Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG
Baterai merupakan salah satu komponen utama dari pembangkit listrik

tenaga surya (PLTS) yang berfungsi menyimpan energi listrik hasil konversi dari
radiasi sinar matahari. Penggunaan baterai sangat penting, terutama bagi PLTS
yang bersifat off grid atau tidak terhubung dengan jaringan listrik utama seperti
jaringan listrik PLN, karena ketika sinar matahari tidak ada, PLTS harus tetap dapat
mensuplai beban yang diberikan meskipun panel surya tidak memproduksi energi
listrik.
Dalam setiap sistem PLTS, baterai memberikan dampak yang besar dalam
sistem, mempengaruhi performa sistem, biaya, kebutuhan pemeliharaan,
kehandalan hingga desain PLTS itu sendiri. Oleh karena itu sangat penting untuk
mempelajari dan memahami peran baterai dalam pengoperasian sistem PLTS.
Parameter utama baterai adalah kapasitas dan tegangan baterai, perawatan baterai
serta umur penggunaan baterai. Semua itu ditentukan dari awal pemilihan jenis
baterai dan juga bagaimana baterai itu digunakan dalam sistem.
Dengan

perkembangan

jaman,

teknologi

pada

baterai

juga

ikut

berkembang. Baterai lead acid atau asam timbal sudah mulai tidak sesuai untuk
digunakan dalam sistem PLTS karena kapasitasnya penyimpanan energinya yang
sulit dikembangkan lagi, maka bermunculan teknologi baterai baru, salah satunya
menggunakan senyawa lithium yang menawarkan kapasitas penyimpanan dua kali

lipat dari baterai lead acid dan bahkan lebih besar karena jenis baterai ini dapat
dikembangkan lebih jauh lagi.
Alasan keamanan dan biaya adalah salah satu penghambat penggunaan
baterai lithium kapasitas besar, selain itu kejadian bermasalahnya baterai lithium
pesawat Boeing 787 dreamliner pada Januari 2014 juga menambah ketakutan
masyarakat untuk menggunakan baterai lithium kapasitas besar. Tetapi hambatan
hambatan diatas sudah mulai teratasi satu persatu, contohnya salah satu
perusahaan start up bernama Seeo telah mengembangkan baterai lithium jenis
baru yang memiliki faktor keamanan dan kapasitas penyimpanan energi lebih baik
menggunakan teknologi lithium kering.
Oleh karena itu, penggunaan jenis baterai ini dalam sistem PLTS sangat
menjanjikan, karena selain memiliki kapasitas penyimpanan energi listrik yang lebih
besar atau kepadatan energinya besar, umur penggunaannya juga lebih lama,
sehingga dapat menaikkan efisiensi dari sistem PLTS secara keseluruhan.

1.2.

TUJUAN
Tujuan seminar ini adalah mengetahui kelebihan dari baterai jenis lithium

dibandingkan jenis lead acid dalam aplikasinya sebagai penyimpanan energi listrik
pada PLTS.

1.3.

MANFAAT PENELITIAN
Dengan mempelajari baterai lithium sebagai penyimpanan energi surya

diharapkan dapat menambah wawasan semua pihak serta menjadi sarana bagi
mahasiswa agar dapat menerapkan keilmuan yang didapat selama ini.

1.4.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang

akan dibahas di seminar ini adalah :

1.5.

1.

Bagaimana teknologi baterai lithium yang digunakan dalam PLTS

2.

Apa saja kelebihan baterai lithium

BATASAN MASALAH
Pada seminar ini, masalah yang diangkat terlalu luas bila dibahas

menyeluruh, karena terdapat materi elektrokimia yang bukan merupakan fokus


pembahasan. Maka permasalahan yang dibahas dibatasi sebagai berikut :
1. Kelebihan dari baterai lithium dibandingkan baterai lead acid
2. Penggunaan baterai lithium dalam PLTS
3. Dalam Seminar ini tidak membahas dan membandingkan merek
komponen komponen.

1.6.

METODE PENELITIAN
Metode yang dipergunakan dalam penyusunan seminar ini adalah sebagai

berikut:
1.

Studi literatur
Mengambil bahan dari buku-buku referensi, jurnal, majalah dan
sumber literatur yang berhubungan dengan seminar ini.

2.

Studi Bimbingan
Diskusi berupa tanya jawab dengan dosen pembimbing yang telah
ditunjuk oleh pihak jurusan Teknik Elektro STT-PLN mengenai
masalah-masalah yang timbul selama penulisan
berlangsung.

seminar ini