Anda di halaman 1dari 2

Baktei Pada Air Limbah/Mikrobiologi Air ( harus disortir ku rika deui )

a. Escherichia coli
b. Bakteri koliform
- Klebsiella pneumoniae
- Enterobacter aerogenes
c. Bakteri Besi
Mengubah persenyawaan besi yang dapat larut menjadi bentuk
yang tak dapat larut. Pengendapan persenyawaan besi yang tak
dapat larut akan menghambat aliran air dalam pipa.
d. Bakteri Sulfur
Membentuk asam sulfat dan hidrogen sulfide, yang dapat membuat
air menjadi asam dan berbau tidak enak.
e. Algae
Menyebabkan kekeruhan, perubahan warna, serta bau dan rasa tak
enak.
f. Bakteri pembentuk lendir
Menghasilkan keadaan berlendir.
g. Salmonella
merupakan nama genus bakteri dengan ciri-ciri berbentuk batang,
motil (kecuali S. gallinarum dan S. pullorum yang non-motil),
tidak membentuk spora, dan Gram-negatif. Bakteri ini tersebar luas
di dalam tubuh hewan, terutama unggas dan babi. Lingkungan yang
menjadi sumber organisme ini antara lain air, tanah, serangga,
permukaan pabrik, permukaan dapur, kotoran hewan, daging
mentah, daging unggas mentah, dan makanan laut mentah. Warna
koloni Salmonella berwarna hitam akibat gas sulfur yang diprodusi
oleh mikroorganisme tesebut.
h. Shigella
Shigella merupakan bakteri berbentuk batang, Gram-negatif, tidak
motil,

tidak

membentuk

spora.Kurang

dari

10%

kasus-kasus

keracunan makanan disebabkan oleh Shigella (shigellosis).Shigella


jarang ditemui pada hewan; penyakit ini pada dasarnya hanya
ditemui pada manusia dan primata lain seperti monyet dan
simpanse. Organisme ini sering ditemukan dalam air yang tercemar
kotoran manusia.

Bakteri pada limbah industri tekstil (lumayan Rapi )


1. Enterobacter aglomerans dan Streptococcus viridans
Mendegradasi zat warna AZO, CIRO 16, dan CIRR 3
2. Pseudomonas rudinensis dan pseudomonas diminuta
Bioregenarasi karbon aktif pada penguraian zat warna
monoklorotriazinyl limbah cair tekstil secara biologis
3. Thermus brockianus
Penghasil enzim katalase untuk proses bleaching limbah
tekstil sehingga tidak berbahaya dalam batas tertentu
4. Pseudomonas, Zooglea, Nitromonas, Nitrobacter dan
Nocardia
Digunakan dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
dalam mengolah limbah tekstil menggunakan Anaerobic
treatment 3 tingkat dan aerobic treatment 4 tingkat secara
bergantian pada sebuah perusahaan di Nagahama, Jepang
( Haryono & Listiani Dewi, 2000)
Mikroorganisme limbah domestik (kurang rapi euy faktor
malam )
1. Methylococcus capsulatus
Kemampuan : menghancurkan plastik
Peranan : mengatasi pencemaran plastik
2. Pseudomonas sp
Kemampuan : memanfaatkan minyak sebaga sumber makanannya
Peranan : mengatasi pencemaran minyak
3. Nitrobacter sp, Nitrosomonas sp, Pseudomonas sp, Beggiota
sp
Kemampuan : sebagai lumpur aktif penyaring air limbah
Peranan : pengolahan limbah cair