Anda di halaman 1dari 6

Klasifikasi :

Divisi : Basidiomycetes
Kelas : Homobasidiomycetes
Ordo : Hymenomycetales
Familia : Polyporaceae
Genus : Ganoderma
Spesies : Ganoderma applanatum

Deskripsi
Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang,
daun sehingga disebut dengan tumbuhan tallus. Tubuh terdiri dari satu sel
(uniseluller) dan bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa). Hifa
akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yang disebut
miselium.
Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yang bersekat. Hidup terestrial saprofit,
parasit atau membentuk mikorhiza. Tubuh buah disebut basidiokarp yaitu tempat
terbentuknya basidium dan dan basidium terbentuk spora basidium. Basidiokarp
tersusun atas basidiun-basidium yang di dalamnya berisi spora (basidiospora).
Basidium ada yang terdiri atas satu sel dan ada yang bersekat-sekat terbagi
menjadi 4 bagian sel.
Sel bersifat eukaryotik, tidak mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit.
Menyukai hidup pada tempat yang lembab dan tidak menyukai akan adanya
cahaya.
Fase dikaryotik lebih panjang di cirikan oleh adanya basidium dan basidiospora,
basidiospora dibentuk di liau basidium, basidiospore yang dibentuk selalu 4, hasil
fruktifikasi disebut basidiocarp.
Mempunyai tingkat perkembangan sederhana, Belum membentuk tubuh buah,
basidium bebas. Hifa pendukung membentuk tubuh buah dan basidium
terkumpul membentuk himenium yang didukung himenofor. Himenium terletak
di atas tubuh buah. Spora sangat banyak dan secara aktif dilontarkan oleh
basidium. Tubuh buah tanpa Himenofor yang menonjol, himenium terletak di
atas tubuh buah dan sudah terbentuk Sejas tubuh buah maz muda, lamella atau
papan, sehingga permukaan menjadi lebih luas
Basidiolarp seperti kertas / kulit / belulang / kayu. Himenium terdapat pada satu
sisi atau seluruhnya, banyak tumbuh pada pohon atau sebagai saprofit dan bisa
merusak kayu bangunan. Ganoderma applanatum tubuh buahnya berbentuk
setengah lingkaran, banyak terdapat pada kayu lapuk
Ganoderma applanatum tidak mempunyai batang dan bertumbuh di atas
batang-batang. Cendawan yang baru bertumbuh berwarna kuning muda
kecoklatan, setelah itu Ganoderma applanatum akan berubah warna menjadi
coklat.
Cara reproduksi :
- vegetatif : spora vegetatif
- fragmentasi (pemisahan)
Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan
membentuk spora pada basidium.

Tremetes sp.

Jamur lapuk putih seringkali dianggap sebagai penggangu karena merusak kayu, tapi ternyata
jamur tersebut memiliki manfaat lain, yaitu sebagai pendegradasi zat warna di dalam limbah
cair. Salah satu Jamur lapuk putih yang dapat mendegradasi zat warnah dalam limbah cair
tekstil yaitu Jamur Trametes versicolor. Jamur Trametes versicolor adalah sejenis jamur yang
tumbuh pada tunggul kayu yang telah mati. Di musim hujan terkadang kayu ditumbuhi
jamur putih yang penampilannya besar dan liat. Jamur yang menempel pada kayu ini tidak
dapat dijadikan sumber pangan, dan malah membuat kayu rumah menjadi lapuk.
Ciri-ciri jamur Trametes versicolor yaitu berwarna coklat keputih-putihan hingga putih
kekuningan dengan tepi bergerigi, permukaan badan pada jamur berbulu. Tidak memiliki
tangkai sehingga langsung melekat pada kayu. Pada badan jamur terlihat zonasi pertumbuhan
jamur. Tekstur jamur menyerupai kulit dan bentuk basidiokarpa/badan buah seperti ekor
kalkun yang sedang mangeliat.

Gambar 1. Trametes versicolor


Klasifikasi jamur Trametes versicolor adalah sebagai berikut:
Kingdom

: Fungi

Divisio

: Basidiomycota

Class

: Hymenomycetes

Ordo

: Aphyllophorales

Family

: Polyporaceae

Genus

: Trametes

Species

: Trametes vercicolor

Jamur ini merupakan jamur dari jenis Basidiomycetes, yang berarti memiliki tubuh buah
yang seringkali berbentuk seperti payung (disebut basidium). Dinamakan jamur lapuk putih
karena jamur ini mampu mendegradasi substrat kayu yang berwarna kecoklatan (lignin)
menjadi materi selulosa yang berwarna putih. Jamur ini sangat bermanfaat sebagai
pendegradasi zat warna di dalam limbah tekstil.
Karakteristik utama dari limbah industri tekstil adalah tingginya kandungan zat warna
sintetik, yang apabila dibuang ke lingkungan tentunya akan membahayakan ekosistem
perairan. Zat warna ini memiliki struktur kimia yang berupa gugus kromofor dan terbuat dari
beraneka bahan sintetis, yang membuatnya resisten terhadap degradasi saat nantinya sudah
memasuki perairan. Meningkatnya kekeruhan air karena adanya polusi zat warna, akan
menghalangi masuknya cahaya matahari ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan
proses fotosintesis.
Mekanisme penghilangan warna oleh jamur lapuk putih yaitu Jamur lapuk putih
memproduksi enzim-enzim pendegradasi lignin yang non-spesifik, yang dapat mendegradasi
berbagai jenis zat pengotor organik, termasuk zat warna tekstil. Enzim-enzim yang
diproduksi oleh jamur lapuk putih mengkatalis penguraian zat warna tekstili menggunakan
mekanisme pembentukan radikal bebas.
Proses penghilangan warna tekstil dengan jamur Trametes varcicolor dapat dilakukan dengan
treatment jalan. Treatment jalan merupakan metode sederhana yang sering digunakan. Proses
yang dilakukan yaitu terlebih dahulu jamur dibiakkan disemacam medium, biasa memakai
jerami atau palm oil fiber (sabut kelapa sawit). Medium jerami dan sabut kelapa sering
digunakan karena murah dan mudah didapat. Proses treatment dilakukan dengan merendam
jamur di dalam limbah selama 15 menit, kemudian limbahnya didiamkan di bak penampung
selama 6 jam supaya penghilangan warna optimal. Jika skala limbah tidak terlalu besar (debit
kecil), air limbah tekstil cukup dikucurkan lewat medium berjamur dan warnanya akan
hilang karena enzim pada jamur lapuk purih bekerja secara instan. Jamur bias dipakai
beberapa kali sehingga pengolahan limbah cair tekstil dengan jamur ini relative murah, dan
sebenarnya jika diberi waktu yang cukup untuk regenerasi setelah dipakai, jamur dapat
digunakan lagi, tapi harus menembah medium karena mediumnya akan habis dimakan oleh
jamur tersabut.

Referensi
Anonim, 2011, Isolasi and Identifikasi Fungi, http://haikumaruao.blogspot.com, diakses
tanggal 23 maret 2012 jam 19.30

Christian Handy, 2007, Penggunaan Jamur Lapuk Putih dalam Penghilangan Warna Limbah
Tekstil, http://majarimagazine.com , diakses tanggal 23 maret 2012 jam 19.10

Dartianti, 2008, PENURUNAN KADAR WARNA LIMBAH CAIR INDUSTRI


PENCUCIAN JEANS DENGAN KITOSAN DAN JAMUR LAPUK PUTIH (Trametes
versicolor). Universitas Sumatera Utara: Medan

Gymnopus sp.

Kingdom:
Division:
Class:
Order:
Family:
Genus:

Fungi
Basidiomycota
Agaricomycetes
Agaricales
Marasmiaceae
Gymnopus
(Pers.) Roussel (1806)

Type species
Gymnopus fusipes
Habitatnya :
- merupakan jamur yang belum dibudidayakan
- hidup pada.musim penghujan terutama angin berhembus dari barat terutama
hidup pada tegalan, kebun atau di pinggir rumah.
- banyak ditemukan tumbuh di atas sarang rayap atau pada tanah yang
kandungan organic tanahnya sangat baik.
Ciri-ciri :
- tudung berwarna putih kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan dengan
batang putih bersih.
Pleurotus sp.

Kerajaan: Fungi
Filum:
Basidiomycota
Kelas:
Homobasidiomycetes
Ordo:
Agaricales
Famili: Tricholomataceae
Genus: Pleurotus
Spesies: P. ostreatus
Nama binomial
Pleurotus ostreatu
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin:
pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama
binomial Pleurotus ostreatus.[2] Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam,

abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang
bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.[1] Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora
berbentuk batang berukuran 8-113-4m serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh
dengan cepat.[1]
Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan
daerah yang sejuk.[3] Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang
sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah
salah satu jenis jamur kayu.[3] Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang
dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[4] Media yang umum dipakai untuk
membiakkan jamur tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari
penggergajian kayu.[4]
Kingdom
Fungi
:
Division: Basidiomycota
Class:

Basidiomycetes

Order:

Agaricales

Family:

Tricholomatacea
e

Genus:

Mycena

Species: M. Niveipes
Binomial name
M. Niveipes

Mycena adalah jenis jamur saprofit yang hidup dari zat-zat organic yang sudah mati. Mycena
banyak hidup di lantai hutan pegunungan yang dingin dan lembab, di mana terdapat sangat
sedikit manusia. Jamur ini tidak menyukai cahaya, ia hidup pada suhu dingin sekitar 15C,
bahkan kurang. Tumbuhnya menempel bergerumbul di kayu-kayu yang lapuk, dimana
Mycena menggunakan serat kayu lapuk sebagai sumber makanannya.

Hidup dari yang sudah mati

Ukuran jamur Mycena cukup kecil dan tudungnya kira-kira hanya sampai 2 cm. Penduduk
sekira Taman Nasional Gunung Halimun menyebut jamur ini dengan nama jamur lumar.