Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TUTORIAL

Skenario 2

Blok Okupasi dan


Keselamatan Kerja

Adhi Marfitra
61113047

FAKULTAS KEDOKTERAN
Angkatan 2013

UNIVERSITAS BATAM

Skenario 2
AKIBAT LEDAKAN DITEMPAT KERJA
Tuan Hendra, seorang pekerja pabrik pria berusia 38 tahun merupakan korban
sebuah ledakan ditempat kerja. Ia dating ke klinik lima hari setelah terjadi ledakan
dengan keluhan pendengaran berkurang pada kedua telinga dan tinnitus pada telinga
kiri. Keluhan ini muncul segera setelah ledakan. Pada pemeriksaan telinga, tampak
ada perforasi kecil pada membrane timpani telinga kiri. Audiometri nada murni
memberikan hasil adanya tuli yang berat pada kedua telinga. Timpanometri rata pada
telinga kiri. Dari pemeriksaan 2,5 bulan kemudian terjadi penyembuhan perforasi dan
pendengaran kembali menjadi normal, apa yang terjadi pada kasus ini ? dan
bagaimana pencegahan anda sebagai dokter di suatu pabrik ?

Terminologi Asing
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tinnitus
Perforasi
Membrane timpani
Audiometri
Tuli
Timpanometri
Penejelasan:

1. Tinnitus
Tinnitus adalah bunyi atau dengungan pada telinga. Kondisi ini bukanlah
penyakit, melainkan gejala dari penyakit tertentu. Contohnya cedera telinga,
masalah pada sistem sirkulasi tubuh, atau kehilangan pendengaran yang
muncul seiring bertambahnya usia.
2. Perforasi
Perforasi adalah suatu keadaan dimana ditemukan lubang pada gendang
telinga.
3. Membrane timpani
Membran timpani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan
telinga luar dan telinga tengah. Membran timpani bentuknya mirip dengan
gendang sehingga biasa disebut gendang telinga. Fungsi membran ini sangat
penting dalam proses mendengar.
4. Audiometri
Audiometri adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui
tingkat/ambang batas pendengaran seseorang dan jenis gangguannya bila ada.
Pemeriksaan dilakukan dengan memakai alat audiogram nada murni di dalam
ruang kedap suara
5. Tuli
Tuli adalah penurunan fungsi pendengaran yang sangat berat yang bisa
disebabkan oleh suatu masalah mekanis di dalam saluran telinga atau di dalam
telinga tengah yang menghalangi penghantaran suara (penurunan fungsi
pendengaran konduktif)

6. Timpanometri
Timpanometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi
telinga bagian tengah meliputi kelenturan gendang telinga serta fleksibilitas
tulang pendengaran dengan diberikannya variasi tekanan udara melalui lubang
telinga.

Rumusan Masalah
1. Apa indikasi kemungkinan terjadi kurangnya pendengaran dan tinnitus pada Tuan
Hendra?
2. Bagaimana hubungan anatara keluhan utama pada Tuan Hendra terhadap kejadian
ledakan ditempat kerjanya?
3. Bagaimana interpretasi terdapatnya perforasi kecil pada membrane timpani kiri
Tuan Hendra?
4. Bagaimana interpetasi hasil pemeriksaan audiometrri Tuan Hendra?
5. Bagaimana interpretasi pemeriksaan timpanometri Tuan Hendra?
6. Kenapa setelah 2,5 bulan perforasi mengalami penyembuhan?
7. Bagaimana penatalaksanaan secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative
pada kasus ini?

Analisa Masalah
1. A

Sistematik Skema

Ny. Miranda 32 Th

Operator
pembukuan

Ideal

Produktivitas

Tidak Ideal

Meja lebih tinggi

Ergonomi

Selama 3 bulan

Menonton

Leher menekuk
kedepan

Tonus otot

Pergelangan
tangan menumpu
pada meja

Posisi duduk
miring ke kiri

Lengan kanan
menjauhi meja dan
diangkat

Spasme

Gangguan nervus
medianus

Menonton terus
menerus

Nyeri

Baal pada jari


tangan

Letih disertai
keram

Letih
Kaku

Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang anatomi dan fisiologi
organ pendengaran
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang nilai ambang batas
kebisingan
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang peraturan pemerintah
yang berkaitan dengan kebisingan dan kecelakaan kerja
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang macam-macam tuli
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang klasifikasi kurang
pendengaran akibat bising (KPAB)
6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang epidemiologi kurang
pendengaran akibat bising (KPAB)
7. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang patofisiologi
perforasi membrane timpani dan tinnitus akibat ledakan
8. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang penanganan yang
meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative

1. ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN PENDENGARAN


2. NILAI AMBANG BATAS KEBISINGAN
3. TENTANG PERATURAN PEMERINTAH YANG BERKAITAN
DENGAN KEBISINGAN DAN KECELAKAAN KERJA
4. MACAM-MACAM TULI
5. KLASIFIKASI KURANG PENDENGARAN AKIBAT BISING (KPAB)
6. EPIDEMIOLOGI KURANG PENDENGARAN AKIBAT BISING
(KPAB)
7. PATOFISIOLOGI PERFORASI MEMBRANE TIMPANI DAN
TINNITUS AKIBAT LEDAKAN
8. PENANGANAN YANG MELIPUTI PROMOTIF, PREVENTIF,
KURATIF DAN REHABILITATIVE

Referensi

Harrington JM, Gill. 2005. Buku Saku Kesehatan Kerja. EGC : Jakarta ,
Ganong, W.F. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.EGC : Jakarta
Guyton AC, Hall JE. 2006. Textbook of Medical Physiology. 11st ed.
Pennsylvania: Elsevier Saunder.
Pusat Kesehatan Kerja Departemen Kesehatan RI
Himpunan Peraturan Perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
2000. Ditjen Pembinaan Hubungan
Industrial
dan
Pengawasan
Ketenagakerjaan Depnakertrans RI. Jakarta.