Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman polong-polongan atau
legum anggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang-kacangan
kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman yang berasal dari benua
Amerika ini tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1 kaki)
dengan daun-daun kecil tersusun majemuk.
Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang
bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah
permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji
terganggu.
Di Indonesia, ia dikenal pula sebagai kacang una, suuk (Sd.), kacang jebrol,
kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, serta kacang banggala. Dalam
perdagangan internasional dikenal sebagai bahasa Inggris: peanut, groundnut.
Kacang tanah merupakan salah satu komoditas palawija yang mempunyai
nilai ekonomi tinggi dalam usaha pertanian. Kebutuhan akan kacang tanah (Arachis
hypogaea L.) sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga
masih perlu ditingkatkan sejalan dengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah
penduduk. Kemungkinan terjadinya peningkatan permintaan dicerminkan dari adanya
kecendrungan meningkatnya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi
langsung dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku industri hilirnya,
antara lain untuk industri kacang kering, industri produk olahan lain yang siap
dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan
dalam bentuk pasta. (Anonymous, 2014).

Tanaman Pepaya yang memiliki nama latin (Carica Papaya L) merupakan


tanaman yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan Nikaragua. Kemudian
tanaman papaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis termasuklah
Indonesia. Tanaman ini memang gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus
campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, tanaman pepaya dapat tumbuh
subur.
Tanaman pepaya varietas California merupakan salah satu jenis papaya yang
sedang digandrungi dan mulai banyak dikebunkan para petani pada saat ini karena
sangat menjanjikan keuntungan. Pepaya California ini memiliki sifat dan keunggulan
tersendiri yaitu buahnya tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 1,5 kg/buah, berkulit
hijau tebal dan mulus, berbentuk lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya
manis, daging buah kenyal dan tebal.
Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis
tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay Tumbuhan ini
termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus)
tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang,
berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya
dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon
pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang
bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap madu (hummingbird)
merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga
memiliki peran yang sama.
Model Sungkul Tangga dengan motif ukiran buah nenas pada rumah Banjar di
Kalimantan Selatan. Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati,
melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit
buahnya) yang dalam perkembangannya tergabungbersama-sama dengan tongkol
(spadix) bunga majemukmenjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan
orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia
mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana
perbanyakan secara vegetatif. Nanas meningkatkan pencernaan dan mengurangi

jerawat. Di Indonesia, provinsi Lampung merupakan daerah penanaman nanas utama,


dengan beberapa pabrik pengolahan nanas juga terdapat di sana.
Nanas berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di Brasil. Tanaman ini telah
dibudidayakan penduduk pribumi disana sejak lama. Kemudian pada abad ke-16
orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke
Indonesia pada abad ke-15, (Anonymous, 2014).
Nanas sering disebut bromeliad dengan lebih dari 2400 kerabat yang memiliki
penampilan menarik. Tanaman nanas termasuk dalam famili nanas-nanasan. Tanaman
tersebut adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia dan Paraguay.
Tanaman nanas berbentuk semak dan hidupnya bersifat tahunan (perennial). Tanaman
nanas terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan tunas.
1.2 Tujuan
Tujuan laporan ini adalah sebagai laporan dari perkembangan dan hasil dalam
pratikum mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman dalam proses pengolahan lahan
hingga menghasilkan dari tanaman yang dipelihara di lahan pratikum yang diolah
selama ini.

1.3 Kegunaan
Untuk mengetahui sudah sejauh mana lahan pratikum yang diolah apakah
telah memberikan hasil atau masih belum memberikan hasil dan bagaimana
perkembangan yang terjadi pada lahan pratikum yang dikerjakan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Pepaya


Pepaya (Carica papaya L) merupakan tanaman buah, berupa
herba dari famili caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan
Hindia Barat, bahkan kawasan sekitar Meksiko dan Costa Rica.
Tanaman papaya banyak ditanam baik di daerah tropis maupun
subtropis, di daerah basah dan kering, atau di daerah dataran
rendah dan pegunungan (Soedarya, 2009 dalam Endang, 2011).
Kemudian tanaman papaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis
termasuk Indonesia. Tanaman ini gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus
campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, tanaman pepaya dapat tumbuh
subur. Varietas papaya California ini termasuk jenis unggul dan berumur genjah,
pohon/batangnya antic kerdil/lebih pendek dibanding jenis papaya lain, tinggi
tanaman sekitar 1,5 2 meter dan sudah bisa dipanen setelah berumur 8 9 bulan.
Pohonnya dapat berbuah hingga umur mencapai empat tahun. Dalam satu bulan bisa
dipanen sampai empat kali. Sekali panen setiap pohon papaya California dapat
menghasilkan 2 hingga 3 buah dengan sekali panen setiap minggu bisa mencapai
berkisar 1,9 hingga 3,6 ton per hektar. Budidaya pepaya California di Kota Pontianak
Propinsi Kalimantan Barat mampu menghasilkan produksi perbulan berkisar 7,6 ton
hingga 14,4 ton dengan populasi 1.200 tanaman/hektar. (Utari, 2013)
KINGDOM

: Plantae (Tumbuhan)

SUB KINGDOM

: Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)

SUPER DIVISI

: Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

DIVISI

: Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)

KELAS

: Magnoliopsida (Tumbuhan Dikotil)

SUB KELAS

: Dilleniidae

ORDO

: Violales
4

FAMILI

: Caricaceae

GENUS

: Carica L.

SPESIES

: Carica papaya L.

(Referensi: plants.usda.gov Plants Database, dalam


Agroteknologi.web.id, 2015)

Pepaya California tumbuh subur bila ditanam di lahan dengan ketinggian antara
300 hingga 500 meter diatas permukaan laut. Pohon pepaya ditanam dengan jarak dua
setengah kali dua meter. Sehingga untuk satu hektar lahan dapat ditanam antara 1500
hingga 1700 pohon papaya. Yang penting diperhatikan dalam menanam pepaya
California adalah pemupukan. Setelah pohon pepaya besar, pemupukan dilakukan
setiap tiga bulan sekali. Penyiraman juga harus dilakukan secara rutin pada pagi hari
dan sore hari. Pohon pepaya California lebih pendek dari pohon pepaya kabanyakan.
Paling tinggi mencapai dua meter. Pepaya California memiliki keunggulan antara lain
buahnya tidak terlalu besar dengan ukuran antara 0,8 - 2 kg/buah, Berkulit tebal,
berbentuk lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal
dan tebal. Pepaya California memiliki keunggulan tersendiri. Buahnya lebih manis,
tahan lama, dan bisa dipanen lebih cepat dibandingkan pepaya varietas lain. (Listia,
2012)

Sumber : Anonymous, 2003 dalam Feybra, 2014.

Hama yang menyerang tanaman Pepaya, yaitu kutu putih pepaya, Paracoccus
marginatus (Muniappan, et al., 2008; Sembel dan Moniaga, 2009; Sembel, dkk.,
2012). Selain itu, dijumpai pula organisme yang berasosiasi pada tanaman Pepaya
antara lain: Aonidiella orientalis (Homoptera: Diaspididae), Bactrocera papayae
Hendel (Diptera: Tephritidae), Myzus persicae Sulzer (Hemiptera: Aphididae), tungau
merah, lalat, coccinellidae dan sejumlah organisme yang bersifat sebagai parasitoid
dan predator (Anonim, 2006 dalam Feybra, 2014).

2.2 Tanaman Kacang Tanah


Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari
Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan
oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). Di Benua Amerika penanaman
berkembang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. Kacang Tanah ini pertama kali
masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis.
Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut:
Kingdom

: Plantae atau tumbuh-tumbuhan

Divisi

: Spermatophyta atau tumbuhan berbiji

Sub Divisi

: Angiospermae atau berbiji tertutup

Klas

: Dicotyledoneae atau biji berkeping dua

Ordo

: Leguminales

Famili

: Papilionaceae

Genus

: Arachis

Spesies

: Arachis hypogeae L

(Anonymous, 2014).

Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu


setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1 kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil.
Kacang tanah banyak mengandung protein dan karbohidrat. Selain itu kandungan
minyaknya juga mencapai 50. Daun tanaman ini termasuk bersirip genap dengan
empat anak daun. (Diani, 2016).
Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di
bawah ketinggian 1.500 m dpl. Dengan pH antara 6,0-6,5, Suhu udara sekitar 28320C, serta Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. (Anonymous, 2007)
Kacang tanah memiliki beberapa manfaat yang paling banyak kacang tanah
digunakan sebagai bahan makanan oleh masyarakat tetapi begitu banyaknya
konsumsi kacang tanah di dalam masyarakat kurang dapat memenuhi konsumsi
kacang tanah sehingga produksi kacang tanah mengalami penurunan selain memiliki
kebutuhan yang banyak. Kacang tanah sebagai bahan makanan yang paling banyak
digunakan oleh bahan baku industry yang diubah dengan bentuk lain seperti kacang
atom, rempeyek, manisan dan lain-lain (Pitojo, 2005 dalam Anonymous, 2013).
2.3 Tanaman Nanas
Nanas termasuk dalam famili Bromiliaceae. Adapun klasifikasi tanaman nanas
adalah sebagai berikut :
Kingdom

: Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisi

: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Kelas

: Angiospermae (berbiji tertutup)

Ordo

: Farinosae (Bromeliales)

Famili

: Bromiliaceae

Genus

: Ananas

Species

: Ananas comosus (L) Merr.

Nanas sering disebut bromeliad dengan lebih dari 2400 kerabat yang memiliki
penampilan menarik. Tanaman nanas termasuk dalam famili nanas-nanasan. Tanaman
tersebut adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia dan Paraguay.
Tanaman nanas berbentuk semak dan hidupnya bersifat tahunan (perennial). Tanaman
nanas terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan tunas.
Berdasarkan habitus tanaman, terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis
golongan nanas, yaitu : Cayenne (daun halus, tidak berduri, buah besar), Queen (daun
pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut), Spanyol/Spanish (daun panjang
kecil, berduri halus sampai kasar, buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun
panjang berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida). Varietas/kultivar nanas
yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayenne dan Queen. Golongan
Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat, Puerte Rico, Mexico dan Malaysia.
Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. Dewasa ini ragam varietas/kultivar
nanas yang dikategorikan unggul adalah Nanas Bogor, Subang, dan Palembang
(Prihatman, 2000 dalam Sukendar 2011).

2.3.1

Syarat Tumbuh

Daerah penyebaran nanas dari 300 LU sampai 300 LS. Tanaman nanas
memerlukan beberapa persyaratan iklim yang harus dipenuhi agar dapat tumbuh
baik. Faktor iklim tersebut mencakup curah hujan, ketinggian, kelembaban, suhu,
dan cahaya matahari.
Menurut Nakasone dan Paull (1999) dalam Chasanah (2006), curah hujan
yang dibutuhkan dalam pertanaman nanas antara 600-3500 mm per tahun dengan
curah hujan optimum 100-1500 mm per tahun.
Kelembaban tanah yang berlebihan pada awal pembungaan dapat meng-hambat
pertumbuhan buah dan menghasilkan daun yang berlebihan, sedangkan kelembaban
yang berlebihan pada saat pembungaan akan menurunkan mutu. Suhu yang sesuai
untuk budidaya tanaman nanas sekitar 29-32 0C.
Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok
untuk tanaman nanas. Meskipun demikian, nanas lebih cocok pada jenis tanah yang
8

mengandung pasir, subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik serta
kandungan kapur yang rendah.
Kesuburan tanah dapat meningkatkan produktivitas, oleh karena itu tanah yang
digunakan untuk menanam nanas sebaiknya memenuhi kriteria tanah subur. Tanah
yang subur terdiri atas udara 25%, air 25 %, mineral 45%, dan bahan organik 5 %.
Derajat keasaman yang cocok sekitar pH 4,5 - 6,5. Tanah yang banyak mengandung
kapur

(pH

lebih

dari

6,5)

menyebabkan

tanaman

menjadi

kerdil

dan klorosis, sedangkan tanah yang asam (pH 4,5 atau lebih rendah) mengakibatkan
penurunan unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium, dan Molibdinum
dengan cepat. (Sukendar, 2011).

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Tempat pratikum dilaksanakan pada lahan II (dua) yang dilakukan proses
pengolahan lahan pada tanggal 2 Oktober 2016 untuk membuka pori-pori pada tanah
yang telah lama tidak ditanami serta membersihkan dari gulma dan hama untuk
proses awal. Pada tanggal 3-4 oktober dilakukan pembersihan kembali sisa-sisa
pengolahan lahan sebelumnya dan membuat lubang tanam untuk tanaman papaya
yang bertujuan untuk menyediakan lingkungan perakaran yang optimal bagi
bibit/benih yang ditanam, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Sore harinya
dilakukan penanaman bibit papaya carnifornia.
Pada tanggal 9 Oktober 2016 tepatnya pada sore hari baru dilakukan
penanaman bibit nanas karena bibit nanas memerlukan waktu untuk dicari dan
melihat bagaimana pertumbuhan tanaman papaya sebelumnya, ini dilakukan disertai
dengan pemeliharaan pada tanaman papaya yang telah tumbuh subur. Pada tanggal 15
Oktober dilakukan penyulaman terhadap beberapa tanaman papaya yang mati disertai
dengan penanaman benih kacang tanah.
Perawatan rutn yang dilakukan adalah proses penyiraman yang dilakukan
setiap pagi dan sore hari secara teratur demi menjaga kelembapan tanah dimana lahan
pratikum yang digunakan merupakan lahan terbuka yang dikenai sinar matahari
langsung dan kondisi tanah yang cukup kering.
3.2 Alat dan Bahan
Alat
Cangkul
Parang
Gembor
Sabit

Bahan
Bibit papaya
Bibit nanas
Benih kacang tanah

3.3 Prosedur Kerja


10

Pengolahan tanah dilakukan bertujuan untuk membantu memperbaiki poripori tanah. Selain itu pengolahan tanah juga berfungsi sebagai langkah pencegahan
dan pengendalian hama dan penyakit yang tertinggal dari tanaman sebelumnya.
Pengolahan yang dilakukan pertama kali adalah pembersihan lahan dari gulma.
Selanjutnya setelah penanganan gulma maka dilakukan penggemburan tanah,
tekstur tanah yang keras akan mempersulit perkembangan akar tanaman karena tidak
mampu menembus teksturtanah yang keras. Maka perlu dilakukan penggemburan
untuk mempermudah akar berkembang dan mengikat tanah yang selanjutnya mampu
menyerap hara yang ada dalam tanah. Selain untuk mempermudah perkembangan
akar, penggembura juga berfungsi agar mempermudah tanaman yang menghasilkan
produksinya pada bagian akar.
Proses penanaman dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama melakukan
penanaman papaya sebagai awal komoditi yang ditanam. Jarak tanam papaya berkisar
antara 1-1,5 m. Bibit papaya ditanam pada sore hari untuk menghindari penguapan
yang berlebih apabila ditanam pada pagi hari. Sehingga penanaman sore hari
setidaknya memberi kesempatan bibit papaya untuk beradaptasi setidaknya hingga 12
jam. Penanaman bibit nanas juga dilakukan pada sore hari bersamaan dengan
pemeliharaan tanaman papaya. Pembuatan lubang tanam dengan tugal dan langsung
disusul oleh benih kacang tanah yang langsung ditanam pada lubang hasil penugalan.
Setiap selesai menanam bibit dan benih maka harus dilakukan penyiraman untuk
proses awal adaptasi
Selanjutnya dilakukan penyiraman rutin khususnya pada papaya dan benih
kacang tanah. Keperluan air pada papaya sangat diperlukan pada awal pindah tanam
karena cuaca juga yang cukup terik pada awal pindah tanam. Benih kacang tanah juga
memerlukan air yang cukup dan tempat yang lembab untuk perkecambahannya.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore. Pada akhir bulan Oktober
dilakukan penggemburan kembali karena terlihat tanah sudah memadat sehingga
diperlukan penggemburan agar penyiraman dapat dilakukan dengan optimal. Apalagi
pada tanaman papaya dan kacang tanah yang memang memerlukan penggemburan

11

yang tujuannya bukan hanya agar memperlancar drainase namun juga agar akar
tanaman mudah menembus pori-pori tanah.

12

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari lahan pratikum yang dikerjakan hingga telah masuk pada bulan ketiga
saat ini masih belum dapat menghasilkan produk dikarenakan tanaman yang dimiliki
belum dapat untuk berproduktifitas sebab umur tanaman belum masuk pada tahap
produktifitas. Pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman mengalami sedikit
kendala saja, contohnya pada tanaman kacang tanah yang mengalami kematian
kurang lebih 30 lubang tanam saat tanaman kacang tanah yang lain sudah tumbuh,
lalu pada papaya hanya 1 tanaman saja yang mengalami hypoplasia atau
terhambatnya pertumbuhan, dan tanaman nanas tidak mengalami kendala apapun dari
pengamatan yang dilakukan pada bulan November.
4.1 Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2016 yang bertujuan
untuk membantu memperbaiki pori-pori tanah. Selain itu pengolahan tanah juga
berfungsi sebagai langkah pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit yang
tertinggal dari tanaman sebelumnya. Pengolahan yang dilakukan pertama kali adalah
pembersihan lahan dari gulma. Gulma merupakan kometitor yang tidak diinginkan
oleh setiap petani karen akan mempengaruhi produksi dari tanaman yang diusahakan
atau ditanam. Pembersihan gulma bisa dilakukan dengan menggunakan alat atau
dengan mencabutnya. Namun adar lebih efisien waktu maka penggunaan alat sangat
diperlukan. Gulma yang ada dilahan yang akan ditanami harus dibersihkan untuk
mempermudah pengolahan tanah selanjutnya.
4.2 Penanganan Gulma
Permasalahan disini adalah apabila gulma yang dibersihkan tidak sampai
akarnya maka pertumbuhan gulma sedikit lebih cepat dan dapat dengan mudah
bersaing dengan tanaman utama. Sehingga penanganannya harus dilakukan beberapa
tahap agar persaingan tanaman utama dengan gulma tidak terjadi. Gulma yang ada
dilahan adalah rumput ilalang yang sulit ditangani karena pertumbuhannya yang

13

cepat. Maka penanganannya dapat dilakukan apabila rumput ilalang sudah memiliki
tinggi yang sama dengan tanaman utama atau dapat dicegah sebelumnya tergantung
pertumbuhan rumput dan perkembangan tanaman utama.
4.3 Penggemburan
Selanjutnya setelah penanganan gulma maka dilakukan penggemburan tanah
pada 3 Oktober 2016 yang bertujuan untuk memperbaiki pori pori tanah dan
membalik tanah. Tekstur tanah yang keras akan mempersulit perkembangan akar
tanaman karena tidak mampu menembus teksturtanah yang keras. Maka perlu
dilakukan penggemburan untuk mempermudah akar berkembang dan mengikat tanah
yang selanjutnya mampu menyerap hara yang ada dalam tanah. Penggemburan
dilakukan agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik sehingga tanaman dapat
berproduksi dengan maksimal. Penggemburan dilakukan dengan menggunakan
cangkul. Penggemburan dilakukan bersamaan dengan pemupukan hal ini dilakukan
agar proses pemeliharaan lebih efektif.
Selain untuk mempermudah perkembangan akar, penggembura juga berfungsi
agar mempermudah tanaman yang menghasilkan produksinya pada bagian akar.
Sehingga produksi yang dihasilkan tidak kecil atau bahakan tak mampu berkembang
dengan baik.
4.4 Penanaman
Dalam suatu budidaya atau menanam suatu tanaman memilki syarat yaitu
membuat lubang tanam. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada tanggal 3 dan 4
Oktober yang bertujuan untuk menyediakan lingkungan perakaran yang optimal bagi
bibit/benih yang ditanam, baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Pembuatan
lubang tanam harus disesuaikan dengan tanaman apa yang akan ditanam. Pembuatan
lubang tanam untuk papaya dan nanas disamakan dengan ukuran 20x20x20cm.
Pembuatannya dilakukan dengan menggunakan cangkul atau alat sejenisnya.
Sedangkan untuk kacang tanah pembuatan lubang tanam mengunakan tugal. Lubang
tanam yang dihasilkan dari tugal biasanya berkisar memuliki kedalam 3-5 cm, ukuran
lubang tersebut memang sudah standar dalam menanam kacang tanah.

14

Proses penanaman dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama melakukan


penanaman papaya sebagai awal komoditi yang ditanam. Jarak tanam papaya berkisar
antara 1-1,5 m. Bibit papaya ditanam pada sore hari untuk menghindari penguapan
yang berlebih apabila ditanam pada pagi hari. Sehingga penanaman sore hari
setidaknya memberi kesempatan bibit papaya untuk beradaptasi setidaknya hingga 12
jam. Penanaman dilakukan pada 4 Oktober 2016 untuk penanaman pertama bibit
papaya sebanyak empat bibit, dan sisanya ditanam pada esok harinya.
Untuk penanaman bibit nanas dilakukan pada 9 Oktober 2016, karena kendala
yang mengharuskan mencari bibit nanas terlebih dahulu. Penanaman bibit nanas juga
dilakukan pada sore hari bersamaan dengan pemeliharaan tanaman papaya. Disini
ditemukan bahawa ada satu tanaman papaya yang patah batang sehingga perlu
penyulaman. Penyulaman papaya dilakukan pada 11 Oktober 2016 bersamaan dengan
penanaman benih kacang tanah. Jadi pembuatan lubang tanam dengan tugal dan
langsung disusul oleh benih yang langsung ditanam pada lubang hasil penugalan.
Selanjutnya dilakukan penyiraman rutin khususnya pada papaya dan benih kacang
tanah. Keperluan air pada papaya sangat diperlukan pada awal pindah tanam karena
cuaca juga yang cukup terik pada awal pindah tanam. Benih kacang tanah juga
memerlukan air yang cukup dan tempat yang lembab untuk perkecambahannya.
4.5 Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi dan sore. Pada akhir bulan
Oktober dilakukan penggemburan kembali karena terlihat tanah sudah memadat
sehingga diperlukan penggemburan agar penyiraman dapat dilakukan dengan
optimal. Apalagi pada tanaman papaya dan kacang tanah yang memang memerlukan
penggemburan yang tujuannya bukan hanya agar memperlancar drainase namun juga
agar akar tanaman mudah menembus pori-pori tanah.
4.6 Penyiangan

15

Pada bulan November difokuskan pada


penyiangan karena banyak gulma yang tumbuh dan
menutupi tanaman kacang tanah dibeberapa bagian
lahan. Penyiraman tetap dilakukan setiap hari pada
pagi dan sore hari. Ditemukan beberapa kendala
pada proses pemeliharaan seperti penyakit kerdil
pada salah satu tanaman papaya. Penyakit ini
disebut Hipoplasia gejalanya timbul karena adanya hambatan atau kegagalan dari
tanaman /organ untuk berkembang secara penuh. Gejala umum yang timbul dari
hypoplasia yaitu ukuran dibawah normal dan warna yang pucat, misalnya kerdil,
roset, mosaic, albinasi.
Selain penyakit yang menyerang pepaya ada juga benih tanaman kacang tanah
yang tidak tumbuh dan telat tumbuh. Biasanya hal ini dikarenakan benih kacang
tanah yang diserang oleh semut ketika benih baru ditanam. Selain itu ada juga
kendala pada ketersediaan air karena terkadang dilahan tanam tidak tersedia air yang
cukup. Untuk benih yang tidak tumbuh bisa dilakukan penyulaman dengan mengganti
benih yang tidak tumbuh.
Pada bulan Desember ini kacang tanah mengalami pertumbuhan yang
signifikan daun mulai terlihat lebih lebar dan batang yang mulai membesar, tanaman
papaya juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan termaksud papaya yang
mengalami hypoplasia serta ada tanaman terkena kutu putih (Paracoccus marginatus)
ini terlihat dari batang dan daun tanaman papaya yang miliki bercak putih disertai
tanaman yang terhambat pertumbuhannya dan mengalami kelayuan pda daun,
penyakit ini sering melanda pada tanaman papaya California, dan pada tanaman
nanas pertumbuhan yang stabil tapi ada beberapa terlihat mengalami hypoplasia.
Tidak ada kendala berarti dalam pemeliharaan tanaman yang ditanam dilahan.
Hanya pada awal tanam mengalami keterbatasan air serta cuaca yang cukup terik
sehingga kebutuhan air pada tanaman sangat tinggi. Namun saat ini, karena curah
hujan sudah mulai intens dan sering terjadi serta dalam jangka waktu yang lama

16

sehingga penyiraman tidak perlu dilakukan. Selanjutnya untuk mengganti penyiraman


dilakukan pengamatan saja terhadap lahan dan tanaman.
Setelah dilakukannya penggemburan dan pemberian pupuk serta hujan yang
turun sudah mulai intens dan sering terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama
dalam sehari. Maka tanaman terlihat tumbuh dengan lebih cepat dan pertumbuhan ini
dapat dilihat dengan kasat mata dilahan. Perkembangan ini sangat terlihat pada
tanaman kacang tanah dan pepaya yang perkembangan batang dan daun terlihat
sangat signifikan.
Selanjutnya untuk lahan memiliki beberapa bagian yang kosong karena
menjadi daerah lalu lalang mahasiswa/I lain yang memeiliki lahan di sekitar lahan
saya. Selain itu karena pipa aliran air berada ditengah lahan saya sehingga
memerlukan tempat yang kososng sehingga luasan tersebut sengaja tidak ditanami
untuk memepermudah mahasiswa lain untuk mengambil ait dan berlalu lalang.
Akibatnya populasi tanaman kacang tanah menjadi berkurang selain karena tidak
tumbuh tapi karena penggunaan lahan ke penggunaan lahan untuk hal yang lain.

17

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Jadi, dari awal pengolahan lahan hingga proses pearawatan tanaman harus
dilakukan dengan teliti dan benar sesuai prosedur karena apabila tidak maka tanaman
akan mengalami serangan penyakit maupun hama, yang sebelumnya tidak diinginkan
dan mungkin saja pada proses produksi nanti akan mendapatkan hasil yang buruk
karena proses yang sebelumnya mengalami masalah.
5.2 Saran
1. Diharapkan alat-alat yang diperuntukan untuk pratikum dapat dilengkapi
dan memenuhi keinginan mahasiswa karena alat-alat yang diharapkan
masih kurang baik jumlah maupun kelengkapannya.
2. Aliran air masih kurang lancar untuk beberapa lahan agar dapat diperbaiki.
3. Diharapkan pupuk didapatkan untuk setiap lahan secara gratis agar dapat
membantu mahasiswa dalam proses pratikum.

18

DAFTAR PUSTAKA

Agroteknologi. 2015. Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pepaya. (online).


http://agroteknologi.web.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-pepaya/ Diakses
pada 24 Desember 2016
Anonymous. 2007. Budidaya
Kacang Tanah. (online).
http://teknisbudidaya.blogspot.co.id/2007/10/budidaya-kacang-tanah.html. Diakses pada
tanggal 9 Desember 2016
Anonymous.
2013.
Makalah
Kacang
Tanah.
(online).
http://semuatentangpertanian.blogspot.co.id/2013/05/makalah-kacangtanah.html. Diakses pada tanggal 9 Desember 2016
Anonymous. 2014. Kacang Tanah. http://www.jelochrisvhan.blogspot.co.id. Diakses
pada tanggal 9 Desember 2016
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. 2011. Budidaya Pepaya
California. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah Badan
Penelitian
dan
Pengembangan
Pertanian
Departemen
Pertanian.
http://www.pontianakkota.go.id. Diakses pada tanggal 9 Desember 2016
Fitriani, Listia. 2012. KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BUDIDAYA PEPAYA
CALIFORNIA. Yogyakarta. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Ismawati, Utari. 2013. PROFIL TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA.
http://pertanian.pontianakkota.go.id/produk-unggulan-detil/5-pepayacalifornia.html. Diakses pada tanggal 9 Desember 2016
Mariam,
Diani.
2016.
Budidaya
Kacang
Tanah.
(online).
http://pib.winayamukti.com/2016/04/05/budidaya-kacang-tanah/. Diakses pada
tanggal 9 Desember 2016
Setiaty, Endang D. 2011. PRODUKSI BUAH PEPAYA VARIETAS CALLINA
(Carica papaya L.) PADA KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN
ANORGANIK DI TANAH ULTISOL. Palembang. Universitas Sriwijaya
Sigarlaki, Feybra S. 2014. Jurnal SERANGGA HAMA YANG BERASOSIASI
PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) DI DESA TALAWAAN
KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA. Manado.
Universitas Sam Ratulangi
Sukendar.
2011.
Budidaya
Nanas.
(online).
http://shukendar.blogspot.co.id/2011/12/budidaya-nanas.html. Diakses pada
tanggal 9 Desember 2016
Wikipedia. 29 Juni 2016, 19 Oktober 2016, 27 November 2016. Kacang Tanah,
Pepaya, dan Nanas. http://wikipedia.org. Diakses pada tanggal 9 Desember
2016

19

LAMPIRAN

20

Gambar lahan pada bulan Desember dari barat dan timur

21

22

Gambar papaya yang mengalami pertumbuhan yang stabil dan yang mengalami
penyakit kutu putih.

23

Gambar tanaman nanas yang tumbuh stabil

24

Gambar kacang tanah yang tumbuh subur

25