Anda di halaman 1dari 62

PEDOMAN

FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: i dari iv

PEDOMAN

KESELAMATAN OPERASI PENGANGKATAN


NO. A-006/A3/EP8000/2015-S0

PT PERTAMINA EP
HEALTH, SAFETY, SECURITY & ENVIRONMENT

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: i dari iv

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman
Daftar isi.......................................................................................................
CatatanPerubahan/ Review ..........................................................................
Daftar Penyusun dan Narasumber STK ........................................................

i
iii
iv

I.

Umum .................................................................................................

1.1 Latar Belakang ..............................................................................

1.2 Tujuan ...........................................................................................

1.3 Ruang Lingkup ..............................................................................

1.4 Pengertian.....................................................................................

1.5 Referensi ......................................................................................

SISTEM MANAJEMEN

2.1 Kebijakan .....................................................................................

2.2.1. Kebijakan Pengangkatan ..........................................................

2.2.2. Sistem Manajemen Operasi ......................................................

2.2 Penerapan ....................................................................................

2.2.1. Personil Management & Yang Berwenang ...............................

2.2.2. Field Manager/Wakil Kepala Teknik Tambang .........................

2.2.3. Pengawas Pekerjaan ...............................................................

10

2.3 Operator Peralatan Angkat ...........................................................

12

2.3.1. Operator Pedestan Crane ........................................................

12

2.3.2. Operator Mobile Crane ............................................................

14

2.3.3. Operator overhead Crane ........................................................

16

2.3.4. Operator Forklift .......................................................................

17

2.3.5. Rigger/Juru Ikat Beban/Signalman ...........................................

20

2.4 Kategori Operasi Pengangkatan ..................................................

22

2.5 Perencanaan Operasional ............................................................

25

2.5.1. Kajian Risiko ............................................................................

25

2.6 Spesifikasi dan Persyaratan Peralatan Angkat ..............................

40

2.6.1. Crane dan Forklift .....................................................................

40

II.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: ii dari iv

2.6.2. Alat Bantu Angkat .....................................................................

40

2.6.3. Color Coding .............................................................................

41

2.6.4. Cargo Carrying Unit

42

2.7 Pemeriksaan, pemerliharaan dan Pengujian Peralatan Angkat .. .

44

2.7.1. Pemeriksaan, Pemeliharaan dan Pengujian Alat Angkat ..

45

2.7.2. Pelaksanaan, Pemeliharaan dan Pengujian CCU . .

45

2.8 Administrasi dan Pencatatan .

46

Lampiran .

46

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: iii dari iv

CATATAN PERUBAHAN/REVIEW DOKUMEN


Nomor Dokumen: A-006/A3/EP8000/2015-S0

No

Alasan Perubahan

Item yang diubah

Note

: * ) Initial dan Paraf Fungsi Penanggung Jawab STK


**) Initial dan ParafFungsi Pengendali STK

Tgl.

Revisi

Perubahan

Ke

Diubah oleh *)
Initial *)

Paraf

Diketahui Oleh **)


Initial **)

Paraf

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: iv dari iv

DAFTAR PENYUSUN DAN NARASUMBER STK


Penyusun

Narasumber

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 1 dari 47

BAB I
UMUM

1.1.

LATAR BELAKANG
Pertamina EP sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri hulu minyak
dan gas bumi dalam menjalankan aktivitas bisnisnya memiliki risiko yang
tinggi. Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi kerugian yang mungkin
timbul, maka Pertamina EP perlu memastikan kegiatan operasi pengikatan,
pengangkatan

dan

peralatan

yang

digunakan

memenuhi

peraturan

pemerintah dan Standar Internasional sehingga pelaksanaan pengikatan dan


operasi pengangkatan (lifting operation) berlangsung dengan aman dan
efisien di wilayah kerja Pertamina EP.
1.2.

TUJUAN
1. Memastikan kondisi Pesawat Angkat yang akan digunakan layak dan
aman untuk digunakan.
2. Memastikan kondisi peralatan Lifting Gears/Alat Bantu Angkat yang
digunakan layak dan aman digunakan.
3. Operasi pengangkatan yang dilakukan memenuhi Peraturan Pemerintah,
Standar Internasional sehingga berlangsung dengan aman dan efisien.

1.3.

RUANG LINGKUP
Pedoman ini berlaku sebagai persyaratan (minimum) yang menjelaskan halhal utama dalam operasi pengangkatan, serta mensyaratkan kualifikasi dan
kompetensi personel yang langsung terlibat pada operasi pengangkatan yang
berlaku di wilayah kerja Pertamina EP, baik yang dilakukan oleh Pertamina
EP maupun pihak ketiga/kontraktor. Kualifikasi dan kompetensi personel yang
diatur dalam pedoman ini meliputi jabatan-jabatan sebagai berikut:

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 2 dari 47

1. Operator Pedestal Crane (untuk Offshore)


2. Operator Mobile Crane
3. Operator Overhead / Gantry Crane
4. Operator Forklift
5. Rigger & Signalman (Juru Ikat & Juru Aba-aba)
Seluruh jabatan diatas harus memiliki sertifikasi dari bidang Migas.
1.4.

PENGERTIAN
1.

Alat Bantu Angkat (Lifting Gears) adalah peralatan penunjang dalam


operasi pengangkatan yang digunakan dalam pengikatan dan
penanganan beban, seperti: slings, shackle, hook, master link, eye bolt,
turnbuckle, spreader bar, dll.

2.

APD (Alat Pelindung Diri) adalah segala pakaian, peralatan atau


sesuatu yang didesain untuk melindungi seseorang dari risiko terluka
atau sakit.
Blind Lift adalah sebuah operasi pengangkatan dengan kondisi dimana
Operator Crane tidak dapat melihat dengan jelas atau terbatasi
pandangannya terhadap beban, lintasan dan lokasi pengangkatan. Blind
lift dikategorikan sebagai operasi pengangkatan non-rutin.
CCU (Cargo Carrying Unit) adalah sarana atau wadah yang digunakan
untuk memindahkan peralatan/ beban dari dan ke area offshore (untuk
keperluan project atau platform offshore).

3.

4.

5.

6.

7.

Color Coding adalah aktivitas pemeriksaan kondisi peralatan (inspeksi)


dan pewarnaan terhadap alat bantu angkat sebagai tanda kondisi valid
dan aman digunakan dalam periode tertentu.
Liffting Point adalah komponen atau bagian dari beban, seperti: lifting
lug, lifting eyes dan reinforcement pads, yang didesain untuk beban yang
diangkat oleh peralatan angkat.
Heavy Lift adalah sebuah operasi pengangkatan yang melibatkan
penggunaan alat angkat yang sangat besar, baik ukuran maupun

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 3 dari 47

kapasitasnya. Contoh: Operasi Pengangkatan struktur raksasa dalam


proses instalasi konstruksi. Heavy lift dikategorikan sebagai operasi
pengangkatan non-rutin.
8.

Insiden adalah Kejadian yang tidak diinginkan di daerah operasi


pertambangan migas yang menimbulkan dan atau nyaris menimbulkan
korban manusia gangguan kesehatan kerja, kerusakan peralatan/aset
maupun lingkungan. Kejadian ini dapat berupa saat kegiatan operasi di
Pertamina EP dan aktivitas transportasi.

9.

Multi/Tandem Lift adalah operasi Operasi Pengangkatan beban yang


menggunakan 2 (dua) atau lebih crane/alat angkat. Multi lift adalah
operasi pengangkatan tingkat lanjut dan kompleks, serta harus
dikategorikan sebagai operasi pengangkatan non-rutin.

10. Non-Destructive Test/Examination adalah sebuah metode uji tidak


merusak yang digunakan untuk memeriksa

peralatan atau material

dengan menggunakan metode ex: Magnetic Particle test, Liquid


Penetrant Testing, Ultrasonic thickness meter, dll.
11. Operator adalah seseorang yang berwenang mengoperasikan peralatan
angkat seperti crane dan forklift.
12. Pengawas Pekerjaan adalah Seseorang yang memiliki otoritas dan
menjadi penanggung jawab atau lokasi dimana operasi pengangkatan
berlangsung.
13. Pre-use Check adalah kegiatan pemeriksaan secara visual untuk
memastikan bahwa peralatan dalam kondisi siap dan aman digunakan.
14. Proof Load Test adalah uji tensi terhadap peralatan/material dimana
struktur penahan/pengikat-nya harus dapat menahan beban dengan
tanpa mengalami deformasi, kerusakan melebihi standard yang diacu.
15. PTU (Personel Transfer Unit) atau yang dikenal sebagai Personnel
Carrier

adalah

sarana

untuk

membawa

personil

yang

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 4 dari 47

diangkat/dipindahkan oleh crane (pesawat angkat) dari ke lokasi yang


berbeda di area onshore/offshore.
16. Rencana Pengakatan (Lifting Plan) adalah sebuah rencana teknis
operasi pengangkatan yang telah disetujui, yang menjadi bukti bahwa
segala hal terkait dengan aktivitas Operasi Pengangkatan telah
dipersiapkan dan Job Safety Analyst (JSA) telah dilakukan serta menjadi
acuan utama dari aktivitas pengangkatan.
17. Rigger adalalah seseorang yang berwenang melakukan pemilihan alat
bantu

angkat

dan

persiapan

terhadap

beban,

termasuk teknik

pengikatan dan menyeimbangkan beban menggunakan tag-line saat


operasi pengangkatan berlangsung.
18. Signalman adalah seseorang yang berwenang memberikan aba-aba
kepada operator crane/hoist sebagai arahan perpindahan beban saat
operasi pengangkatan berlangsung.
19. SIO (Surat ijin Operasi) adalah Lisensi atau surat kewenangan sebagai
operator atau rigger yang dikeluarkan oleh lembaga/badan yang
berwenang.
20. SKPP adalah Sertifikat Kelayakan Penggunaan Peralatan yang
diterbitkan Direktur Jenderal Migas.
21. Kompetensi adalah sebuah kumpulan dari kemampuan, komitmen,
pengetahuan dan keterampilan yang sesuai yang memungkinkan
seseorang dapat melakukan tugas atau pekerjaan secara aman, efektif
dan efisien.
22. Load Chart adalah bagian kritis dari sebuah crane/peralatan angkat dan
harus tersedia dalam cabin operator.
23. Log Book adalah sebuah aktivitas kerja yang telah dilakukan dalam
operasi pengangkatan. Pencatatan log book harus dilakukan oleh
operator atau personil pengakatan.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 5 dari 47

24. Safety Device adalah perangkat kritis, yang menjadi bagian dari crane,
untuk memastikan bahwa beban yang diangkat masih dalam batasan
kapasitas angkat yang diijinkan dari crane. Safety device juga membantu
crane dalam mencegah kondisi gagal operasi.
25. SWL/WLL adalah beban aman atau kapasitas maksimum dari peralatan
angkat. Catatan: SWL dapat bervariasi tergantung dari jenis peralatan
angkatnya.
26. Table Beban adalah bagian kritis dari sebuah crane/ peralatan angkat
yang diterbitkan oleh Ditjen Migas dan harus tersedia dalam cabin
operator
27. Titik Berat Beban (Center of Gravity) adalah titik pusat berat dari
sebuah obyek (beban) yang menunjukan posisi simetrisnya dan untuk
memudahkan penanganan.
28. Tagline adalah tali pengarah yang terpasang pada beban yang
digunakan untuk mencegah beban berayun bebas. Tagline harus
dikendalikan oleh seseorang yang berpengalaman.

1.5.

REFERENSI.
1.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.PER.05/MEN/1985 tentang


Pesawat Angkat dan Angkut.

2.

Peraturan

Menteri

Tenaga

Kerja

dan

Transmigrasi

R.I.

No.PER.09/MEN/VII/ 2010 tentang Operator Pesawat Angkat dan


Angkut.
3.

Peraturan

Direktur

Jendral

Minyak

dan

Gas

Bumi

No.

01.K/03/D.DJM/1994 tentang Tata Cara dan Persyaratan Sertifikasi


Tenaga Teknik Khusus Operator Pesawat Angkat.
4.

ASME B.30 Series, Safety Standards for Cableways, Cranes, Derricks,

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 6 dari 47

Hoists,Hooks, Jacks, and Slings.


5.

API Series for lifting operation related standards (RP 2D, SPEC 2C,
SPEC 9A,etc.).

6.

BS EN 12079 Offshore containers and associated lifting sets.

7.

DNV 2.7-1 Offshore Containers & 2.7-2Offshore Service Containers.

8.

GL Standard (Germanischer Llyod) IV Part 6 Chapter 9: Guideline for


Personnel Transfers by Means of Lifting Appliances

9.

IMCA SEL 025, IMCA M 202: Guidance on the Transfer of Personnel To


and From Offshore Vessels.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 7 dari 47

BAB II
SISTEM MANAJEMEN

2.1.

Kebijakan

2.1.1. Kebijakan Pengangkatan


Kebijakan Operasi Pengangkatan ini memberlakukan bahwa kegiatan operasi
pengangkatan hanya boleh dimulai dan diberlakukan apabila terpenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
1.

Suatu keadaan dinyatakan krisis hanya atas persetujuan President


Director dengan mempertimbangkan kriteria pada Bab I.

2.

Tersedia rencana pengangkatan (Lifting Plan) yang telah mendapatkan


persetujuan.

3.

Telah dilakukan Job Safety Analyst (JSA) dan control.

4.

Personil inti Operasi Pengangkatan (crane operator & rigger) adalah


orang yang kompeten dan bersertifikat bidang Migas.

5.

Alat angkat (Crane) telah memiliki SKPP yang diterbitkan Ditjen Migas
dan masih berlaku.

6.

Minimum persyaratan kelayakan alat bantu angkat (lifting gears) sebagai


berikut:
6.1.

Sertifikasi dari pabrik pembuat untuk peralatan baru.

6.2.

Hasil pemeriksaan & Color Coding dari Perusahaan Jasa Inspeksi


Teknik (PJIT) yang masih berlaku/color coding sesuai periodenya.

6.3.

Identitas peralatan yang valid dan spesifik.

6.4.

Kapasitas Angkat Aman (SWL/WLL) pada peralatan tersebut


yang tercantum dengan jelas.

7.

Alat angkat dan alat bantu angkat hanya digunakan sesuai dengan
fungsinya.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

8.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 8 dari 47

Setiap beban yang akan diangkat harus terpenuhi hal-hal sebagai


berikut:
8.1. Tersedia informasi berat, dimensi dan jenis barang (isi) dari
manufactur/manifest/perhitungan.
8.2. Tersedia lifting point (eye), clamp dan informasi SWL yang akurat.

9.

Pemeriksaan secara visual (pre-use visual inspection) harus dilakukan


terhadap alat angkat, alat bantu angkat dan titik angkat (lifting point)
sebelum digunakan.

10. Alat bantu angkat dan lifting point yang bersertifikat harus diinspeksi,
colour coding dan diresertifikasi selambat-lambatnya dalam 6 bulan.
11. Semua peralatan pengaman (safety device) dari pabrik pembuat yang
terpasang pada peralatan harus berfungsi dengan baik
2.1.2. Sistem Manajemen Operasi pengangkatan yang aman dan berhasil adalah
bergantung kepada kepemimpinan yang baik dalam mendorong keselamatan
operasi pengangkatan, dan kompetensi personil yang terlibat, yang sesuai
dengan sistem manajemen perusahaan.
Hal-hal yang harus tercakup dalam sistem manajemen operasi pengangkatan
adalah sebagai berikut:
1.

Komitmen manajemen puncak dalam menyatakan sasaran-sasaran


kebijakan;

2.

Kebijakan

HSSE dan Sistim Tata Kerja (STK)

terkait operasi

pengangkatan, hoisting dan komunikasi yang mudah dipahami;


3.

Penyediaan atas kecukupan kompetensi personil dan kelayakan


peralatan;

4.

Persyaratan dalam aktivitas inspeksi, pemeliharaan dan pemusnahan


peralatan yang tidak sesuai dan aktivitas pencatatan (administrasi).

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

Dokumen

ini

adalah

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

pedoman

yang

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 9 dari 47

digunakan

untuk

membantu

pengembangan sistem manajemen dan secara praktis membantu pihak-pihak


yang terlibat dalam operasi pengangkatan.

2.2.

Penerapan

2.2.1. Personil Management & yang Berwenang


Personil yang dimaksud adalah personil yang tidak terlibat secara langsung
dalam operasi pengangkatan, namun memiliki tanggung jawab menyeluruh
secara manajerial sesuai dengan level jabatannya. Tanggungjawab tersebut
dapat berbentuk approval, review dan supervisi terhadap aktivitas Operasi
Pengangkatan yang akan atau sedang dilakukan, agar diperoleh aktivitas
Operasi Pengangkatan yang aman dan efisien.
2.2.2. Field Manager/Wakil Kepala Teknik Tambang
Field Manager adalah seseorang yang memiliki otoritas dan menjadi
penanggungjawab area atau lokasi dimana kegiatan Operasi Pengangkatan
terjadi atau berlangsung. Field Manager harus memastikan bahwa semua
operasi pengangkatan di area yang menjadi tangung jawabnya berlangsung
aman dan efisien, serta telah memenuhi dan sesuai pedoman operasi
pengangkatan dan masukan dari masukan Pengawas pekerjaan. Pada area
yang menjadi tanggung jawabnya, Field Manager harus memastikan bahwa:
1.

Semua operasi pengangkatan telah dilakukan Job Safety Analyst (JSA)


dan tersedia rencana operasi pengangkatan yang telah dia setujui.

2.

Semua personil yang terlibat dalam Operasi Pengangkatan telah


memenuhi persyaratan hasil Job Safety Analyst, kondisi permit to
work/SIKA, dan penanganan segala risiko dan potensi bahaya dari
aktivitas tersebut.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

3.

Pemeriksaan

rutin

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

dilakukan

terhadap

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 10 dari 47

semua

aktivitas

operasi

pengangkatan yang akan dilakukan, kondisi kelayakan peralatan angkat


dan kompetensi personil dan tim operasi pengangkatan.
4.

Semua prosedur dan standar yang berlaku (yang terkait langsung


ataupun tidak langsung dengan operasi pengangkatan) telah terpenuhi
dan dijalankan.

5.

Pengawas Pekerjaan telah melakukan pengawasan dan koordinasi


operasi pengangkatan.

2.2.3. Pengawas Pekerjaan


Pengawas pekerjaan yang dimaksud adalah personil yang secara khusus
ditugaskan oleh Pertamina EP atau perusahaan kontraktor, yang memiliki
tingkat kompetensi yang diperlukan dalam melakukan perencanaan, eksekusi
dan supervisi serta evaluasi terhadap kegiatan pengangkatan. Pengawas
pekerjaan harus memiliki ketrampilan praktis, pengetahuan teoritis dan
kemampuan dalam hal:
1.

Melakukan kajian risiko,

2.

Membuat dan mereview rencana pengangkatan,

3.

Melakukan pre-lift technical meeting,

4.

Mengelola dan membimbing personil tim pengangkatan,

5.

Melakukan pelaporan dan evaluasi,

6.

Menjalankan fungsi koordinasi terhadap semua personil dan pihak yang


terlibat.

7.

Memiliki kemampuan supervisi dan pengalaman yang diperlukan dalam


mengelola operasi pengangkatan, baik secara general ataupun spesifik.

Pengawas Pekerjaan Berwenang Untuk:


1.

Memberikan review dan approval terhadap Job Safety Analyst (JSA) dan
rencana operasi pengangkatan

2.

Menetapkan rencana kontijensi jika diperlukan

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

3.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 11 dari 47

Menyetujui penggunaan peralatan angkat yang diperlukan dalam operasi


pengangkatan yang kompleks atau heavy lift.

Pengawas pekerjaan secara langsung mengawasi jalannya kegiatan


pengangkatan, (seperti pada Operasi Pengangkatan non-rutin, Operasi
Pengangkatan kritis ataupun heavy lift). Prinsip yang terpenting adalah bahwa
pengawas pekerjaan adalah pemegang otoritas atas keselamatan dan
aspek teknis dari kegiatan Operasi Pengangkatan untuk area yang telah
ditentukan.

Pengawas

pekerjaan

yang

di

tunjuk

harus

mengetahui

keterbatasan kompetensi dan pengetahuannya, sehingga dalam Operasi


Pengangkatan yang lebih kompleks akan diperlukan dukungan dari technical
support lain seperti: fungsi Surface Facilities/RAM, HSSE , SCM dll. Tugas
dan tanggungjawab dari pengawas pekerjaan

mencakup hal-hal sebagai

berikut:
1.

Menetapkan kategori operasi pengangkatan

2.

Melakukan kajian risiko

3.

Menyusun rencana pengangkatan

4.

Melakukan technical review

5.

Menetapkan personil tim pengangkatan

6.

Memilih dan menetapkan peralatan angkat yang diperlukan

7.

Melakukan pre-lift technical meeting dan toolbox talk

8.

Mengawasi jalannya operasi pengangkatan

9.

Melakukan evaluasi dan pembahasan pasca pelaksanaan

10. Mengawasi jalannya operasi pengangkatandengan harus berdiri bebas,


sehingga dapat melihat dengan jelas keseluruhan proses Operasi
Pengangkatanyang berlangsung.
11. Memastikan bahwa kegiatan Operasi Pengangkatanyang berlangsung
tetap

sesuai

dengan

tahapan

pengangkatanyang telah disetujui.

kerja

dalam

rencana

operasi

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

12. Memastikan

sistem

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

komunikasi

di

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 12 dari 47

antara

personil

tim

Operasi

Pengangkatanberjalan dengan baik dan benar.


Personil
Personil tim operasi pengangkatan adalah personil yang telah dipastikan
kompetensinya dan terlibat langsung secara teknis dengan aktivitas
pengangkatan. Tim operasi pengangkatan yang melibatkan penggunaan
crane sekurang-kurangnya harus terdiri atas:
1.

1 (satu) crane operator

2.

1 (satu) rigger merangkap signalman

Berikut adalah pemaparan tugas tanggungjawab, kualifikasi dan kompetensi


dari personil tim operasi pengangkatan, yaitu:
1.

Operator peralatan angkat:


a. Operator PEDESTAL CRANE.
b. Operator MOBILE CRANE.
c. Operator OVERHEAD CRANE.
d. Operator FORKLIFT.
e. Operator WHELL LOADER FORKLIFT.

2.
2.3.

RIGGER merangkap SIGNALMAN.

Operator Peralatan Angkat

2.3.1. Operator Pedestan Crane


1.

Tugas dan Tanggungjawab:


a.

Memastikan bahwa semua aktivitas rutin (seperti: pre-use check,


memeriksa

log

book,

dll.)

telah

dilakukan

sebelum

crane

beroperasi.
b.

Melakukan pre-use inspection dan mengisi operation log-book.

c.

Bertanggungjawab atas inspeksi dan pemeliharaan harian crane.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

d.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 13 dari 47

Memastikan semua fungsi crane bekerja dengan baik dan mampu


melayani operasi Operasi Pengangkatan sesuai dengan kapasitas

e.

Memahami

rencana

Operasi

Pengangkatandan

memberikan

konfirmasi tentang kemampuan crane.


f.

Mengoperasikan crane dan bertanggung jawab atas beban yang


sedang diangkat atau dipindahkan.

g.

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

2.

Kualifikasi
a.

Telah mengikuti pelatihan operator pedestal crane dengan bukti


sertifikat kompetensi dan memiliki SIO yang dikeluarkan oleh
MIGAS yang masih valid sebagai Operator Pedestal Crane sesuai
dengan kelas (kategori) tonase.

b.

Memiliki pengalaman minimum 1 (satu) tahun sebagai Operator


Pedestal Crane.

c.

Sehat,

dibuktikan

dengan

surat

keterangan

dokter

rujukan

Pertamina EP atau rujukan Kontraktor.


3.

Kompetensi, memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang:


a.

Komponen utama dan kritikal dari pedestal crane.

b.

Peralatan keselamatan (safety devices) pada pedestal crane.

c.

Aspek keselamatan dalam operasi pedestal crane.

d.

Tabel Beban & Load Chart,

untuk

pengangkatan dinamis dan

statis.
e.

Safety factor untuk pengangkatan statis dan dinamis.

f.

Lifting plan dan Job Safety Analyst (JSA).

g.

Titik berat beban (Center of Garivity), teknik pengikatan dan


peralatan bantu angkat.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

4.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 14 dari 47

h.

Sistem dasar listrik dan hidrolik

i.

Signaling (hand-signal, radio comm., dll.).

j.

Kondisi lingkungan dan iklim (kecepatan angin, gelombang, dll).

k.

Crane operation log book dan pre-use check.

l.

Rencana Tanggap Darurat (emergency response).

Memiliki keterampilan yang baik dalam operasi pedestal crane yang


mencakup:
a.

Pre-use inspection terhadap pedestal crane.

b.

Manuver crane (boom up/down, hoist up/down, load up, load


transfer, load placement, dll.)

c.

Normal and emergency shutdown & emergency lowering.

d.

Pengendalian

pengangkatan dinamis/ statis, beban berayun &

beban kejut.
e.

Boom rest.

f.

Penggunaan APD yang baik dan benar sesuai standar Pertamina


EP.

2.3.2. Operator Mobile Crane


1.

Tugas dan Tanggung Jawab:


a.

Memastikan bahwa semua aktivitas rutin (seperti: pre-use check,


memeriksa

log

book,

dll.)

telah

dilakukan

sebelum

crane

beroperasi.
b.

Memastikan semua fungsi crane bekerja dengan baik dan mampu


melayani operasi pengangkatan sesuai kapasitasnya.

c.

Memahami rencana operasi pengangkatan dan memberikan


konfirmasi tentang kemampuan crane.

d.

Mengoperasikan crane dan bertanggungjawab atas beban yang


sedang diangkat atau dipindahkan.

e.

Melakukan pre-use inspection dan mengisi operation log-book.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

f.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 15 dari 47

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

g.
2.

Bertanggungjawab atas inspeksi dan pemeliharaan harian crane.

Kualifikasi:
a.

Telah mengikuti pelatihan Operator Mobile Crane sesuai dengan


jenisnya dengan bukti sertifikat kompetensi dan memiliki SIO yang
dikeluarkan oleh MIGAS yang masih valid sesuai dengan kelas
(kategori) tonase crane.

b.

Memiliki pengalaman minimum 1 (satu) tahun sebagai Operator


Mobile Crane.

c.

Sehat,

dibuktikan

dengan

surat

keterangan

dokter

rujukan

Pertamina EP atau Kontraktor.


3.

Kompetensi:
Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang:
a.

Komponen utama dan kritikal dari mobile crane.

b.

Peralatan keselamatan (safety devices) pada mobile crane.

c.

Aspek keselamatan dalam operasi mobile crane.

d.

Mobile crane settlement (penempatan/ parkir).

e.

Operasi pada area khusus, seperti: dermaga, jembatan, pelabuhan,


barge, dll.

f.

Tabel beban & Load Chart.

g.

Lifting plan & Job Safety Analysis (JSA).

h.

Titik berat beban, teknik pengikatan dan peralatan bantu angkat.

i.

Sistem dasar listrik dan hidrolik.

j.

Signaling (hand-signal, radio komunikasi).

k.

Kondisi lingkungan dan iklim (kecepatan angin, kondisi landasan,


dll.)

l.

Crane operation log book dan pre-use check.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

m.
4.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 16 dari 47

Rencana Tanggap Darurat (escape route).

Memiliki ketrampilan yang baik dalam operasi mobile crane yang


mencakup:
a.

Pre-use inspection terhadap mobile crane.

b.

Manuver crane (boom up/down, hoist up/down, load up, load


transfer, load placement, dll).

c.

Penggunaan outrigger dan stabilisasi mobile crane.

d.

Normal & emergency shutdown, serta emergency lowering.

e.

Pengendalian beban berayun, beban kejut (shock loading)

f.

Signaling

g.

Boom rest

h.

Penggunaan APD yang baik dan benar sesuai standar Pertamina


EP.

2.3.3. Operator Overhead Crane


1.

Tugas dan Tanggungjawab:


a.

Memastikan bahwa semua aktivitas rutin (seperti: pre-use check,


memeriksa

log

book,

dll),

telah

dilakukan

sebelum

crane

beroperasi.
b.

Memastikan semua fungsi crane bekerja dengan baik dan mampu


melayani operasi pengangkatan yang ditentukan.

c.

Memahami rencana pengangkatan dan memberikan konfirmasi


tentang kemampuan crane terhadap beban yang akan diangkat.

d.

Mengoperasikan crane dan bertanggungjawab atas beban yang


sedang diangkat atau dipindahkan.

e.

Melakukan pre-use inspection dan mengisi operation log-book.

f.

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

g.

Bertanggungjawab atas inspeksi dan pemeliharaan harian crane.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

h.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 17 dari 47

Melakukan checklist rutin/non rutin dan persetujuan pengawas


pekerjaan.

i.
2.

Memahami dan melakukan pengangkatan sesuai prosedur.

Kualifikasi:
a.

Telah mengikuti pelatihan operator overhead crane dengan bukti


sertifikat kompetensi dan memiliki SIO yang dikeluarkan oleh
Pusdiklat Migas Cepu yang masih valid sebagai Operator
Overhead Crane sesuai kategori kapasitas crane.

b.

Memiliki pengalaman minimum 1 (satu) tahun sebagai Operator


Overhead Crane.

c.

Sehat,

dibuktikan

dengan

surat

keterangan

dokter

rujukan

Pertamina EP.
d.

Memiliki otoritas/ wewenang sebagai Operator Overhead Crane


yang diberikan oleh Pertamina EP.

3.

Kompetensi, memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang:


a.

Komponen utama dan kritikal dari overhead crane.

b.

Peralatan keamanan (safety devices) pada overhead crane.

c.

Aspek keselamatan dalam operasi overhead crane.

d.

Perencanaan pengangkatan, Job Safety Analysis (JSA) dari


sebuah operasi pengangkatan dengan menggunakan overhead
crane.

4.

e.

Titik berat beban, teknik pengikatan dan peralatan bantu angkat.

f.

Sistem dasar listrik.

g.

Crane operation log book dan pre-use check.

h.

Rencana Tanggap Darurat.

Memiliki keterampilan yang baik dalam operasi overhead crane yang


mencakup:
a.

Pre-use inspection terhadap overhead crane.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

b.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 18 dari 47

Hoisting crane (hoist up/ down, load up, load transfer, load
placement, dll).

c.

Normal and emergency shutdown.

d.

Pengendalian beban berayun.

e.

Penggunaan APD yang baik dan benar sesuai standar Pertamina


EP.

2.3.4. Operator Forklift


1.

Tugas dan Tanggungjawab:


a.

Memastikan bahwa semua aktivitas rutin (seperti: pre-use check,


memeriksa

log

book,

dll.) telah dilakukan

sebelum forklift

beroperasi.
b.

Memastikan semua fungsi forklift bekerja dengan baik dan mampu


melayani operasi pengangkatan yang ditentukan.

c.

Memahami rencana pengangkatan (jika ada) dan memberikan


konfirmasi tentang kemampuan forklift tekait beban.

d.

Mengoperasikan forklift dan bertanggungjawab atas beban yang


sedang diangkat atau dipindahkan.

e.

Melakukan pre-use inspection dan mengisi operation log-book.

f.

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

g.
2.

Bertanggungjawab atas inspeksi dan pemeliharaan harian forklift.

Kualifikasi:
a.

Telah mengikuti pelatihan operator forklift dengan bukti sertifikat


kompetensi dan memiliki SIO yang dikeluarkan oleh MIGAS yang
masih valid sebagai Operator Forklift sesuai dengan kelas
(kategori) tonase forklift.

b.

Memiliki pengalaman minimum 1 (satu) tahun sebagai Operator


Forklift.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

c.

Sehat,

dibuktikan

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

dengan

surat

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 19 dari 47

keterangan

dokter

rujukan

Pertamina EP.
d.

Memiliki

otoritas/wewenang

sebagai

Operator

Forklift

yang

diberikan oleh Pertamina EP.


3.

Kompetensi: Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang:


a.

Komponen utama dan kritikal dari forklift.

b.

Peralatan keamanan (safety devices) pada forklift.

c.

Aspek keselamatan dalam operasi forklift.

d.

Forklift settlement (penempatan/ parkir).

e.

Operasi pada area khusus, seperti: dermaga, jembatan, pelabuhan,


barge, dll.

f.

Daftar Beban (Load Chart).

g.

Perencanaan Operasi Pengangkatan (jika ada), Job Safety


Analysis

(JSA)

dari

sebuah

operasi

pengangkatan

yang

menggunakan forklift.
h.

Titik berat beban, teknik pengikatan dan peralatan bantu forklift


(forklift attachment).

i.

Sistem dasar listrik dan hidrolik.

j.

Kondisi lingkungan dan iklim (kecepatan angin, jalur dan kondisi


lintasan, dll).

4.

k.

Forklift operation log book dan preusecheck.

l.

Rencana Tanggap Darurat.

Memiliki keterampilan yang baik dalam operasi forklift yang mencakup:


a.

Pre-used inspection terhadap forklift.

b.

Operasi forklift (load up, load transfer, load placement, dll)

c.

Pergerakan forklift melintasi lintasan tertentu

d.

Normal dan emergency shutdown Penggunaan APD yang baik dan


benar sesuai standar Pertamina EP

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 20 dari 47

2.3.5. RIGGER/JURU IKAT BEBAN/SIG NALMAN


1.

Tugas dan Tanggungjawab:


a.

Memastikan bahwa semua alat bantu angkat (lifting gears) dan


teknik pengikatan yang digunakan telah sesuai standar.

b.

Memastikan bahwa beban telah terikat dengan benar dan aman


untuk diangkat.

c.

Melakukan pengendalian beban dengan tag-line dan berdiri pada


posisi aman saat pengangkatan.

d.

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

e.

Bertanggungjawab atas inspeksi dan pemeliharaan harian alat


bantu angkat (lifting gears).

f.

Memastikan bahwa semua alat bantu angkat (lifting gears), teknik


pengikatan, beban, crane, personil, serta lingkungan telah aman
dan pengangkatan siap untuk dilakukan.

g.

Memastikan bahwa operasi pengangkatan sesuai dengan rencana.

h.

Mengarahkan gerakan alat angkat dan beban melalui pemberian


aba-aba dan komunikasi yang kontinyu dengan operator alat
angkat tersebut selama proses pengangkatan berlangsung.

i.

Mengambil posisi aman dan selalu terlihat oleh operator.

j.

Keberadaan Signalman harus jelas teridentifikasi (misalnya dengan


menggunakan rompi warna mencolok).

k.

Berkoordinasi dengan semua personil yang terlibat dalam operasi


pengangkatan.

l.

Membuat laporan dan evaluasi atas proses pengangkatan yang


telah dilakukan

m.

Memahami rencana pengangkatan dan memberikan konfirmasi


tentang kemampuan crane terhadap beban yang akan diangkat.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

2.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 21 dari 47

Kualifikasi:
a.

Telah mengikuti pelatihan rigger/Juru ikat beban dengan bukti


sertifikat kompetensi dan memiliki SIO yang dikeluarkan oleh
MIGAS

yang masih valid dan memiliki pengalaman minimum 6

(enam) bulan sebagai Rigger.


b.

Sehat

dibuktikan

dengan

surat

keterangan

dokter

rujukan

Pertamina EP.
c.

Memiliki otoritas/ wewenang sebagai Rigger yang diberikan oleh


Pertamina EP.

d.

Memiliki otoritas/ wewenang sebagai Signalman yang diberikan


oleh Pertamina EP.

e.

Memiliki kemampuan dalam kepemimpinan dalam tim.

f.

Memiliki kemampuan mengendalikan operasi

pengangkatan

melalui pemberian aba-aba (signaling).


g.

Memiliki kemampuan dalam pembuatan laporan dan evaluasi


pelaksanaan pengangkatan.

3.

Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik serta kemampuan


operasi meliputi:
a.

Standar Hand-Signaling dari ASME B30 series maupun API RP2D

b.

Standar komunikasi radio.

c.

Perencanaan Pengangkatan, Job Safety Analyst (JSA) dari sebuah


operasi pengangkatan.

d.

Inspeksi visual terhadap alat bantu angkat (lifting gears).

e.

Pemilihan dan penggunaan alat bantu angkat.

f.

Teknik pengikatan dan penentuan titik berat beban (center of


gravity).

g.

Teknik pengendalian beban dinamis maupun statis menggunakan


tag-line.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 22 dari 47

h.

Mengambil posisi aman saat pengangkatan.

i.

Penggunaan APD yang baik dan benar sesuai standar Pertamina


EP.

4.

Kompetensi:
Memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang:
a.
b.
c.

2.4.

Identitas, jenis, SWL dan kondisi berbagai macam alat bantu


angkat.
Titik berat beban dan teknik pengikatan.
Pengetahuan tentang benda (beban) yang aman untuk diangkat
Signaling Kondisi lingkungan dan iklim (kecepatan angin,

d.

gelombang, dll.)
Rigging log book dan pre-use check

e.
f.

Rencana Tanggap Darurat.


Memiliki ketrampilan yang baik sebagai seorang Rigger.

KATEGORI OPERASI PENGANGKATAN

2.4.1. Faktor-Faktor Pertimbangan untuk Kategori Operasi Pengangkatan


1.

Peralatan Angkat
Hasil assesment terhadap peralatan angkat yang akan digunakan dalam
suatu operasi pengangkatan dapat digunakan untuk menentukan
kompleksitas

operasi

pengangkatan.

Operasi

yang

memerlukan

peralatan angkat yang berkapasitas sangat besar, seperti heavy lift


crane, dapat merujuk kepada Operasi Pengangkatan yang bersifat
kompleks. Penggunaan peralatan pendukung lain, seperti: sistem
penyelaman (diving system), personnel basket, atau cargo carrying unit
(CCU) yang khusus, dan sebagainya, juga dapat merujuk kepada
kategori Operasi Pengangkatan yang kompleks.
a.

Pengaturan Beban dan Pengangkatan.


Pada berbagai operasi Pengangkatan, beban yang diangkat akan
berbeda dalam hal:

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 23 dari 47

Berat.

Bentuk, ukuran/dimensi, termasuk titik berat beban.

Isi atau konten.

Titik Operasi Pengangkatan (lifting point/pad eye).

Hal-hal

tersebut

akan

mempengaruhi

pengaturan

proses

pengangkatannya. Pengaturan tersebut dapat meliputi: ruang,


kapasitas dan metode pengangkatan, termasuk metode bagaimana
beban terpasang pada peralatan angkat.
Beragam jenis beban tersebut akan membawa beragam jenis
potensi

bahaya

yang

harus

diperhitungkan

dalam

proses

perencanaan operasi pengangkatan.

b.

Lingkungan Operasi Pengkatan


Operasi pengangkatan dapat terjadi di berbagai jenis lingkungan,
seperti:

hal

hal

berikut

harus

diperhitungkan

dalam

Operasi

Pengangkatan di onshore (daratan):

Kebisingan, pencahayaan, dan lain-lain

Daya dukung tanah dan landasan untuk alat angkat

Lintasan dan area pengangkatan

Struktur yang berdekatan (kabel tegangan listrik, instalasi


turbin/ generator, struktur overhead, dll.)

Cuaca dan kecepatan angin

Lalu-lalang pekerja

Semua efek lingkungan yang relevan harus diperhitungkan.

Operasi Pengangkatan di bawah permukaan dan diatas


permukaan

laut

(Operasi

Pengangkatan

di

Lingkungan

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

Offshore)

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

berikut

adalah

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 24 dari 47

beberapa

hal

yang

harus

diperhitungkan.

Transfer beban dari/ ke dek kapal atau platform

Transfer beban di lingkungan dermaga atau di laut

Mobilisasi beban di sekitar dek platform

Pembebanan dinamis

Gerakan dan stabilitas kapal

Cuaca, kecepatan angin dan tinggi gelombang. Batasan


kecepatan
informasi

angin
buku

dapat
manual

juga

ditentukan

operasi

crane

berdasarkan
dari

pabrik

pembuatnya.

Struktur yang berdekatan (seperti: turbin, pressure vessel,


dll), di lingkungan platform ataupun barge, dan lain-lain.

c.

Tekanan bawah laut.

Komunikasi
Jenis dan mekanisme komunikasi selama Operasi Pengangkatan
berlangsung juga harus dipertimbangkan dalam merumuskan
kategori pengangkatan. Komunikasi tersebut dapat berupa verbal
(lisan) melalui radio dan/ atau visual (aba-aba). Kompleksitas
proses komunikasi akan mempengaruhi kompleksitas operasi
pengangkatan, seperti bagaimana mengatasi blind lift yang tidak
dapat dihindari.

2.

Menentukan Kategori Pengangkatan


Kategori Operasi Pengangkatan yang berlaku di area Pertamina EP
terbagi atas 2 (dua) kategori, yaitu Operasi Pengangkatan Rutin dan
Operasi PengangkatanNon- Rutin.
a.

Kategori Operasi Pengangkatan Rutin

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 25 dari 47

Operasi pengangkatan rutin dapat diidentifikasi dan dijelaskan


sebagai berikut:

Operasi Pengangkatan telah terjadi secara repetitif (berulang)


atau harian dan secara familiar dilakukan oleh tim Operasi
Pengangkatan dengan personil yang tetap (sama).

Tersedia JSA yang telah direview dan disetujui oleh Pengawas


pekerjaan.

Beban yang diangkat memiliki lifting point (lifting eye/ pad eye)
yang telah tersedia dan standar.

Operasi Pengangkatan terjadi dengan kondisi kecepatan angin


< 25 knot dan tinggi gelombang < 2 meter untuk area offshore

Memenuhi semua persyaratan pada Daftar Periksa Kategori


Operasi

Pengangkatan

Rutin.

Apabila

ditemukan

hal

yang

menyimpang atau tidak memenuhi salah satu kondisi di atas, maka


kategori Operasi Pengangkatan akan masuk kepada Operasi
Pengangkatan Non-Rutin (Lihat checklist operasi pengangkatan
rutin)
b.

Kategori Operasi Pengangkatan Non-Rutin


Kategori Operasi Pengangkatan Non-Rutin adalah kategori yang
secara otomatis berlaku apabila kondisi persyaratan Kategori
Operasi Pengangkatan Rutin tidak terpenuhi (sebagian ataupun
secara keseluruhan).
Contoh operasi/aktivitas Operasi Pengangkatan yang masuk
kategori Non Rutin:

Operasi Pengangkatan atau pemindahan personil untuk area


onshore

Operasi Pengangkatan terjadi pada area/ lokasi yang sulit atau


dengan kondisi yang tidak normal

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 26 dari 47

Operasi Pengangkatan pada kegiatan project atau operasi yang


melibatkan lintas divisi atau bagian

Operasi Pengangkatan melibatkan lebih dari 1 (satu) alat


angkat, seperti: tandem lift, tail lift

Operasi Pengangkatan terjadi pada iklim cuaca yang ekstrem


(di atas parameter yang ditentukan).

2.5.

Perencanaan Operasional

2.5.1. Kajian Risiko


Job Safety Analyst (JSA) berbasis pekerjaan setiap aktivitas Operasi
pengangkatan memerlukan JSA yang sesuai dan terdokumentasi. Untuk
operasi pengangkatan rutin, JSA harus tersedia dan secara periodik harus
kembali direview untuk kesesuaian dengan kondisi dan perubahan terkini.
Untuk Operasi Pengangkatan Non-Rutin, JSA harus dilakukan secara lebih
intensif dan bersifat tingkat lanjut. Untuk Operasi Pengangkatan non-rutin
pada sebuah project khusus, JSA harus benar-benar dilakukan dengan
menyesuaikan kondisi kerja riil di lapangan. JSA yang telah disetujui harus
dijadikan lampiran pada setiap Rencana Pengangkatan, baik Rutin maupun
Non-Rutin. Competent Person bersama tim Operasi Pengangkatan harus
mereview dan memahami dengan baik JSA dibuat sebelum memulai operasi
pengangkatan. Prosedur dan format dari JSA yang dilakukan adalah
mengacu kepada standar yang berlaku di Pertamina EP terlampir metode
pembuatan JSA berbasis Pekerjaan dan Matriks Kajian Risiko.
1.

Rencana Pengangkatan
Rencana Operasi Pengangkatan adalah dokumen perencanaan yang
menjadi bukti bahwa segala hal terkait dengan kegiatan Operasi
Pengangkatantelah dipersiapkan dan Job Safety Analyst (JSA) telah
dilakukan, agar diperoleh kegiatan Operasi Pengangkatanyang aman

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 27 dari 47

dan efisien. Perencanaan yang layak adalah mencakup hal-hal sebagai


berikut:
a.

Rencana

Operasi

Pengangkatan

harus

dipersiapkan

oleh

Competent Person (bisa dari Pertamina EP atau dari Kontraktor).


b.

Informasi tentang penyediaan peralatan yang sesuai.

c.

Rencana Operasi Pengangkatanharus berdasarkan Job Safety


Analyst (JSA) yang telah disetujui.

d.

Rencana Operasi Pengangkatanharus mengacu kepada resiko


yang sudah teridentifikasi dalam Job Safety Analyst (JSA)dan harus
telah

mengidentifikasi

tanggungjawab

semua

dalam

sumber

daya,

menjalankan

prosedur

aktivitas

dan

Operasi

Pengangkatandengan aman.
e.

Rencana

Operasi

Pengangkatan

harus

memastikan

bahwa

peralatan yang akan digunakan.


f.

Dalam

kondisi

aman

dan

tetap

aman

hingga

kegiatan

pengangkatan/ project selesai.


g.

Rencana Operasi Pengangkatanharus menetapkan mekanisme


pre-use check yang diperlukan dan frekuensi penerapannya.

h.

Rencana

Operasi

Pengangkatan

harus

mencakup

metode

komunikasi dan bahasa yang digunakan selama proses Operasi


Pengangkatan berlangsung.
i.

Para anggota tim Operasi Pengangkatanharus telah dipastikan


kelayakan kompetensinya melalui proses asesmen, sebelum dipilih
dan ditetapkan masuk ke dalam tim pengangkatan.

j.

Tingkat kompleksitas perencanaan dapat bervariasi dan harus


disesuaikan dengan jenis peralatan angkat yang digunakan dan
tingkat kompleksitas operasi.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

k.

Jika

terjadi

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

perubahan

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 28 dari 47

rencana

pengangkatan,

prosedur

manajemen perubahan harus diikuti.


l.

Jika terdapat lebih dari satu pihak/ kontraktor yang terlibat dalam
operasi

pengangkatan,

rencana

Operasi

Pengangkatanharus

secara detil menjelaskan tugas dan tanggungjawab masing-masing


pihak.

Competent

Person/

Lifting

Supervisor

harus

mengkoordinasikan pihak-pihak yang terlibat selama operasi


pengangkatan.
m.

Para personil dari pihak-pihak yang terlibat harus dikonsultasikan


dalam

proses

perencanaan,

sehingga

mereka

memahami

tanggungjawab masingmasing, ukuran-ukuran pengendalian dan


urutan pelaksanaan yang harus diikuti dengan baik.
n.

Sebelum memulai Operasi Pengangkatan non-rutin, pertemuan


teknis

(technical

meeting)

antara

pihak-pihak

terkait

harus

dilakukan. Pertemuan tersebut harus menggunakan kajian risiko,


rencana Operasi Pengangkatan dan gambar teknik skema Operasi
Pengangkatanyang sudah dibuat.

2.

Pertimbangan-Pertimbangan untuk Semua Operasi Pengangkatan


a.

Kajian terhadap Beban dan Penanganannya


Pada semua jenis pengangkatan, informasi dan pengetahuan
terhadap beban yang akan diangkat adalah hal yang utama. Untuk
itu diperlukan kajian yang akurat terhadap beban yang akan
diangkat. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam kajian terhadap beban:

Berapakah berat beban sebenarnya?

Apakah berat tersebut telah diverifikasi?

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 29 dari 47

Apakah beban didesain untuk operasi pengangkatan onshore?


atau offshore? (seperti: menggunakan CCU untuk Operasi
Pengangkatandi offshore)?

Apakah lifting point telah disertifikasi dan layak?

Apakah beban terikat dalam kondisi yang stabil sehingga tidak


ada bagian yang terlepas?

Apakah titik berat beban (center of gravity CoG) telah diketahui?

Apakah barang bernilai tinggi secara finansial?

Apakah beban bersifat bahan kimia?

Apakah pada beban terdapat sisi-sisi yang tajam?

Apakah beban memerlukan perijinan khusus untuk diangkat?

Apakah bentuk atau ukuran barang menyebabkan masalah


dalam pengikatan?

Untuk beban seperti pipa memanjang, apakah aman dari kondisi


terputar (sling terpuntir) saat diangkat?

Apakah beban akan fleksibel jika dalam posisi menggantung?

Apakah palet barang juga memerlukan pengamanan?

Apakah beban mengandung cairan?

Apakah beban bersifat getas?

Untuk Operasi Pengangkatandi bawah laut, perlu diperhatikan


terjadinya beban kejut dan perubahan berat barang akibat efek
limpahan air laut, efek tekanan bawah laut, dan sebagainya.

b.

Pertimbangan Pemilihan Peralatan Angkat


Dalam pemilihan peralatan, kajian awal yang diperlukan harus
mencangkup hal-hal sebagai berikut:

Besar sudut sling dan posisi lifting attachment.

Apakah titik pengikatan atau lifting point layak?

Bagaimana sling terikat atau dikaitkan pada beban?

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 30 dari 47

Apakah penempatan sling telah sesuai dengan titik berat beban


(CoG)?

Arah sling lay left hand lay dan right hand lay tidak boleh
tersambung

Apakah posisi sling saat menegang ataupun saat kendur


mempengaruhi pengendalian pengangkatan?

Apakah geometri sling dan hook crane bermasalah?

Apakah

diperlukan

tag-line?

Apakah

rigger

memahami

penggunaan tag-line dengan aman?

Apakah Operasi Pengangkatanmemerlukan tandem lift?

Apakah jenis hook sesuai?

Jika heavy lift, apakah memerlukan penanganan manual


(manual handling)?

Apakah melibatkan penyelam atau ROV (remotely operated


vehicle)?

Apakah sling yang digunakan sesuai untuk pekerjaan bawah


laut?

Apakah lifting point terletak di luar jangkauan atau terlalu tinggi?

Apakah peralatan angkat yang diperlukan tersedia?

Apakah selama kegiatan pengangkatan, peralatan angkat perlu


dipindah ke lokasi lain?

c.

Seberapa besar efek dynamic lifting terhadap peralatan angkat?

Pemeriksaan sebelum Penggunaan (Preuse Checks)


Sebelum digunakan, peralatan angkat dan alat bantu angkat harus
diperiksa oleh operator yang bersangkutan guna mengidentifikasi
dan mengantisipasi kondisi peralatan yang tidak layak pakai,
seperti: aus, robek, wire putus, dll. Frekuensi pre-use check harus

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 31 dari 47

tertuang dalam rencana pengangkatan. Intensitas pre-use check


bisa bervariasi, tergantung jenis dan kompleksitas pengangkatan.
d.

Pemilihan Tim Pengangkatan


Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan personil
tim pengangkatan:

Apakah personil tim memiliki kompetensi dan pengalaman yang


sesuai dalam menangani jenis beban yang diangkat?

Siapakah Lifting Supervisor yang ditunjuk?

Apakah jumlah personil tim Operasi Pengangkatanmencukupi?

Apakah akan terdapat pergantian personil (seperti pergantian


shift)? Jika ya, harus dipastikan terdapat kejelasan tugas dan
kelayakan kompetensi personil pengganti, sehingga prosedur
Operasi Pengangkatantetap dijalankan dengan benar.

e.

Kajian

Terhadap

Lintasan

Operasi

Pengangkatan

dan

Pergerakan Peralatan Angkat


Hal-hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan lintasan Operasi
Pengangkatan dan pergerakan alat angkat:

Apakah beban akan mengalami rotasi?

Apakah

terdapat

ruang

yang

cukup

untuk

Operasi

Pengangkatan dan manuver beban?

apakah terdapat hambatan overhead, seperti: structural beam,


pipe system, railing?

Apakah lintasan Operasi Pengangkatan jelas?

Apakah pergerakan alat angkat akan menimbulkan masalah


terhadap lintasan pengangkatan?

Apakah terdapat operasi/ aktivitas pekerjaan lain di sekitar


lintasan yang berpotensi menimbulkan masalah?

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 32 dari 47

Apakah boom crane terbebas dari berbagai halangan, seperti:


crane lain, platform jika di offshore, dll?

Pada Operasi Pengangkatan subsea, apakah semua halangan


telah diperhitungkan, seperti: mooring, arsitektur bawah laut,
dan lain-lain?

Apakah area peletakan aman dari sisi ruang dan kekuatan


landasan?

Pada peletakan subsea, apakah telah dilakukan observasi,


pengendalian dan penandaan landing point?

f.

Pertimbangan terhadap Efek Lingkungan


Berikut adalah pertimbangan terhadap efek lingkungan untuk
Operasi Pengangkatan di Onshore maupun Offshore:

Apakah luas permukaan beban akan berpotensi terganggu oleh


angin?

Efek-efek lingkungan seperti: hujan, angin, kebisingan suara


dan

pencahayaan

harus

benar-benar

diperhitungkan

pengaruhnya terhadap operasi pengangkatan.

Gelombang air laut benar benar diperhitungkan (Operasi


Pengangkatan untuk Offshore)

Pada Operasi Pengangkatan subsea, perhitungkan jika beban


tertampung air laut sehingga menimbulkan risiko perubahan
berat beban secara mendadak.

Apakah pergerakan kapal akan mempengaruhi operasi?

Apakah beban akan melintasi area yang berpotensi berubah


dari sisi lingkungan? (seperti: beban diangkat keluar dari bawah
laut)

Apakah beban pada Operasi Pengangkatan bawah laut telah


memenuhi persyaratan yang sesuai?

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

3.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 33 dari 47

Pemilihan Peralatan
Competent Person harus mengidentifikasi kesesuaian dan kelayakan
alat angkat dan alat bantu angkat yang akan digunakan. Hal-hal yang
harus diketahui oleh Competent Person terkait dengan peralatan angkat:

Sertifikat kelayakan yang valid harus tersedia

Spesifikasi teknis dan integritas peralatan

Tempat/ lokasi dimana peralatan akan digunakan

Kondisi saat peralatan digunakan

Tujuan penggunaan dari masing-masing peralatan

Konsekuensi risiko dan potensi bahaya dari penggunaan peralatan


angkat

Persyaratan pemeriksaan dan pemeliharaan

Risiko-risiko ergonomi

Penanganan manual

Identifikasi dan penggunaan APD yang sesuai

a.

Job Safety Analyst (JSA) terhadap Peralatan


Job Safety Analyst (JSA) yang dilakukan terhadap peralatan angkat
dapat mencangkup sebagai berikut:

Apakah safety device berfungsi dengan baik?

Bagaimana tentang kekuatan dan stabilitas dari peralatan


angkat, pengikatan dan beban?

Apakah terdapat modifikasi atau perubahan pada peralatan


tersebut?

Apakah peralatan memang didesain untuk tugas Operasi


Pengangkatan tersebut?

Sifat beban yang diangkat (seperti: bahan kimia berbahaya)

Jarak dari sumber energi listrik, minimum harus mengacu pada


standar yang diacu, dan jarak minimum bisa ditambah dengan

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 34 dari 47

mempertimbangkan kondisi lingkungan ex: kecepatan angin,


kabut asap, dll.

Operasi Pengangkatan personil.

Alat bantu angkat yang tersambung dan pengaman pada beban.

Pengaturan Operasi Pengangkatan dan penempatan.

Dalam kondisi darurat, pertimbangan terhadap akses dan


tindakan tanggap darurat.

b.

Kemungkinan beban terbalik atau overloading.

Bahaya-bahaya lokasi/ lingkungan.

Pertimbangan-pertimbangan ergonomis.

Proteksi terhadap operator.

Kondisi darurat lain yang mungkin terjadi.

Kekuatan dan Stabilitas


Harus dipastikan bahwa telah dilakukan proses sebagai berikut:

Kekuatan Peralatan Angkat


-

Memeriksa dan memastikan kemampuan dan kekuatan


peralatan

angkat

dalam

mengangkat

beban

dengan

memberikan toleransi safety factor yang cukup untuk


mengantisipasi kegagalan.
-

Memastikan bahwa beban beserta semua alat bantu angkat


yang ikut terangkat dalam kondisi kekuatan dan integritas
yang memadai.

Memastikan semua potensi bahaya terkait dengan kekuatan


peralatan telah teridentifikasi dalam Job Safety Analyst (JSA)
dan rencana Operasi Pengangkatanyang dibuat.

Stabilitas Peralatan Angkat:

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 35 dari 47

Peralatan angkat yang digunakan harus memiliki stabilitas


dalam penggunaannya. Berikut beberapa hal yang harus
dilakukan:
-

Memastikan semua potensi bahaya terkait dengan stabilitas


peralatan telah teridentifikasi dalam Job Safety Analyst (JSA)
dan rencana Operasi Pengangkatanyang dibuat.

Memastikan bahwa peralatan angkat memiliki stabilitas saat


digunakan

dan

selama

pembebanan,

serta

mampu

mengatasi jika terdapat gaya de-stabilitas yang dapat


mempengaruhi peralatan angkat.
-

Memastikan pengukuran efektif yang sesuai untuk menahan


kondisi overturning.

4.

Peralatan Lifting untuk Operasi Pengangkatan Personil


Sebelum operasi pengangkatan personil (Khususnya utk Offshore),
harus telah dipastikan hal-hal sebagai:
a.

Telah dilakukan dan disetujui Job Safety Analyst (JSA) dan


dinyatakan

dalam

Rencana

Operasi

Pengangkatansebagai

Kategori Operasi Pengangkatan Non-Rutin.


b.

Semua

potensi

bahaya

terkait

dengan

Operasi

Pengangkatanpersonil telah diidentifikasi dengan benar dan telah


dimitigasi.
c.

Semua risiko Operasi Pengangkatan personil harus tertuang


dalam rencana pengangkatan.

d.

Peralatan angkat untuk Operasi Pengangkatanpersonil harus selalu


memenuhi standar dan spesifikasi yang sesuai untuk Operasi
Pengangkatan personil.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

e.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 36 dari 47

Semua peralatan tersebut harus diberi tanda bahwa sesuai untuk


digunakan Operasi Pengangkatanpersonil.

f.

Dalam proses pemindahan personil, harus dipastikan kelayakan


dan integritas dari Unit Pemindah Personil

(Personnel Transfer

Unit PTU, biasa juga disebut Personnel Carrier) yang digunakan.


Beberapa system PTU yang umum diguanakan pada operasi offshore
antara lain:
a.

Sistem Billy Pugh (net system with people outside),

b.

Sistem Esvagt (net system with people inside),

c.

FROG/TORO (personnel capsule system).

Penggunaan PTU yang aman harus dapat mengantisipasi risiko-risiko


minimum sebagai berikut:
a.

Risiko TERJATUH.

b.

Risiko TERBENTUR pada instalasi platform atau halangan lain,

c.

Risiko PENDARATAN KERAS.

d.

Risiko TENGGELAM, jika PTU terjatuh di air atau bersentuhan


dengan permukaan air.

Dalam faktor yang harus diperiksa SEBELUM Operasi Pengangkatan


Personil dilakukan:
a.

Halangan

Tersedia ruang yang cukup/ lega dan aman pada kedua area
Operasi Pengangkatan dan pendaratan, serta jalur Operasi
Pengangkatan harus diperiksa secara ketat.

b.

Area pendaratan yang permanen sangat dianjurkan.

Kondisi dan batasan cuaca:

Kondisi cuaca actual dan terkini harus dipertimbangkan dalam


perencanaan.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

c.

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 37 dari 47

Visibilitas: siang hari atau ekivalen.

Kecepatan angin: maks 10 m/s atau 20 knot.

Tinggi gelombang: maks 2 meter.

Kondisi Kapal/Vessel

Kemampuan manuver dan kapabilitas dalam menjaga kondisi


statisnya.

d.

Peralatan angkat dan bantu angkat:

Telah disertifikasi dan ditandai sebagai peralatan yang sesuai


untuk pengangkatan personil.

Safety latch harus terpasang pada hook yang digunakan.

Beban aman maksimum,

Harus dioperasikan oleh personil kompeten yang khusus untuk


operasi pengangkatan personil.

Penggunaan freefall atau non powered lowering adalah


dilarang.

Sistem penggerak/tenaga darurat harus tersedia.

Kecepatan hoisting naik dan turun harus di bawah 30 m/menit


atau rekomendasi manafacturer (pilih mana yang lebih ketat)

Operasi ini harus dilakukan dengan tingkat pengendalian dan ke


hati-hatian yang tinggi serta minimalkan terjadi gerakan-gerakan
mendadak (atau beban kejut/ shock loading).

e.

Pengikatan (rigging) sebelum kegiatan pemindahan:

Dilakukan secara benar dan sesuai standar.

Periksa keamanan semua sakel, sling, hook dan tag-line yang


digunakan.

f.

Periksa ulang atas kemungkinan risiko beban terkait.

Personil yang akan diangkat atau dipindahkan:

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 38 dari 47

Telah dilengkapi dengan APD yang sesuai, termasuk Personal


Flotation Devices (PFD).

Telah mendapatkan arahan dan dipastikan bahwa semua


prosedur yang harus diikuti telah dipahami.

g.

Komunikasi:

Harus dipastikan bahwa metode aba-aba/ komunikasi telah jelas


dan dipahami dengan baik oleh tim pengangkatan.

Operator crane harus dapat melihat dengan jelas kedua area


Operasi Pengangkatan dan pendaratan, beban (personnel
transfer unit) serta posisi signalman/ banksman di kedua lokasi
tersebut.

5.

Komunikasi
Kegagalan komunikasi dalam proses Operasi Pengangkatan seringkali
menjadi akar penyebab terjadinya insiden. Sehingga semua personil
yang terlibat dalam proses Operasi Pengangkatan harus memiliki
pemahaman yang sama terhadap metode komunikasi yang akan
digunakan selama proses Operasi Pengangkatan berlangsung. Saat
proses pengangkatan, jika ditemukan tanda atau aba-aba yang tidak
dimengerti oleh seseorang anggota tim pengangkatan, maka operasi
harus dihentikan dan proses sosialisasi dan pemahaman terhadap
tanda/ aba-aba harus dilakukan kembali.

6.

Penghentian Pekerjaan
Setiap personil dapat menghentikan operasi pengakatan, jika ditemukan
potensi bahaya seperti:

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 39 dari 47

a.

Tanda atau aba-aba tidak jelas

b.

Alarm berbunyi (seperti pada anti-twoblock), atau bahaya lainnya.

7. Manajemen Perubahan
Manajemen Manajemen perubahan dapat berlaku kepada semua operasi
pengangkatan. Prosedur Manajemen Perubahan dapat mencakup:
a.

Deviasi terhadap prosedur yang telah disetujui.

b.

Deviasi terhadap prosedur standar yang berlaku.

c.

Modifikasi yang tidak terencana namun diperlukan.

d.

Perubahan terhadap peralatan.

e.

Perubahan mayor terhadap urutan pekerjaan.

f.

Deviasi terhadap prosedur kerja aman dan instruksi kerja yang


telah ditentukan.

g.

Penggunaan tambahan peralatan yang sebelumnya tidak termasuk


di dalam rencana pengangkatan.

h.

Isu lingkungan dan cuaca.

i.

Penerapan sistem baru.

8. Pemilihan Anggota Tim Operasi Pengangkatan


Proses pemilihan anggota tim Operasi Pengakatan dilakukan oleh
Competent Person dengan mengacu kualifikasi dan kompetensi standar
yang dipersyaratkan.
9. Pengantar Pertemuan Teknis (Toolbox Talk/Toolboox Meeting)
Hal-hal yang harus dikemukanan dalam pertemuan teknis adalah sebagai
berikut:
a.

Sasaran dan target pekerjaan

b.

Rencana dan metode

c.

Peran dan tanggungjawab

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 40 dari 47

d.

Tenaga kerja dan keterampilan yang diperlukan

e.

Rencana tanggap darurat

f.

Lingkungan pengangkatan

g.

Potensi bahaya

h.

Perijinan (permit-to-work)

i.

Alat Pelindung Diri (APD)

j.

Peralatan yang digunakan: alat angkat, alat bantu angkat dan


peralatan pendukung lain

k.

Material atau barang yang diangkat

l.

Isolasi pekerjaan

m.

Aktivitas lain yang berpeluang menimbulkan konflik

n.

Penyebaran informasi kegiatan

o.

Motivasi

p.

Komunikasi

q.

Pembahasan pasca pengangkatan

10. Pembahasan Pasca Pelaksanaan dan Pelajaran yang diambil


Hal-hal yang perlu diidentifikasi setelah proses Operasi Pengangkatan
selesai:

2.6.

a.

Pelajaran yang dapat diambil

b.

Praktek-praktek baru dan baik selama proses operasi

c.

Perbaikan-perbaikan yang dilakukan

Spesifikasi dan Persyaratan Peralatan Angkat

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 41 dari 47

2.6.1. Crane dan Forklift


Berikut ini adalah spesifikasi dan persyaratan minimum dari alat angkat,
yaitu: crane dan forklift, yang berlaku di wilayah kerja/operasi Pertamina EP
antara lain:
1.

Memiliki sertifikasi kelayakan penggunaan peralatan (SKPP) yang masih


berlaku dari Ditjen Migas.

2.

Memiliki daftar beban (load chart) baik onshore ataupun offshore load
chart yang dapat terbaca dengan jelas dan masih valid untuk alat
angkat tersebut.

3.

Alat

harus

sesuai

dengan

peruntukan

penggunaannya,

baik

fungsi,spesifikasi dan kapasitas angkatnya.


4.

Semua safety devices berfungsi dengan baik. Secara minimum, safety


device yang harus terpasang pada crane: anti-to-block,

load, angle,

radius indicator, boom limit switch, Overload alarm & emergency


lowering.
5.

Penggunaan alat angkat harus sesuai dengan Operation Manual-nya.

6.

Spesifikasi ASME B.30.5 untuk mobile/ truck crane, untuk forklift harus
sesuai dengan ASMEB.56.1 dan ASME B.56.6, serta crane offshore
harus mengikuti standar API 2C dan 2D.

2.6.2. Alat Bantu Angkat (Lifting Gears) dan Alat bantu Angkat.
Alat bantu angkat yang digunakan harus memiliki minimum hal-hal berikut:
1.

Identitas yang valid.

2.

Sertifikasi dari pabrik pembuat

dan/ atau

hasil sertifikasi dan

pemeriksaan dalam 6 bulan terakhir/Color coding sesuai periodenya.


3.

Informasi kapasitas angkat (SWL/WLL) yang terbaca dengan jelas.

4.

Digunakan sesuai dengan fungsi, kapasitas dan spesifikasinya.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 42 dari 47

2.6.3. Color Coding


Color Coding adalah kegiatan inspeksi periodik untuk memastikan peralatan
angkat dan alat bantu angkat dalam kesesuaian dan kondisi yang siap
digunakan. Termasuk di dalamnya adalah proses perencanaan, pendataan,
pemilahan,

pemeriksaan

dan

pengujian,

pemeliharaan,

pemusnahan

peralatan angkat. Sesuai dengan perundangan dan standar internasional


yang berlaku. Semua personil tim yang bertugas harus kompeten,
bersertifikat, memahami tugas dan pekerjaan. Pekerjaan color coding harus
dilakukan secara periodik setiap 6 (enam) bulan dengan melakukan
pemeriksaan visual, NDT terhadap peralatan angkat. Terdapat 4 sistem
pewarnaan color coding yang digunakan dalam 2 tahun berjalan yang
berlaku di area kerja Pertamina EP : TKO. No: B-045/A3/EP8000/2014-S0
Revisi 1
Gambar 1: Color Coding

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 43 dari 47

2.6.4. Cargo Carrying Unit (CCU)


Cargo Carrying Unit (CCU) umumnya digunakan sebagai sarana bantu untuk
memindah kan peralatan/ barang dari dan ke offshore area (untuk keperluan
project ataupun platform offshore). CCU memiliki bentuk dan ukuran yang
bervariasi, sesuai dengan peruntukan barang/ peralatan yang akan diangkut.
Kebanyakan CCU dibuat secara khusus untuk membantu pemindahan
barang yang spesifik dari dan ke offshore.
CCU adalah termasuk alat bantu angkat, sehingga persyaratan minimum
untuk dapat digunakan adalah sama seperti alat bantu angkat (alat bantu
angkat /lifting gears), dengan ditambah persyaratan sebagai berikut:
1.

Tersedia name plate dengan informasi minimum: berat kosong, berat


penuh, identitas, nomor sertifikat dan tanggal inspeksi ulang.

2.

Terdapat lifting point (pad-eye/ lifting lug) yang telah disertifikasi.

3.

Tersedia tag-line point (titik untuk pengikatan tag-line). Standar dan


ketentuan untuk desain, inspeksi, penggunaan dan perawatan CCU
harus mengacu kepada BS EN 12079 Offshore containers and
associated lifting sets dan/ atau DNV 2.7-1 Offshore Containers & 2.7-2
Offshore Service Containers. Palet kayu (wooden pallet) adalah BUKAN
alat bantu angkat. Palet kayu adalah alat bantu pengemasan, sehingga
tidak boleh dijadikan bagian dalam rangkaian pengikatan (rigging)
sewaktu proses pengangkatan.

Beberapa tipe CCU yang biasa digunakan di offshore antara lain:


1.

Container (closed and open container)

2.

Chemical transit tank

3.

Compactor unit (bag)

4.

Steel basket

5.

Tool carrier

6.

Gas cylinder rack

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

7.

Waste skip

8.

Steel pallet

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 44 dari 47

Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan penggunaan CCU:


1.

CCU harus dilengkapi dengan alat bantu angkat terpasang yang sesuai
dengan standar, seperti: 4-leg sling, master link beserta sublink-nya.

2.

Kesesuaian CCU terhadap standar adalah tanggungjawab Kontraktor


pemilik barang.

3.

Sebelum memasuki area kerja Pertamina EP, CCU harus mendapat


persetujuan dari Competent Person Pertamina EP setempat.

2.7.

PEMERIKSAAN,

PEMELIHARAAN

DAN

PENGUJIAN

PERALATAN

ANGKAT.
Untuk menjaga keselamatan dan keamanan penggunaan peralatan angkat di
area kerja Pertamina EP , maka harus dilakukan kegiatan pemeriksaan,
pemeliharaan dan pengujian terhadap peralatan angkat secara berkala dan
sesuai standar yang berlaku. Kegiatan-kegiatan tersebut berlaku terhadap:

Semua alat angkat, seperti: crane (pedestal, mobile, overhead/ gantry,


tower,dl.) dan forklift.

Semua alat bantu angkat, seperti: sling, shackle, pre-slung, eye bolt, dan
lain-lain.

Semua CCU dan peralatan lain yang digolongkan sebagai alat bantu
angkat (termasuk PTU), seperti: steel basket, food container, FROG dan
lain-lain.

Manajemen pemeriksaan, pemeliharaan dan pengujian peralatan angkat


harus mencakup:

Pelaksanaan yang sesuai dan memadai dalam interval waktu yang


dipersyaratkan.

Pencatatan kegiatan dan pengelolaannya.

Sistem audit terhadap proses dan dokumentasi pemeliharaan.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 45 dari 47

Sistem manajemen pemeriksaan dan pemeliharaan yang terintegrasi

2.7.1. Pemeriksaan, Pemeliharaan dan Pengujian Alat Angkat


Secara umum, aturan dan standar pemeriksaan dan pemeliharaan alat
angkat harus sesuai dengan buku panduan operasi (Operating Manual) yang
dikeluarkan oleh pabrik pembuat alat angkat tersebut, dan/ atau sesuai
dengan standar internasional untuk alat angkat tersebut (seperti: API RP 2D
dan ASME B.30.5 untuk crane; ASME B.56.1 dan ASME B.56.6 untuk forklift).
Pemeliharaan alat angkat harus dilakukan sekurang-kurangnya sebagai
berikut:
1.

Pemeliharaan pencegahan dilakukan 1 (satu) bulan sekali.

2.

Pemeliharaan menyeluruh dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali


dalam 3 (tiga) tahun, bersamaan dengan resertifikasi MIGAS.

3.

Pemeliharaan sewaktu-waktu dapat dilakukan atas permintaan inspector


atau Competent Person.

4.

Kegiatan color coding harus dilakukan setiap 6 (enam) bulan oleh


personil yang kompeten dan bersertifikat

5.

Alat bantu angkat yang dinyatakan tidak layak pakai harus ditandai
dengan jelas dan diletakkan terpisah atau dimusnahkan.

2.7.2. Pemeriksaan, Pemeliharaan dan Pengujian Cargo Carrying Unit (CCU) dan
Peralatan Lain.
Pemeriksaan, pemeliharaan dan pengujian dari CCU harus mengacu kepada
standar BS EN 12079 Offshore containers and associated lifting sets, dan/
atau DNV 2.7-1 Offshore Containers & 2.7-2 Offshore Service Containers.
Untuk peralatan lain yang tergolong sebagai alat bantu angkat (seperti:
FROG, personnel basket, dll.) harus mengacu kepada panduan operasi
(Operating Manual) dari pabrik pembuatnya atau standar internasional lain
jika sesuai.

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 46 dari 47

Berikut tabel dibawah ini adalah penjadwalan pemeriksaan dan pengujian


untuk CCU (berdasarkan BS 12079-3: Periodic inspection, examination and
testing):
Tabel: Penjadwalan Pemeriksaan dan Pengujian CCU
Inspection and Examination

Time or Interval
Lifting Test
Initial Certification

Non-Destructive Test

Visual Inspection

As required by BS 12079-1: Offshore Containers - Design, Manufacture and Marking

At interval not exceeding 12 months

Not Applicable **

Not Applicable **

Yes

At interval not exceeding 48 months

Not Applicable **

Yes

Yes

Yes

Yes

Yes

After Substantial Repair or Alteration *

*) A Substantial repair or alteration means any repair and/or alteration carried out, which may, in the opinion of an inspection
body, affect the primary elements of the offshore container, or element which contribute directly to its structural integrity.
**) The inspection body may require other or additional inspections, examinations and/ or tests.

2.8.

ADMINISTRASI DAN PENCATATAN


Metode dan administrasi dokumentasi/ pencatatan yang sistematis harus
dilakukan untuk memastikan ketersediaan informasi bagi manajemen
Pertamina EP. Dokumentasi harus direview secara periodik sesuai dengan
interval waktu kegiatan pengangkatan, pemeriksaan, pemeliharaan dan
aktivitas-aktivitas lain yang terkait dengan operasi pengangkatan.

3.

LAMPIRAN
1.

Rencana Pengangkatan

2.

Job Safety Analyst (JSA)

3.

SIKA

4.

Checklist Kategori Operasi Pengangkatan Rutin

5.

Hand Signal Standard

6.

Danger Zone (Near Electrical Transmission Lines)

PEDOMAN
FUNGSI

: HEALTH, SAFETY, SECURITY


& ENVIRONMENT

JUDUL

: KESELAMATAN OPERASI
PENGANGKATAN

NOMOR
REVISI
BERLAKU TMT
HALAMAN

: A-006/A3/EP8000/2015-S0
: 0
:
Juli 2015
: 47 dari 47

Lampiran 1 : Rencana Operasi Pengangkatan

LIFTING OPERATION PLAN / DAFTAR PERIKSA PENGANGKATAN NON RUTIN


Lokasi
Daerah
SIKA No.
JSA No.
Tgl & Jam Pengangkatan
Berat beban

:
:
:
:
:
: WEIGHED/ DITIMBANG
: MANUFACTURER/ PEMBUATAN
: CALCULATION/DIHITUNG
: ESTIMATED/DIPERKIRAKAN
Keterangan singkat operasi pengangkatan:

SAFETY FACTOR
1.03
1.05
1.1
1.2

Alat angkat & aksesoris yang akan digunakan (jelaskan tipe, ukuran dan SWL): .

Colour Code?/
Kode warna?

tgl terbit

expired

YA

TIDAK

Nama Operator / No.sertifikat & Kelas


:
Nama Rigger / No.sertifikat
:
Semua operasi pengangkatan mengharuskan hal-hal dibawahkan ini untuk dipertimbangkan tetapi tidak tak terbatas.
1 Apakah Indicator (load, radius & angle) tersedia dan berfungsi dengan baik ?
2 Apakah diagram/sketsa operasi pengangkatan terlampir?
3 Berat, ukuran, bentuk dan pusat gravitasi beban
4 Metode mengaitkan dan melepaskan beban dari sling pengangkat
5 Ketersediaan titik angkat pada beban dan layak dan aman digunakan (Lifting Point)
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Cek alat sebelum digunakan oleh operator (Crane Log Book)


Dekat bahaya, rintangan, radius kerja beban seperti gedung, instalasi yang beroperasi, kendaraan, jalan, akomodasi pekerja
Terdapat jalur hidrokarbon, jalur listrik, bangunan atau jembatan
Terdapat pekerjaan lain yang bersamaan serta berdekatan (SimOps)
Bekerja di bawah beban yang sedang menggantung
Beban berputar, integritas beban, diperlukan tali penuntun (Tag line)
Kondisi lingkungan termasuk cuaca
Pekerja yang terlibat berpengalaman, kompeten dan terlatih
Jumlah orang yang terlibat dalam pekerjaan tersebut mencukupi
Tersedia Jalur komunikasi yang digunakan

Metode komunikasi yang digunakan


Radio
Verbal/Lisan
Hand signal
Task Details (Step By Step)/Langkah kerja

DIRENCANAKANOLEH

DIPERIKSA & VERIFIKASI OLEH

DISETUJUI OLEH

PELAKSANA PENGANGKATAN

PENGAWAS PEKERJAAN

FIELD MANAGER/ COMPANY MAN/PROJECT COORDINATOR

Lampiran 2 : Job Safety Analyst

JOB SAFETY ANALYSIS


TANGGAL/NO. JSA

PELAKSANA PEKERJAAN

PEKERJAAN

PENGAWAS PEKERJAAN
LOKASI

PROTECTIVE EQUIPMENT REQUIRED TO PERFORM THIS JOB (ALAT PELINDUNG YANG DIPERLUKAN UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN)
SAFETY HELMET

EAR PLUG/EAR MUFF

RUBBER GLOVES

FIRE EXTINGUISHER

SAFETY SHOES

RUBBER BOOT

FULL BODY HARNESS

LOCK OUT/TAG OUT

SAFETY GLASSES

FACE SHIELD

CHEMICAL COAT

OIL SPILL KIT

COTTON GLOVES

APRON

RESPIRATOR/SCBA

WORK PERMIT REQUIRED

LEATHER GLOVES

DUST/GAS MASKER

GOOGLES

OTHER :

SEQUENCE OF BASIC JOB STEPS


(URUTAN LANGKAH DASAR PEKERJAAN)

POTENTIAL ACCIDENT OF HAZARDS


(POTENSI DAPAT TERJADI KECELAKAAN)

TINGKAT
RISIKO

RECOM M ENDED SAFE JOB PROCEDURES


RESPONSIBLE PERSONAL
(REKOMENDASI PROSEDUR KERJA SECARA AMAN)
(PENANGGUNG JAWAB)

PELAKSANA PEKERJAAN

PENGAWAS PEKERJAAN

ASSET HOLDER

...........................

..........................................

...............................................

Lampiran 3 : Surat Ijin Kerja Aman

Fasilitas (Facility) :
No. Ijin (Permit Number) :

Surat Ijin Kerja Aman (SIKA)


c Kerja Panas (Hot Work )

c Kerja Dingin (Cold Work)

c Galian (Excavation)

c Ruang terbatas (Confined Space)

c Radiasi (Radiation)

c Peny elaman (Diving)

c Bekerja di Ketinggian (Work at Heigh)


1. Diskripsi/Lokasi Pekerjaan (Description/location of job)

8. Masa Berlaku Ijin (Validity of Permit)


Dari (From ) :
Jam (hours ) ke (to ):
Tanggal (Date) :

Jumlah Pekerja (Number of men) :


Peminta Ijin (Permit Applicant) :
Pemegang Ijin (Permit Holder) :
2. Isolasi (Isolation)

Jam (hours)

Pemberi Ijin (Authorized Person)


c Elektrik (Electrical)

c Mekanik (Mechanical)

c Hidrolik (Hydraulic )

c Pneumatik (Pneumatic)

Waktu & tanggal isolasi (Time & date isolated) :

Tandai jika dilakukan dan jelaskan dibawah


(Check if applicable and explain below )
Posisi (Position) :

Diisolasi oleh (Isolated by) :

3. Bahaya (Hazards)
c Tekanan gas/cairan (Pressurised Liquid/gas)
c Cuaca (Weather)
c Peralatan Bergerak (Mobile Equipment)
c Keracunan (Toxics)
c Ledakan (Explosion due to combustibles)
c Kebisingan (Noise)
c Bahaya jatuh (Danger of falling)
c Pengangkatan (Lifting ops)
c Kebakaran (Fire)
c Korosif (Corrosives)
c Kekurangan Oksigen (Oxygen defficiency) c Perancah (Scaffolding)
c Listrik (Electricity)
c Radiasi (Radiation)
c Bahaya terjepit (Pinch points)
c Pekerjaan pihak ketiga (jelaskan dibaw ah)
0
0
c Bahaya Biologi ( Biological hazards )
c Suhu Panas > 27 C ( The heat temparatures of more than 27 C )
(3rd party operation (explain below))
Bahaya lain (Other hazards) :

Persyaratan (Precautions) :
c Job Safety Analysis-JSA
c Pasokan udara (Airline/cascade)
c Inert purging
c Pengawasan (Supervision) c Alat bantu pernafasan individu (SCBA)
c Rencana HSE (HSE Plan)*
c Ventilasi (Ventilation)
c Stand-by-man
c Pembatas (Barriers)
c Pengukuran H2S (H2S Monitoring)
c Pemadam api (Fire Extinguishers )c APD (PPE)
c Safety harness
c Grounding
c Pembilasan dg air (Water flushing)
c Kelengkapan & kesiapan peralatan kerja (Tools preparation)
*(
Tindakan Pencegahan lainnya (Other precautions) :
....
c Oksigen

4. Tes (Gas Testing)


Jenis Gas

c H2S

Baku Mutu
Min. 19,5 %

Oksigen
H2S
Flammable gas (Methane - CH4)
CO

c Flammable gas (Methane - CH4)


Pengukuran awal

Paraf

c Pengawasan (Supervision)

Pengukuran saat kerja berlangsung

Paraf

Max. 10 ppm
LEL 5%
%

Paraf dilakukan oleh Petugas uji gas (Signed by Gas Tester)


5. Peminta Ijin (Permit Applicant)
Detail ijin telah didiskusikan dengan Pemegang ijin dan pihak terkait

6. Pimpinan Peminta Ijin- jika diperlukan


(Authorization of Permit Applicant - if required)

The details of the permit have been discussed with the Permit Holder and those involved

Peminta ijin (Permit applicant)


7. Penerbitan & Persetujuan (Issue & Acceptance)
Saya telah memeriksa lokasi kerja dan telah memenuhi persyaratan yang
diperlukan dan telah didiskusikan dengan seluruh pihak terkait
(I have checked the worksite and the required precautions have been taken and
discussed with all involved)

Pemegang ijin (Permit Holder)


9. Pelepasan Isolasi
(De-Isolations)

c Listrik (Electrical)

c Mekanik (Mechanical)

c Hidrolik (Hydraulic) c Pneumatik (Pneumatic)

Isolasi yang terdapat pada ijin telah diambil


The Isolations applicable to the Permit have taken been removed
Isolator :

Nama & Tanda tangan (Name & Signature)


10. Pengalihan Pekerjaan (Job Hand Over)
Pemegang ijin berubah sejak, jam.tanggal..
Pemegang ijin baru dan pekerjanya telah diarahkan dengan baik dan menyeluruh
mengenai bahaya dan pencegahannya
Pemegang SIKA Lama (Outgoing Permit Holder): ..
Pemegang SIKA baru (Incoming Permit Holder): ..
Permit Holder changed at
hours
date
The in-coming Permit Holder and his workmen have been satisfactorily
briefed on all the hazards and precations
11. Penghentian Ijin Sementara (Suspension of Permit)
Saya menyatakan bahwa pekerjaan dalam ijin yang telah terbit ini
untuk sementara ditunda semua yang terlibat telah ditarik dan area kerja/peralatan
telah ditinggalkan dalan keadaan aman
alasan penundaan (Reason of suspension):
all involved have withdrawn and the area/equipment has been left in a clean safe state

Pengawas Utilities&mekanik:
Penghenti Pekerjaan (Authorized Person):
12. Pekerjaan telah Selesai (Work Completion)
Pekerjaan tersebut diatas telah selesai.tempat kerja telah ditinggalkan dalam keadaan
aman, bersih dan rapi
The above work has been completed. The worksite has been left safe,
clean, and tidy

..

13. Penutupan Ijin (Permit Closure)


SIKA ditutup karena (Permit is closed due to) :
(Pilih yang Sesuai):
(a) Pekerjaan selesai
(b) Masa berlaku habis
Tick at the appropriate option The work has been completed
Permit is expired
(c) Insiden
(d) Kondisi tidak aman
Incident occur

Pemberi Ijin
Authorized Person

Pemegang ijin (Permit Holder)


Putih/asli : Pemegang ijin (White/Original, Permit Holder)
Biru : HSE (Blue : HSE)

Merah:Peminta ijin/pengaw as kru kerja (Red:work crew supervisor)


Kuning : Pemberi Ijin (Arsip) (Yellow : Filling)

Unsafe condition

Perusahaan (jika diperlukan)


Company (if necessary)

Lampiran 4 : Daftar Periksa Kategori Pengangkatan Rutin

DAFTAR PERIKSA KATEGORI PENGANGKATAN RUTIN


Lokasi

Daerah

SIKA No.

JSA No.

Tgl & Jam Pengangkatan :

No.

Pertanyaan

Ya

Tidak

1 Apakah tersedia JSA yang telah disetujui?


2

Apakah operator alat angkat terbiasa dan berpengalaman dengan alat angkat yang akan
digunakan?

3 Apakah beban yang diangkat memiliki lifting point yang standar dan memiliki informasi SWL?
Apakah berat beban yang diangkat lebih ringan 20% dari kapasitas (SWL) alat angkat dan alat
bantu angkat yang digunakan?
Apakah operator alat angkat dapat melihat dengan jelas (pandangan tidak terhalang) ke benda
5
yang diangkat selama proses pengangkatan?
Apakah kondisi kecepatan angin di bawah 25 knot atau tinggi ombak di bawah 2 m? (Khusus
6
pengangkatan di Offshore)
Apakah lokasi awal pengangkatan beban dan lokasi akhir penempatannya termasuk kondisi/
7
lokasi statis?

8 Apakah beban yang diangkat atau isi kandungannya tidak mudah meledak atau terbakar?
9

Apakah lintasan pengangkatan tidak terhalang instalasi atau peralatan yang sedang aktif
beroperasi?

10 Apakah kegiatan pengangkatan dapat dilakukan tanpa menggunakan webbing sling?


Apabila terdapat 1 (satu) jawaban Tidak, maka kegiatan pengangkatan masuk ke dalam Kategori Non-Rutin dan
memerlukan persetujuan dari Field Manager sebelum kegiatan dilanjutkan.
Diperiksa Oleh:

Diverifikasi & dIsetujui Oleh:

Pengawas Pekerjaan
Operator Pesawat Angkat

Lampiran 5 : Hand Signal Standard

Lampiran 5: Hand Signal Standard

Lampiran 5: Hand Signal Standard

Lampiran 6 : Danger Zone (Near Electrical Transmission Lines)

Lampiran 6: Danger Zone (Near Electrical Transmission Lines)

Lampiran 6: Danger Zone (Near Electrical Transmission Lines)