Anda di halaman 1dari 21

PEMODELAN BEARING DENGAN INVENTOR PROFESSIONAL 2013

DAN PENGANALISAAN MENGGUNAKAN ANSYS WORKBENCH 2012

Langkah-langkah pembuatan bearing dengan menggunakan program Inventor


Professional 2013 dan dilanjutkan penganalisaan bearing dengan menggunakan Program
Ansys. Adapun langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
A. Pembukaan program dan pengaturan awal penggunaan Inventor Professional 2013
1. Buka program Inventor Professional 2013 dengan cara mengklik Icon, sehingga tampak
tampilan seperti gambar

Gambar A.1. Tampilan Awal Inventor Professional 2013


2. Klik Toolbar New

Gambar A.2. Tampilan kedua Inventor Professional 2013


3. Pilih Toolbar Standart (mm).Ipt dan klik Create

Gambar A.3. Tampilan ketiga Inventor Professional 2013


4. Klik Create 2 D Sketch seperti gambar

Gambar A.4. Tampilan keempat Inventor Professional 2013


5. Pilih bidang YZ, XZ, XY, X, Y, dan Z pada Origin. Atau dapat dilihat seperti yang
dicontohkan pada gambar.

Gambar A.5. Tampilan kelima Inventor Professional 2013


B. Pemodelan bearing

Setelah program terbuka dan pengaturan selesai, langkah selanjutnya adalah pemodelan
bearing. Adapun langkah-langkah pemodelan bearing terbagi menjadi pemodelan bearing luar
dan bearing dalam, serta pemodelan roller.
1. Pemodelan bearing luar dan bearing dalam
1.1.
Lakukan pensketchan bearing seperti gambar, dan apabila Sketch telah selesai
dibuat, Klik Toolbar Finish Sketch.

Gambar B.1. Pensketchan bearing luar dan bearing dalam


Langkah-langkah pembuatan Sketch
1. Line

Klik line (A. 100<180), (B. 90<90), (C. 100<0), (D. 10,5<90), (E. 100<180),
(F. 10,5<270), (G. 21<90), (H. 18,5<90), (I. 45,5<180), (J. 2<270), (K.
9<180), (L. 2<90), (M. 45,5<180), (N. 18,5<270), dan (O. 100<0).
Setelah line selesai dibuat, Delete garis bantu B dan G
2. Fillet

Klik fillet (1. a-b), (2. a-b), (3. a-b), (4. a-b) dan Camfer (5. c-d), (6. c-d)
3. Buat line C dan F, dengan cara buat garis bantu A, B, D, dan E

Klik Line (A. 13<90), (B. 47,75<180), (C. 4,5<180) dan (D. 13<90), (E.
45,85<180), (F. 8,3<180).
Setelah line selesai dibuat, delete garis bantu A, B, D, dan E.

4. Line

Klik line A dan B sebagai line penghubung

5. Copy

Klik copy, pilih garis/bagian yang mau dicopy (Garis A dan B), klik base point
(titik awal dan akhir garis yang dicopy). Klik done kalau sudah selesai.
6. Line

Buat garis bantu A dan B, diawali titik 1 dan diakhiri titik 2, serta diawali titik 3
dan diakhiri titik 4.
7. Arc

Klik Arc, pilih Three point (klik titik 1, titik 2, dan titik 3)
8. Mirror

Klik Mirror, pilih garis 1 (bagian yang dicopy), klik mirror line (garis
pengMirroran), pilih garis 2 dan klik Apply, lakukan kembali pilih garis 1
dan klik mirror line garis 3, klik Apply dan klik done kalau sudah selesai.

1.2.

Lakukan peng-revolve-an untuk membuat bentuk gambar 3 dimensi. Adapun


langkah-langkahnya :
9. Klik Toolbar Revolve,
10. Klik Profile dan Pilih bagian yang ingin di Revolve (Bagian 1 dan bagian 2)
11. Klik titik Axis
12. Setelah bagian-bagian pengerjaan selesai, klik Ok

Gambar B.2. Proses pengrevolvean bearing


1.3.

Hasil peng-revolve-an seperti gambar .

Gambar B.3. Hasil pengrevolvean bearing


Gambar . ganti dan kosongkan garis merah
2. Pemodelan roller bearing 1
2.1.
Melanjutkan langkah dari pemodelan bearing luar dan bearing dalam untuk
membuat roller bearing, langkah pertama adalah membuat gambar yang berbentuk 3
dimensi kedalam bentuk gambar 2 dimensi kembali untuk memudahkan dalam
membuat Sketch roller bearing, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
13. Klik Create 2D Sketch
14. Klik Originil, dan pilih XY Plane

Gambar B.4. Proses pembuatan roller bearing


2.2 Pilih slice grafis atau tekan F7, lalu lakukan pen-Sketch-an, dan klik Toolbar Finish
Sketch apabila pen-Sketch-an telah selesai dibuat.

Gambar B.5. Pensketchan roller bearing


Gambar langkah-langkah pembuatan deatil
2.3 Setelah Sketch selesai dibuat, maka lakukan Peng-Revolve-an Sketch Roller bearing,
seperti yang dicontohkan pada gambar . Adapun langkah-langkahnya adalah :
17. Klik Toolbar Revolve
18. Klik Profile dan Pilih bagian yang ingin di Revolve
19. Klik garis Axis
20. Setelah bagian-bagian pengerjaan selesai, klik Ok

Gambar B.6. Proses pengrevolvean rollers bearing


2.4 Hasil gambar Pemodelan roller bearing 1

Gambar .
3

Pemodelan roller bearing 2


3.1.
Melanjutkan langkah dari pemodelan roller bearing 1, untuk membuat roller
bearing 2, langkah pertama adalah membuat gambar yang berbentuk 3 dimensi
kedalam bentuk gambar 2 dimensi kembali untuk memudahkan dalam membuat
Sketch roller bearing 2, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
20. Klik Create 2D Sketch
21. Klik Originil, dan pilih XY Plane

Gambar .
3.2 Pilih slice grafis atau tekan F7, lalu lakukan pen-Sketch-an, dan klik Toolbar Finish
Sketch apabila pen-Sketch-an telah selesai dibuat.

Gambar .
Gambar langkah-langkah pembuatan deatil
3.3 Setelah Sketch selesai dibuat, maka lakukan Peng-Revolve-an Sketch Roller bearing,
seperti yang dicontohkan pada gambar . Adapun langkah-langkahnya adalah :
17. Klik Toolbar Revolve
18. Klik Profile dan Pilih bagian yang ingin di Revolve
19. Klik garis Axis
20. Setelah bagian-bagian pengerjaan selesai, klik Ok

Gambar .
3.4 Hasil gambar Pemodelan roller bearing 2

Gambar .
4

Memperbanyak roller bearing


4.1.
Setelah pembuatan roller bearing selesai, maka langkah selanjutnya adalah
memperbanyak jumlah roller bearing sebanyak 23 biji roller bearing. Adapun
langkah pembuatannya sebagai berikut :
29.

Klik Toolbar Circular Pattern

30.

Pilih Features, yaitu Rollers bearing yang ingin diperbanyak

31.
32.
33.

Pilih Rotation Axis, yaitu arah penrotatian roller bearing


Pilih Placement, yaitu besaran derajat yang ingin dirotation
Pilih Ok, apabila semua langkah-langkah telah selesai dibuat

Gambar .
4.2.

Hasil gambar bearing

Gambar .
C. Pengsavean model bearing
Setelah gambar selesai dimodelkan, maka langkah selanjutnya adalah menyimpan
(Save) model bearing kedalam bentuk File.sat untuk dapat dibuka pada Ansys dan dilakukan
penganalisaan. Adapun langkah menyimpan model yang telah dibuat sebagai berikut :
34. Klik Inventor Professional pada sudut kiri atas,
35. Pilih Export
36. Pilih CAD Format
37.
38.
39.

Gambar C.1. Proses pengsavean


Gambar C.2. Proses pemilihan lokasi pengsavean
D. Penganalisaan bearing dengan menggunakan Ansys
Setelah semua tahapan selesai, langkah selanjutnya adalah proses penganalisaan dengan
menggunakan Ansys Workbench 2012. Adapun tahapannya adalah membuka Icon Ansys
Workbench 2012, sehingga timbullah tampilan seperti gambar D.1 dan langkah-langkah
selanjutnya sebagai berikut :

Gambar D.1. Bentuk tampilan awal Ansys Workbench 2012

40.

Klik dan tahan serta seret Toolbar Statik Structural (ANSYS) ke arah atas kanan
sehingga timbul kotak warna merah, seperti yang dicontohkan pada gambar D2.

41.
42.

43.
44.
45.

Gambar D2. Perintah pertama


Klik kanan pada tulisan Engineering Data, dan
Klik Toolbar Edit

Gambar D.3. Proses pengatutan pemasukan data


Tuliskan nilai material yang Ingin di Input pada kolom yang disediakan pada kotak
dialog ................................................. (Meliputi.......................)
Klik Dock apabila peng Inputan telah selesai
Klik Return to Project, untuk mengembalikan ke halaman awal.

Gambar D.4. Proses pemasukan data


46.

Klik Engineering Data

Gambar D.5
47.
48.

Klik Milimeter
Klik Ok

Gambar D.6. Pengaturan untuk masuk ke Engineering data


49.
50.

Klik toolbar File,


Pilih Import External Geometry File

Gambar D.7.
51.

Pilih File yang ingin dibuka dan dianalisa

52.

Klik Open

Gambar D.8.
53.

Klik Generate, tunggu proses hingga muncul tampilan bearing yang akan dianalisa.

54.

Gambar D.9.
Setelah tampilan bearing tampil, langkah selanjutnya kembali kehalaman awal, dan Klik
Model

Gambar D.9.
55.
56.

Klik Mesh, untuk mengetahui bagian-bagian terkecil dari Specimen yang akan dianalisa
Klik Update

Gambar D.10.

Gambar D.11. Hasil Meshing


57.

Statik Structural (A5)

Gambar D.12.
58.
59.

Klik Loads,
Pilih Moment

Gambar D.13.
60.

Untuk memasukkan beban Moment, pilih Magnitude dan masukkan besaran nilai
moment sebesar 130.000 N

Gambar D.14.