Anda di halaman 1dari 20

TUGAS PERKULIAHAN

STATISTIKA INDUSTRI

Disusun oleh :
Solida Sepastika

132 162 5017

EKSTENSI KELAS KARYAWAN


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
SERPONG 2017

PENYAJIAN DATA
Definisi Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data angka-angka yang
disebut data kasar (raw data) yang menunjukkan bahwa data tersebut belum diolah dengan
teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang
bisanya berupa skor dan relatif banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian,
data termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, datadata itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk keperluan
penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel atau gambar-gambar grafik.
Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca memahami data sebagai
dasar pengambilan keputusan.
Penyajian data dalam sebuah tabel ataupun gambar grafik memiliki maksud tertentu,
seperti halnya pepatah yang mengatakan satu gambar sama halnya dengan seribu kata, yang
bermakna bahwa penyajian data dalam bentuk gambar akan lebih cepat bisa ditangkap atau
dimengerti daripada kata-kata yang puitis sifatnya.
Seorang manajer perusahaan atau seorang pejabat tinggi pemerintahan akan lebih mudah
mengetahui perkembangan harga dengan melihat grafik trend yang naik daripada harus membaca
laporan dengan penuh kata-kata yang bagus, akan tetapi kurang sistematis penyusunannya. Itulah
sebabnya, dalam suatu laporan sering disertai tabel-tabel atau grafik-grafik. Setelah disajikan
dalam bentuk tabel, data sering digambarkan grafiknya.

Jenis-Jenis Penyajian Data


Beberapa grafik yang disajikan antara lain sebagai berikut :
1. grafik garis (line chart)
2. grafik batang/balok (bar chart)
3. histogram

4. grafik lingkaran (pie chart) dan


5. grafik berupa peta (cartogram).

1. Line Cart (Diagram Garis)


Line chart (diagram garis) merupakan diagram yang digunakan untuk menggambarkan
keadaan yang serba terus atau berkesinambungan, misalnya produksi minyak tiap tahun, jumlah
penduduk tiap tahun, dan sebagainya. Diagram garis juga memiliki sumbu datar dan sumbu
tegak, dimana sumbu datar menyatakan waktu dan sumbu tegak menyatakan kuantum data.
Diagram garis berguna untuk menyajikan perbandingan data pada satu atau beberapa seri
data. Perbedaannya, grafik garis memungkinkan kita untuk menemukan tren atau pola data dari
waktu ke waktu. Misalnya, naik turunnya penjualan, laba perusahaan, temperatur, atau harga
saham dan valas selama periode tertentu.
Penggunaan grafik garis dilakukan, apabila:
memiliki beberapa seri data.
memiliki data dengan interval yang sama atau berurutan, seperti hari, bulan, kuartal, atau
tahun fiskal.
Jenis-jenis diagram grafik garis (line chart) antara lain sebagai berikut :
1. single line chart (grafik garis tunggal)
Single line chart (grafik garis tunggal) adalah grafik yang terdiri dari satu garis untuk
menggambarkan perkembangan satu hal/kejadian. Misalnya perkembangan hasil penjualan
semen, pupuk, tekstil; perkembangan ekspor karet, kopi, lada, teh, ternak, dan minyak bumi.

Tabel Data Penjualan Hipotetis Harapan Kita selama Tujuh Tahun


Tahun

200

2002

2003

2004

200

2006

2007

1
Hasil
Penjuala
n

80

97.5

100

110

115

125

Hasil Penjualan Hipotetis Harapan Kita selama Tujuh Tahun

Grafik Garis Tunggal


160
140
120

Hasil Penjualan

100
80
60
2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007

150

2. multiple line chart (grafik garis berganda)


Multiple line chart (grafik garis berganda) adalah grafik yang terdiri dari beberapa garis
untuk menggambarkan perkembangan beberapa hal/kejadian sekaligus. Misalnya perkembangan
ekspor menurut perkembangannya

Tabel Penjualan HipotetisToko Terangselama Delapan Tahun Terakhir.


Jenis
Barang

2000

2001

2002

2003

200
4

2005

200
6

2007

Televisi

20

30

35

40

50

65

70

85

Radio

25

45

50

60

65

75

80

90

Kulkas

30

50

60

75

85

90

95

100

100
90
80
70
60
50

Televisi

Radio

Kulkas

40
30
20
10
0
2000

2001

2002

2003

2004

2005

2006

2007
Grafik

Jumlah Penjualan Terang menurut Jenis Barang

3. multiple companent line chart (grafik garis komponen berganda)


Multiple Component Line Chart (Grafik Garis Komponen Berganda) adalah grafik yang
serupa dengan grafik berganda,akan tetapi garis yang teratas/terakhir menggambarkan jumlah
(total) dari komponen-komponen, sedangkan garis lainnya menggambarkan masing-masing
komponen.

Tabel Jumlah Pesawat Terbang menurut Kepemilikan selama Enam Tahun (Unit)
4.

Grafik Jumlah Pesawat Terbang menurut Kepemilikan selama Enam Tahun (Unit)
4. multiple precentage component line chart (grafik garis presentase komponen berganda).
Multiple percentage component line chart (grafik garis presentase komponen berganda)
adalah grafik yang serupa dengan grafik garis komponen berganda, hanya masing-masing
dinyatakan sebagai presentase terhadap jumlah (total), sehingga garis teratas (terakhir)
merupakan garis yang menunjukkan 100%.
Tabel Data Presentase Realisasi Kredit Kepemilikan Rumah melalui BTN selama Enam Tahun

Grafik

Presentase realisasi Kredit Kepemilikan Rumah melalui BTN menurut Jenisnya

2. Bar Chart (Grafik Batang)


Bar chart (grafik batang) umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan
nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan
keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatarsecara vertikal dan sama lebar
dengan batang-batang terpisah.
Bar chart (grafik batang) pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk
menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik
batang ganda.
Jenis-jenis diagram grafik batang (bar chart) antara lain sebagai berikut :
1. single bar chart (grafik batang tunggal)
Tabel Data Penjualan Hipotetis Harapan Kita selama Tujuh Tahun
Tahun

200
1

2002

2003

2004

200
5

2006

2007

Hasil
Penjuala
n

80

97.5

100

110

115

125

150

Grafik Hasil Penjualan Hipotetis Harapan Kita selama Tujuh Tahun


160
140
120
Hasil Penjualan

100
80
60

2. Multiple Bar Chart (grafik batang berganda)


Tabel Penjualan Hipotetis Toko Terangselama Delapan Tahun Terakhir.
Jenis Barang

200

2001

200

200

2004

200

200

2007

3.

Televisi

20

30

35

40

50

65

70

85

Radio

25

45

50

60

65

75

80

90

Kulkas

30

50

60

75

85

90

95

100

100
90
80
70
60
50

Televisi

Radio

Kulkas

40
30
20
10
0
2005

2006

2007
Grafik Jumlah

Hasil Penjualan Toko Terang

3. Multiple Companent Bar Chart (grafik batang komponen berganda)

Tabel. 1 Calon Pemilih warga DKI Jakarta pada Pemilu 1999 menurut Indentitas Penduduk
dan Wilayah

Grafik Calon Pemilih warga DKI Jakarta pada Pemilu 1999 menurut Indentitas Penduduk
dan Wilayah

4. Multiple Precentage Component Bar Chart (grafik batang presentase komponen berganda)
Grafik Nilai Ekspor dan Impor Migas, Indonesia

Tahun

Ekspor

Impor

5.

1988

19218.5

13248.5

1989

22158.9

16359.6

1990

25675.3

21837

1991

29142.4

25868.8

1992

33967

27279.6

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

1993

36823

28327.8

1994

40053.4

31983.5

1995

45418

40628.7

1996

49814.8

42928.5

1997

53443.6

59148.4

14.
15.

4. Net Balanced Bar Chart (grafik batang berimbang netto).


Tabel Nilai Ekspor dan Impor termasuk Migas, Indonesia, 1992-1997 (Juta US$)

Grafik Selisih Ekspor-Impor Indonesia (Juta US$)

3. Histogram
Histogram adalah modifikasi dari diagram batang (bar diagram), dimana tampilan grafis dari
tabulasi frekuensi yang di gambarkan dengangrafis batangan sebagai manifestasi data binning.
Tiap tampilan batang menunjukanproporsi frekuensi pada masing-masing data kategori yang
berdapingan dengan intervalyang tidak tumpang tindih. Histogram adalah grafik balok yang
memperlihatkan satu macam pengukuran darisuatu proses atau kejadian. Grafis ini sangat cocok
untuk data yang di kelompokan.Histogram merupakan diagram frekuensi bertetangga yang
bentuknya seperti diagrambatang. Batang yang berdekatan harus berimpit.

Ciri- Ciri Histogram


Ciri-ciri dari histogram antara lain sebagai berikut
1. skala yang digunakan harus di mulai dari 0;
2. diagram batang yang di buat secara vertikal maupun horizontal;
3. diagram harus di lengkapi dengan judul; dan
4. di agram batang di sajikan dalam bentuk batangan.
Histogram ini juga digunakan dalam menyajikan data yang disusun dalam suatu distribusi
frekuensi, distribusi persentase atau telah tersusun.
Tepi-tepi kelas ini digunakan untuk menentukan titik tengah kelas yang dapat di tulis
sebagai berikut.
Titik tengah kelas = (tepi atas + tepi bawah kelas)

Hubungan Histogram dan Poligon Frekuensi


Poligon frekuensi dalam histogram dibuat untuk menghubungkan titik-titik tengah setiap
puncak persegi panjang dari histogram secara beraturan. Agar poligon tertutup maka sebelum
kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas, masing-masing di tambah satu kelas.

Tabel Jumlah Harga Saham Tahun 1992


Kelas

Interval

Jumlah Frekuensi (F)

215 -

2122

14

2123 -

4030

4031 -

5938

5939 -

7846

7847 -

9754

Hasil Saham
14
14
12
10
8
6

4
2
0

Tepi Kelas
Grafik

Saham pada Tahun 1992

Hasil

4. Pie Chart (Diagram Lingkaran)


Pie Chart (diagram lingkaran) adalah penyajian data statistik yang dinyatakan
dalam persen atau derajat dapat menggunakan diagram lingkaran.
KelebihanPenggunaan Pie Chart adalah
a. tempat untuk membuat diagram lingkaran tidak terlalu besar; dan
b. diagram lingkaran sangat berguna untuk menunjukkan dan membandingkan proporsi
dari data
KekuranganPenggunaan Pie Chart adalah diagram lingkaran tersebut tidak dapat
menunjukkan frekuensinya.
Sebuah Kabupaten di Indonesia penduduknya mempunyai mata pencarian sebagai berikut :
Penyelesaiannya:
A : Pertanian

: 25%

= 25/100 x 360 = 90

B : Perikanan

: 25%

= 25/100 x 360 = 90

C : Pertambangan

: 50%

= 50/100 x 360 = 180

Grafik

1.1

Mata Pencarian Penduduk

Pertanian

Perikanan

Pertambangan
Mata

Pencarian Penduduk Indonesia

5. Cartogram (Grafik Berupa Peta)


Cartogram (grafik berupa peta) adalah grafik yang digambarkan pada peta yang
sebenarnya, dan diberi warna. Dalam pembuatannya digunakan peta geografis tempat yang
terjadi .Dengan demikian diagram ini melukiskan keadaan dihubungkan dengan tempat
kejadiannya, seperti halnya kepadatan penduduk atau kurang penduduk suatu daerah dan atau
pulau atau juga bisa melihat penduduk dalam daerah tersebut.
Contoh: peta indonesia di gambarkan dengan gambar jagung, padi,kopi,teh, pada daerahdaerah tertentu yang menggambarkan bahwa daerah Jawa Barat penghasil padi,jagung, daerah
Sulawesi Selatan penghasil kopi, daerah Bali penghasil teh.
Tabel Peta Kepadatan Penduduk Indonesia
Propinsi

Jumlah Penduduk
Tiap km2

Jawa dan Madura

690

Sumatera

59

Kalimantan

12

Sulawesi

55

Maluku

19

Nusa Tenggara

96

Grafik Peta Kepadatan Penduduk Indonesia