanis
dalam sistem tenaga elektrik. Dengan program digital ini, jaringan yang kompleks dan sistem
kontrol dapat disimulasikan software ATP dipilih untuk penelitian ini kerana ATP memiliki
fitur-fitur yang lengkap untuk simulasi tegangan lebih transien, namun dengan sistem operasi
user yang tidak terlalu kompleks dan data yang dimasukan dalam program simulasi dapat
menggunakan data yang real sehingga hasil yang didapat akan lebih mendekati keadaan yang
sebanarnya.
Dengan latar belakang tersebut, penulis berinisiatif untuk merancang suatu simuslasi
tegangan tembus pada saluran transmisi 150KV menggunakan ATPDraw sebagai pelengkap
dalam hal proses pengerjaan analisanya.
D. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang, maka bisa dirumuskan beberapa masalah yang akan
dibahas dan dianalisa dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Apa saja kekurangan pada Program ATP yang perlu dilengkapi?
2.

Bagaimana cara pembuatan Aplikasi analisa tegangan tembus menggunakan ATP?

3.

Bagaimana hasil analisa dari aplikasi yang dirancang? Apakah mampu


melengkapi kekurangan dari program ATP?
E.

PEMBATASAN MASALAH
Ruang lingkup permasalahan yang dibahas pada penelitian ini yaitu :

1.

Hanya membahas tegangan tembus pada saluran transmisi 150KV saja.

2.

Menggunakan program ATPDraw untuk membuat pemodelan dalam bentuk rangkaian


dan gelombang sebagai hasil analisa terjadinya tegangan tembus.

F. TUJUAN PENELITIAN
Berdasarkan pada perumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian
ini yaitu :
1.

Mengetahui

dan

menentukan

kelemahan

dari

program

ATPDraw yang harus disempurnakan sebagai gambaran awal untuk membuat


pemodelan korona.
2.

Membuat dan merancang aplikasi untuk memahami terjadinya


tegangan tembus pada saluran transmisi 150KV.

3.

Mengetahui kemampuan dan hasil dari aplikasi yang dirancang.

G. TINJAUAN PUSTAKA
1. Data Saluran Transmisi 150KV
Bentuk geometri menara transmisi 150KV yang disimulasikan dalam tugas akhir ini
dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar . model menara


Adapun data kabel yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah seperti pada tabel 1 dan
tabel 2.
Tabel 1. Spesifikasi kabel konduktor

Tabel 1. Spesifikasi kabel tanah

Isolator yang digunakan pada saluran transmisi 150KV adalah tipe gantung (suspension).
Pada tugas akhir ini hanya dibutuhkan data ukuran isolator saja, yaitu untuk satu keping
isolator memiliki tinggi 146 mm. Jumlah keping isolator yang digunakan adalah 11,

maka panjang satu rentang isolator yang digunakan pada menara transmisi 150KV adalah
11 x 146 mm = 1,6 meter.
2. Data menara transmisi

Bahan tiang

: besi

Tinggi menara

: 31 m

Jenis konduktor

: ACSR

Diameter konduktor

: 240 mm2

Inom konduktor

: 645 A

3. Data kawat tanah

Tipe konduktor

: tembaga

Diameter

: 1,3 cm

Tinggi tiang kawat tanah

: 18 m

4. Data kawat fasa

tipe konduktor

: aluminium

diameter

: 3 cm

5. Data sistem pentanahan menara

Jenis sistem pentanhan

: driven rod empat batang konduktor

Panjang konduktor

:5m

Diameter konduktor

: 1,3 cm

Resistivitas tanah

: 50 Ohm

Jarak antara konduktor (S1)

: 10 m

Jarak antara konduktor

: 10

Tanah rata-rata

(S2)

2 m

: 2,3 Ohm

6. Data isolator saluran

Bahan isolator

: kaca, keramik

Jumlah

: 11 piring isolator

Panjang rentangan

: 1,606 m

BIL

: 750 KV

7. Data lighting arester

Manufacturer

: BOWTHORPRE EMP LIMITED MBA 4-150

Frequency

: 50 Hz

8. Pemodelan menara transmisi 150KV


MODELS (bahasa simulasi) pada ATP ditunjukkan sebagai bahasa deskripsi yang
didukung oleh serangkaian alat simulasiuntuk representasi dan studi tentang sistem
varian waktu. Sebgai tujuan umum pemograman, MODELS dapat digunakan untuk hasil
simulasi pengolahan baik dalam domain frequency atau dalam domain waktu.
TACS (Transien Analysis of Control System) adalah modul simulasi untuk analisis
domain waktu sistem kontrol yang awalnya dikembangkan untuk simulasi kontrol
HVDC konverter. Untuk TACS, digunakan sistem diagram blok kontrol. Interface antara
jaringan listrik dan TACS dilakukan dengan pengukuran sinyal seperti node tegangan,
saklar arus, resistansi variasi waktu serta tegangan dan sumber arus.
Kemampuan untuk modul program TACS dan MODEL memungkinkan pemodelan
sistem kontrol dan komponen dengan karakteristik nonlinier seperti busur api dan
korona. Sistem dinamis tanpa jaringan listrik juga dapat disimulasikan dengan
menggunakan pemodelan sistem kontrol TACS dan MODELS. Gambar dibawah ini akan
memperlihatkan tampilan pada software ATP.

Gambar . main windows ATP


Gangguan simetris atau tidakk simetris dapat dibuat, seperti surja petir dan beberapa
jenis operasi switching. Model pada ATP terdiri dari komponen sebagai berikut : elemen
R, L, C, saluran transmisi, dan kabel, resistansi nonlinier dan induktansi, transformator,
surge arester, saklar, dioda, thyrestor, triacs, mesin sinkron 3 fasa.
Adapun prosedur dalam penelitian ini yaitu:
1. Penyiapan data-data dan spesifikasi peralatan
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah konfigurasi menara transmisi,
sistem pentanahan, isolator saluran, dan kawat konduktor, dan lain-lain.
2. Perhitungan parameter saluran
Perhitungan yang akan dilakukan sebagai serikut :
a. Implementasi surja menara
Implementasi surja menara dihitung menurut rumus-rumus sargent dan deveniza:

Gambar . menara jenis A

Gambar . menara jenis B

Gambar . menara jenis C


b. Menara transmisi
Menara transmisi simodelkan sebagai saluran dimana harga impedansi surja
tergantung dari penampang menara tersebut. Model menara transmisi yang
digunakan pada simulasi ini adalah menggunakan LCC atau Line Constant, Cable
Constant. Gambar dibawah ini menunjukan pemodelan menara pada simulasi
ATP :

Gambar . medel kawat tanah


c. Kawat fasa
Pada saluran ganda tiga fasa terdapat dua konduktor pararel per fasa dan arus
antara kedua konduktor terbagi rata. Gambar dibawah ini menunjukkan bentuk
pemodelan kawat fasa pada simulasi ATP :

Gambar . model kawat fasa


d. Sistem pentanahan
Sistem pentanahan menara yang digunakan di gardu induk 150KV adalah sistem
driven rod empat batang konduktor. Pada gambar dibawah menunjukkan sistem
pentanahan driven rod empat batang konduktor.

Gambar . sistem pentanahan Driven Rod Empat Batang Konduktor


Dari gambar diatas dapat dilihat empat batang konduktor dengan panjang
l, dimana setiap konduktor memiliki radius r dan ditanam tegak lurus dalam
tanah, sehingga tanah (R), induktansi (C) pada konduktor tanah:

Dimana :

r = permitivitas relatif tanah


= resitifitas tanah, ohm- meter
S2= jarak antara buah konduktor, meter

Gambar dibawah ini menunjukkan bentuk pemodelan pentanaha menara


pada simulasi ATP :

Gambar . model pentanahan menara


e. Arester
Untuk pemodelan dari lighting arester pada ATP digunakan model standar IEEE
WG.3.4.11 tahun 1992 seperti gambar dibawah ini:

Gambar . model arester


9. Alur penelitian

Pemodelan menra transmisi seprti gambar dibawah ini dilakukan dengan menggunakan
perangkat lunak ATPDraw.

Gambar . pemodelan lengkap saluran transmisi 150KV


Pemodelan menara transmisi tersebut merupakan rangkaian dari impedansi. Impedansi
tersebut didapatkan daari data geometri gambar diatas. Adapun untuk menghitung nilai
impedansi tersebut menggunakan persamaan 1 dan persamaan 2.

Impedansi lengan menara

Impedansi surja menara

Dimana :
ZAK

= impedansi lengan menara/surja menara ()

= tinggi lengan menara (m)

rA

= jarak antar lengan menara (m)

10. Pemodelan Isolator


Isolator dalam software ATPDraw ini dipresentasikan dengan kapasitor C yang dirangkai
pararel dengan sakelar yang pengoprasiannya diatur oleh tegangan. Nilai kapasitansi
isolator gantung yang digunakan pada simulasi ini adalah 9,1 pF.

Gambar . model simulasi isolator pada ATPDraw


Mekanisme pada isolator dapat dipresentasikan dengan kurva tegangan-waktu (V-t),
seperti pada gambar dibawah. Sehingga saat terjasdi

11.

Saluran Transmisi
Secara umum saluran transmisi disebut dengan suatu sistem tenaga listrik yang

membawa arus yang mencapai ratusan kilometer. Energi listrik dibawa oleh konduktor
melaui saluran transmisi dari pusat-pusat pembangkit tenaga listrik kepada pemakai tenaga
listrik (consumer). Tenaga listrik pada saluran transmisi ini disalurkan melalui kawat
penghantar yang ditopang oleh menara atau tiang penyangga yang tinggi dari campuran baja
yang disesuaikan dengan posisi atau daerah dengan jarak tertentu.
Pemelihan penggunaan saluran transmisi tergantung kepada suatu daerah yang akan
dipasang. Biasanya untuk daerah yang penduduknya agak jarang dengan jarak yang cukup
panjang digunakan saluran hantar bawah tanah. Selain itu saluran transmisi juga memiliki
jenis yang berbeda-beda berdasarkan sirkitnya, yakni saluran transmisi sirkit tunggal dan
saluran transmisi sirkit ganda, seperti yang ditunjukan oleh gambar dibawah ini:

Gambar 3 (a) Saluran Transmisi Tunggal, (b) Saluran Transmisi Ganda

12.
1

Komponen Utama Saluran Hantar Udara


Menara atau tiang transmisi
Kontruksi menara besi baja merupakan jenis kontruksi saluran transmisi tegangan

tinggi (SUTT) ataupun transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling banyak
digunakan dijaringan PLN (gambar diatas), karena mudah dirakit terutama untuk pemasangan
didaerah pegunungan dan jauh dari jalan raya, harganya yang relatif lebih murah jika
dibandingkan dengan penggunaan saluran bahwa tanah serta pemeliharaannya yang mudah.

Gambar 4 Jenis-Jenis Menara Transmisi


2

Isolator-isolator
Jenis isolator yang digunakan pada saluran transmisi adalah jenis porselin atau gelas.

Menurut penggunaan dan kontruksinya dikenal 3 jenis isolator yaitu:


a. Isolator jenis pasak (22-23KV)
b. Isolator jenis pos saluran (22-33Kv)
c. Isolator gantung

Gambar 5 Jenis-Jenis Isolator Pada Saluran Transmisi


Isolator jenis pasak dan isolator jenis pos-saluran digunakan pada saluran transmisi
dengan tegangan kerja relatif lebih rendah (kurang dari 22-23KV), sedangkan isolator jenis
gantung dapat digandenga menjadi rangkaian isolator yang jumlahnya dapat disesuaikan
dengan kebutuhan. Pada saluran transmisi 275 KV pangkalan susu-binjai dan tegangan
maksimum yang diperoleh (Vm) 300KV digunakan 16 (15+1 spare) isolator piring.
3

Kawat penghantar

Jenis-jenis kawat penghantar yang biasa digunakan pada saluran transmisi adalah:
13.

Tembaga dengan konduktivitas 100% (Cu 100%)

14.

Tembaga dengan konduktivitias 97,5% (Cu 97,5%)

15.

Aluminium dengan konduktivitais 61% (Al 61%)

Kawat penghantar aluminium terdiri dari beberapa jenis,yaitu:


i.

AAC : All Aluminium Conductor yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat
dari aluminium.

ii.

AAAC

: All-Aluminium Alloy Conductor yaitu kawat penghantar yang

seluruhnya terbuat dari campuran aluminium.

iii.

ACSR

: Aluminium Conductor Steel Reinforced yaitu kawat penghantar

aluminium dengan inti kawat baja.


iv.

ACAR

: Aluminium Conductor Alloy Reinforced yaitu kawat penghantar

aluminium yang diperkuat dengan logam camuran.

Gambar 6 Jenis-jenis kawat transmisi listrik


Pada umumnya saluran transmisi yang ada di indonesia menggunakan jenis kawat
penghantar jenis ACSR. Karena kawat tembaga mempunyai tahanan yang lebih kecil, namun
berat dan harga yang lebih mahal dari aluminium. Untuk memperbesar kuat tarik dari
aluminium maka digunakan campuran aluminium (aluminium alloy).
1

Kawat tanah
Kawat tanah atau ground wires juga disebut dengan kawat pelindung (shield wires)

gunakan untuk melindungi kawat-kawat penghantar atau kawat fasa terhadap sambaran petir,
untuk itu kawat tanah ini harus dipasang diatas kawat fasa.
Sebagian kawat tanah umumnya dipakai kawat baja yang lebih murah tetapi tidaklah
jarang pula digunakan ACSR. Awalnya kawat tanah dimasukan sebagai perlindungan
terhadap sambaran tidak langsung (sambaran induksi) disekitar kawat fasa transmisi. Akan
tetapi dikemudian hari dari hasil-hasil pengalaman dan teori, dan penyebab utama yang
menimbulkan gangguan transmisi tegangan 70KV dan lebih adalah sambaran petir langsung.

14. Gambaran Software ATP Draw


Analisis transien program adadalah program yang sepenuhnya grafis yang dapat
dijalankan dibawah Microsoft Windows 98, NT, 4.0, 2000, Me, dan XP. Platform
Windows NT, 4,0 dan 2000 memberikan tingkat kinerja tertinggi untuk aplikasi, seperti
jaringan besar yang memerlukan analisis perhitungan yang intensif dan online monitoring
serta kontrol aplikasi.
15. Metode Pemodelan ATPDraw
Dengan semakain berkembangnya teknologi dan sistem interkoneksi, membuat
tingkat kompleksitas dalam perhitungan manual semakin sulit, sehingga dibutuhkan suatu
software yang dapat memecahkan masalah yang ada di dunia industri. Salah satu perangkat
lunak yang cukup popular adalah ATPDraw sebagai versi lain dari EMTP.
Penelitian tugas akhir ini dibantu dengan simulasi pemodelan yang menggunakan perangkat
lunak ATPDraw versi 3.5 dan untuk melihat hasilnya digunakan perangkat PlotXY yang telah
terintegrasi di dalam software ATPDraw.
16. Pengenalan ATPDraw
ATPDraw merupakan versi gravis pengolahan awal ATP dari elektromagnetic transien
program (EMTP). Dalam ATPDraw, pengguna dapat membuat dan mengedit suatu model
rangkaian listrik yang akan disimulasikan selain itu parameter untuk masing-masing
komponen yang ada juga dapat diisikan sesuai data sebenarnya dilapangan. Selanjutnya
ATPDraw akan menghasilkan file masukan untuk simulasi ATPDraw dalam format yang
sesuai. Alternative transient program (ATP) adalah suatu pengembangan pengguna perangkat
lunak untuk untuk simulasi fenomena transient elektromagnetik.

Dalam program, pengguna dapat merangkai suatu rangkaian listrik dengan cara
memilih komponen yang diinginkan. ATPDraw menyediakan komponen standart sistem

tenaga listrik baik 1 fasa maupun 3 fasa dan objek transient program of control system
(TACS). ATPDraw memiliki tampilam windows dan menawarkan fungsi help yang luas.
Fungsi-fungsi standart untuk perintah pengeditan seperti copy/paste, rotate, import/exsport,
group/ungroup ,undo, print dan lain-lain dapat dikerjakan, seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 7 Menu Awal ATPDarw


17. Rangkaian ekivalen saluran transmisi
Saluran transmisi udara kabel bawah tanah dapat direpresentasikan sebagai rangkaian
konstanta yang terdistribusikan merata seperti yang diajukan pada gambar dibawah.
Resistansi, induktansi, kapasitansi dan kebocoran akibat konduktansi didistribusikan secara
seragam pada panjang saluran.

Gambar 8 Rangkaian Ekivalen Transmisi Terdistribusi Merata

18. Pemodelan Korona


Pada analisis ini pemodelan korona dapat dilakukan dengan menggunakan software
ATP Draw dengan bentuk dasar terdiri dari komponen dioda, resistor dan kapasitor. Untuk
memperkirakan penyebaran korona pada konduktor, pemodelan korona disambungkan pada
titik pertemuan oleh beberapa bagian dari potongan saluran transmisi.mengusulkan
pemodelan korona yang membagi panjang saluran menjadi 50 m-100 m untuk mendapatkan
hasil analisis yang optimal, seperti ditunjukkan pada gambar dibawah :

Gambar 9 Pemodelan Korona


Pemodelan disimulasikan menggunakan surja petir dengan karakteristik yang
berubah-ubah.saluran transmisi dimodelakan dengan beberapa parameter transmisi yang
terdistribusikan merata dan dihubungkan dengan pemodelan korona yang dihubungkan pada
setiap titik sambungan menggunakan dioda, resistor, kapasitor dan sumber DC yang terdapat
pada software ATP Draw. Bentuk pemodelan korona dapat dilihat seperti gambar diatas.
Resistor dan kapasitor mempresentasikan proses hilangnya energi akibat korona dan
perubahan

nilai

kapasitansi

pada

saluran.

Sementara

itu

DC

pada

rangkaian

mempresentasikan tegangan awalan korona. Nilai charging dari Cg (capasitansi geometrik)


akan ditahankan oleh komponen dioda (D).
H.

KONTRIBUSI PENELITIAN
Dari hasil penelitian dan analisa yang membahas tentang pemahaman terjadinya

korona pada saluran transmisi 150KV dan distribusi 20KV menggunakan Program ATP ini,
diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam semua hal terutama dalam hal
pembelajaran. Bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran terutama dalam praktek sebagai
penyempurna hasil analisa program ATP sebagai tujuan utamanya.
Selain itu, diharapkan juga bisa digunakan dalam analisa untuk suatu kasus
sebenarnya sehingga bisa membantu dalam pembuktian kebenaran dan kemampuan dari
aplikasi yang akan dibuat, sekaligus membantu dalam mengetahui terjadinya korona di
saluran transmisi dan distribusi pada aplikasi ATPDraw.
I. METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah :
1.

Kajian teoritis (literatur), yaitu mengkaji teori yang diperlukan dari buku-buku pegangan
yang menunjang dan berhubungan dengan pelaksanaan penelitian ini.

2.

Observasi, mengamati langsung penelitian yang dilakukan.

3.

Perancangan, yaitu merancang simulasi tegangan tembus pada saluran transmisi 150KV
menggunakan software ATPDraw.

4.

Pengujian, yaitu menguji hasil rancangan aplikasi tentang tegangan tembus pada saluran
transmisi 150KV menggunakan program ATPDraw.

5.

Analisis dan Pengolahan Data, yaitu penulis mengumpulkan data yang didapat secara
literatur yang telah terkumpul kemudian diolah dengan cara dipilih, dikelompokkan, dan
kemudian mengolah dan menganalisis data tersebut.

J. AGENDA PENELITIAN
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Uraian

Tahun 2016
Februari
Maret
April
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Mei
2 3

Proposal dan Pengajuan


Studi Literatur
Pembuatan Program
Pengujian Program
Penulisan Laporan
Seminar Tugas Akhir
Sidang Tugas Akhir

K. DAFTAR PUSTAKA
1.

Warsito, Agung, Simulasi Tegangan Dip Pada Jaringan Tegangan Menengah


Menggunakan Model AMTP, 2009.

2.

Pamungkas, Ageng, Dismas, Studi Pengaruh Korna Terhadap Surja Tegangan


Lebih Pada Saluran Transmisi 150 KV, 2007.

3.

Nugroho, Aryo, Teguh, Studi Pengaruh Backflashover Pada Pentanahan Menara


Saluran Transmisi Tegangan Tinggi Terkonsentrasi Menggunankan Atpdraw, 2012.

4.

pramoto, Dewi, fariz, Studi Tegangan Lebih Akibat Konfigurasi Mixed Line
(High Voltage Overhead-Cable Lines)150 KV, 2009.