Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Teknik Irigasi dan Drainase

Nama

: Muhammad Afzal

NIM

:130510601016

Hari

: Rabu

Jam

: 14.00 WIB

Asisten

: 1. Arini Putri
2. Irwansyah

PENGUKURAN DEBIT AIR DI SALURAN TERBUKA

LABORATORIUM TEKNIK TANAH DAN AIR


JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2016
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman perlu dilakukan


pengukuran debit air guna untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan
oleh tanaman. Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang dapat
lewat dalam suatu tempat atau yang dapat di tampung dalam sutau tempat tiap
satu satuan waktu.Dalam suatu jaringan irigasi, kita perlu mengetahui seberapa
besar debit air yang mengalir di sungai tersebut dan seberapa cepat aliran airnya
itu. Dengan adanya debit kita bisa mengetahui dan mendistribusi kan air secara
efesien dan tidak ada air yang tidak terpakai.
Dalam sebuah saluran irigasi, mengetahui debit aliran dalam sebuah
sluran irigasi dalah sangat penting. Ini bertujuan untuk dapat mengontrol laju
penggunaan air pada petak sawah dengan sesuai dengan kebutuhan suatu lahan
atau tanaman di sebuah lahan tersebut. Dengan mengetahui besarnya laju aliran
per satuan waktu (debit) diharapkan akan dapat mengontrol laju aliran sesuai
dengan yang dibutuhkan.Oleh karena itu perlunya pengukuran debit aliran pada
sebuah saluran irigasi adalah merupakan suatu metoda ataupun kepentingan dalam
sebuah manajemen irigasi atau dalam sebuah system keirigasian.
Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang dapat lewat
dalam suatu tempat atau yang dapat di tampung dalam suatu tempat tiap satu
satuan waktu. Aliran air dikatakan memiliki sifat ideal apabila air tersebut tidak
dapat dimanfaatkan dan berpindah tanpa mengalami gesekan, hal ini berarti pada
gerakan air tersebut memiliki kecepatan yang tetap pada masing masing titik
dalam pipa dan gerakannya beraturan akibat pengaruh gravitasi bumi
1.1.

Tujuan Praktikum

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur debit aliran dalam suatu saluran
terbuka.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Saluran terbuka adalah suatu saluran dimana cairan mengalir
dengan permukaan bebas yang terbuka terhadap tekanan atmosfir. Bentuk
penampang saluran yang biasa dipakai untuk saluran tanah yang tidak
dilapis adalah bentuk trapesium. Hal ini disebabkan karena kemantapan
kemiringan dinding saluran dapat disesuaikan. Bentuk persegi panjang
biasa dipakai untuk saluran yang dibangun dengan bahan yang mantap
seperti pasangan batu padas, logam dan kayu. Penampang segitiga dipakai
untuk saluran yang kecil, selokan, dan penelitian di laboratorium.
Sedangkan penampang lingkaran dipakai untuk saluran pembuang air
kotor dan gorong-gorong yang berukuran sedang maupun kecil
(Hardiyatmo, 2002).
Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai
hidrologis proses yang terjadi dilapangan. Kemampuan pengukuran debit
aliran sangat diperlukan untuk mengetahui potensi suatu sumber daya air
disuatu daerah atau wilayah DAS. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat
untuk memonitor dan mengefaluasi neraca air suatu kawasan melalui
pendekatan potensi sumber daya air permukaan yang ada.Salah satu fungsi
utama dari DAS adalah sebagai pemasok air dengankuantitas dan kualitas
yang baik terutama bagi orang di daerah hilir (Djojodihardjo,1982).
Pengukuran debit dengan bantuan alat ukur curret meter atau
sering dikenal sebagai pengukuran debit melalui pandekatan velocity-area

method paling banyak dipraktekkan dan berlaku untuk kebanyakan aliran


sungai. Ada dua macam tipe current meter, yaitu: Current meter tipe Price
dan Current meter tipe propeller. Current meter tipe price terdiri atas 6
buah piala konis (conical cups) yang berputar terhadap sumbu vertikal.
Tipe propeller adalah pengukur kecepatan arus di mana unsur berputarnya
berupa baling-baling (propeller) yang berputar terhadap sumbu horizontal
(Kartasapoetra,1986).
Pengukuran luas penampang aliran dilakukan dengan membuat
profil penampang melintangnya dengan cara mengadakan pengukuran kea
rah horikzonta l(lebar aliran) dan ke arah vertical (kedalamam aliran).Luas
aliran merupakan jumlah luas tiap bagian (segmen) dari profil yang terbuat
pada tiap bagian tersebut di ukur kecepatan alirannya. Debit aliran di
segmen = ( Qi ) = Ai x Vi. Keterangan : Qi : Debit aliran segmen I, Ai :
Luas aliran pada segmen I, Vi : Kecepatan aliran pada segmen i
(Sosrodarsono,2003).

III.METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1.

Waktu dan Tempat


Praktikum Teknik Irigasi dan Drainase ini dilakukan pada hari Minggu,

pukul 09.00 WIB, tanggal 17 April 2016. Bertempat di Saluran irigasi terbuka
kecamatan Indrapuri Aceh Besar..
3.2.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan dalam kegiatan praktikum ini :
1. Stop watch.
2. Roll meter.
3. Current meter.

3.3.

Cara Kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini adalah :
1. Dipilih saluran terbuka yang alirannya cukup baik.
2. Ditentukan bentuk saluran
3. Diukur perameter-parameter saluran.
4. Ditentukan jumlah vertikal/segmen/bagian.
5. Ditentukan metode yang digunakan.
6. Diukur kecepatan rata-rata aliran pada setiap segmen/bagian
7. Dihitung debit total aliran dalam saluran terbuka.
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Data Hasil Pengamatan


( Terlampir)
4.2. Analisa Data
Dik : T
R = 6,119 (RAIN )1,21 ( DAYS)0,474 ( MAXP)0,526

4.3. Pembahasan
Pengukuran kecepatan aliran pada saluran terbuka dapat menggunakan
metode pelampung dan metode pengukuran dengan current meter. Metode
pengukuran dengan pelampung yaitu dengan meletakkan pelampung di beberapa
titik pengukuran pada lebar sungai yang akan diukur kecepatan alirnya. Pada
pengukuran kecepatan alir di titik tengah memiliki nilai tertinggi sebesar 0,517
m/dt. Kecepatan alir di bagian tengah lebih besar dibandingkan bagian kanan dan
kiri karena bagian kanan dan kiri akan dibatasi langsung dengan penampang

sungai bagian pinggir. Gaya gesek akan mempengaruhi dan mengakibatkan


kecepatan alir di bagian pinggir akan lebih kecil daripada yang bagian tengah.
Metode pengukuran kecepatan aliran pada saluran terbuka lainnya yaitu
dengan menggunakan current meter. Kecepatan alir dari pengunaan metode ini
tergantung pada posisi peletakan (kedalaman) current meter. Semakin dalam
posisicurrent meter, maka kecepatan nya akan berkurang, karena aliran air pada
bagian bawah sungai atau aliran lebih kecil atau lebih tenang daripada di bagian
permukaan

sungai.

Data

yang

didapatkan

menunjukkan

pada

posisi

peletakan current meter yang paling dalam yaitu pada posisi 1,61 meter,
didapatkan data rata-rata kecepatan alir paling rendah yaitu 0,218 m/dt.
Pengukuran kecepatan dengan current meter juga dilakukan tiap pias untuk
mencari pada kedalaman berapa aliran tidak akan mengalir lagi (0 m/dt). Tiap pias
diberlakukan penarikan grafik secara linier dan didapatkan kedalaman dimana
aliran pada pias tersebut o m/dt.
Debit

aliran

air

pada

saluran

terbuka

sangat

dipengaruhi

oleh

lingkungannya. Hal ini dikarenakan air yang mengalir mengalami kontak


langsung dengan udara yang dapat mempengaruhi kecepatan aliran air tersebut.
Besar kecilnya kecepatan angin dan arah datangnya angin sangat berpengaruh
dalam waktu tempuh saat air itu bergerak.
Fungsi dari pengukuran debit aliran adalah untuk mengetahui seberapa
banyak air yang mengalir pada suatu sungai dan seberapa cepat air tersebut
mengalir dalam waktu satu detik, dengan mengetahui besar debit air maka akan
memudahkan dalam pembagian saluran irigasi. Arus yang mengalir di sungai-

sungai memiliki debit yang berbeda-beda, dengan menghitung debit airnya maka
kita dapat menentukan apakah air sungai tersebut mampu mengaliri saluran irigasi
atau tidak. Oleh karena itu menghitung debit air di bidang pertanian sangat
bermanfaat.

V. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum kali ini
diantaranya sebagai berikut :
1. Debit dipengaruhi oleh dua faktor yaitu luas penampang saluran dan
kecepatan aliran air.
2. Dari praktikum ini didapatkan nilai Qrata-rata = 16,6 x 10-5 m3/s

5.2. Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan yaitu diharapkan asisiten tidak
terburu-buru menjelaskan cara perhitungan saat praktikum dilaksanakan karena
akan memyebabkan praktikan kurang mengerti sehingga praktikum kurang
efektif,mohon

untuk

praktikum

kedepan

agar

asisten

lebih

baik

menyampaikan ilmu-ilmunya kepada praktikan agar praktikum tidak sia-sia.


DAFTAR PUSTAKA

lagi

Djojodihardjo,harijono. 1982. Diktat Bahan Kuliah Mekanika Fluida. Institut


Teknologi Bandung, Bandung.
Hardiyatmo, H. C., 2002, Teknik Pondasi 2, Edisi Kedua, Beta Offset,
Yogyakarta.
Kartasapoetra, A.G. dan Sutedjo Mulyani. 1986. Teknologi Pengairan Pertanian.
Penerbit Bina Aksara,Jakarta.
Sosrodarsono, S. dan K. Takeda, 2003. Hidrologi Untuk Pengairan. Pradnya Paramita,
Jakarta.