Anda di halaman 1dari 3

PEMASANGAN KB IMPLAN

No Dokumen
KAK

No. Revisi
Tanggal terbit
Halaman

440/
/412.43.16/
KAK.V/2016
00
2 Mei 2016
1/2

PEMERINTAH KABUPATEN
BOJONEGORO
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KANOR
KECAMATAN KANOR

Dr. VERA AGUSTINA


NIP.197908172010012003

KERANGKA ACUAN KERJA


PEMASANGAN KB IMPLAN

I.PENDAHULUAN
Pemasangan Implan adalah melayani pemasangan kontrasepsi implant
yang berbentuk batang silastik lembut berongga, mempunyai efektifitas
tergantung dari jenisnya, yaitu:
1. Implanon : satu batang silastik dengan panjang 4cm, diameter 2mm, berisi 68
mg 3 keto-desogestrel, lama kerjanya 3 tahun
2. Jadena dan indoplant : terdiri 2 batang yang berisi 75 mg levonorgestrel, lama
kerja 3 tahun.
Mempunyai cara kerja :
Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat sperma masuk ke tuba
falopii.
Menekan ovolusi mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit
terjadi implantasi

II.

LATAR BELAKANG
Pencegahan kehamilan dengan cara pemasangan kontrasepsi implan

III.

TUJUAN
Tujuan umum :
Sebagai pedoman petugas dalam pemasangan Implan secara tepat dan benar .
Tujuan khusus :
Mengatur jarak anak / menjarangkan kelahiran.

IV.
V.

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Pemasangan KB implant pada Pasangan Usia Subur ( PUS )
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

VI.

Memanggil pasien
Memasukkan kedalam regester
Melakukan anamesa
Melakukan konseling tentang kontrasepsi implant
Mengisi inform consent
Melakukan pemasangan sesuai prosedur
Anjurkan pasien untuk kontrol 7 hari setelah pemasangan/ bila ada keluhan
Penulisan resep, catat dalam kartu status, masukkan dalam buku register KB

SASARAN
Pasangan Usia Subur ( PUS ) yang ingin menjarangkan kehamilan & PUS pasca
keguguran

VII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi di lakukan oleh penanggung jawab program terhadap ketepatan
pelaksanaan kegiatan apakah sesuai jadwal pada saat persiapan dan pelaksanaan
kegiatan.Evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan oleh penanggung jawab program
dan ditujukan kepada kepala puskesmas dengan tembusan Dinas Kesehatan.
Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk postest dilakukan oleh
penanggung jawab program dan ditujukan kepada kepala puskesmas dengan
tembusan Dinas Kesehatan.
VIII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Penanggung jawab program harus membuat laporan tiap kegiatan paling
lambat 1 bulan setelah pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Puskesmas dan
evaluasi akhir kegiatan paling lambat 1 bulan setelah keseluruhan kegiatan selesai
di lakukan.

IX. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini di buat sebagai bahan pedoman dalam melaksanakan
penyuluhan KB