Anda di halaman 1dari 28

PROSEDUR PENGOPERASIAN BLOOD BANK (BANK DARAH)

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017
RSU dr.G.L TOBING

No. Revisi
PELAYANAN BANK DARAH

Halaman
1/1

PROSEDUR PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DENGAN


PELAYANAN BANK
DARAHOleh,
Tanggal Terbit
Ditetapkan
METODE PLATE
Kepala
PELAYANAN BANK DARAH
PROSEDUR PEMERIKSAAN
KUALITAS DANRHESUS
KEAMANAN
DENGAN
DARAH
METODE PLATE
No. Dokumen
No. Revisi
Halaman
dr.H.Syahrul
Akhyar
PROSEDUR PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DENGAN
/SPO/LAB/RSG/I/2017
1/2
METODE
PLATE
RSU dr.G.L TOBING
No. Dokumen
No. Revisi
Halaman
/SPO/LAB/RSG/I/2017
1/5
PENGERTIAN
sebagai suatu
alat1/7
yang dapat
Standar Prosedur Tata cara menggunakan
Tanggal Terbit Blood Bank (Bank Darah)Ditetapkan
Oleh,
menjaga
suhu/temperatur
yang
stabil
atau
sesuai
dengan
darah.
RSU dr.G.L
TOBING
No. Dokumen PELAYANAN
No.BANK
Revisi DARAH
Halaman
Operasional
Kepala
/SPO/LAB/RSG/I/2017
1/3
(SPO)
Standar Prosedur
Tanggal Terbit
Ditetapkan Oleh,
PROSEDUR PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH DENGAN
Operasional
Kepala
PELAYANAN
BANK
DARAH
METODE
PLATE
dr.H.Syahrul
Akhyar
(SPO)
TUJUAN
acuan Terbit
bagi petugas laboratorium,Analis
laboratorium
dalam
Standar
Prosedur Sebagai Tanggal
Ditetapkan
Oleh,
penggunaan/pengoperasian
Blood
Bank
(Bank
Darah)
Sesuai
prosedur.
PROSEDUR PEMERIKSAAN GOLONGAN
DARAH DENGAN
Operasional
Kepala
dr.H.Syahrul Akhyar
RSU
dr.G.L
TOBING Pemeriksaan
PLATE
(SPO)
No. Dokumen
No.cara
Revisi
PENGERTIAN
golongan darah METODE
dengan
menetapkan ada / Halaman
tidaknya antigen
/SPO/LAB/RSG/I/2017
1/8 / tidaknya
pada
sel darah merah (sel grouping) dan untuk menetapkan ada
PELAYANAN
BANK
DARAH
dr.H.Syahrul
Akhyar
antibodi dalam serum / plasma ( serum typing ).
PENGERTIAN
KualitasNo.
Seseorang
dan
yang
keamanan
mewarisi
gen D,
untuk
sel-sel
terjaminannya
darah
merahnya
penyediaan
bereaksi
darah
dengan
yang
antitepat
D,
RSU
dr.G.L TOBING Kebijakan
KEBIJAKAN
direktur
tentang darah
pengoperasian
Blood
Dokumen
No.
RevisiBank.
Halaman
dan/SPO/LAB/RSG/I/2017
sesuai
disebutuntuk
rhesus
transfusi
positif.Bila
darah yang
tidak aman.
mewarisi gen D,sel-sel darah
merah
nya
Standar Prosedur
Tanggal Terbit
Ditetapkan Oleh, 1/4
akan
bereaksi
negatif
bila
diuji
dengan
anti
D,disebut
rhesus negatif.
KUALITAS
DAN KEAMANAN
DARAH
2. Pencucian
Darah Merah
Operasional
Kepala
TUJUAN
Untuk
pedoman Sel
pemeriksaan
golongan
darah.
- Laboratorium.
Sel darah yang telah dipisahkan ditambah larutan salin sebanyak
(SPO)
PETUGAS
1.Petugas
Standar Prosedur 2.Analis Laboratorium.
Tanggal
Ditetapkan Oleh,
plasmaTerbit
yang dibuang.
TUJUAN
Untuk- No.
menjaga
untuk
memastikan
keselamatan
pasien,mencegah
pasien
rhesus penularan
negatif memperoleh
penyakit akibat
darah
RSU dr.G.L
TOBING Penting
Operasional
Dokumen
No.
Revisi
Kepala
Halaman
Putar
3000-3300
rpmbahwa
selama
1,5-2
menit.
dr.H.Syahrul
Akhyar
transfusi
rhesus
negatif
darah.
sewaktu
di
transfusi.
(SPO)
/SPO/LAB/RSG/I/2017
1/6
- Supernatan di buang.
-Lengkapi
Lakukan
sebanyak
3 kali.
KEBIJAKAN
1.1.
Undang-Undang
RI
No.36
tahun sesuai
2009
tentang
kesehatan.
PROSEDUR
alatpencucian
dengan
rak-rak
kebutuhan
dr.H.Syahrul
Akhyar
-Hubungkan
Endapan
sel
darah
merah
yang40%.
telah dicuci
merupakan
suspense sel
3.Pembuatan
suspensi
sel
darah
merah
2.2.
Undang-Undang
RIdengan
No.44
taun
2009
tentang
Rumah
Sakit.
alat
catudaya
Standar Prosedur
Tanggal
Terbit
Ditetapkan
Oleh,
100%.
23.3.
tetes
suspensi
sel
darah
merah
100%
ditambah
3
tetes
larutan
Nacl
Permenkes
RI
No.1681/MENKES/PER/XI
Organisasi
dan
tata0,9%.
kerja RSU
Hidupkan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi ON
KEBIJAKAN
1.3.Undang-Undang
RI No.36
tahun
2009
tentang
kesehatan.
Operasional
Kepala
Pembuatan
suspense
sel
darah
merah
10%.
Pemeriksaan
Rhesus
: dengan memperhatikan lampu indicator
dr.G.L.Tobing.
4. Cek tegangan
masuk
2. Undang-Undang
RI No.44
taun 2009
tentang
Rumah
Sakit.
(SPO)
Pada
pertama
ditambah
1 tetes
sel pertama
A
10%,pada
kedua
-Cek1Teteskan
tetestetes
suspensi
sel
darah
merah
ditambah
9 tetesdan
larutan
Nacl
2serum
tetes
anti
D-IgM
pada100%
sumur
plate
2tetes
tetes
4.5.Keputusan
Menteri
Kesehatan
No.190/MENKES/SK/2008
tentang
susunan
tanda
pengaman
pintu
3. Permenkes
RI
No.1681/MENKES/PER/XI
Organisasi
dan
tata
kerja
RSU
ditambah
1 tetes
sel
Bpada
10%,pada
tetes
serum
ditambah
0,9%.
bovine
albumin
22%
sumur
plate
kedua.ketiga
dan
jabatan
serta
tata
hubungan
kerja
RSU.dr.GL.Tobing
. suhu1 tetes sel
6. uraian
Lakukan
pemanasan
sampai
temperature
Chamber
mencapai
dr.G.L.Tobing.
0 suspensi
0 10%,dan
pada
serum
keempat
dr.H.Syahrul
ditambah
1 tetes
Akhyar
sel contoh
darah
4. -Pemeriksaan
darah
A,B,AB,O
Teteskan
10C-4
tetes
sel
40%
pada
kedua sumur
plate
tersebut.
5.Keputusan
Menteri
No.298/MENKES/SK/III/2008
tentang
pendingin
( 2Golongan
C tetes
)Kesehatan
4. Keputusan
Menteri
Kesehatan
No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
yang
diperiksa.
Cell
grouping
:
Goyangkan
blood
grouping
plate
keatas
dan
kebawah.
pedoman
akreditasi
laboratorium
kesehatan.
7. uraian
Perhatikan
protap
pelayanan
dan
jabatan
serta
tatapada
hubungan
kerja
RSU.dr.GL.Tobing
.
Goyangkan
plate
keatas
dan
ke
bawah
hingga
tercampur
baik.
Darah
blood
grouping
plate
masing-masing
satu tetes
-Masukkan
Amati
terjadinya
reaksi
aglutinasi.
6.8.
Permenkes
RIditeteskan
No.411
tahun
2010
tentang
laboratorium
klinik. dengan
kantong
darah
ke
dalam
chamber
5.Keputusan
Menteri
Kesehatan
No.298/MENKES/SK/III/2008
tentang
0
Baca
ada
atau
tidaknya
aglutinasi.
4.Darah
disimpan
pada
dua
dalam
tempat.
refrigerator
suhu
2-6
C.
Hasil
: Dikatakan
rhesus positif bila terjadi aglutinasi pada sumur
9. Tutup
pintu
dengan
benar
pedoman
akreditasi
laboratorium
kesehatan.
Hasil
: dan
Golongan
darah
A
bilatidak
ada2aglutinasi
pada
sumur
plate
5.Melakukan
proses
penerimaan,pemeriksaan,dan
penyerahan
darah
- Pada
tetes
darah
pertama
tambah
tetesdan
anti
A,
pada
tetes
darahmenurut
kedua
pertama.
Rhesus
negatif
bila
terjadi
aglutinasi
pada
sumur
I.10.Perhatikan
Persiapan
alat
reagen
temperature
pada
thermometer
temperature
recorder
6.
Permenkes
RI
No.411
tahun
2010
tentang
laboratorium
klinik.
kedua,golongan
B
bila
terjadi
aglutinasi
pada
sumur
plate
prosedur
tambah
dikantong-kantong
2tetapkan
tetes anti
. B.reaksi,rak
pertama.Reaksi
pada
sumur
plate
harus selalu pasteur,labu
negatif.
1. Alatyang
: centrifuge,tabung
tabung,bioplate,pipet
11.Keluarkan
darah
dankedua
bersihkan
pertama,golongan
darah
AB
bila
tidak
terjadi
aglutinasi
pada
sumur
Goyangkan
blood
grouping
plate
keatas
dan
kebawah
hingga
tercampur
Rhesus
negatif
di
lanjutkan
dengan
pemeriksaan
anti
gen
D dalam
semprot,tempat
limbah,gelas
plastik,spidol.
Chamber
dan
bagian-bagian
PROSEDUR
1.12.Bersihkan
I.Prosedur
Darah yang
Kerja.
diterima
dari
PMI
harus
sudahlainnya
diskrining.
plate
pertama
dan
kedua,
Golongan
O
bila
terjadi
aglutinasi
pada
sumur
dengan
baik.
jumlah
mikro
liter
(D
ul).
2.
Sampel
darah.
13.Catat
beban
kerja
alat
( dalam
jam
)
2.1.
Darah
Pemisahan
dilengkapi
plasma
label
dari
identitas
sel
darah
yang
merah.
jelas,meliputi
: keempat harus selalu
plate: pertama
dan
kedua.
Sumur
plateTes
ketiga
dan
Baca
ada
tidaknya
aglutinasi.
3. -Reagen
Anti
A, Anti
B,
Tes Sel
A 10%,
Sel B
10%, Tes Sel O 10%,
- Nomor
- Darah
darah
tabung
sentrifus.pada darah yang diberi anti A,
(-) kantong
/tidak
ada
aglutinasi.
Hasil
: dimasukkan
Golongan
Adalam
bila terjadi
aglutinasi
UNIT TERKAIT
1.Direksi
Nacl -0,9%.
Jenis
Putar
darah
3000-3300
rpm
selama
1,5-2
menit.
golongan
2.Bidang
perencanaan
UNIT
TERKAIT 1.Petugas
1.Direksi
II. Prosedur
Kerja B bila terjadi aglutinasi pada darah yang diberi anti B.
UNIT
TERKAIT
Laboratorium
Golongan
Supernatan
darah
diambil
dengan
pipet
Pasteur
plastik dan dipindahkan ke
DOKUMEN
SPO
Darah.
Golongan
AB bila
aglutinasi
3.Bidang
perawatan
2.Bidang
perencanaan
1. Pelayanan
Pemisahan
plasma
dariterjadi
sel darah
merah. pada kedua plate. Golongan O bila
2.Teknisi
Medis
- Tanggal
dalam
pengambilan
tabungaglutinasi
lain.darah pada kedua sumur plate.
TERKAIT
tidak
terjadi
4.Unit
3.Bidang
perawatan
- Luar
Darah
dimasukkan
dalam tabung sentrifus.
3.Teknisi
- Tanggal
-Serum
Seltyping
kadaluarsa
darah merah
terdapat pada bagian bawah tabung.
:
4.Unit
Putar
3000-3300
rpm
selama
1,5-2
menit.
DAFTAR RUJUKAN Buku
Pedoman
Bank
Darah
Rumah
Sakit.
2. -Pencucian
Jenis
antikoagulan
Selpengelolaan
Darah Merah
Serum
diteteskan
pada
blood
grouping
plate
masing-masing
2 teteske
DOKUMEN
SPO
Pelayanan
Darah.
Supernatan
diambil
denganDarah
pipet Pasteur
plastik
dan dipindahkan
Buku
Pedoman
pelayanan
Transfusi
Modul
1-4.
Suhu
Sel
penyimpanan
darah
yang
telah
dipisahkan
ditambah
larutan
salin
sebanyak
pada
4
sumur
plate.
TERKAIT
dalam tabung lain.
- Hasilplasma
pemeriksaan
yang dibuang.
HbsAg, HIV,HCV,VDRL negatif.
- Sel darah
merah terdapat pada bagian bawah tabung.
DOKUMEN
SPO Pelayanan
Darah.
3. Memeriksa
- Putarkeadaan
3000-3300
darah
rpm
secara
selama
makroskopis
1,5-2 menit.
:
TERKAIT
- Warna
- Supernatan
darah tidak
di berubah,tidak
buang.
hemolisa.
- Darah
- Lakukan
berada pada
pencucian
suhu optimal
sebanyak
tidak
3 kali.
lebih dari 30 menit.
DAFTAR RUJUKAN Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.
DAFTAR RUJUKAN Buku
- Kantong
-Pedoman
Endapan
darah
pengelolaan
sel
masih
darahutuh,
merah
Bank
tidak
Darah
yang
bocor,selang
telah
Rumah
dicuci
Sakit.
masi
merupakan
panjang suspensi sel
Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4
Buku Pedoman
100%. Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)
RSU dr.G.L TOBING

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENYIMPANAN DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/9
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Tata cara penyimpanan darah yang aman agar darah tidak rusak.

TUJUAN

Darah disimpan sesuai prosedur untuk menjaga agar kemampuan darah


menyalurkan oksigen dapat dipertahankan.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3.Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6.Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

1. Darah disimpan dalam blood bank refrigerator pada suhu 2-6 0C.Batas
20C sangat penting karena sel darah merah sangat sensitif terhadap
pembekuan. Dinding sel darah merah yang beku akan pecah,
hemoglobin akan keluar ( hemolisa ), dan ini dapat berakibat fatal pada
penerima transfusi.
Suhu refrigerator dijaga agar tidak melebihi 60C karena akan
menyebabkan pertumbuhan bakteri yang sangat cepat dan
membahayakan penerima transfusi.
2. Blood bank refrigerator disertai termometer dan kipas untuk
mempertahankan suhu,juga dilengkapi sistem alarm yang akan berbunyi
bila suhu diluar batas yang ditentukan.
3. Suhu blood bank refrigerator dicatat pada blanko pencatatan suhu.
4. Darah WB dan PRC dengan antikoagulan dapat disimpan 35 hari.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENYIMPANAN DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/9
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Tata cara penyimpanan darah yang aman agar darah tidak rusak.

TUJUAN

Darah disimpan sesuai prosedur untuk menjaga agar kemampuan darah


menyalurkan oksigen dapat dipertahankan.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3.Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6.Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

5. Darah disimpan dalam blood bank refrigerator pada suhu 2-6 0C.Batas
20C sangat penting karena sel darah merah sangat sensitif terhadap
pembekuan. Dinding sel darah merah yang beku akan pecah,
hemoglobin akan keluar ( hemolisa ), dan ini dapat berakibat fatal pada
penerima transfusi.
Suhu refrigerator dijaga agar tidak melebihi 60C karena akan
menyebabkan pertumbuhan bakteri yang sangat cepat dan
membahayakan penerima transfusi.
6. Blood bank refrigerator disertai termometer dan kipas untuk
mempertahankan suhu,juga dilengkapi sistem alarm yang akan berbunyi
bila suhu diluar batas yang ditentukan.
7. Suhu blood bank refrigerator dicatat pada blanko pencatatan suhu.
8. Darah WB dan PRC dengan antikoagulan dapat disimpan 35 hari.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENYIMPANAN DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/10
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
UNIT TERKAIT

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

1.
2.
3.
4.

Direksi
Bidang perencanaan
Bidang perawatan
Unit

SPO Pelayanan Darah.


Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.
Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENYIMPANAN DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/11
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Adanya sarana dan cara kerja yang benar sehingga petugas di bank darah dapat
bekerja dengan aman.

TUJUAN

Agar petugas bank darah dapat bekerja dengan aman dan menyadari pentingnya
keamanan kerja.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

1.Ruangan.
- Kebersihan ruangan selalu terjaga.
- Permukaan meja kerja selalu dibersihkan setelah bekerja atau bila ada
tumpahan darah.
- Lantai bersih,kering dan tidak licin,ada saluran pembuangan.
- udara dalam ruang dibuat mengalir searah ( dari ruang bersi ke kotor ).
- Dinding dicat dengan bahan epoksi, permukaan rata, mudah dibersihkan,tahan
terhadap desinfektan.
- Pintu ruangan harus selalu tertutup jika petugas sedang bekerja.Mereka yang
tidak berkepentingan dilarang masuk.
2.Peralatan.
- Sarung tangan dilepas bila menerima telepon.
- Penyimpanan jas laboratorium tidak dalam satu lemari dengan pakaian lain.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR KEAMANAN KERJA
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/12
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
- Diwajibkan memakai sarung tangan plastikn karet tipis selama bekerja.
3.Sistem dan Prosedur.
- Penggunaan bahan-bahan sesuai ukuran.
- Semua SPO yang tersedia dilaksanakan untuk meminimalisasi bahaya atau
kecelakaan kerja.
- Limbah infeksius dimasukkan ke dalam kantung plastik sesuai kode dan
warnanya.
- Petugas selalu mencuci tangan setelah menangani limbah infeksius dan
sebelum meninggalkan laboratorium.
- Jas laboratorium hanya di pakai di laboratorium.
4.Petugas.
- Makan,minum,merokok,menyimpan makanan serta menggunakan kosmetik
tidak diperkenankan di dalam ruang BDRS.
- Pakailah kacamata pelindung ,kaca pelindung wajah dan alat perlindungan diri
lainnya sewaktu menangani bahan yang mudah menyemprot.
- Petugas yang menangani bahan infeksius harus memakai sarung tangan untuk
menghindari penularan melalui kontak langsung dengan spesimen darah.
- Penangan limbah infektif dengan cara desinfeksi,dekontaminasi,sterilisasi dan
insenerasi.
UNIT TERKAIT

1.Direksi
2.Bidang perencanaan
3.Bidang perawatan
4.Unit

DOKUMEN
TERKAIT

SPO Pelayanan Darah.

DAFTAR RUJUKAN

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


SISTEM DAN MEKANISME PENILAIAN KERJA
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/13
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Sistem dan mekanisme kinerja memuat indikator untuk menilai apakah petugas
bank darah sudah melaksanakan sepenuhnya semua prosedur pelayanan darah.

PROSEDUR

I.Tata cara menilai kinerja.


1. Penilaian dilakukan secara berkala oleh coordinator bank darah dengan
memakai indikator penilaian.
2.Indikator penilaian dibuat berdasarkan prosedur-prosedur yang harus di
lakukan, dan menilai apakah petugas sudah menaati dan melaksanakan
sepenuhnya semua prosedur pemeriksaan darah.
Indikator Penilaian :
A.Melaksanakan semua prosedur pemeriksaan.
- Mencek formulir permintaan telah diisi lengkap identitas pasien dan
ditandatangani dokter yang meminta disertai sampel darah pasien.
- Melakukan pencocokan identitas pasien yang tertera di formulir permintaan
dengan identitas yang tertera disampel darah.
- Melakukan persiapan pemeriksaan.
- Melakukan pemeriksaan golongan darah.
- Melakukan pemeriksaan crossmatch.
- Membuat checklist pemeriksaan.
- Membuat laporan pemeriksaan dengan lengkap.

PELAYANAN BANK DARAH


SISTEM DAN MEKANISME PENILAIAN KERJA
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/14
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
-

Melakukan pengamanan kantong darah dalam penyimpanan dengan


memperhatikan suhu simpan.
- Sewaktu menyerahkan darah,meneliti identitas darah yaitu: nomor
kantong darah,jenis darah,tanggal pengambilan darah,tanggal
kadaluarsa,dan hasil pemeriksaan HIV, HCV ,HbsAg,VDR,dan meneliti
kondisi kantong darah, Yaitu kantong darah masih utuh,tidak bocor.
- Memastikan darah yang diserahkan adalah darah yang telah diuji silang
serasi untuk pasien bersangkutan.
- Menyerahkan darah kepada petugas yang mengambil darah setelah
menandatangani bukti pengambilan darah.
- Mencatat nomor kantong darah,jenis darah,identitas pasien pada buku
darah masuk dan keluar.
- Menggunakan alat pelindung diri.
- Menggunakan alat dengan benar.
- Pemeliharaan sederhana terhadap alat yang digunakan.
- Memelihara Fasilitas dan sarana.
- Membuang limbah pada tempat yang disediakan.
B. Disiplin jam kerja.
II. Sistem dan mekanisme penilaian kinerja pegawai negeri sipil yang dibuat
oleh pejabat yang berwenang.
UNIT TERKAIT

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

1.Unit Laboratorium
2. Bagian SDM

DP3

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH DALAM KEADAAN KHUSUS
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/15
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

TUJUAN

Permintaan Khusus dalam hal ini adalah permintaan cito tanpa crossmact dan
permintaan darah langkah ( rhesus negatif ).

Membantu pasien mendapatkan darah sesuai kebutuhannya.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

1.Permintaan darah cito.


- Blanko permintaan darah beserta sample darah pasien diantar ke bank
darah,disertai keterangan dokter bahwa permintaan darah bersifat cito,tanpa
crossmacth.
- Petugas bank darah memeriksa golongan darah pasien sesuai prosedur.
- Petugas bank darah memberikan formulir permintaan darah tanpa crossmact
untuk ditandatangani oleh dokter yang meminta darah.
- Petugas bank darah menyediakan darah donor dengan golongan yang sesuai
dengan golongan darah pasien.
- Petugas bank darah memeriksa kembali golongan darah donor sesuai
prosedur.
- Petugas bank darah menyerahkan darah yang golongannya cocok dengan
pasien kepada petugas ruangan.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH DALAM KEADAAN KHUSUS
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/16
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
-

Petugas bank darah memeriksa kembali golongan darah donor sesuai


prosedur.
- Petugas bank darah menyerahkan darah yang golongannya cocok
dengan pasien kepada petugas ruangan.
- Setelah darah diserahkan,crossmacth tetap dilanjutkan.
- Bila ternyata dari hasil crossmacth ada darah donor yang tidak cocok
dengan pasien,segera diinformasikan kepada dokter agar darah tersebut
dihentikan pemakaiannya atau dikeluarkan,jika belum terpakai.
II.Permintaan darah rhesus negatif.
- Bila tidak tersedia darah rhesus negatif di PMI,keluarga pasien mencari
donor dari keluarga yang mempunyai rhesus negatif.Bila tidak ada atau
tidak cukup,Keluarga pasien menghubungi donor sukarela yang nama
dan nomor teleponnya ada di data PMI.
- Bila donor dengan golongan darah dan rhesus yang sesuai telah
didapat,petugas bank darah mengambil darah tersebut,setelah selesai
sikrining di PMI.
- Petugas bank darah melakukan uji silang serasi sesuai prosedur.
UNIT TERKAIT

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

1.Direksi
2. Bidang perencanaan
3.Bidang perawatan
4.Unit
Blangko permintaan Darah Cito
Formulir Permintaan Darah Tanpa Crossmatch
Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.
Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PEMERIKSAAN UJI COCOK SERASI (CROSS MATCH)
DENGAN METODE GEL
RSU dr.G.L TOBING
No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017
Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/17
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Uji cocok serasi adalah uji mengetahui apakah sel darah merah donor bisa hidup
di dalam tubuh pasien,dan untuk mengetahui ada/tidaknya antibody komplet
(tipe IgM) maupun antibody inkomplet (tipe IgG ) dalam serum pasien maupun
dalam serum donor yang melawan sel pasien.

TUJUAN

Untuk memastikan bahwa tidak ada antibodi-antibodi pada darah pasien yang
akan bereaksi dengan darah donor bila ditransfusikan.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

I. Persiapan alat dan reagen


1. Alat : centrifuge,ID centrifuge,ID incubator,micropipette 5 ul,25 ul,dan 50
ul,tabung reaksi,rak tabung,pipet Pasteur,tempat limbah,spidol.
2. Sampel darah.
3. Reagen : ID Lisscoomb,ID Diluent-2.
II. Prosedur Kerja
1.Pemisahan plasma dari sel darah merah.
- Darah dimasukkan dalam tabung sentrifus.
- Putar 3000-3300 rpm selama 1,5-2 menit.
- Supernatan diambil dengan pipet Pasteur plastik dan dipindahkan ke
dalam tabung lain.
- Sel darah merah terdapat pada bagian bawah tabung.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH DALAM KEADAAN KHUSUS
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/18
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
2.Buat Suspensi sel pasien dan sel donor dengan konsentrasi 1%
- ID Diluent 2 dimasukkan ke dalam tabung sebanyak 0,5 ml.
- Sel darah merah pekat diambil dengan micropipette 5 ul,dicampur ke dalam
tabung berisi ID diluent tadi.
- Campuran dihomogenkan. Ini adalah suspensi 1 %.
3.Uji Silang Serasi
- Lisscoomb card ditandai dengan identitas pasien dan tempat tes mayor,minor
dan auto control. Buka penutup lisscoomb card.
- Dengan bantuan micropipet masukkan :
Mayor : 50 ul suspensi sel donor + 25 ul serum pasien.
Minor : 50 ul suspensi sel pasien + 25 ul serum donor.
Auto control : ul suspensi sel pasien + 25 ul serum pasien.
-Masukkan lisscoomb card ke dalam ID incubator, tekan tombol timer ( 15
menit, suhu 370C ).
- Lisscoomb card dipindahkan ke ID centrifuge setelah alarm waktu di ID
incubator berbunyi. Tekan tombol start pada ID centrifuge ( 10 menit ).
- Baca reaksi secara makroskopis.
4.Interpretasi hasil :
- Bila reaksi pada mayor,minor dan autocontrol (-),darah dapat diberikan
( compatible ).
- Bila reaksi pada mayor (+),minor (-),autocontrol (-),berarti darah donor
tidak cocok untuk pasien.Ganti darah donor dan lakukan kembali crossmatch
dengan donor yang baru.
- Bila reaksi pada mayor (-), minor (+), autucontrol (-),berarti ada irregular
antibodi pada serum donor. Ganti darah donor,dan lakukan crossmatch lagi.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PEMERIKSAAN UJI SILANG SERASI (CROSSMATCH)
DENGAN METODE GEL
RSU dr.G.L TOBING
No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017
Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/19
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

Bila reaksi pada mayor (-), minor (+), autocontrol (+), lakukan DCT
(direct coomb tes) dengan cara memasukkan 50 ul suspensi sel pasien
ke dalam lisscoomb card, kemudian diputar di ID centrifuge.
Bandingkan derajat (+) pada minor dengan (+) autocontrol/DCT.
Bila (+) minor (+) autocontrol/ DCT, maka darah dapat di berikan.
Tapi bila derajat (+) pada minor lebih besar, darah tidak boleh
dikeluarkan, dan donor harus diganti.

Bila reaksi pada mayor (+), minor (+) dan autocontrol (+) :
Pastikan tidak ada kesalahan pemeriksaan golongan darah. Bila sudah
benar, berarti darah donor dan pasien tidak cocok. Ganti donor dan
lakukan crossmatch lagi sampai ditemukan hasil mayor (-).

SPO Pelayanan Darah

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PERMINTAAN KOMPONEN DARAH


No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

No. Revisi

Halaman
1/20

RSU dr.G.L TOBING


Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

Ditetapkan Oleh,
Kepala
dr.H.Syahrul Akhyar

PENGERTIAN

Tata cara permintaan darah bagi pasien yang membutuhkan komponen darah ke
UTD PMI melalui Bank Darah Rumah Sakit.

TUJUAN

Untuk menjamin ketertiban, kelancaran, keamanan administrasi serta alur


pelayanan komponen darah di Bank Darah RSU Bidadari Binjai.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

1. Blangko permintaan komponen darah untuk transfuse diisi lengkap


dengan identitas pasien dan ditandatangani oleh dokter yang
meminta,dibawa ke UTD PMI beserta sampel yang telah diberi label
dengan identitas pasien.
2. Petugas PMI mencocokkan identitas pasien yang ada di blangko dengan
label identitas di sampel darah pasien.
3. Petugas PMI membuatkan nota tagihan permintaan komponen darah
untuk di ACC ke Bank Darah.
Jenis permintaan komponen darah yang dilayani adalah Washed
Erytrocyt,Liquid Plasma,Trombocyte,Cryoprecipitate,Fresh Frozen
Plasma,Buffycoat.
4. Keluarga pasien membawa blanko permintaan komponen darah dan nota
tagihan dari PMI untuk di ACC oleh petugas Bank Darah. Nota tagihan
yang asli sebagai pertinggal di Bank Darah.
5. Kemudian keluarga pasien kembali ke PMI membawa foto copy Blanko
permintaan komponen darah,kartu BPJS/IKS,surat jaminan rawat (surat
elegibilitas bagi peserta BPJS ) masing-masing 3 lembar.
PELAYANAN BANK DARAH
PROSEDUR PERMINTAAN DARAH DALAM KEADAAN KHUSUS

RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

No. Revisi

Halaman
1/21

PELAYANAN BANK DARAH


STRUKTUR ORGANISASI

RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/22
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
STRUKTUR ORGANISASI UNI BANK DARAH
UNIT LABORATORIUM
RSU.GL.Tobing
KEPALA UNIT LABORATORIUM

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE BANK DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/23
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Tata cara permintaan darah bagi pasien yang membutuhkan darah ke Unit Bank
Darah.

TUJUAN

Untuk menghindari kesalahan dalam memberikan darah, sehingga keselamatan


pasien akan terjaga.

KEBIJAKAN

1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.


2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.

PROSEDUR

1.Blangko permintaan darah untuk transfusi diisi lengkap dengan identitas


pasien.
2.Petugas Bank Darah mencocokkan identitas pasien yang ada diblangko dengan
label identitas di sample darah pasien.
3.Untuk permintaan jenis darah whole blood dan Pack Red Cell dilayani oleh
bank darah.
4.Untuk permintaan komponen darah atau donor darah,langsung ke PMI Stabat.
5.Petugas Bank darah memberikan bukti pesanan darah pasien.
6.Petugas bank darah memberikan formulir donor pengganti keluarga untuk
dibawa ke UTD PMI.
7.Darah siap untuk dilakukan pemeriksaan.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH DALAM KEADAAN KHUSUS
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

No. Revisi

Halaman
1/24

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE BANK DARAH
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/25
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Proses permintaan darah oleh petugas Bank darah ke PMI.


Untuk menghindari kesalahan dalam memberikan darah, sehingga keselamatan
pasien akan terjaga.
1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.
2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.
1.Cek stok darah yang ada di kulkas bank darah.
2.Catat kebutuhan darah yang akan diambil ke PMI sesuai dengan jenis dan
golongan darah,pada buku expedisi.
3.Petugas bank darah langsung mengorder permintaan ke PMI dengan membawa
buku expedisi dan termos untuk membawa darah.
4.Petugas PMI menyiapkan darah sesuai permintaan bank darah dan mencatat
nomor kantong darah pada lembar bon permintaan darah dan buku expedisi.
5.Bon permintaan darah dan buku expedisi ditanda tangani oleh petugas bank
darah dan petugas PMI dengan mencantumkan nama terang,tanggal dan jam
pengambilan darah.
6.Petugas bank darah membawa darah dengan termos dan menyimpan pada
kulkas bank darah dengan segera.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PERMINTAAN DARAH KE PMI
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/26
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
UNIT TERKAIT

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

1.Direksi
2. Bidang perencanaan
3.Bidang Fasilitas
4.Bidang Perawatan
Bon Pesanan Darah Dan Buku Expedisi

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENGGUNAAN LISSCOMB CARD
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/27
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Cara menggunakan lisscomb card dengan baik dan benar,agar pemeriksaan


crossmatch yang dilakukan akurat.
Untuk mendapatkan hasil crossmatch yang akurat dan dapat dipercaya.
1.Undang-Undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.
2.Undang-Undang RI No.44 taun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Permenkes RI No.1681/MENKES/PER/XI Organisasi dan tata kerja RSU
dr.G.L.Tobing.
4.Keputusan Menteri Kesehatan No.190/MENKES/SK/2008 tentang susunan
dan uraian jabatan serta tata hubungan kerja RSU.dr.GL.Tobing .
5.Keputusan Menteri Kesehatan No.298/MENKES/SK/III/2008 tentang
pedoman akreditasi laboratorium kesehatan.
6. Permenkes RI No.411 tahun 2010 tentang laboratorium klinik.
1. Ambil lisscomb card dan beri identitas pasien ( nama, MR, tempat rawat dan
tanggal pemeriksaan ).
2.Beri kode Mayor,Minor,Auto control,Auto poll sesuai jumlah kantong yang
akan di crossmatch.
3.Buka penutup aluminium dengan hati-hati.
4.Leakkan lisscombcard pada tempatnya dengan posisi horizontal.
5.Masukkan sampel pasien dan donor dengan bantuan mikropipet (50 ul dan 25
ul) pada Mayor,Minor,Auto control dan Auto pool melalui dinding sumur.

PELAYANAN BANK DARAH


PROSEDUR PENGGUNAAN LISSCOMB CARD
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/28
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
UNIT TERKAIT

1.Direksi
2. Bidang perencanaan
3.Bidang Fasilitas
4.Bidang Perawatan
5.Unit

DOKUMEN
TERKAIT

SPO Pelayanan Darah

DAFTAR RUJUKAN

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

PELAYANAN BANK DARAH


FASILITAS DAN PERALATAN
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/29
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
PENGERTIAN

Fasilitas dn peralatan medis dan non medis yang digunakan untuk melakukan
pelayanan darah.

PROSEDUR

I.Standar Ruangan,
1.Lokasi mudah dijangkau dari berbagai unit pelayanan di rumah sakit.
2.Luas minimal 20 m2 dengan cahaya dan ventilasi yang cukup serta ber
AC,termasuk ruang administrasi secara terpisah.
3.Fasilitas air mengalir dan listrik yang memadai,generator serta UPS yang
mampu membackup refrigerator agar stabilitas suhu tetap terjaga.
4.Tersedia 2 bak cuci yang terdiri dari bak cuci tangan dan bak cuci alat.
5.Lantai ruangan ada tanpa sambungan (vinyl), sudut lantai melengkung.
II.Peralatan Kerja dan Kantor
1.Meja laboratorium dilapisi dengan Tacon (Pinggiran melengkung).
2.Kursi laboratorium.
3.Meja statis dengan beton untuk sentrifus.
4.Meja tulis dan kursi.
5.Meja ketik/komputer+printer.
6.Lemari arsip.
7.Telepon.
8.Komputer dengan software+printer untuk RS tipe A/B.
9.Modem untuk RS
III.Alat-alat, bahan habis pakai.

PELAYANAN BANK DARAH


FASILITAS DAN PERALATAN
RSU dr.G.L TOBING

No. Dokumen
/SPO/LAB/RSG/I/2017

Standar Prosedur
Operasional
(SPO)

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman
1/30
Ditetapkan Oleh,
Kepala

dr.H.Syahrul Akhyar
UNIT TERKAIT

DOKUMEN
TERKAIT
DAFTAR RUJUKAN

1.Direksi
2. Bidang perencanaan
3.Bidang Fasilitas
4.Bidang Perawatan
5.Unit
Daftar Invetaris Alat Dan Bahan Habis Pakai.

Buku Pedoman pengelolaan Bank Darah Rumah Sakit.


Buku Pedoman Pelayanan Transfusi Darah Modul 1-4.

Anda mungkin juga menyukai