Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH EKONOMI MANAJERIAL

OLIGOPOLI

Oleh :
Arif Farida

041514253054

Astrid Patricia Amiani

041614253006

Vidya Agustinawati

041614253009

Arif Nugroho Setyawan

041614253016

Andueriganta Fadhlihi

041614253019

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2016

A.

Pengertian Pasar Oligopoli


Pasar oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa perusahaan besar

(2-10 perusahaan besar) yang menguasai pasar. Produk yang ditawarkan perusahaan di dalam
pasar oligopoli dapat saling sama (homogen) maupun terdiferensiasi antara perusahaan.
Struktur pasar ini paling menarik dan sangat sulit bagi manager yang memimpin
perusahaan yang beroperasi di pasar oligopoli, karena setiap keputusan perubahan harga yang
akan dibuat oleh manajer satu perusahaan akan berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat
oleh perusahaan lainnya. Demikian pula sebaliknya keputusan dari perusahaan lain ini akan
berdampak pada perusahaan yang mengambil keputusan mula-mula.
B.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli


Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoli banyak terdapat karena

tegnologi sudah sangat modern. Tegnologi modern mencapai efisiensi yang optimum hanya
sesudah jumlah produksi mencapai tingkat yang sangat besar. Pasar oligopoli mempunyai
beberapa ciri khas lain, yaitu:
i. Menghasilkan barang standar maupun barang berbeda corak
Perusahaan di dalam pasar oligopoli dapat menghasilkan barang standar yang banyak
dijumpai di pasar, seperti produsen bensin, industri baja, dan industri semen, dll.
Disamping itu terdapat juga perusahaan yang mempunyai barang berbeda corak dan
umumnya barang akhir. Contohnya adalah industri kendaraan bermotor, rokok, dll.
ii. Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh
Harga yang lemah dan harga yang sangat tangguh tergantung bentuk kerjasama di antara
perusahaan oligopoli. Tanpa adanya kerjasama kekuasaan menentukan harga menjadi lebh
terbatas. Adanya kerjasama dapat menstabilkan harga pada tingkat mereka yang
kehendaki.
iii. Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi/ iklan
Promosi/ iklan sangat dibutuhkan untuk perusahaan yang memproduksi barang berbeda
corak. Iklan mempunyai tujuan untuk menarik pembeli baru dan mempertahankan
pembeli lama.

C.

Memaksimumkan Laba di Empat Macam Pasar Oligopoli

1. Sweezy Oligopoly
Di pasar sweezy oligopoly diperhitungkan bagaimana pesaing merespon perubahan
harga dan dampaknya terhadap jumlah barang yang diproduksi oleh perusahaan.
Ciri pasar sweezy oligopoli :
1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen.
2. Perusahaan-perusahaan itu menghasilkan barang yang terdiferensiasi (differentiated
products).
3. Setiap perusahaan di pasar ini percaya bahwa pesaing mereka akan ikut (merespon)
penurunan harga bila salah satu perusahaan menurunkan harga, tetapi pesaing tidak akan ikut
menaikkan harga bila salah satu perusahaan menaikkan harga.
4. Ada hambatan untuk memasuki pasar (perusahaan baru sukar masuk).

2. Cournot Oligopoly
Ciri pasar ini adalah :
1. Ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen.
2. Perusahaan-perusahaan memproduksi barang yang seragam (homogeny) maupun sedikit
ada perbedaan (differentiated product).

3. Setiap perusahaan yakin pesaingnya akan tetap mempertahankan output konstan, apabila
salah satu perusahaan merubah tingkat output-nya.
4) Ada halangan untuk perusahaan baru masuk ke pasar ini.

3.Stackelberg Oligopoly
Di dalam stackelberg oligopoly, diasumsikan terdapat suatu perusahaan (market leader)
yang membuat keputusan output sebelum perusahaan lainnya (follower). Perusahaan leader
memiliki jumlah kuantitas produksi yang dihasilkan yang berbeda dengan perusahaan
follower. Perusahaan leader melakukan tindakan ekspansif untuk menguasai lebih banyak
pangsa pasar dibandingkan kompetitor lainnya (follower). Akibatnya perusahaan leader akan
mengalami maksimal profit, sedangkan perusahaan follower mengalami penurunan jumlah
pangsa pasar dan output yang dihasilkan.
Ciri-ciri/sifat dari stackelberg oligopoly adalah sebagai berikut :
1. Ada beberapa perusahaan di pasar yang melayani banyak konsumen
2. Perusahaan memproduksi produk yang terdiferensiasi atau homegen .
3. Suatu perusahaan (market leader) memilih memproduksi output sebelum
perusahaan lainnya menentukan outputnya.

4. Perusahaan-perusahaan lainnya (follower) akan mengikuti output yang ditentukan


leader dan memilih output yang dapat memaksimalkan profit berdasarkan output
yang diberikan perusahaan leader.
5. Ada banyak hambatan bagi perusahaan yang hendak memasuki pasar tersebut.
Implikasinya adalah terdapat 2 perusahaan, perusahaan A sebagai leader dan
perusahaan B sebagai follower. Perusahaan A bergerak lebih cepat di pasar karena
memproduksi barang lebih dulu dibandingkan dengan perusahaan B. Perusahaan B yang
kemudian memasuki pasar akan memaksimalkan profit pada tingkat produksi output yang
diberikan oleh perusahaan A. Tingkat memaksimalkan profit output oleh perusahaan B
(follower) ini ditentukan dengan fungsi reaksi-nya. Akan tetapi, karena perusahaan A (leader)
telah mengetahui bahwa follower-nya akan bereaksi dan memproduksi output sesuai garis r2,
maka perusahaan A akan memilih tingkat output produksi pada kurva reaksi follower yang
merespon profit paling maksimum.
4. Bertrand Oligopoly
Bertrand Model menggunakan variabel harga, yang mengasumsikan bahwa biaya
marjinal disetiap perusahaan memiliki nilai yang berbeda beda. Sehingga tingkat harga yang
di tawarkan pada setiap perusahaan memiliki level yang berbeda-beda, karena disesuaikan
dengan biaya marginal di setiap perusahaan.
Karakteristik pasar oligopoly Bertrand adalah sebagai berikut.
1. Hanya ada beberapa perusahaan yang melayani banyak konsumen.
2. Perusahaan-perusahaan memproduksi produk yang persis sama pada marginal cost
yang konstan (tetap).
3. Perusahaan bertarung pada persaingan harga, dan bereaksi optimal terhadap harga
yang ditetapkan oleh pesaingnya.
4. Konsumen mendapat informasi yang sempurna tentang pasar, dan tidak ada biaya
transaksi.
5. Ada hambatan bagi pesaing baru yang akan memasuki pasar.
Berdasarkan sudut pandang manajer, tidak menyenangkan menghadapi pasar Bertrand
oligopoly

karena besar kemungkinan perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan,

meskipun hanya terdapat dua perusahaan dalam pasar. Namun dari sudut pandang konsumen,
pasar ini sangat disukai karena pasar ini menghasilkan outcome yang hampir mirip dengan
pasar persaingan sempurna.
Dimisalkan adalah terdapat dua perusahaan A dan B yang menetapkan harga berbeda
dalam pasar. Perusahaan A menetapkan harga yang lebih tinggi dibandingkan B, sehingga
5

semua konsumen yang memiliki informasi sempurna mengenai pasar dan tidak dikenai biaya
transaksi akan cenderung membeli produk dari perusahaan B yang menetapkan harga produk
yang lebih rendah. Akibatnya produk perusahaan A tidak akan laku. Agar perusahaan A tidak
bangkrut, maka mengupayakan untuk dapat memasang harga yang lebih rendah dari B,
sehingga semua pelanggan akan berpaling ke produk perusahaan A dan meninggalkan produk
perusahaan B. Perang harga ini akan terus berlangsung hingga P1 = P2 = Marginal Cost.
D.

Membandingkan Model Oligopoli


Melalui tabel dibawah ini akan dibandingkan peringkat keempat model pasar oligopoly,

yaitu cournot, stackelberg, Bertrand, dan collusion, dari yang tertinggi ke yang terendah
berdasarkan output dan profit masing-masing perusahaan.
Peringkat Output
1

Bertrand oligopoly

Stackelberg leader

Stackelberg oligopoly

Colluding firms

Cournot oligopoly

Cournot firms

Collusion oligopoly

Stackelberg follower

E.

Profit

Bertrand firms (no profit)

Pasar yang Bersaing


Interaksi strategik juga dapat terjadi antara perusahaan yang ada dalam pasar dengan

perusahaan yang berpotensi memasuki pasar. Suatu pasar yang bersaing dapat terjadi apabila:
1. Semua produsen memiliki akses pada teknologi yang sama
2. Konsumen merespon secara cepat perubahan harga
3. Perusahaan yang sudah ada dalam pasar tidak dapat merespon dengan cepat
terhadap perusahaan yang masuk dengan penawaran harga lebih rendah
4. Tidak terdapat sunk cost
Yang dimaksud sunk cost di sini adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang
baru saja memasuki pasar yang tidak dapat dikembalikan ketika perusahaan tersebut keluar
dari pasar. Ketida keempat kondisi di atas tercapai, maka perusahaan yang sudah berada di
dalam pasar tidak memiliki kekuatan atas pelanggan. Hal ini ditandai dengan harga
ekuilibrium yang sama dengan biaya marginal, sehingga perusahaan tidak memiliki profit
ekonomi.

Hambatan Dalam Persaingan Oligopoli


Biasanya perusahaan yang bermain dalam persaingan oligopoli adalah perusahaan
yang telah mapan, baik dari segi pengalaman, modal, sumber daya (manusia dan bahan baku)
serta teknologi. Oleh karena itu, untuk persaingan oligopoli agaknya sukar bagi perusahaan
baru

untuk

memasukinya,

terutama

pada

persaingan

yang

didalamnya

terdapat

kesepakatan/kartel.
Adapun hambatan-hambatan itu diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Skala Ekonomis
Perusahaan yang telah lama berproduksi dan beroperasi relatif lebih memiliki kesempatan
untuk menikmati skala ekonomis, karena untuk memperbesar produksinya perusahaan
tersebut cukup menambah dari produksi yang sudah ada, sehingga sangat memungkinkan
untuk menurunkan biaya produksi dan relatif akan mampu menjual produksinya dengan
harga yang relatif lebih murah bila dibandingkan para pendatang baru. Skala ekonomi yang
dinikmati oleh perusahaan yang terdapat dalam pasar oligopoli dapat menjadi penghambat
yang sangat penting kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri itu. Skala
ekonomi yang terdapat dalam pasar oligopoli dapat menjadi penghambat yang sangat penting
kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri itu. Apabila suatu perusahaan
oligopolis dapat menikmati skala ekonomi sehingga ke tingkat produksi yang sangat besar,
ini berarti semakin banyak poduksinya semakin rendah biaya produksi per unit. Sekiranya
permintaan dalam pasar bertambah, perusahaan yang sudah ada dalam industri akan
mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan tersebut, karena
mereka dapat menambah jumlah produksi pada waktu yang sama mengurangi biaya produksi
per unit. Maka semakin besar jumlah penjualan perusahaan tersebut, semakin efisien kegiatan
memproduksinya. Ini akan menyukarkan kemasukan perusahaaan baru, karena pada mulanya
luas pasaran barangnya hanyalah sebagian, semakin efisien kegiatan memproduksinya. Ini
akan menyukarkan kemasukan perusahaaan baru, karena pada mulanya luas pasaran
barangnya hanyalah sebagian, semakin efisien kegiatan memproduksinya. Ini akan
menyukarkan kemasukan perusahaaan baru, karena pada mulanya luas pasaran barangnya
hanyalah sebagian, semakin efisien kegiatan memproduksinya. Ini akan menyukarkan
kemasukan perusahaaan baru, karena pada mulanya luas pasaran barangnya hanyalah
sebagian, semakin efisien kegiatan memproduksinya. Ini akan menyukarkan kemasukan
perusahaaan baru, karena pada mulanya luas pasaran barangnya hanyalah sebagian kecil dari
pada perusahaan yang telah ada, dan oleh karena itu biaya produksi per unit adalah lebih
tinggi daripada dalam perusahaan yang lama.
7

b) Ongkos Produksi yang Berbeda


Perusahaan bisa menurunkan biaya produksi dengan membuka kapasitas produksi baru
daripada tetap menggunakan kapasitas yang lama dan seterusnya, sementara bagi perusahaan
baru hal itu dilakukan karena harus mengeluarkan segala macam biaya yang tidak disertai
dengan produksi langsung (misalnya biaya pendidikan karyawan agar menjadi terampil).
Yang dijelaskan diatas adalah biaya produksi per unit yang berbeda sebagai akibat dari
tingkat (jumlah) produksi yang berbeda. Biasanya pada setiap tingkat produksi, biaya
produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru adalah lebih tinggi dari
perusahaan yang lama. Ini berarti kurva AC (biaya total rata-rata) perusahaan baru adalah
lebih tinggi daripada kurva AC perusahaan lama. Oleh karenanya perusahaan baru tidak dapat
menjual barangnya semurah seperti perusahaan lama. Keadaan ini menghambat kemasukan
perusahaan baru.
Terdapat banyak faktor yang menimbulkan kecenderungan perbedaan biaya produksi
tersebut. Yang penting adalah:

Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai akibat pengetahuan yang
mendalam mengenai kegiatan memproduksi yang dikumpulkan dari pengalaman masa
lalu.

Para pekerjanya sudah lebih berpengalaman di dalam mengerjakan pejerjaan mereka,


dan ini menaikkan produktivitas pekerja, yang selanjutnya memungkinkan biaya
produksi.

Perusahaan sudah lebih dikenal oleh bank, dan para penyedia bahan mentah dan oleh
karenanya dapat memperoleh kredit yang lebih baik dan harga bahan mentah ynag
lebih murah.

c) Keistimewaan Hasil Produksi


Bagi perusahaan yang telah lama berdiri dan sama lamanya dengan produk yang
dihasilkan menyebabkan produk tersebut menjadi dikenal oleh masyarakat dan menciptakan
konsumen yang loyal pada produknya. Selain itu, berhubung dengan tingkat kerumitan
produk yang dihasilkan membuat perusahaan baru haruslah dengan cermat dan hati-hati
mempelajarinya sehingga membutuhkan waktu yang lama, sementara bagi perusahaan lama
hal tersebut adalah hal biasa. Selanjutnya, keistimewaan lain adalah bahwa perusahaan lama
menghasilkan produk yang berfungsi sama akan tetapi disesuaikan dengan tingkatan
pemakaiannya. Misalkan, INTEL, perusahaan penghasil processor terkenal, sebelumnya
bersaing dengan Cyrix dan AMD dengan mengandalkan produknya, yaitu Intel Pentium (18

4). Akan tetapi, berhubung banyak pemakai komputer (PC) hanya untuk menjalankan
operasi-operasi/program biasa seperti pengolah data, spreadsheet dan tampilan slide yang
hanya membutuhkan procesor biasa yang umumnya diisi oleh Cyrix dan AMD, maka INTEL
pun membuat Celeron dengan harga relatif sama dengan pesaingnya, namun dengan
kemampuan sama dengan pendahulunya (Pentium 1-4). Keistimewaan yang dimiliki oleh
barang yang diproduksikan oleh perusahaan lama merupakaan sumber lain yang dapat
menghambat pemasukan perushaan baru.
Keistimewaan yang dimiliki oleh barang yang diproduksi oleh perusahaan lama
merupakan sumber lain yang dapat menghambat kemasukan perusahaan baru. Keistimewaan
ini dapat dibedakan daalam beberapa bentuk. Yang pertama ialah karena barang tersebut
sudah sangat terkenal (product recognition), dan masyarakat sudah menaruh kepercayaan dan
penghargaan yang tinggi ke ata barang tersebut. Tanpa dapat menawarkan barang lain yang
jauh lebih baik dari barang yang dikenal masyarakat ini, perusahaan baru akan mengalami
kesukaran untuk bersaing dengan baik di pasaran.
Keistimewaan yang kedua adalah apabila barang tersebut sangat rumit (product
complexity) yaitu ia terdiri dari komponen-komponen yang banyak sekali sehingga sukar
membuat dan memperbaikinya. Barang seprti itu antara lain adalah mobil, televise, peti es
dan sebagainya. Sifat barang yang rumit tersebut menyebabkan tidak semua pengusaha
mempunyai modal dapat masuk ke dalam pasar tersebut. Pengusaha tersebut harus juga
mengetahui cara-caranya membuat barang itu yang mutunya tidak kalah dengan barang
barang yang sudah ada di pasar.
Selanjutnya keistimewaan lain yang mungkin dimiliki oleh perusahaaan dalam pasar
oligopoly adalah ia memproduksikan bebagai barang yang sejenis. Kalau ia produsen rokok,
maka rokok yang diproduksikannya terdiri dari berbagai bentuk dan jenis sehingga dapat
menyediakan berbagai produk seperti rokok berfilter dan cerutu yang diingini masyarakat
yang cita rasanya berbeda-beda. Perusahaan sabun mandi, sabun cuci, minuman ringan dalam
botol, dan produsen mobil adalah beberapa contoh lain dari perusahaan -perusahaan yang
sering memprodusikan barang dalam bentuk dan sifat, serta mutu yang sangat berbeda.
Dengan cara ini pasarannya meliputi golongan masyarakat yang lebih luas dan sebagai
akibatnya sukarlah untuk perusahaan baru memasuki pasar oligopoli.

Biaya Tinggi untuk Masuk


9

Pesaing potensial dalam industry oligopolistik bisa menghadapi masalah lain. Investasi
total yang diperlukan untuk mencapai ukuran efisien minimum seringkali terlalu besar
(pabrik mobil baru atau semikonduktor dapat memerlukan lebih dari $300 juta). Pengiklanan
produk baru untuk dapat bersaing dengan merek yang sudah mapan dapat menimbulkan
halangan masuk yang kuat, terutama karena kualitas produk baru belum bisa teruji atau masih
tidak menentu. Kegagalan suatu perusahaan di pasar dapat menyebabkan timbulnya kerugian
yang melumpuhkan perusahaan baru. Pengeluaran untuk diferensiasi produk menciptakan
halangan masuk. Oligopolis seringkali bersaing antar-perusahaan yang ada dan mencoba
mencegah pendatang baru dengan menawarkan berbagai model dan produk.

BAB 10
GAME THEORY: DALAM OLIGOPOLI
Setelah kita mengetahui model oligopoli dasar selanjutnya kita akan menggali lebih
dalam keputusan manajerial yang muncul dalam situasi saling ketergantungan dalam teori
permainan dalam oligopoli.
GAMBARAN UMUM PERMAINAN DAN PEMIKIRAN STRATEGIS
Teori permainan sebenarnya kerangka yang jauh lebih umum untuk membantu dalam
pengambilan keputusan ketika hasil anda tergantung pada tindakan yang diambil pemain lain.
10

Misalnya, oligopoli yang terdiri atas dua perusahaan yang harus membuat keputusan harga:
perusahaan disebut pemain, keputusan yang direncanakan para pemain disebut strategi,
hadiah untuk pemain adalah laba atau kerugian yang dihasilkan dan strategi. Karena adanya
saling ketergantungan, hasil pemain tidak hanya tergantung pada startegi pemain tetapi juga
pada starategi yang digunakan oleh pemain lain.
Dalam analisis permainan, urutan pemain membuat keputusan adalah penting. E
analisis permainan:
1. Simultaneous move game: setiap pemain membuat keputusan tanpa mengetahui
keputusan pemain lain. Contohnya: batu-kertas-gunting,
2. Sequential move game: satu pemain membuat langkah setelah mengamati langkah
pemain lain. Contohnya: catur
Selanjutnya, dalam permainan kita perlu membedakan antara one shote game dan
repeated game. One-shot-game permainan hanya dimainkan sekali, contohnya: kita
memutuskan bermain catur hanya sekali. Sedangkan dalam repeated game adalah permainan
dimainkan lebih dari sekali, contohnya: kita memutuskan dengan lawan main kita untuk
bermain catur lebih 1 kali. Contoh lain yang menunjukan teori permaina dapat membantu
manajer dalam memecahkan keputusan bisnis. Dua pom bensin terletak berdampingan di
blok yang mana sehingga perusahaan tidak memiliki keunggulan lokasi atas yang lain.
Pembeli akan membeli bensin di pombensin yang menawarga yang lebih rendah. Hal pertama
di pagi hari, manajer pom bensin harus menelepon petugas untuk memberitahukan berapa
harga yang harus dipasang pada tanda harga pom bensin. Karena ia harus melakukannya
tanpa mengetahui harga pesaing, permainan penetapan harga ini adalah simultaneous
move game.
SIMULTANEOUS MOVE, ONE SHOT GAME
Pengetahuan simultaneous move, one shot game penting untuk manajer dalam
membuat keputusan dalam lingkungan saling ketergantungan. Terkadang suatu perusahaan
tidak hanya bergantung pada tindakan perusahaan tersebut saja namun juga pada tindakan
perusahaan rival.
Teori
Cara yang tepat untuk memahami strategy dan Normal-form game adalah dengan
menguji contoh yang sederhana. Strategi adalah aturan keputusan yang menjelaskan tindakan
yang akan diambil pemain pada setiap titik keputusan. normal form game adalah
menunjukan pemain dalam permainan, startegi yang memungkinkan dari para pemain, dan
hasil untuk para pemain yang akan didapatkan dari strategi alternatif.

11

Pada tabel 10-1 menyajikan Normal Form Game untuk Simultaneous Move
Game.

Disini ada 2 pemain, Pemain A dan Pemain B. Pemain A memiliki dua kemungkinan
strategi: dia dapat memilih atas atau bawah. Demikian pula, strategi yang dimiliki oleh
pemain B kemungkinan strategi: kiri atau kanan. Strategi Dominan adalah sebuah strategi
yang memberikan hasil tertinggi untuk pemain terlepas dari tindakan lawan. Strategi dominan
dalam tabel 10-1, untuk pemain A adalah Atas sedangkan untuk pemain B tidak ada. Karena
pada tabel 10-1, strategi dominan untuk pemain A adalah atas. Untuk melihat ini, perhatian
bahwa jika pemain B memilih kiri, pilihan terbaik untuk pemain A adalah 10 unit laba yang
lebih baik dari pada -10 yang akan didapatkan jika memilih bawah. Jika B memilih kanan,
pilihan terbaik oleh A adalah atas karena hasil 15 lebih baik dari pada 10 yang akan
didapatkan jika memilih bawah. Singkatnya, terlepas dari apakah strategi pemain B yang kiri
atau kanan, pilihan terbaik oleh pemain A adalah atas. Atas adalah strategi dominan untuk
pemain A.
Lantas bagaimana dengan pemain B yang tidak memiliki strategi dominan? Strategi
yang bisa dimainkan oleh pemian B adalah strategi aman, yakni strategi yang menjamin hasil
tertinggi dalam skenario buruk. Dengan penggunaan strategi aman, ppemain memaksimalkan
hasil yang akan didapat dalam skenario terburuk. Contoh: pada tabel 10-1 tersebut
menunjukan bahwa strategi aman untuk pemain B adalah kanan. Dengan memilih kiri, hasil
yangterjamin hanya 7, tapi dengan memilih kanan dia bisa menjamin hasil 8. Dengan
demikian, strategi aman oleh pemain B adalah kanan. Kelemahan dalam gagasan strategi
aman:
1. Strategi ini sangat konservatif dan harus dipertimbangkan hanya jika anda memiliki
alasan yang baik untuk menjadi sangat segan terhadap risiko.
2. Strategi ini tidak memperhitungkan keputusan optimal dari lawan anda dan
dengandemikian dapat mencegah anda dari mendapatkan sebuah hasil yang jauh lebih
tinggi.
Strategi lain yang bisa diambil adalah keseimbangan Nash. Suatu penetapan atau
keputusan penggunaan starategi keseimbangan Nash, jika mengingat strategi dari pemain lain
12

tidak ada pemain yag dapat meningkatkan hasilnya dengan secara sepihak mengubah
strateginya sendiri. Prinsipnya, jika anda tidak memiliki strategi dominan, lihat permainan
dari perspektif rival anda. Jika rival anda memiliki startegi dominan, antisipasi bahwa ia akan
menggunakannya.
Aplikasi dari One-Shot Game
Keputusan Penetapan Harga
Angka pertama dalam setiap sel merupakan laba perusahaan A, dan angka kedua
merupakan laba perusahaan B. Misalnya, jika A kehilangan 10 unit laba sementara B
mendapatkan50 Unit laba.
Tabel 10-2. Permainan Harga

Disisi lain, jika satu perusahaan menetapkan harga tinggi dan perusahaan lainnya
menggunakan harga yang lebih rendah, perusahaan dengan harga lebih rendah akan
mendapatkan semua pelanggan perusahaan lain dan dengan demikian mendapatkan laba yang
lebih besar dengan mengorbankan pesaing.
Anggaplah kita sedang bermain one-shot game dalam tabel 10-2. Yaitu situasi yang
mana perusahaan-perusahaan bertemu hanya sekali, dipasar. Selain itu, permainannya adalah
simultaneous-move game dan setiap perusahaan membuat keputusan harga tanpa mengetahui
keputusan yang dibuat oleh perusahaan lain. Dalam bermain one-shot game, strategi
keseimbngan nash adalah setiap perusahaan menetapkan menetapkan harga rendah.
Alasannya sederhana, jika perusahaan B mengenakan harga tinggi, pilihan terbaik perusahaan
A adalah mengenakan harga rendah karena 50 unit laba lebih baik dari pada 10 unit yang
akan diperoleh jika A mengenakan harga tinggi, begitupun sebaliknya. Untuk meringkas,
dalam versi one-shot game diatas, strategi terbaik setiap perusahaan adalah untuk menetapkan
harga yang rendah terlepas dari tindakan perusahaan lain. Hasil dari permainan ini adalah
bahwa kedua perusahaan menetapkan harga yang rendah dan menghasilkan laba nol.
Misalnya, pada tabel 10-2 kita melihat bahwa setiap perusahaan akan mendapatkan laba 10
unit jika keduanya mengenakan harga tinggi. Dalam hal ini perusahaan keduanya dapat
melakukan sebuah kolusi, namun hal ini dilarang di Amerika Serikat dan di Indonesia juga
dilarang dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1999.
13

Keputusan Iklan dan Kualitas


Peningkatan iklan dalam satu

perusahaan

meningkatkan

labanya

dengan

mengorbankan perusahaan lain dipasar, dan saling ketergantungan dalam keputusan iklan
perusahaan. Contohnya, industri sereal sarapan yang sangat terkonsentrasi. Dengan iklan
merk sereal, suatu perusahaan tidak menjadikan konsumen memakan sereal untuk makan
siang dan makan malam, dan sebaliknya iklan tersebut memengaruhi pelanggan untuk beralih
dan merk lain ke merk tersebut.
Keputusan Koordinasi
Sejauh ini kita mempelajari tentang oligopoli lebih fokus pada situasi yang mana
perusahaan memiliki tujuan bersaing, satu perusahaan bisa mendapatkan untung hanya
dengan mengorbankan perusahan lain. Namun tidak semua permainan (perusahaan/bisnis)
memiliki struktur ini. Misalnya, tabel 10-4 merupakan contoh hipotesis yang disebut
permainan korrdinasi.

Dalam tabel 10-4 merupakan permainan (persaingan bisnis) yang mementingkan


permainan koordinasi dari pada permainan konflik kepentingan. Dua perusahaan diatas harus
memutuskan apakah akan memproduksi peralatan yang membutuhkan stopkontak 120-Volt
atau 90-Volt. Jika sama-sama memproduksi 120 Volt maka labanya $100 dan jika sama-sama
memproduksi 90 Volt maka labanya $100. Secara efektif, anda dan perusahaan B akan
mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mengkoordinasikan keputusan anda. Jika
perusahaan bisa berbicara satu sama lain, mereka bisa setuju untuk menghasilkan sistem
120-volt. Atau, pemerintah bisa menetpakan standar stopkontak listrik yang diperlukan untuk
beroperasi pada 120-Volt untuk kedua cabang.
Pemantauan Karyawan
Penafsiran normal-form game dalam pemantauan karyawan adalah sebagai berikut:
jika manajer memonitor ketika pekerja sedang bekerja, maka pekerja menang dana manajer
kehilangan. Manajer kehilangan/kalah karena telah menghabiskan waktu untuk memantau
seorang pekerja yang sudah bekerja. Maka hasilnya manajer adalah -1 dan karyawan adalah
1. Sebaliknya jika manajer memonitor sementara pekerja tidak bekerja manajer menang 1 dan
pekerja yang tertangkap kehilangan/kalah 1. Angaka dalam tabel 10-5 adalah hipotesis
tentang hasil relatif yang muncul dalam situasi seperti diatas.
14

Maka strategi yang tepat dalam melakukan pemantauan karyawan adalah dengan
strategi campuran (acak) yakni sebuah strategi dimana pemain mengacak lebih dari dua tau
lebih tindakan yang tersedia agar karyawan tidak dapat memprediksi tindakan.
Nash Bergaining

Dalam tabel 10-6, ada 3 (tiga) hasil keseimbangan nash dalam permainan tawarmenawar ini. Yaitu: $100,$0; $50,$50; $0,$100. Dari pembagian tersebut salah satu hasilnya
adalah membagi uang secara merata diantara para pihak, sementara dua hasil lainnya
memberikan semua uang ke salah satu, serikat buruh atau kepada manajemen. Contoh ini
menggambarkan bahwa hasil simultaneous-move bargaining game sulit untuk diprediksi
karena umumnya terdapat beberapa keseimbangan nash. Keanekaragaman keseimbangan ini
mengarah ke inefisiensi ketika para pihak gagal untuk mengkoordinasikan keseimbangan.
Pada tabel 10-6 tersebut, 6 dari 9 hasil potensial tidak efisien dalam mereka menghasilkan
total hasil yang kurang dari jumlah yang akan dibagi. 3 dari 6 ini menghasilkan hasil yang (-)
karena akibat jalan buntu atau tidak mengahsilkan solusi. Perjanjian seperti sering gagal atau
tertunda karena kedua belah pihak meminta lebih (total) daripada yang ada untuk dibagi.
INFINITELY REPEATED GAME
Selanjutnya mengenai Infinety Repeated Game, yaitu suatu permainan yang
dimainkan berulang-ulang selamanya. Pemain menerima hasil (laba atau rugi) setiap
pengulangan permainan.
Aspek-aspek dalam present value atau PV (nilai sekarang):
1. Nilai sekarang
Nilai dari suatu perusahaan adalah nilai tunai dari seluruh laba masa depan yang
diperoleh oleh perusahaan.
2. Mendukung kolusi dengan trigger strategy
15

Trigger strategy adalah strategi yang bergantung pada permainan para pemain dimasa
lalu dalam sebuah permainan. Untuk dapar melihat bagaimana trigger strategy dapat
digunakan untuk mendukung hasil kolusi, maka kita bisa melihat tabel 10-7 diatas. Misalkan
perusahaan A dan perusahaan B diam-diam bertemu dan setuju dengan pengaturan sebagai
berikut: kami masing-masing akan mengenakan harga tinggi dan tidak satupun dari kita
akan mengenakan harga rendah. Dan dimasa lalu tidka satupun dari kita yang pernah
melakukan kecurangan dalam suatu perjanjian (kolusi). Jika masing-masing perusahaan
tidak ada yang berbuat curang maka mereka masing-masing akan mendapatkan laba $10.
Namun ketika salah satu dari mereka berbuat curang untuk mengenakan harga rendah maka
keuantungan yang didapatkan oleh pihak yang mengenakan harga rendah akan mendapatkan
keuntungan sebesar $50 dan yang mengenakan harga tinggi akan mendapat kerugian $40.
Faktor Yang Mempengaruhi Kolusi Dalam Permainan Harga
1. Jumlah perusahaan
Kolusi lebih mudah ketika ada beberapa perusahaan dari pada banyak perusahaan,
sehingga jika ada kecurangan mudah terdeteksi dan bisa segera melakukan
pengambilan keputusan yang bisa menarik pelanggan.
2. Ukuran perusahaan
Contohnya suatu perusahaan besar dengan 20 outlet dengan mudah memonitor harga
yang dikenakan oleh perusahaan kecil dengan hanya 1 outlet yakni dengan cara
memeriksa harga pada satu toko. Sedangkan untuk perusahaan kecil jika ingin
mengetahui harga yang digunakan oleh perusahaan besar, maka ia perlu mengeluarkan
biaya yang cukup besar misalnya dengan cara menyewa orang untuk memantau 20
outlet perusahaan besar.

Finitely Reapeted Game


Dua kelas dalam finitely repeated game, yaitu:
16

1. Permainan yang mana pemain tidak tahu kapan permainan akan berakhir
2. Permainan yang mana pemain tidak tahu kapan akan berakhir.
Permainan dengan Periode Akhir Tidak Pasti
Perusahaan tidak tahu tanggal yang tepat kapan produk mereka akan menjadi
usang,dengan demikian, ada ketidakpastian mengenai periode akhir dimana permainan akan
dimainkan. Misalkan probabilitas permainan yang akan berakhir setelah suatu permainan
adalah 0, yang mana 0 < 0 < 1. Jadi, ketika sebuah perusahaan membuat keputusan harga hari
ini, ada kemungkinan bahwa permainan akan dimainkan lagi besok; ada kemungkinan
permainan akan dimainkan keesokan harinya dan seterusnya. Jika 0 = , ada kesempatan
50:50 permainan akan berakhir setelah satu permainan, kesempatan permainan akan
berakhir setelah dua permainan atau lebih umum a(1/2)t kesempatan permainan akan berakhir
setelah t permainan.

Tabel Suatu Permainan Penetapan Harga yang Berulang Terbatas

Perusahaan A

Harga

Perusahaan B
Rendah

Rendah

0,0

Tinggi
50,-40

Tinggi
-40,50
10,10
Tabel
diatas
merupakan contoh
dari
finitely repeated game. Misalkan perusahaan mengadopsi trigger strategy, yang mana
masing-masing setuju untuk menetapkan harga tinggi dengan catatan pihak lain tidak ada
yang mengubah harga menjadi lebih rendah dalam periode sebelumnya. Jika suatu
perusahaan melanggar dengan penetapan harga rendah, maka perusahaan lain akan
menghukum dengan penetapan harga rendah hingga permainan berakhir. .
Jika perusahaan A curang dengan menetapkan harga rendah ketika perusahaan B
menetapkan harga rendah maka laba perusahaan A adalah $50 hari ini namun $0 di semua
periode yang tersisa dalam permainan, karena kecurangan ini akan memicu perusahaan B
untuk menetapkan harga rendah di semua periode mendatang.
Jika perusahaan A tidak curang, ia memperoleh laba $10 hari ini, selain itu ada
kemungkinan dari 1-0 bahwa permainan akan dimainkan lagi, dalam hal ini perusahaan akan
medapatkan $10 yang lain. Ada kemungkinan juga permainan tidak akan berakhir setelah dua
permainan.

kerjasama perusahaan A

= 10 + (1- 0)10 + (1- 0)2 10 + (1- 0)3 10 + .. = 10/0

Dalam persamaan ini, probabilitas permainan akan berakhir setelah satu permainan.
Ketika 0 = 1, perusahaan A yakin permainan akan berakhir setelah satu permainan, dalam hal
ini laba A jika berkerja sama adalah $10. Tetapi jika 0 < 1, probabilitas permainan akan
17

berakhir setelah satu kali permainan kurang dari satu (ada kemungkinan mereka akan
bermain lagi), dan laba dari bekerja sama lebih besar dari $10.
Ketika permainan diulang, jumlahnya terbatas tapi frekuensi tidak menentu, manfaat
bekerja sama terlihat persis seperti manfaat bekerja sama dalam infinitely repeated game,
yaitu:

PV kerjasama perusahaan = 10 + 10 + 10 + 10 + . = 10 (1 + i)
1+i

(1+i)2 (1+i)3

i merupakan tingkat bunga. Dalam sebuah repeated game dengan titik akhir tidak pasti, 1- 0
memainkan peran 1/(1+i); pemain mengabaikan masa depan bukan karena suku bunga, tetapi
karena mereka tidak yakin akan terjadi permainan di masa depan.
Dalam sebuah infinitely repeated game dengan titik akhir tidak diketahui , perusahaan A tidak
memiliki insentif untuk curang jika mereka mengharapkan untuk mendapatkan lebih sedikit
jika curang di bandingkan jika tidak curang.

curang perusahaan A

= 50 10/0 =

kerjasama perusahaan A

Repeated Game dengan Periode Akhir yang Diketahui: Masalah Periode Akhir
Ketika perusahaan mengetahui kapan permainan akan berakhir dan tidak ada lagi hari
esok, maka perusahaan memiliki insentif untuk menggunakan strategi yang sama selama
periode itu, dengan menggunakan one-shot game. Karena tidak ada kemungkinan untuk
bermain di periode selanjutnya, maka pemain tidak bisa menghukum rival mereka. Untuk
permainan ini, pemain akan menetapkan harga rendah pada periode 2, bahkan jika
perusahaan B berpikir perusahaan A akan bekerja sama dengan menetapkan harga tinggi
selama periode kedua, A akan memaksimalkan labanya dengan menetapkan harga rendah
selama periode terakhir. Tidak ada yang bisa B lakukan untuk menghukum A dimasa depan.
Bahkan A akan sangat senang jika B mengenakan harga tinggi pada periode kedua, jika itu
terjadi, A akan menetapkan harga rendah dan mendapatkan laba $50.
Kedua pemain tahu lawan mereka akan mengenakan harga rendah pada periode kedua,
periode pertama pada dasarnya periode terkhir. Ada besok, tetapi itu adalah yang terakhir, dan
setiap pemain memiliki insentif untuk memilih strategi yang sama seperti dalam versi oneshot game, yaitu menetapkan harga rendah.

Aplikasi Masalah Periode Akhir


- Pengunduran Diri dan Berhenti
Ketika seorang pekerja mengumumkan bahwa dia berencana untuk berhenti, katakanlah
besok, biaya kelalaian untuk pekerja jauh berkurang. Secara khusus, karena pekerja tidak
18

berencana untuk bekerja besok. Karena pekerja tidak berencana untuk muncul besok,
ancaman akan di pecat tidak berpengaruh.
Apa yang manajer lakukan untuk mengatasi masalah ini? Salah satu kemungkinan adalah
memecat pekerja segera setelah pemberitahuan rencana untuk berhenti. Namun kebijakan ini
tidak diadopsi oleh perusahaan, karena pekerja memiliki strategi akan merahasiakan jika dia
ingin berhenti dari pekerjaannya dan mengatakan pada hari akhir dia bekerja. Maka
perusahaan akan terkejut dengan pengunduran diri tanpa lead time menemukan pekerja baru
untuk menggantikan mereka.
Sebuah strategi manajerial yang lebih baik adalah untuk memberikan beberapa imbal balik
untuk pekerjaan yang baik setelah pemberitahuan pemutusan hubungan kerja, anda bisa
menekankan pada pekerja bahwa anda terhubung dengan baik dan akan senang menulis surat
rekomendasi ke seseorang yang pekerja perlukan di masa depan. Dengan begitu anda bisa
menghukum pekerja dengan menginformasikan majikan potensial lainnya dari fakta ini.
-

Penjual Minyak Ular

Penjual minyak ular pindah dari kota ke kota untuk menjual minyak ular tersebut yang
dijanjikan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sayangnya pembeli minyak ular
menyadari bahwa ternyata minyak ular tersebut tidak berguna dan justru tidak baik.
Meskipun demikian penjual tetap menjual minyak ular tersebut dengan bergerak pindah ke
ota, dengan demikian pembeli tidak dapat menghukum penjual. Sebaliknya jika pedagang
local yang menjual maka pembeli akan menolak untuk membeli barang dagangan di masa
depan.

MULTISTAGE GAME
Extensive-form game, yaitu representasi dari permainan yang merangkum pemain, informasi
yang tersedia bagi mereka pada setiap tahap, strategi yang tersedia bagi mereka, urutan
bergerak dan hasil dari berbagai strategi.
Figur Sequential-Move Game dalam Extensive From game
( 10,15)
naik

naik
turun
naik

A
B

(5,5)
(0,0)

turun
(6,20)
Figur diatas menggambarkan extensive-form game. Lingakaran disebut simpul keputusan.
Titik tunggal (dilambangkan dengan A). Contoh dalam permainan pemain A bergerak lebih
dulu. A dapat memilih untuk naik atau turun. Setelah A mengambil keputusan baru pemain B
bisa bergerak selanjutnya. Jika pemain A maunpun B memutuskan untuk naik maka pemain
akan mendapatkan imbal balik 10 untuk pemain A dan 15 untuk pemain B. Tindakan pemain
B sangat tergantung dengan tindakan pemain A. Seperti dalam simultaneous-move game,
hasil masing-masing pemain tidak hanya tergantung pada tindakannya, tetapi pada tindakan
19

pemain lain juga. Namun terdapat perbedaan antara simultaneous-move game dengan
sequential-move, karena pemain A harus membuat keputusan sebelum pemain B, dan A tidak
bisa membuat keputusan yang bergantung pada B.
Keseimbangan Nash pada figure diatas, strategi-strateginya adalah:
Pemain A: turun
Pemain B: turun jika pemain A memilih naik, dan turun jika pemain A memilih turun.
Terdapat keseimbangan nash lain untuk permainan ini. Misalkan strategi pemain B adalah
naik jika pemain A naik, dan memilih turun jika pemain A turun. Dengan strategi ini pemain
A akan mendapatkan 10 jika naik dan 6 dengan memilih turun. Jika pemain A memilih naik
maka pemain B tidak memiliki insentif untuk mengubah strateginya. Dalam keseimbangan
nash ini pemain A mendapatkan 10 dan pemain B mendapatkan 15.
Subgame perfect equilibrium merupakan sebuah kondisi yang menggambarkan sekumpulan
strategi yang merupakan keseimbangan nash dan tidak memungkinkan pemain untuk
meningkatkan hasilnya pada setiap tahap permainan dengan mengubah strategi. Untuk
permainan pada figure di atas satu-satunya Subgame perfect equilibrium yaitu pada saat
pemain A memilih naik, dan pemain B memilih naik ketika pemain A memilih naik.
Aplikasi Multistage Game
-

Entry game
Keras
Dalam

(-1,1)

lembut
keluar

(5,5)
(0,10)

Pada gambar diatas perusahaan B adalah sebuah perusahaan yang ada di pasar, dan
perusahaan A adalah peserta potensial. Perusahaan A harus memutuskan apakah memasuki
pasar (dalam) atau tetap berada diluar. Jika A memutuskan untuk di luar maka B akan
berperilaku seperti biasanya, dan menghasilkan laba $10 dan A menghasilkan laba $0.
Terdapat dua keseimbangan nash dalam permainan ini. Pertama terjadi dimana perusahaan B
mengancam untuk memilih keras jika A masuk ke dalam pasar, dan dengan demikian A akan
berada diluar pasar. Namun keseimbangan nash ini melibatkan ancaman yang tidak
kredibel,sehingga bukan subgame perfect equilibrium.
Keseimbangan nash yang kedua yaitu perusahaan A memilih masuk dan perusahaan B
memilih bermain lembut. Secara khusus ketika perusahaan A memilih masuk,pilihan terbaik
B adalah lembut, karena dengan lembut B akan mendapatkan laba $5 sendangkan jika keras
hanya mendapatkan laba $1. Mengingat jika pemain A masuk ia akan mendapatkan $5 bukan
$0. Ini merupakan subgame perfect equilibrium, karena jelas pilihan terbaik perusahaan A
adalah lembut ketika perusahaan A memilih untuk masuk.
Inovasi
20

Analisis entry game mengungkapkan pelajaran penting bagi manajer masa depan: tidak perlu
mengidahkan ancaman yang dibuat oleh rival ketika ancaman tersebut tidak kredibel. Kita
bisa menggunakan teori sequential game atau multistage game untuk menganalisis keputusan
inovasi.

Tawar-Menawar Berurutan
Aplikasi akhir multistage game yang akan kita pertimbangkan adalah sequential move
bargaining game. Secara khusus misalkan sebuah perusahaan dan serikat pekerja terlibat
dalam negoisasi atas berapa banyak dari surplus $100 akan di peroleh serikat pekerja dan
manajemen. Misalkan manajemen (M) bergerak pertama, menawarkan sejumlah kepada
serikat (U).

Figur Sequential Move Bargaining Game

$1
M

$50
$99

U
U
U

terima
tolak
terima

($99, $1)
( $0, $0)
($50, $50)

tolak
terima

($0, $0)
($1, $99)
tolak

($0, $0)

Serikat akan membuat keputusan setalah mempelajari tawaran dari manajemen. Misalnya jika
manajemen menawerkan serikat $1 dan serikat menerima tawaran itu, maka serikat akan
mendapatkan $1 dan manajemen mendapatkan $99, jika serikat menolak maka kedua belah
pihak akan mendapatkan $0. Hal ini merupakan subgame perfect equilibrium unik, karena
pilihan terbaik serikat jika manajemen menawarkan $1 adalah menerima, dibandingkan
dengan menolak tidak mendapatkan apa-apa.
Jika serikat memberikan ancaman mengenai penawaran beri kami $99 atau kami akan
menolak penawaran dan anda percaya dengan ancaman tersebut, maka ketika anda
menawerkan jumlah yang rendah serikat akan menolak tawaran tersebut dan anda tidak
mendapatkan apa-apa. Dengan demikian, hasil keseimbangan nash proses sequential move
bargaining menghasilkan $1 untuk manajemen dan $99 untuk serikat.
Namun hal ini bukanlah tindakan yang optimal bagi manajemen, karena adanya ancaman
serikat yang tidak kredibel. Maka dari itu dalam sequential move bargaining game ini,
subgame perfect equilibrium unik adalah manajemen mendapatkan $99 dan serikat
mendapatkan $1.

21

22