Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENGECATAN

(MOBIL SUZUKI CARRY PINTU DEPAN BAGIAN KIRI)

I. PENDAHULUAN
Cat merupakan suatu produk yang berfungsi untuk melindungi atau protektif dan
memperindah atau dekoratif berbagi objek. Objek tersebut mulai dari logam, kayu,
tembok,kertas,plastik, polimer dan kanvas. Suatu objek atau produk dapat memiliki nilai
lebih jika produk tersebut memiliki keindahan dari segi warna, untuk menciptakan keindahan
warna tersebut maka digunakan cat. Cat juga dapat memperpanjang usia dari suatu produk
karena cat memiliki sipat melindungi dari pengaruh lingkungan seperti suhu dan korosi.
Dalam dunia otomotif, cat digunakan pada berbagai jenis kendaraan.
Cat pada mobil selain sebagai pelindung dan dekoratif juga dibutuhkan daya kilap
cat karena semakin mengkilap cat pada suatu mobil maka semakin mahal harga jualnya.
Tingkat kekerasan hasil pengecatan dapat melindungi mobil dari goresan. Cat digunakan
dalam berbagai bidang kehidupan untuk memperindah dan melindungi suatu objek. Objek
tersebut dapat berupa logam,kayu,batu, tembok, kertas, kain dan jenis bahan lainnya.
Pengunaan cat dimasyarakat sudah tidak asing lagi, namun tidak semua orang mengetahui
bagaimana cat itu dibuat dan bahannya apa. Cat bahkan telah dikenal sejak zaman prasejarah
ini terbukti dari bentuk lukisan pada dinding goa yang merupakan peninggalan zaman
prasejarah. Pada zaman prasejarah cat dibuat dari bahan bahan alami seperti dari kulit kayu,
getah, daun dan lain lain.
Mobil yang digunakan sehari-hari, tidakakan terbebas dari panasnya sinar matahari,
polusi udara, dan debu atau partikel-partikel kasar yang bersifat tmengikis. Partikel-partikel
kasar itu merupakan musuh utama cat mobil anda.Selain itu factor lingkungan yang merusak,
termasuk sinar ultra violet dan ditergen juga ikut andil dalam memudarkan cat mobil,
termasuk jenis cat mobil metalik sekalipun.Namun banyak orang belum menyadari bahwa
menggunakan obat oles sembarang dapat mengurangi usia cat bahkan merusaknya.

II. LANGKAH-LANGKAH PENGECATAN

a. Persiapan Peralatan Pengecatan


Sebelum melakukan pengecatan ,maka diperlukan persiapan peralatan-peralatan yang
diperlukan selama proses pengecatan dari awal hingga akhir. Berikut ini beberapa bahan dan
peralatan yang diperlukan selama proses pengecatan :

Alat las
Kompresor
Spray gun
Alat K3
Amplas
Cat
Dempul
Epoxy
Clear
Koran
Perekat

b. Persiapan permukaan
Pintu depan kiri mengalami kekeroposan serta kerusakan cat. Sehingga harus
dilakukan persiapan permukaan yang matang, diantaranya melepas lapisan cat lama serta
memperbaiki bagian pintu yang keropos. Adapun caranya yaitu membuang bagian pintu yang
keropos kemudian mengganti dengan plat logam yang baru kemudian dilas . Di samping itu
membentuk kembali permukaan plat logam baru menyerupai bentuk awal permukaan.
Sehabis dibentuk kembali maka permukaan dibersihkan untuk melakukan proses selanjutnya.
Permukaan dicuci bersih sehingga bebas dari kotoran yang menempel maupun minyak dan
oli.

c. Pendempulan (Putty)

Pendempulan dilakukan apabila permukaan yang mau dicat tidak rata, maka untuk membuat
permukaan rata dilakukan pendempulan. Diharapkan setelah dilakukan pendempulan
permukaan akan rata. Adapun kandungan dempul terdiri dari dempul dan harderner, dengan
perbandingan 1: 0.25. Apabila terlalu banyak hardener maka dempul akan keras sehingga
membuat sulit proses pengamplasan.
d. Pengamplasan
Setelah dilakukan pendempulan maka harus dilakukan pengamplasan agar permukaan
menjadi halus dan rata. Mengamplas permukaan harus menggunakan teknik yang benar serta
memperhatikan dari bidang yang mau diamplas. Mengamplas harus menggunakan no apmlas
yang sesuai bisa dimulai dari apmlas no 80 kemudian 240 kemudian 500 kemudian 1000 dan
terakhir bisa menggunakan amplas 2000. Agar lebih mudah proses mengamplas bisa
menggunakan tambahan air . Untuk mendapatkan hasil amplas yang bagus bisa mengeceknya
dengan menggosokan tangan untuk mengetahui kerataan permukaan.
e. Masking
Sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya, maka diperlukan proses masking. Yaitu
penutupan bagian kendaraan agar tidak terkena semprotan cat agar tidak rusak misal kaca ,
gagang pintu, interior seperti dashboard maupun jok. Masking dilakukan dengan menutupnya
menggunakan kertas atau koran bekas dengan direkatkan dengan perekat.
f. Aplikasi Epoxy
Setelah proses pengamplasan dianggap selesai, permukaan sudah rata dan halus ,maka
proses selanjutnya adalah aplikasi epoxy. Sebelum melakukan aplikasi epoxy pastikan
permukaan yang mau diepoxy sudah bersih bebas dari kotoran yang menempel. Siapkan
spary gun kemudian atur : jumlah udara,fuida ,dan main jet untuk mendapatkan hasil
pengecatan yang maksimal. Saat penyemprotan epoxy arah spray gun harus tegak lurus
dengan bidang. Dengan jarak 25 cm dari permukaan. Selain itu harus menggunakan teknik
overlaping (tumpang tindih) agar warna yang dihasilkan seragam. Overlaping bisa
menggunakan overlaping 1/3 atau .

g. Aplikasi Top Coat


Setelah epoxy maka langkah selanjutnya adalah aplikasi top coat, dimana ini lah
lapisan yang akan memberikan warna akhir pada permukaan yang mau dicat. Adapun
perbandingan nya adalah cat : thiner 1: 1,5 aduk hingga merata. Untuk pengaplikasiannya
menggunakan spray gun sama dengan waktu aplikasi epoxy. Usahakan apabila ingin
mengecat banyak panel ada bagusnya untuk pencampuran dilakukan sekaligus agar tidak ada
perbedaan warna antar panel.
h. Aplikasi Clear
Setelah aplikasi top coat , maka selanjutnya adalah aplikasi clear. Clear ini merupakan
lapisan pelindung cat agar cat tidak mudah rusak akibat cuaca maupun goresan. Sehingga
fungsinya adalah memberikan perlindungan pada cat kendaraan. Aplikasi clear sama dengan
aplikasi top coat dan epoxy. Namun hanya berbeda pada perbandingan. Yaitu clear : hardener:
thinner 1: 0.25:0.35.

KRITIK DAN SARAN PRAKTIKUM PENGECATAN :

1. Untuk dosen pengampu mata kuliah praktik agar bisa ikut mendampingi praktikum, tidak
hanya dititipkan ke asisten . Apalagi dengan alasan sibuk atau ada jadwal kuliah, ada baiknya
kalau tidak bisa diberi amanah tersebut untuk mengampu praktik bisa diberikan ke dosen
yang lain sekiranya bisa melaksanakan praktik dengan baik . Karena selama ini kesan dari
praktik ini dibiarkan saja.
2. Alokasi waktu praktikum. Ada bagusnya untuk meninjau ulang kebijakan jadwal praktik
serta mendengar saran dari mahasiswa. Jangan hanya menuruti kemauan sendiri dalam
pembuatan jadwal karena belum tentu yang menetapkan jadwal semacam blok tahu benar
kondisi yang terjadi dilapangan. Seperti kasus praktik Chasis yang sampai UAS belum selesai
sehingga justru merugikan mahasiswa itu sendiri harus praktik di sela-sela ujian akhir .
3. Arah praktikum jelas. Harus adanya sinkronisasi mata kuliah dengan aktualisasi di
praktikum. Jangan hanya praktik sebagai pengimpas kewajiban saja dan tidak ada tanggung
jawab moral terhadap masyarakat dan orang tua. Sehingga ada beban moral dari pihak
kampus/ universitas, setelah praktik ini mahasiswa bisa apa? Bisa diterima di dunia kerja
tidak dengan skill praktik seperti ini? Harusnya timbul pertanyaan itu dikalangan pengampu
kewenangan .
4. Selalu dengarkan saran masukan mahasiswa. Karena mahasiswalah yang merasakan dan
mengetahui keadaan dilapangan. Tidak hanya menuruti ego masing-masing. Karena kita
sudah melaksanakan kewajiban kita membayar kuliah dan kita hanya minta hak kita
menerima perkuliahan dengan baik .