Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Hipertensi

Sub pokok bahasan

: Hipertensi dan dampaknya pada kehamilan

Sasaran

: Masyarakat wilayah kerja puskesmas Sooko

Hari/Tanggal

: jumat, 21 Oktober 2013

Waktu

: 30 menit

Tempat

: Puskesmas Sooko

A. Tujuan Penyuluhan
1.

Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi di harapkan masyarakat
mampu mengidentifikasi tentang penyakit dan sebab Hipertensi serta dampak hipertensi
pada kehamilan.

2.

Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan 1x30 menit diharapkan masyarakat dapat :
a.

Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi,

b.

Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi

c.

Menjelaskan tentang gejala Hipertensi

d.

Menjelaskan tentang bahaya Hipertensi

e.

Menjelaskan tentang cara pencegahan Hipertensi

f.

Menjelaskan dampak hipertensi pada kehamilan

B. Persiapan
1. Materi penyuluhan
2. Tempat penyuluhan
3. Sasaran
C. Sasaran
Ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sooko

D. Metode yang dilakukan


1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
E. media yang digunakan
SAP dan leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
N

Waktu

o
1 5 menit

Tahap

Kegiatan peyuluhan

Kegiatan peserta

Pembukaan - Memperkenalkan diri-

Menyambut salam
dan mendengarkan

- Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan

Mendengarkan

Mendengarkan

penyuluhan yang akan -

Mendengarkan

- Melakukan kontrak
waktu
- Menyebutkan materi

2 20 menit

Isi

diberikan
- Menggali

pengetahuan/

Mendengarkan dan
memperhatikan

pengalaman
masyarakat:

pengertian
Hipertensi,

penyebab
Hipertensi

gejala Hipertensi

bahaya
Hipertensi

cara pencegahan

Mendengarkan dan
memperhatikan

Hipertensi

dampak hipertensi
pada kehamilan

- Memberikan
kesempatan kepada
masyarakat untuk
bertanya tentang

materi yang diberikan

Bertanya dan
memperhatikan

- Memberikan
jawaban/penjelasan
dari pertanyaan yang
diajukan
3 5 menit

Penutup

- Menyatakan kegiatan telah selesai

Mendengarkan dan
memperhatikan
Mendengarkan dan
membalas salam

- Mengucapkan terima
kasih

kepada

masyarakat
- Mengucapkan salam
sebagai penutup acara
G.

Evaluasi

1.

Evaluasi struktur

2.

Evaluasi proses

3.

Peserta hadir di lapangan puskesmas belimbing


Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan.

masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan


masyarakat mendengarkan penyuluhan dengan seksama
masyarakat mengajukan pertanyaan
Evaluasi hasil

H.

Msyarakat dapat menyebutkan pengertian hipertensi


Masyarakat dapat menyebutkan dampak hipertensi pada kehamilan
Pelaksana :
DIAN AYU K
DUWI ENDANG
EKA NOVITA SARI
FIRA ROHMATUL
FITRIA ROSIDA

H.

Tugas pelaksana

Memimpin pelaksanaan penyuluhan, motivasi anggota untuk mengikuti penyuluhan dengan


tertib dan semangat.
Memberikan materi penyuluhan dan melakukan demonstrasi
Memfasilitasi jalannya penyuluhan
Memberikan bimbingan sehingga penyuluhan berjalan dengan lancar.
Mengamati kegiatan penyuluhan
I.

Referensi

Cuningham, F. Gary.Dkk. 2005. Obstetri Williams. Jakarta : EGC


Hidayat, A. Aziz Alimul. 2007. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta:
Salemba Medika
Machfoedz, Eko Suryani. 2009. Pendidikan Kesehatan Bagian Dari Promosi Kesehatan.
Yogyakarta: Firamaya
Manuaba, I.A Candradinata.Dkk. 2008 . Gawat Darurat Obstetri Ginekologi Dan Obstetri
Ginekologi Social Untuk Profesi Bidan. Jakarta : EGC
Manuaba, I.B Gde. 2001. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB.
Jakarta : EGC

Mochtar, Rustam. 2007. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC

LAMPIRAN MATERI
A.

Pengertian hipertensi
Hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah

tekanan darah secara terus menerus mengalami peningkatan sehingga melebihi batas normal.
Yaitu sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg.
Ada dua jenis hipertensi:

Hipertensi primer/esensial di mana tidak ada hal spesifik yang menjadi penyebabnya.
Sekitar 90-95% hipertensi adalah jenis ini.

Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh kelainan atau penyakit lain,
misalnya karena stress, sakit ginjal, preeklamsia, atau apnea (sesak napas saat tidur).

Berbagai studi menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko kematian dan penyakit.
Bila tidak dilakukan penanganan, sekitar 70% pasien hipertensi kronis akan meninggal karena
jantung koroner atau gagal jantung, 15% terkena kerusakan jaringan otak, dan 10% mengalami
gagal ginjal.
Tingkatan hipertensi dari yang ringan sampai dengan tingkatan sangat tinggi :
1.

Stadium 1 (Hipertensi Ringan)

Fase konstraksi / sistolik 140-159 mmhg, Fase relaksasi diastolik 90-99 mmhg
2.

Stadium 2 (Hipertensi Sedang)

Fase konstraksi / sistolik 160-179 mmhg, Fase relaksasi diastolik 100-109 mmhg
3.

Stadium 3 (Hipertensi Berat)

Fase konstraksi / sistolik 180-209 mmhg, Fase relaksasi diastolik 110-119 mmhg
4.

Stadium 4 (Hipertensi Maligna)

Fase konstraksi / sistolik 210 mmhg atau lebih, Fase relaksasi diastolik 120 mmhg atau lebih
B.

Tanda atau gejala hipertensi


Hipertensi primer biasanya tidak menimbulkan gejala sampai setelah menahun. Penemuan

hipertensi biasanya terjadi pada saat pemeriksaan rutin atau kunjungan ke dokter. Beberapa
gejala hipertensi primer yang mungkin dirasakan:

Sakit kepala, biasanya di pagi hari sewaktu bangun tidur

Bingung

Bising (bunyi nging) di telinga

Jantung berdebar-debar

Penglihatan kabur

Mimisan

Hematuria (darah dalam urin)

Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi

Hipertensi sekunder menunjukkan gejala yang sama, dengan sedikit perbedaan yaitu tekanan
darah biasanya turun bila pengukuran dilakukan pada posisi berdiri.
Hal yang menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi, antara lain :
a.

Faktor genetik atau keturunan

Faktor keturunan memang selalu memainkan peranan penting dari timbulnya suatu penyakit
yang dibawa oleh gen keluarga. Bila salah satu anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan
darah tinggi, maka anak pun memiliki resiko yang sama dan bahkan resiko tersebut lebih besar
dibanding yang diturunkan oleh gen orang tua.
b.

Usia

Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya usia maka tekanan
darah pun akan semakin meningkat. Namun usia yang semakin tua pun tekanan darah dapat
dikendalikan dengan tetap menjaga pola asupan makan, rajin berolahraga dan melakukan
pemeriksaan rutin tekanan darah.
c.

Garam

Garam mempunyai peluang yang sangat besar dalam meningkatan tekanan darah secara cepat.
Ditambah pada mereka yang sebelumnya memiliki riwayat terhadap penyakit diabetes, hipertensi
ringan dan mereka yang berusia diataas 45 tahun.
d.

Kolesterol

Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih yang tertimbun pada dinding pembuluh darah.
Pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan
mengakibatkan tekanan darah pun meningkat.
e.

Obesitas/kegemukan

Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan merupakan peluang besar
terserang penyakit hipertensi.
f.

Stress

Stress dapat memicu suatu homron dalam tubuh yang mengendalikan pikirang seserang. Jika
mengalami stress hal tersebut dapat mengakibatkan tekanan darah semakin tinggi dan meningkat,
tak hanya itu mampu mempengaruhi mood atau perasaan seseorang terhadap suatu emosi jiwa.
g.

Rokok

Kandungan nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang terdapat pada rokok juga
memberikan peluang besar seseorang menderita hipertensi terutama pada mereka yang termasuk
dalam perokok aktif. Tak hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke
dalam tubuh akan meningkatkan resiko pada penyakit diabetes mellitus, serangan jantung dan
stroke.
h.

Kafein

Kafein banyak terdapat pada kopi,teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh jika dikonsumsi
melebihi batasan normal dalam penyajian akan mengakibatkan hipertensi. sebenarnya kopi
memiliki manfaat yang baik bagi tubuh terutama bagi pria dewasa dalam hormon seksualnya,
begitu pula dengan teh mengandung antioksidan yang sangat baik dan diperlukan oleh tubuh.
Untuk itu batasi asupan minum kopi dan teh minimal 1 cangkir = 100ml.
i.

Minuman beralkohol

Minuman beralkohol seperti bir, wiski, minuman yang dibuat dari ragi, tuak dsb. Minuman
alkohol ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
j.

Kurang olahraga

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan pasokan darah maupun
oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan tekanan darah. Dengan melakukan olahraga
teratur sesuai dengan kemampuan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
Cara mengurangi resiko hiperensi :
1.

2.

Jalani pola atau gaya hidup yang lebih sehat:

Berhenti merokok

Mengurangi berat badan (bila kegemukan)

Mengurangi konsumsi garam sehingga asupan sodium kurang dari 100 mmol/hari

Melakukan olah raga 30-45 menit per hari.

bila Anda menderita diabetes, jaga kondisi agar kadar gula darah terkendali
Dengan bantuan obat-obatan, usahakan untuk mengendalikan tekanan darah tidak lebih

dari 140/90 mmHg (atau 135/85 mmHg bila menderita diabetes). Ada tiga kategori umum obat
antihipertensi, yaitu yang berfungsi mengurangi volume darah (diuretic), menekan resistensi
pembuluh darah (vasodilator) dan mengurangi kerja jantung (cardioinhibitory).
C. Hipertensi dalam kehamilan
hipertensi dalam masa hamil adalah :
1. Kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah yang angkanya di atas 30-20 mmHg
jika dihitung dari nilai sebelum wanita hamil atau dikenal dengan istilah nilai transver
pertama
2. Kondisi dimana nilai tekanan darah absolute pada ibu melebihi angka 140/90 mmHg
dalam setiap tingkatan atau stadium kehamilan.
Dalam dunia medis, hipertensi dalam kehamilan bisa diklasidikasikan atas empat jenis yakni:
1.

Hipertensi kronik. Yakni kondisi yang muncul sebelum hamil atau ada di saat umur

kehamilan belum masuk ke dalam minggu ke-20.

2.

Hipertensi Gestasional. Merupakan jenis hipertensi yang muncul setelah umur kehamilan

mencapai usia minggu ke 20 atau juga pada awal masa nifas namun tidak disertai dengan
preeklamsia. Kondisi tersebut tak lain adalah hipertensi kronis yang tak terlihat dan berpotensi
muncul lagi pada kehamilan wanita yang berikutnya.
3.

Hipertensi Pre-eklampsi. Adalah jenis hipertensi yang muncul di usia lebih

dari 20 minggu dan kehadirannya disertai dengan edema juga protenuria.


Tanda dan gejala preeklamsia :
1)
2)

Bengkak pada kaki dan tangan


Protein pada urine : secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif

positif 2 (+2).
3)

Hipertensi : yaitu hipertensi yang terjadi karena kehamilan (tidak punya riwayat hipertensi,

baru mengalami hipertensi setelah 20minggu kehamilan)


4)

Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.

5)

Nyeri perut.

6)

Sakit kepala yang berat.

7)

Perubahan pada refleks.

8)
Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
9) Ada darah pada air kencing.
10) Pusing.
11) Mual dan muntah yang berlebihan.
4.

Jenis hipertensi yang terakhir adalah pre-eklampsi superimpose yakni gejala yang diderita

ibu hamil dengan hipertensi kronik namun disertai dengan penyakit ginjal.
Jika hipertensi tidak ditanggulangi secara benar ibu bisa berujung pada nyawa ibu dan
bayinya. Untuk menentukan penanganan yang tepat, harus melalui pemeriksaan dokter terlebih
dahulu sebab tidak semua hipertensi dalam kehamilan memerlukan penanganan yang sama.