Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

SPESIALIT DAN ALAT KESEHATAN

ALAT ALAT KESEHATAN

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK VI / KELAS VB
FATRIAWATI
FHATAN ALFHAD
FITRAH NUR INDAH
IRAYANA
KHAERUNNISA

F.14.045
F.14.046
F.14.050
F.14.067
F.14.075

DIPLOMA-III AKADEMI FARMASI BINA HUSADA


KENDARI
2016

KATA PENGANTAR


Asalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
rahmat dan hidayahnya sehingga kita masi diberi kesempatan, kekuatan serta
kesehatan untuk menyelesaikan MAKALAH ALAT KESEHATAN ini tepat
waktu. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad
SAW karena berkat perjuangan beliaulah sehingga kita dapat merasakan indahnya
islam, iman, dan ikhlas.
Ucapan terima kasih tak lupa kami hanturkan kepada seluruh pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca, khususnya pada kami. Serta kami selaku penulis
menyadari sepenuhnya bahwa penyajian laporan ini masih minim serta jauh dari
kesempurnaan. Oeh karena itu, kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca. Agar makalah ini ini dapat bermanfaat dengan baik.

Kendari, Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar....................................................................................i

Daftar Isi..................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................................4
B.Rumusan masalah ................................................................................................4
C.Tujuan..........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengrtian Alat Kesehatan ..................................................................5
B.Penggolongan Alat Kesehatan ............................................................................6
C. Fungsi dan Cara Penggunaan Alat Kesehatan....................................................8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................15
B. Saran15
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Alat kesehatan meliputi barang, instrumen atau alat lain yang
termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapannya yang diproduksi,
dijual atau dimaksudkan untuk digunakan dalam pemeliharaan dan
perawatan, diagnosis, pemulihan, perbaikan, penyembuhan dan lain-lain
(Hartono, 1985). Semua alat kesehatan yang kontak langsung dengan pasien
dapat menjadi sumber infeksi. Oleh karena itu, persediaan dari barang steril
cukup memainkan peran penting dalam mengurangi penyebaran penyakit
dalam pelayanan kesehatan.
Alat kesehatan meliputi barang, instrumen atau alat lain yang
termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapannya yang diproduksi,
dijual atau dimaksudkan untuk digunakan dalam pemeliharaan dan
perawatan, diagnosis, pemulihan, perbaikan, penyembuhan dan lain-lain.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian alat kesehatan?
2. Bagaimana penggolongan alat kesehatan?
3. Bagaimana fungsi dan cara penggunaan alat-alat kesehatan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian alat kesehatan
2. Untuk mengetahui penggolongan alat kesehatan
3. Untuk mengetahui fungsi dan cara penggunaan alat-alat kesehatan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alat Kesehatan
Permenkes RI No.220/Men.Kes/Per/IX/1976 Tgl. 6 seperti 1976:
Alkes adalah barang, instrumen, aparatus atau alat termasuk tiap komponen,

bagian atau perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau dimaksud untuk


digunakan dalam:
1. Pemeliharaan dan

perawatan

kesehatan,

diagnosa,

penyembuhan,

pencegah penyakit, kelainan keadaan badan atau gejalanya pada manusia.


2. Pemulihan, perbaikan atau perubahan fungsi badan atau struktur badan
manusia.
3. Diagnosa kehamilan pada manusia/ pemeliharaan selama hamil dan setelah
melahirkan termasuk pemeliharaan bayi.
4. Usaha mencegah kehamilan pada manusia dan yang tidak termasuk
golongan obat.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun
1998 Tentang Pengamanan Sediaan Farmasi Dan Alat Kesehatan, Alat
kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung
obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan
meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada
manusia dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
Alat kesehatan (UU RI no 36 Tahun 2009 tentang kesehatan) adalah
instrumen, aparatus, mesin, implant yang mengandung obat, yang digunakan
untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan penyakit,
merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau
untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh
B. Penggolongan Alat Kesehatan
1. Penggolongan Berdasarkan Fungsi
a. Peralatan medis
Instrumen atau perlengkapan, seperti X-Ray, ECG, MRI, CT, USG
Utensilen, seperti pembalut, sputum-pot, urinal, pispot.
b. Peralatan non medis, seperti dapur, generator, keperluan cucian.
2. Penggolongan Berdasarkan Sifat Pemakaian
a. Peralatan yang habis dipakai (consumable), seperti spuit, plester kain
kassa.

b. Peralatan yang dapat digunakan terus-menerus, seperti termometer,


tensimeter, urinal, pispot.
3. Penggolongan Berdasarkan Kegunaan
a. Peralatan THT
b. Peralatan Bedah
c. Peralatan Gigi
d. Peralatan Radiologi dll.
4. Penggolongan Berdasarkan Umur Peralatan
a. Tidak memerlukan perawatan
Alkes satu kali pakai (disposible)
Alkes habis pakai (consumable)
Alkes dengan cost unit rendah, seperti alat suntik, termometer, pinset,
gunting.
b. Alat-alat yang penting, atau alat dengan waktu penyusutan lebih dari 5
tahun, seperti peralatan laboratorium, peralatan ruang bedah.
c. Alat-alat berat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun atau
dikaitkan dengan bangunan di mana alat itu ditempatkan,seperti alat Xray, alat sterilisasi, perlengkapan dapur, pencucian.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 116/SK/79, Alat kesehatan dapat digolongkan menjadi :
1.

preparat untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan

2.

Pestisida dan insektisida pembasi hama manusia dan binatang

piaraan
3.

alat kecantikan yang digunakan dalam salon kecantikan

4.

wadah dari plastik dan kaca untuk obat dan injeksi, juga karet tutup

botol infus
5.

peralatan obstetri dan hgynekologi

6.

pelalatan anestesi

7.

peralatan dan perlengkapan kedokteran gigi

8.

peralatan dan perlengkapan kedokteran THT

9.

peralatan dan perlengkapan kedokteran mata

Sebagai dasar pengenalan alat-alat kesehatan tidak semua golongan


alat diketengahkan, hanya alat-alat kesehatan yang ada di apotik dan sering
dipergunakan oleh pasien atau dipergunakan medis dan perawat di rumah
sakit.
C. Fungsi Dan Cara Penggunaan Alat-alat Kesehatan
1. Alat Ultrasound
Terapi ultrasound adalah metode pengobatan yang menggunakan
teknologi ultrasound atau gelombang suara untuk merangsang jaringan
tubuh yang mengalami kerusakan. Walaupun telah lama digunakan di
bidang kedokteran untuk berbagai tujuan, teknologi ultrasound lebih
dikenal sebagai alat pemeriksaan daripada sebagai alat terapi. Salah satu
keuntungan terapeutik dari ultrasound yang belum terlalu dikenal adalah
pengobatan cedera otot. Oleh karena itu, terapi ultrasound sering
digunakan dalam pengobatan muskuloskeletal dan cedera akibat olahraga.

2. Alat Electromyograph (EMG)

Elektromyogram (EMG) berfungsi untuk mengukur ketegangan


otot. Mesin ini digunakan untuk merehabilitasi pasien yang mengalami
kelumpuhan akibat terkena stroke. Bahkan ketika seseorang tidak lagi
memiliki sensasi pada anggota tubuh yang lumpuh dan tidak dapat
menggerakkannya, EMG seringkali dapat mendeteksi aktivitas listrik
dalam otot.
Mesin EMG menguatkan pancaran gelombang listrik dari anggota
tubuh yang lumpuh. Saat pasien menjadi sadar akan hal tersebut, sistem
sarafnya akan merangsang aktivitas otot. Hal ini akan membuat ujung
saraf baru dapat tumbuh pada otot yang dilakukan EMG tadi, sehingga
pasien dapat kembali melakukan beberapa gerakan. EMG lebih sering
digunakan untuk merelaksasi otot yang tegang yang disebabkan oleh stres.
Ketika elektroda menangkap otot yang tegang, mesin akan memberikan
sinyal, seperti cahaya yang berwarna atau suara

Cara kerjanya adalah dengan menempatkan dua elektroda (atau


sensor) di kulit pada otot yang akan dimonitor. Otot-otot yang paling
sering digunakan oleh praktisi biofeedback adalah frontalis (otot yang
berkerut di dahi anda), masseter (otot rahang), dan trapezium (otot-otot
bahu yang kaku ketika anda sedang stres).
3. Alat Spirometri
Spirometri merupakan suatu alat sederhana yang digunakan untuk
mengukur volume udara dalam paru. Alat ini juga dapat digunakan untuk
mengukur volume statik dan volume dinamik paru. Volume statik terdiri
atas volume tidal (VT), volume cadangan inspirasi (VCI), volume
cadangan ekspirasi (VCE), volume residu (VR), kapasitas vital (KV),
kapasitas vital paksa (KVP), kapasitas residu fungsional (KRF) dan
kapasitas paru total (KPT). Contoh volume dinamik adalah volume
ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) dan maximum voluntary ventilation
(MVV). Nilai normal setiap volume atau kapasitas paru dipengaruhi oleh
usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, ras dan bentuk tubuh.
Spirometri dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memonitor penyakit
yang berhubungan dengan penyakit paru dan jantung sehingga
pemeriksaan spirometri rutin digunakan di rumah sakit dengan pasien
penyakit paru dan atau jantung.

Beragam cara spirometri dapat dilakukan, bergantung pada jenis


peralatan yang digunakan. Namun, untuk tes FVC, pasien biasanya
diminta untuk menarik napas sedalam mungkin. Napas ini kemudian akan
dihembuskan secara paksa ke dalam corong mesin spirometri, yang
dilengkapi dengan sensor yang dapat mengukur volume udara yang
dihirup dan dihembuskan. Pasien akan diminta menghembuskan napas ke
sensor dalam waktu enam detik. Dokter kemudian akan meminta pasien
untuk menghirup udara dengan cepat untuk mengetahui keberadaan dan
menilai sejauh mana obstruksi saluran napas bagian atas.
Ada juga beberapa mesin spirometri yang membutuhkan pasien
untuk menghirup udara pelan-pelan dan menghembuskan napas ke dalam
sensor untuk mengukur volume tidal. Beberapa dokter menggunakan klip
penutup hidung yang terbuat dari bahan yang lembut dan lentur untuk
mencegah udara keluar melalui hidung pasien. Mesin juga dapat
dilengkapi dengan corong khusus untuk menyaring napas pasien dan
mencegah mikroorganisme menyebar.
4. Alat Endoscopi
Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan
endoskopi. Alat ini berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan

10

ke dalam tubuh, misalnya ke lambung, ke dalam sendi, atau ke rongga


tubuh lainnya. Di dalam pipa tersebut terdapat dua buah serat optik. Satu
untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung endoskop
terlihat jelas, sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar
gambar yang ditangkap oleh kamera. Di samping kedua serat optik
tersebut, terdapat satu buah bagian lagi yang bisa digunakan sebagai

saluran untuk pemberian obat dan untuk memasukkan atau mengisap


cairan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dipasangi alat-alat medis
seperti gunting kecil, sikat kecil, dll..
Manfaat Endoskopi:
a. mengetahui bagaimana keadaan bagian dalam saluran cerna (apakah
ada luka, daging tumbuh, kelainan bentuk saluran cerna, dll)
b. dapat digunakan untuk mengambil contoh jaringan bagian dalam
(biopsi) guna pemeriksaan.
Endoskopi dapat digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, antara lain:
a. saluran cerna(gastrokopi)
b. usus besar (kolonoskopi)
c. rongga perut atau rongga di luar usus(peritoneoskopi atau laparoskopi)

11

5. Alat X-ray
Seperti semua jenis tes kesehatan, X-ray sebaiknya hanya
dilakukan untuk membantu dalam diagnosis medis seseorang, agar tidak
menimbulkan resiko yang justru membahayakan bagi kesehatan. Beberapa
manfaat Sinar X dalam dunia kesehatan, antara lain :
1. Sinar-X digunakan sebagai alat untuk menyelidiki penyebab dan gejala
pada penyakit pasien / mendiagnosa suatu penyakit.
2. Dapat membantu mengkonfirmasi ada atau tidaknya suatu penyakit atau
cedera pada seorang pasien.
3. Sebagai radioterapi untuk membunuh sel-sel tumor dan kanker.
4. Mensterilkan peralatan medi

6. Alat Pelvimetri
Pelvimetri adalah teknik untuk dapat memperlihatkan bentuk dan
ukuran pelvic dari ibu dan membandingkan ukuran kepala janin
dengan tulang pelvic dari si ibu. Prosedur ini dilakukan untuk menentukan
12

apakah diameter pelvic si ibu memadai untuk melahirkan secara normal


atau perlu dibantu untuk melakukan pebedahan perut dalam proses
melahirkan. Cara melakukan pelvimetri klinis terbagi dua yaitu
pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam.
Pelvimetri luar artinya tidak banyak kecuali untuk pengukuran
pintu bawah panggul dan pada beberapa keadaan klinis seperti psnggul
miring. Pemeriksaan ini dapat menentukan secara besar jenis, bentuk, dan
ukuran-ukuran panggul apabila dikombinasikan dengan pemeriksaan
dalam.
Pelvimetri dalam artinya pemeriksaan yang diukur secara langsung
adalah konjugata diagonalis. Cara mengukur konjugata diagonalis adalah
jari tengah dan telunjuk tangan kanan dimasukkan kedalam vagina untuk
meraba promontorium. Jari telunjuk tangan kiri meadai sejauh mana
masuk tangan kanan dan kemudian diukur dengan penggrais saat tangan
dikelurkan
7. Alat Cranioplats
Cranioplasty adalah memperbaiki kerusakan tulang kepala dengan
menggunakan bahan plastic atau metal plate.

13

8. Alat Perineorraphy set


Perineorraphy set atau yang biasa disebut dengan partus set
merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk menolong proses
persalinan. Masing-masing alat memiliki peranan atau fungsi tersendiri
dalam tindakan membantu persalinan penjelasannya sebagai berikut ini:
a. Instrumen bank: berukuran sedang dan mempunyai tutup biasanya
digunakan untuk menyimpan alat partus atau instumen
b. Pinset chirurgis: sebagai pemegang benda kecil atau memegang
c.
d.
e.
f.

jaringan saat menjahit


Pinset anatomis: untuk menjepit jaringan yang mudah merobek
Gunting episiotomi: untuk melakukan pengguntingan perineum
Gunting tali pusat: untuk menggunting tali pusat saat persalinan
Pean lurus atau pean bengkok: untuk mengklem tali pusat saat akan

dilakukan pengguntingan tali puast


g. Needle holder: alat untuk memegang jarum saat penjahitan perineum
h. Setengah kocher: alat untuk memecahkan selaput ketuban
i. Klem tali pusat: untuk mengikat tali pusat

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Alat kesehatan (UU RI no 36 Tahun 2009 tentang kesehatan) adalah
instrumen, aparatus, mesin, implant yang mengandung obat, yang

14

digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan


meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan
kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur dan
memperbaiki fungsi tubuh.
2. Penggolongan alat kesehatan dibagi menjadi:
a. Penggolongan Berdasarkan Fungsi
b. Penggolongan Berdasarkan Sifat Pemakaian
c. Penggolongan Berdasarkan Kegunaan
d. Penggolongan Berdasarkan Umur Peralatan
B. Saran
Pembuatan makalah ini masih jauh dari tingkat kesempurnaan,
oleh karena itu saran dan kritik dari berbagai pihak sangat kami harapkan
demi perbaikan makalah kami selanjutnya dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

DAFTAR PUSTAKA
Mulyanto, DKK., 2014, Alat-Alat Kesehatan, Poltekkes Kemenkes : Semarang
Budinungsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Yulaelawati, Ella. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi, Teori dan
Aplikasi. Jakarta: Pakar Raya.

15

http://www.materikesehatan.com/2015/04/contoh-makalah-alat-kesehatan.html
diakses 6/10/2016.

16