Anda di halaman 1dari 22

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi petunjuk & bimbingan
kepada kita, sehingga tersusun Pedoman Pengorganisasian Panitia Pencegahan & Pengendalian Infeksi di
RS Karya Medika I Cikarang Barat Bekasi beserta pengawasannya. Dan ditetapkan berdasarkan Surat
Keputusan Direktur RS, Pedoman ini merupakan petunjuk bagi Ketua & Anggota Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi RS Karya Medika I Cikarang Barat - Bekasi dalam menjalankan tugas masing
masing.
Kedinamisan kerja Panita Pencegahan & Pengendalian Infeksi akan selalu memerlukan perubahan &
perlu ditinjau secara berkala, oleh karena itu kami mengharapkan kritik & saran untuk perubahan dan
kemajuan kerja Panitia Pencegahan & Pengendalian Infeksi RS Karya Medika I Cikarang Barat Bekasi.

Cikarang, RS Karya Medika I


Panitia PPI RS

Dr. Fitri Rahardja, SpOG


Ketua

Sambutan
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa Buku Petunjuk Pelaksanaan Pencegahan &
Pengendalian Infeksi RS Karya Medika I Cikarang Barat Bekasi telah dapat tersusun Buku ini sangat
penting bagi petugas RS dalam melaksanaan Pencegahan di RS.
Perlu disadari, bahwa di Indonesia kualitas pengendalian infeksi di RS masih rendah dan kurang
mendapat perhatian. Dan pada prinsipnya semua infeksi di RS mudah dicegah, apabila semua standar
pelayanan sudah mengacu kepada Standar Pelayanan RS dan Standar Pelayanan Medis yang terakreditasi
di RS.
Maka kita sebagai petugas di RS hendaknya melaksanakan pelayanan kesatan secara fungsional & sesuai
dengan standar tersebut, dan akhirnya akan memberi keuntungan bagi sejawat, RS dan pasien. Kita semua
tersebut & bertanggung jawab dalam pelaksanaan pengendalian infeksi menuju pelayanan kesehatan yang
rasional dan tanggung jawab.
Kami mengucapkan terima kasih & penghargaan yang setinggi tingginya kepada Ketua & Anggota
Panitia Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atas tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan ini. Semoga Tuhan
Yang Maha Esa dapat memberikan kekuatan & petunjuk bagi kita semua sehingga para pelaksana yang
terkait dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Cikarang,
RS Karya Medika I

Dr. Yonita S.S. Nainggolan, MARS


Direktur

Daftar Isi :

Sambutan .

Kata Pengantar ............................................................................................................................

ii

Daftar Isi ..

iii

BAB I Pendahuluan .

BAB II Gambaran Umum RS .

BAB III Visi, Misi, Tujuan ..

BAB IV Struktur Organisasi RS ..

BAB V Uraian Tugas Anggota Panitia PPI .

BAB VI Tata Hubungan Kerja

13

BAB VII Pola Ketenagaan & Kualifikasi Personil .

14

BAB VIII Kegiatan Orientasi ..

15

BAB IX Pertemuan Rapat

16

BAB X Pelaporan .

17

BAB XI Penutup ...

18

BAB I
PENDAHULUAN
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RS merupakan suatu upayan kegiatan untuk meminimalkan atau
mencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar RS.
Ditinjau dari asal didapatnya infeksi dapat berasal dari komunitas (community acquired infection) atau
berasal dari lingkungan RS (Hospital acquired infection) yang sebelumnya lebih dikenal dengan istilah
infeksi nosokomial.
Karena seringkali tudak bisa secara pasti ditentukan asal infeksi maka seharusnya istilah infeksi
nosokomial (Hospital acquired infection) dijauhkan dengan istilah baru yaitu Heatlg Associated Infection/
HAis, dengan pengertian lebih luas tidak hanya di RS tetapi juga infeksi di fasilitas Pelayanan Kesehatan
lainnya. Khususnya untuk infeksi di RS selanjutnya disebut infeksi RS (IRS).
Kejadian infeksi adalah yang didapat atau timbul langsung pada waktu pasien dirawat di RS. Dan
merupakan penyebab langsung atau tidak langsung kematian pasien. Bagi yang tidak menyebabkan
kematian, bisa menjadi penyebab pentingnya pasien dirawat lebih lama di RS, sehingga menambah beban
penderita dengan biaya tambahan yang lebih besar.
Gambaran infeksi RS di Indonesia hingga saat ini belum begitu jelas mengingat penanganan secara
nasional baru dimulai walaupun belum ada angka yang pasti secara nasional ternyata beberapa RS telah
melaksanakan pengendalian infeksi RS sejak beberapa tahun lalu.
Sehubungan dengan besarnya masalah dan akibat RS sebagaimana dikemukakan diatas, dalam upaya
Pencegahan & Pengendalian ditetapkan sasaran bahwa untuk meningkatkan mutu & efisiensi pelayanan
akan ditingkatkan pelaksanaan pengendalian infeksi & kesehatan lingkungan serta akan dilaksanakan
kegiatan pengawasannya. Sebagaimana salah satu syarat agar RS dapat melaksanakan pengendalian
infeksi RS dengan baik & terarah adalah adanya pedoman pengorganisasian panita pencegahan &
pengendalian infeksi RS. Karya Medika I dan pengawasannya.

Hal : 1 dari 18

BAB II
Gambaran Umum RS Karya Medika I Cikarang Barat
Rs. Karya Medika I berada dibawah wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, tepatnya beralamat
dijalan Imam Bonjol No. 9B Cikarang Barat.
Letaknya cukup strategis karena selain berada dipinggir jalan raya dilalui kendaraan umum setiap harinya
selama 1x24 jam, juga berada diwilayah padat penduduk dan terdapat berbagai perusahaan/ industri.
Peletakan batu pertama pada bulan Desember 1993, dan pembangunannya mulai awal tahun 1994.
Persemian pembukaan penyelenggaraan operasional RS. Karya Medika I dilaksanakan pada tanggal 17
April 1995. Rumah Sakit Karya Medika I menempati area tanah seluas 11,915m 2 dengan bangunan terdiri
dari 5 lantai dengan standar pelayanan medis yang sesuai dengan peraturan Depkes.

Pelayanan yang tersedia :

Rawat Inap
Terdapat 120 human tempat tidur yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, yaitu :
1. Ruang perawatan VVIP
2. Ruang perawatan VIP
3. Ruang perawatan Kelas I
4. Ruang perawatan Kelas 2a & 2b
5. Ruang perawatan Kelas 3
6. Ruang perawatan Isolasi
7. Ruang perawatan Kamar Bersalin

Hal : 2 dari 18

Rawat Jalan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Klinik Umum
Klinik THT
Klinik Gigi
Klinik Anak
Klinik Mata
Klinik Paru
Klinik Saraf
Klinik Bedah Mulut
Klinik Bedah Saraf

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

Klinik Kulit & Kelamin


Klinik Bedah Umum
Klinik Penyakit Dalam
Klinik Bedah Tulang
Klinik Bedah Digestive
Klinik Bedah Saluran Kemih
Klinik Jantung & Pembuluh Darah
Klinik Kebidanan & Kandungan

18.

Hemodialisa
Pelayanan 24 Jam
1.
2.
3.
4.

IGD
Inst. Kamar Operasi
Inst. Laboratorium
Inst. Radiologi

5. Inst. Farmasi
6. Inst. Bank Darah
7. Ambulance

Hal : 3 dari 18

8.

Pelayanan Penunjang
1. Rehabilitasi Medis
2. Inst. Gizi
3. Medical Check Up
9.

10.

BAB III

A. VISI, MISI, MOTTO DAN TUJUAN RSKM I


11. VISI
12. Rumah Sakit Karya Medika I menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi.
13. MISI
1.
2.
3.
4.

Menyediakan sumber daya yang berkualitas.


Menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh para pihak.
Mewujudkan kepuasan pelanggan.
Menjalin kerja sama untuk mewujudkan kesejahteraan.

14. MOTTO
15. Keselamatan Anda kami utamakan.
16. TUJUAN
17. Tercapainya Rumah Sakit Karya Medika I sebagai Rumah Sakit unggulan dan terpercaya.
18.

B.

VISI, MISI, FALSAFAH DAN TUJUAN PANITIA PENCEGAHAN & PENGENDALIAN


INFEKSI
19. ..
20.

21.

BAB IV
22.

A. Struktur Ogranisasi Rumah Sakit


23.
24. Direktur Utama
25.
26.
Dep/Unit/Bagian/UPT/Bidang
27.

Komite PPI RS
Ketua

Sekretaris

28.
29.
30.
IPCO
31.
Dep/Unit/Bagian/
UPT/Bidang/Ruangan
32.

IPCN

Anggota
Komite PPI RS

33.
34.
35.
IPCN Link di
Dep/Unit/Bagian/UPT/
36.
Bidang/Ruangan

Direktur

Ketua Panitia PPI


Wakil Ketua Panita PPI

37.
38.
39.

Sekretaris (IPCN)

Anggota Panita
Wakil Dokter dari masing masing SMF : Obgyn, Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Urologi, THT, Syaraf, Mata, Ku
40.
Dokter Patologi Klinik
Petugas Perawat (Ka.Sie Keperawatan)
41.
Petugas Personalia
42.
Petugas Laboratorium
Petugas Farmasi
43.
Petugas CSSD
Petugas Laundry
44.
Petugas IPSRS
45.
Petugas Sanitasi
Petugas House Keeping
B. Struktur Organisasi Panitia Pencegahan
Petugas K3 dan Pengendalian Infeksi
46. Gizi
Petugas
Petugas Radiologi
Petugas Kamar Jenazah

47.
48.
49.
50.
51.
52.

C. STRUKTUR ORGANISASI TIM PENCEGAHAN DAN


PENGENDALIAN INFEKSI
53.
54.
55.

Ketua Panita PPI

56.
57.
58.

Ketua Tim PPI Wakil Ketua

59.

Sekretaris (IPCN)

60.
61.
IPCLN
62.
R. Melati
63.

IPCLN
R. Astul

IPCLN
R. ICU

IPCLN
R. OK

IPCLN
R. VK

IPCLN
Lt. IV & V

IPCLN
R. Poliklinik

IPCLN
R. Haemodialisa

IPCLN
R. IGD

64.
65.
IPCLN
R. Perina
66.
67.
68.
69.
70.

71.
72.

BAB V

Uraian Tugas Anggota Panita PPI

A. Panita Pencegahan & Pengendalian Infeksi RS


1. Struktur anggotanya terdiri dari :
a. Ketua
b. Sekretaris
c. Perawat Pengendalian Infeksi (IPCN/IPCLN)
d. Dokter Pengendalian Infeksi (Perwakilan & Staff Medis)
e. Administrasi
f. Dokter Mikrobiologi
g. Inst. Farmasi
h. Inst. Laboratorium
i. Kamar Operasi
j. Unit Produksi Makanan
k. Unit Sanitasi Lingkungan
l. Unit Pelayanan Laundry
m. Unit Perawatan Intensif
n. Bidang Teknik
o. Inst. Sterilisasi Pusat
p. Inst. Jenazah
73.
2. Uraian Tugas
a. Direktur
1) Membentuk Panitia & Tim PPI RS dengan keputusan Penyelenggaraan
2) Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya PPI
3) Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana & prasarana termasuk anggaran
yang dibutuhkan
4) Menentukan kebijakan PPI
5) Mengadakan evaluasi kebijakan PPI berdasarkan dari Panitia PPI RS
6) Dapat menutup suatu unit perawatan/ instansi yang dianggap potensial menularkan
penyakit untuk beberapa waktu sesuai saran dari PPI RS
7) Mengesahkan SPO untuk PPI RS
74.
b. Ketua PPI
1) Berkontribusi dalam diagnose dan terapi infeksi
2) Turut menyusun pedoman penulisa resep antibiotika dan surveilance
3) Bekerja sama dengan perawat PPI memonitor kegiatan surveilance infeksi dan deteksi
dini KLB
4) Mengidentifikasi dan melaporkan kumen pathogen dan pola resistensi antibiotika
5) Membimbing & mengajarkan praktek dan prosedur PPI yang berhubungan dengan
prosedur terapi
6) Turut memonitor cara kerja tenaga kesehatan lain dalam merawat pasien
c. Dokter Pengendalian Infeksi haruslah mampu :
1) Menjalin hubungan kerja dengan semua pihak RS, baik medis maupun non medis
2) Bersedia menjadi narasumber yang memberi masukan tentang semua aspek pengendalian
infeksi

3) Bersama-sama IPCN menganalisis data surveilance dan membuat rekomendasi, tindak


lajut
4) Menentukan kriteria infeksi RS
5) Menentukan semua kebijakan yang berkaitan dengan upaya pengendalian infeksi RS
seperti :
a) Tata kerja yang berdaya sama untuk surveilance infeksi
b) Pemeriksaan spesialis laboratorium mikrobiologi & kelengkapan laboratorium
c) Tata kerja dalam mendapatkan penyebaran informasi data kepada Direktur RS, Staff
medis, dokter yang bertugas di bangsal mengenai pola humas & kepekaan human
terhadap Antibiotik
d) Kebijakan & prosedur isolasi untuk penderita penyakit menular
6) Mengadakan pertemuan berkala untuk :
a) Meninjau laporan bulanan yang ditemukan dari Tim PPI
b) Meninjau kembali semua kebijakan & tatalaksana berdasarkan laporan teratur untuk
mendapatkan penyempurnaan
7) Bertanggung jawab atas kesehatan petugas RS, pendidikan petugas RS & pengawasan
lingkungan
d. Perawat pengendalian Infeksi (IPCN)
1) Pratik Klinik
a) Mengunjungi Klinik
Mengkaji status pasien, mengobservasi tanda & gejala infeksi
Memberikan saran kepada staff hubungan dengan adanya tanda & gejala infeksi
Menganjurkan melakukan teknik yang benar dalam rangka mencegah infeksi
Mengidentifikasi strategi PPI
Memonitor & mengidentifikasi prosedur tindakan, penempatan pasien
infeksi atau resiko infeksi, discharge planning
Berpartisipasi dalam memantau penggunaan antimikrobiologi
b) Surveillor
Membuat rencana surveilance & formatnya
Mengumpulkan data surveilance
Menghitung Insiden rate infeksi (dengan teknik statistik)
Menganalisa, penginterprestasi & menginformasikan inside rate infeksi
Menggunakan table, graph, chart dan pelaporan tulisan
75.
2) Investigasi
a) Mengidentifikasi & menginfestigasi kejadian luar biasa
b) Menginvestigasi & menindak lanjuti staff, pasien, pengunjung yang terpapar atau
tertusuk jarum tajam/ benda tajam lainnya bekas pakai
76.
77.
3) Manager
a) Merencakan, membuat, memonitor & evaluasi serta merevisi program kebijakan,
SPO PPI
b) Merencakan program pengembangan evaluasi & revisi program PPI, kebijakan, SPO
PPI
c) Membua program, kebijakan, SPO tentanng kesehatan karyawan
d) Mengajukan perlatan, personil dan sumber sumber untuk program PPI

4)

5)

6)

7)

8)

9)

10)

e) Menganjurkan kepada staff administrasi tentang implikasi dan arsitektur & renovasi
atau pembangunan gedung
f) Menyiapkan laporan kegiatan bulanan, triwulan, tahunan program PPI
g) Mengkaji kebutuhan pasien, keluarga, pengunjung dalam usaha PPI
h) Membangunan kreatifitas & inovasi di praktek PPI
i) Mempertimbangkan cost effectiveness dalam membuat rekomendasi PPI
78.
Edukator
a) Mengkaji kebutuhan pendidikan staf pasien, pengunjung dalam upaya PPI
b) Memberikan pendidikan & pelatihan kepada staff, pasienm pengunjung tentang PPI
c) Mengembangkan tujuan, objektif & rencana pembelajaran untuk kebutuhan
pendidikan dalam program PPI
d) Mengembangkan kemampuan & evaluasi melaksanakan dalam usaha PPI
e) Mengembangkan prinsip belajar dewasa dalam pengembangan strategis pendidikan
f) Berpartisipasi dalam program orientasi kepada staff
79.
Konsultan
a) Sebagai konsultasi kepada individu, staff, pasien, pengunjung tentang PPI
b) Memberikan konsultasi tentang kompensasi staff berhubungan dengan terpaparnya
infeksi
Auditor
Melakukan audit tentang program PPI seperti kepatuhan kebersihan tangan, kepatuhan
membuang limbah, fasilitas kebersihan tangan
80.
Advokator
a) Memberikan saran tentang pembatasan kerja bagi karyawan yang terpapar infeksi
b) Menganjurkan kepada semua petugas agar melapor jika ada tertusuk jaruma atau
benda tajam
c) Menindak lanjuti staff, pasien, pengunjung yang terpapar infeksi
81.
Koordinator
a) Melaksanakan koordinasi PPI dengan lintas sektoral
b) Kolaborasi dengan dokter, karyawan dalam program imunisasi staff
c) Mengkoordinasi dengan bagian manajemen risiko dalam investigasi pasien yang
klaim dengan infeksi
d) Sebagai penghubungan antar fasilitas/ memperbaiki kualitas kegiatan sebuhungan
dengan usaha PPI
Komunikator
a) Mengkomunikasikan metode, teknologi baru dalam PPI
b) Mengkomunikasikan sumber informasi & akreditas yang dibutuhkan
c) Mengkomunikasikan penemuan bau & anjuran panitia kepada orang perlu
d) Mengkomunikasikan kebijakan & prosedur tindaka PPI
e) Mempromosikan program PPI dengan institusi lain
f) Mengkomunikasikan teknik yang efektif dalam upaya PPI kepada staff
82.
Peneliti
a) Melaksanakan penelitian terhadap terjadinya infeksi
b) Melakukan penelitian tentang usaha PPI
c) Berpartisipasi dalam proyek penelitian PPI ataupun terjadinya infeksi
83.

11) Fasilitas
a) Memfasilitasi pertemuan panitia PPI
b) Mengajukan kebutuhan peralatan dalam usaha PPI kepada bagian administrasi &
panitia PPI
84.
12) Member
a) Berpatisipasi didalam praktek profesi
b) Mengikuti pertemuan ilmiah profesi
c) Berpartisipasi di berbagai organisasi untuk meningkatkan pengetahuan
d) Meningkatkan & mempertahankan pengetahuan PPI yang mutakhir melalui
networking, literature, pertemuan profesi.
85.
e. Instalasi Farmasi
86. Rekomendasi rekomendasi mengenai antibiotika dan desifektan disalurkan melalui
instalasi farmasi. Apoteker mengeluarkan kebijakan tentang masalah yang terkait kebijakan
pengendalian infeksi yang terjadi diruang perawatan kepada Panitia PPI.
87.
f. Tenaga Teknik
88. Bertanggung jawab untuk :
1) Mengkaji dan merawat peralatan yang digunakan pada program pengendalian infeksi
seperti misalnya autoclave, incinerator dsb.
2) Memantau & merawat penyediaan air dan listrik
3) Memasang & memperbaiki peralatan agar memenuhi standar operasional
4) Dimintai pendapatnya sebelum suatu peralatan dibeli untuk memastikan bahwa peralatan
tersebut sesuai dengan kebutuhan prosedur perawatan di RS
5) Memantau kegiatan Hand Hygiene petugas IPSRS
6) Memantau penggunaan bahan desinfektan
7) Menyiapkan bahan bahan hasil pemeriksaan Laboratorium
89.

g. Instalasi Sterilisasi Pusat


1) Bekerjasama dengan Tim PPI dan Instalasi Teknik mengenai cara desinfeksi dan
sterilisasi
2) Melakukan jaga mutu dan bekerjasama secara aman
90.
h. Instalasi Laboratorium
a) Melaksanakan penyuluhan dan pendidikan tentang materi materi yang berkaitan dengan
pengendalian infeksi nosokomial kepada petugas laboratorium
b) Membantu pelaksanaan pemeriksaan swab atau kultur pasien
c) Memantau pemeriksaan Laboratorium sesuai SPO
d) Melaksanakan tugas lain dari ketua Panitia PPI
91.
i. Petugas Administrasi/ Sekretaris
92. Tugasnya membantu kegiatan dalam merencanakan biaya dan penelitian yang dilakukan
panitia PPI
93.
j. Tugas Anggota Linen
a) Memisahkan linen infeksius dan non infeksius
b) Melaksanakan pemeriksaan swab linen bersih
c) Memantau penggunaan bahan desinfektan sesuai aturan
d) Memantau kegiatan hand hygiene diruang linen
94.
k. Tugas Anggota Gizi
a) Memantau kegiatan hand hygiene diruang gizi
b) Membantu pelaksanaan pemeriksaan bahan makanan dan swab petugas gizi
c) Memantau penggunaan bahan desinfektan gizi
95.
l. IPCLN (Infection Prevention Control Link Nurse)
96. Tugas & Fungsinya :
1) Melengkapi pengisian dan pengumpulan formulir surveilance setiap pasien di unit masing
masing, serta menyerahkannya kepada IPCN ketika pasien pulang
2) Memberi motivasi & teguran tentang pelaksanaan kepatuhan pengendalian infeksi pada
setiap personil tangani
3) Memberitahukan kepada IPCN apabila ada kecurigaan infeksi pada pasien
4) Memberitahukan hal hal baru tentang PPI ke unit masing masing
97.

98.
99.

BAB VI

Tata Hubungan Kerja


100.

101.
Tujuan dan sasaran PPI dicapai melalui kegiatan surveilance, pencegahan infeksi
& penanggulangan infeksi termasuk KLB infeksi RS, maka diperlukan perencanaan & strategi
serta langkah langkah koordinasi dibanyak pihak. Kegiatan dalam program tersebut harus
dilaksanakan dalam suatu struktur organisasi yang kuat & rapi yaitu Panitia Pencegahan &
Pengendalian Infeksi RS sebagai pembuat kebijakan prosedur prosedur kerja yang berkaitan
dengan program pengendalian infeksi RS dan mengeluarkan rekomendasi, laporan data
surveilance yang akan dipakai pihak manajemen struktur RS dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
A. Mekanisme kerja organisasi panitia PPI
1. Kegiatan surveilance infeksi RS
a. Setiap karyawan diruangan melakukan observasi dan pencatatan pada lembar khusus
(termasuk hasil pemeriksaan lab/ mikrobiologi)
b. Kepada ruangan bersama-sama dengan dokter penanggung jawab infeksi RS yang
bersangkutan menilai data tertulis tersebut (terutama data menunjukan adanya
infeksi) untuk mendiagnosa apakah itu infeksi RS atau bukan
c. Sekretaris PPI melaporkan keadaan Ruangan yang bersangkutan kepada ketua PPI
d. Ketua PPI melaporkan keadaan infeksi kepada Direktur RS
e. Hasil pertemuan dilaporkan kepada setiap pertemuan bulanan panitia PPI
102.
2. Pemberdayaan staf RS (Orientasi/ Pelatihan)
a. Perawat pengendalian infeksi RS (IPCN) menyusun program orientasi pendidikan
PPI bagi pegawai baru/ tenaga
b. Ketua Panitia PPI membuat program & mengajukan anggotanya, mendapat
kesempatan untuk mengikuti pendidikan berkelanjutan, pelatihan atau pertemuan
ilmiah yang berkualitas dengan pelayanan pengendalian infeksi RS
c. Pelaksanaan program dibuat laporan & dievaluasi pada akhir tahun
d. Hasil pelaksanaan program dilaporkan kepada pimpinan RS
103.
B. Pelaksanaan Analisis kegiatan PPI
1. Petugas
Panitia PPI dibantu Tim PPI
104.
2. Pelaporan
a. Setiap 3 bulan sekali
105.
Pada dianggap perlu dibuat laporan evaluasi tiap tahun terhadap seluruh
kegiatan PPI
b. Dilaporkan kepada ketua Panitia PPI dan diteruskan ke Direktur RS Karya Medika I
106.

107. BAB VII


108.

Pola Ketenagaan & Kualifikasi Personil

1. Peran dan Tanggung jawab perawat pengendalian infeksi


109.
Ada 5 komponen :
a. Manajemen
b. Praktisi Klinik
c. Konsultan
d. Peneliti & Surveilance
e. Pendidik
110.
2. Pola Ketenagaan
111.
Jenis ketenagaan menurut Peraturan Pemerintah RI No. 32 tahun 1996 tentang tenaga
kesehatan :
112.
113.
N
o

115.
114.

Jenis Tenaga

Pendid
ikan
116.
Forma
l
121.

117.

Sertifikat

119. 120.
Dokter Spesialis
122.
PPI Lanjut
1
124. 125.
ICN
126.
D3
127.
PPI Dasar
2
129. 130.
Perawat
131.
D3
132.
CCSD
3
134. 135.
Sanitasi Linen
136.
D3
137.
Manajemen Linen
4
139. 140.
Sanitasi Gizi
141.
D3
142.
Manajemen Gizi
5
144. 145.
Farmasi
146.
D3
147.
6
149. 150.
Laboratorium
151.
D3
152.
7
154.
155.
3. Kualifikasi ketengaan PPI
1) Karyawan yang berminat dalam bidang PPI
2) Minimal pendidikan D3
3) Mempunyai sertifikat PPI (basic maupun advance)
4) Bekerja paruh waktu
156.
157.

118.

Juml
ah

123.

128.

1/150
TT
133.
1
138.

143.

148.

153.

158. BAB VIII


159.

Kegiatan Orientasi

160.
161.

Pemberdayaan staff RS (Orientasi/ Pelatihan) :

1. Perawat pengendalian infeksi RS (IPCN) menyusun program orientasi pendidikan PPI bagi
pegawai baru/ tenaga
2. Ketua Panitia PPI membuat program & mengajukan anggotanya, mendapatkan kesempatan untuk
mengikuti pendidikan berkelanjutan, pelatihan atau pertemuan ilmiah yang berkaitan dengan
pelayanan pengendalian infeksi tersebut
3. Pelaksanaan program dibuat laporan & dievaluasi pada akhir tahun
4. Hasil pelaksanaan program dilaporkan kepada pimpinan RS
162.

163. BAB IX
164.

Pertemuan Rapat

165.
166.
Kegiatan program PPI dilaksanakan secara terus menerus dalam hal pengumpulan,
identifikasi, analisis dan interpetasi data kesehatan dan perlu dievaluasi, untuk itu perlu
didukung dengan upaya upaya pertemuan/ rapat secara berkala :
1. Rapat rutin koordinasi kerja program PPI diadakan setiap bulan
2. Rapat analisa hasil program perlu dibuat laporan evaluasi setiap 3 bulan sekali, bila dianggap
perlu rapat untuk laporan evaluasi tiap bulan tahun terkadang seluruh kebijakan PPI
3. Untuk suatu KLB perlu diadakan rapat pertemuan darurat untuk koordinasi kerja dalam tindak
lanjut suatu KLB
167.
168.

169. BAB X
170. Pelaporan
171.
1. Pelaporan setiap bulan untuk data infeksi & hasil monitoring kegiatan PPI kegiatan PPI dan
dianalisis setiap 3 bulan sekali
2. Laporan evaluasi tiap tahun terhadap seluaruh kegiatan PPI
3. Dilaporkan kepada ketua panitia PPI dan diteruskan ke Direktur RS
172.
173.

174. BAB XI
175. Penutup
176.
177.
178. Demikianlah telah disusun pedoman pengorganisasian PPI RSKM I dan dapat
digunakan sebagai acuan setiap anggota panitia PPI RSKM I dalam menjalankan tugasnya, dalam
upaya menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan PPI RSKM I.