Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH KOMUNIKASI KESEHATAN

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

OLEH:

ANIS SYAKIRATUR RIZKI


P07134012005

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis bisa
menyelesaikan pembuatan makalah ini tanpa hambatan yang berarti. Makalah ini
merupakan tugas dari salah satu mata kuliah yang harus dipenuhi dalam semester
ini. Adapun makalah ini membahas mengenai komunikasi interpersonal yang
merupakan bagian dari komunikasi kesehatan.

Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak, demikian juga dengan
makalah ini tidak luput dari banyak kekurangan, sehingga diperlukan masukan dari
para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Mataram, September 2014

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................

ii

DAFTAR ISI........................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................

1 Latar Belakang.........................................................................................
2 Tujuan......................................................................................................
3 Rumusan Masalah...................................................................................

4
4
4

BAB II ISI............................................................................................................

1
2
3
4
5
6

Pengertian Komunikasi interpersonal......................................................


Ciri-Ciri Komunikasi interpersonal...........................................................
Klasifikasi Komunikasi interpersonal.......................................................
Tujuan Komunikasi interpersonal............................................................
Efektifitas Komunikasi interpersonal........................................................
Sistem Komunikasi interpersonal............................................................

7
8
9
10
14
15

BAB III PENUTUP..............................................................................................

15

1 Kesimpulan..............................................................................................
2 Saran.......................................................................................................

15
15

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................

16

BAB I
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Kegiatan komunikasi interpersonal merupakan kegiatan sehari-hari
yang paling banyak dilakukan oleh manusia sebagai mahluk sosial. Sejak
bangun tidur di pagi hari sampai tidur lagi di larut malam, sebagian besar dari
waktu kita digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia yang lain. Dengan
demikian kemampuan berkomunikasi merupakan suatu kemampuan yang paling
dasar. Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami
perbedaan pendapat, ketidaknyamanan situasi atau bahkan terjadi konflik yang
terbuka yang disebabkan adanya kesalahfahaman dalam berkomunikasi.
Menghadapi situasi seperti ini, manusia baru akan menyadari bahwa diperlukan
pengetahuan mengenai bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan
efektif.yang harus dimiliki seorang manusia.
Efektifitas seorang komunikator

dapat

dievaluasi

dari

sudut

sejauhmana tujuan-tujuan tersebut dicapai. Persyaratan untuk keberhasilan


komunikasi adalah mendapat perhatian. Jika pesan disampaikan tetapi
penerima mengabaikannya, maka usaha komunikasi tersebut akan gagal.
Keberhasilan

komunikasi

juga

tergantung

pada

pemahaman

pesandan

penerima. Jika penerima tidak mengerti pesan tersebut,maka tidaklah mungkin


akan berhasil dalam memberikan informasi atau mempengaruhinya. Bahkan jika
suatu pesan tidak dimengerti, penerima mungkin tidak meyakini bahwa
informasinya benar, sekalipun komunikator benar-benar memberikan arti apa
yang dikatakan.
Kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik dan efektif sangat
diperlukan oleh manusia agar dia dapat menjalani semua aktivitasnya dengan
lancar. Terutama ketika seseorang melakukan aktivitas dalam situasi yang
formal, misal dalam lingkungan kerja. Lebih penting lagi ketika aktivitas kerja
seseorang adalah berhadapan langsung dengan orang lain dimana sebagian
besar

kegiatannya

merupakan

kegiatan

komunikasi

interpersonal.

Agar komunikasi dapat berjalan lancar, maka dibutuhkan keahlian dalam


berkomunikasi( communication skill). Dan tidaklah semua orang memiliki
communication skill. Banyak orang yang berkomunikasi hanya mengandalkan
gaya yang dipakai sehari-hari. Mereka menganggap cara komunikasi yang
mereka pakai sudah benar. Padahal kalau dicermati masih banyak kesalahan
dalam berkomunikasi.
Komunikasi interpersonal merupakan proses pertukaran informasi
diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di
antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad,
2005,p.158-159). Menurut pemahaman seperti ini, komunikasi dikaitkan dengan
pertukaran informasi yang bermakna dan harus membawa hasil di antara orangorang yang berkomunikasi. Komunikasi interpersonal menghendaki informasi
atau pesan dapat tersampaikan dan hubungan di antara orang yang
berkomunikasi dapat terjalin. Oleh karena itu setiap orang apapun tujuan
mereka, dituntut memiliki keterampilan komunikasi interpersonal agar mereka
bisa berbagi informasi, bergaul dan menjalin kerjasama untuk bisa bertahan
hidup.
Komunikasi interpersonal menjadi urat nadi untuk denyut kehidupan
sekaligus merupakan kekuatan utama dalam membentuk pengertian dan
pemahaman di antara orang-orang. Komunikasi interpersonal membina
percakapan, koordinasi dan kerjasama orang-orang agar produktif, dinamis dan
inovatif sekaligus menghubungkan tujuan-tujuan organisasi dengan tingkat
partisipasi anggota dan dinamika kemajuan masyarakat.

2 Tujuan
1. Pembaca dapat mengetahui apa itu komunikasi interpersonal, fungsi, ciriciri, klasifikasi dan efektifitas komunikasi interpersonal.
2. Pembaca menjadi paham dengan komunikasi interpersonal tersebut
sehingga bisa menerapkannya dan menjadi softskill.
3 Rumusan Masalah
A. Apa pengertian komunikasi interpersonal?
B. Apa fungsi komunikasi interpersonal?
C. Bagaimana ciri-ciri komunikasi interpersonal?
D. Apa klasifikasi komunikasi interpersonal?

E.
F.
G.
H.

Bagaimana efektifitas komunikasi interpersonal?


Bagaimana hambatan dalam komunikasi interpersonal?
Bagaimana memupuk keahlian komunikasi interpersonal?
Bagaimana pentingnya keahlian komunikasi interpersonal dalam
komunikasi?

BAB II
ISI
1.1 Pengertian Komunikasi Interpersonal
Komunikasi Interpersonal menurut beberapa ahli:
1. Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara
seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua
orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158159).
2. Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan
oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil
orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan
umpan balik segera (Effendy,2003, p.30).
3. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap
muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain
secara langsung, baik secara verbal ataunonverbal.
Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang,
seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan
sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73).
4. Menurut
Effendi,
pada
hakekatnya

komunikasi

interpersonal

adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini


dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku
seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik
bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu
juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara
pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika
ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluasluasnya (Sunarto, 2003, p. 13)

2.2 Ciri-ciri dan Karakteristik Komunikasi Interpersonal


6

1. Pihak-pihak yang melakukan komunikasi berada dalam jarak yang dekat. Pihak
yang dapat dikatakan melakukan komunikasi interpersonal harus tidak berada dalam
jarak jauh melainkan saling berdekatan/ face to face. Apabila salah satu lawan
bicara menggunakan media dalam penyampaian pesan karena perbedaan jarak, itu
tidak dapat dikatakan sebagai komunikasi interpersonal.
2. Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara spontan
baik secara verbal maupun non verbal.Di dalam komunikasi interpersonal feed back
yang diberikan oleh komunikan biasanya secara spontan begitu juga dengan
tanggapan dari komunikator. Dengan respon yang diberikan secara spontan dapat
mengurangi kebohongan salah satu lawan bicara dengan cara melihat gerak gerik
ketika sedang berkomunikasi.
3.

Keberhasilan

komunikasi

menjadi

tanggung

jawab

para

perserta

komunikasi.Mutual understanding akan diperoleh dalam komunikasi interpersonal


ini, apabila diantara kedua belah pihak dapat menjalankan dan menerapkan
komunikasi ini dengan melihat syarat-syarat yang berlaku seperti, mengetahui
waktu, tempat dan lawab bicara.
4. Kedekatan hubungan pihak-pihak komunikasi akan tercermin pada jenis-jenis
pesan atau respon nonverbal mereka, seperti sentuhan, tatapan mata yang
ekspresif, dan jarak fisik yang dekat.Kita dapat membedakan seberapa dekat
hubungan seseorang dengan lawan bicaranya, hal ini dapat dilihat dari respon yang
diberikan. Misalnya kedekatan dalam berkomunikasi antara sepasang kekasih
dengan sepasang persahabatan, melalui respon nonverbal kita dapat melihat
mereka sepasang kekasih atau hanya teman biasa.
Sementara itu, Judy C. Pearson (1983) memiliki pendapat lain mengenai
karakteristik komunikasi interpersonal yaitu :
1. Komunikasi Interpersonal bersifat Myself Communication
Komunikasi interpersonal dimulai dari dalam diri pribadi atau diri sendiri.
Dalam hal ini awal dari proses komunikasi adalah persepsi. Persepsi bukan hanya
sekedar rekaman atas suatu objek yang telah terstimulasikan pada otak manusia,
tetapi otak manusia itu tidak seperti komputer yang mengelola input sebagaimana
datanya adanya. Persepsi sangat dipengaruhi kebutuhan, kesiapan mental, suasana

emosional, dan latar belakang budaya, yang semuanya menentukan interprestasi


orang pada sensasi. (Darsun, 2012)8
Proses psikologi merupakan salah satu proses yang tidak bisa terpisahkan
dari proses komunikasi interpersonal. Hal ini terjadi karena dalam proses komunikasi
interpersonal kita mencoba menginterprestasikan makna yang menyangkut diri kita,
diri orang lain, dan hubungan yang terjadi. Dalam komunikasi interpersonal,
memahami diri pribadi merupakan suatu syarat yang mendasar. Diri pribadi biasanya
menjadi pusat dari proses komunikasi dan dengan memahamin diri pribadi, kita akan
lebih mudah memahami komunikasi yang kita lakukan. (Darsun, 2012) 8
2. Komunikasi interpersonal bersifat Transaksional
Komunikasi interpersonal mengacu pada pada penilaian orang lain terhadap
dirinya. Komunikasi interpersonal sering terjadi mempertimbangkan untung rugi. Dari
sebuah interaksi akan tercipta transaksi dalam komunikasi. Teori social excange
menjelaskan bahwa orang sebenarnya menggunakan prinsip ekonomi dalam suatu
hubungan,

yaitu

dengan

mempertimbangkan

hubunganya tersebut. (Darsun, 2012)

kontribusi

orang

lain

dalam

Analisis Transaksional adalah lebih dari sekedar kerangka untuk menganalisis


interaksi. Analisis transaksional merupakan sebuah teori kepribadian dan suatu
pendekatan psikoterapeutik. Kekuatan dari teori ini terletak pada konse-konsep yang
kuat, tetapi sederhana penerapannya yang luas pada hubungan manusia. Konsep
utama

analisis

transaksional

adalah

keadaan

ego.

Kapan

pun,

orang

memanifestasikan sebuah bagian dari kepribadian mereka dalam sebuah pola


perilaku, pikiran, dan persaan yang konsisten. (Darsun, 2012)

2.3 Klasifikasi Komunikasi Interpersonal


Bacaan yang dikutip Muhammad (2004, p. 159-160) mengembangkan klasifikasi
komunikasi interpersonal menjadi :
1.

Interaksi intim. Termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota famili,

2.

dan orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat.


Percakapan sosial adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara
sederhana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan
hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih
8

bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat di luar organisasi


3.

seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya.


Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada
dalam kontrol, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain.
Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi

4.

maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya.


Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal di mana dua
orang terlibat dalam percakapan yang berupa tanya jawab. Misalnya atasan
yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu
pekerjaannya.

2.4 Tujuan Komunikasi Interpersonal


Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. Di sini akan
dipaparkan 6 tujuan, antara lain ( Muhammad, 2004, p. 165-168 ) :
a. Menemukan Diri Sendiri
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau
pribadi. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita
belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain.
Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk
berbicara tentang apa yang kita sukai, atau mengenai diri kita. Adalah sangat
menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, dan tingkah
laku kita sendiri. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain, kita memberikan
sumber balikan yang luar biasa pada perasaan, pikiran, dan tingkah laku kita.
b. Menemukan Dunia Luar
Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih
banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. Banyak
informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal, meskipun banyak
jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali
didiskusikan dan akhirnya dipelajari atau didalami melalui interaksi interpersonal.

c. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti


4

Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan
memelihara hubungan dengan orang lain. Banyak dari waktu kita pergunakan dalam
komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan
sosial dengan orang lain.
d. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku
Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang
lain dengan pertemuan interpersonal. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara
tertentu, misalnya mencoba diet yang baru, membeli barang tertentu, melihat film,
menulis membaca buku, memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu
benar atau salah. Kita banyak menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi
interpersonal.
e.

Untuk Bermain Dan Kesenangan


Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah

mencari kesenangan. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu
akhir pecan, berdiskusi mengenai olahraga, menceritakan cerita dan cerita lucu
pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan
waktu.

Dengan

melakukan

komunikasi

interpersonal

semacam

itu

dapat

memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari
semua keseriusan di lingkungan kita.
f.

Untuk Membantu
Ahli-ahli kejiwaan, ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi

interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Kita


semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita seharihari. Kita berkonsultasi dengan seorang teman yang putus cinta, berkonsultasi
dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain
sebagainya.

2.5 Efektivitas Komunikasi Interpersonal


10

Efektivitas Komunikasi Interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang


dipertimbangkan yaitu ( Devito, 1997, p.259-264 ):
1. Keterbukaan (Openness)
Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari
komunikasi interpersonal. Pertama, komunikator interpersonal yang efektif harus
terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang
harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya.memang ini mungkin
menarik, tapi biasanya tidak membantu komunikasi. Sebaliknya, harus ada
kesediaan

untuk

membuka

diri

mengungkapkan

informasi

yang

biasanya

disembunyikan, asalkan pengungkapan diri ini patut.


Aspek

keterbukaan

yang

kedua

mengacu

kepada

kesediaan

komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang
diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya merupakan peserta percakapan
yang menjemukan. Kita ingin orang bereaksi secara terbuka terhadap apa yang kita
ucapkan. Dan kita berhak mengharapkan hal ini. Tidak ada yang lebih buruk
daripada ketidak acuhan, bahkan ketidaksependapatan jauh lebih menyenangkan.
Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap
orang lain.
Aspek ketiga

menyangkut kepemilikan perasaan dan

pikiran

(Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa
perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang milik anda dan anda
bertanggungjawab atasnya. Cara terbaik untuk menyatakan tanggung jawab ini
adalah dengan pesan yang menggunakan kata Saya (kata ganti orang pertama
tunggal).
2. Empati (empathy)
Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai kemampuan
seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat
tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu.
Bersimpati, di pihak lain adalah merasakan bagi orang lain atau merasa ikut
bersedih. Sedangkan berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang
mengalaminya, berada di kapal yang sama dan merasakan perasaan yang sama
dengan cara yang sama. Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan
pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan
4

mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara
verbal maupun non verbal.
Secara

nonverbal,

kita

dapat

mengkomunikasikan

empati

dengan

memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan
gerak-gerik yang sesuai; (2) konsentrasi terpusat meliputi komtak mata, postur tubuh
yang penuh perhatian, dan kedekatan fisik; serta (3) sentuhan atau belaian yang
sepantasnya.
3. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap
mendukung (supportiveness). Suatu konsep yang perumusannya dilakukan
berdasarkan karya Jack Gibb. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat
berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita memperlihatkan sikap
mendukung dengan bersikap (1) deskriptif, bukan evaluatif, (2) spontan, bukan
strategic, dan (3) provisional, bukan sangat yakin.
4. Sikap positif (positiveness)
Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dengan
sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong
orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sikap positif mengacu pada sedikitnya
dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikasi interpersonal terbina
jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.
Kedua, perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat
penting untuk interaksi yang efektif. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada
berkomunikasi dengan orang yang tidak menikmati interaksi atau tidak bereaksi
secara menyenangkan terhadap situasi atau suasana interaksi.
5. Kesetaraan (Equality)
Dalam setiap situasi, barangkali terjadi ketidaksetaraan. Salah seorang
mungkin lebih pandai. Lebih kaya, lebih tampan atau cantik, atau lebih atletis
daripada yang lain. Tidak pernah ada dua orang yang benar-benar setara dalam
segala hal. Terlepas dari ketidaksetaraan ini, komunikasi interpersonal akan lebih
efektif bila suasananya setara. Artinya,, harus ada pengakuan secara diam-diam

12

bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing
pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.
Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan,
ketidak-sependapatan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami
perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak
lain.kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja
semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesetaraan berarti kita menerima
pihak lain, atau menurut istilah Carl rogers, kesetaraan meminta kita untuk
memberikan penghargaan positif tak bersyarat kepada orang lain.
2.7 Unsur atau Elemen Komunikasi Interpersonal
Proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan beberapa unsur atau elemen
sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002):
1. Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus (pesan/informasi verbal maupun non
verbal). Pada saat berada pada proses sensasi ini maka panca indera manusia
sangat dibutuhkan, khususnya mata dan telinga.
2. Persepsi, yaitu proses memberikan makna terhadap informasi yang ditangkap oleh
sensasi. Pemberian makna ini melibatkan unsur subyektif. Contohnya, evaluasi
komunikan terhadap proses komunikasi, nyaman tidakkah proses komunikasi
dengan orang tersebut?
3. Memori, yaitu proses penyimpanan informasi dan evaluasinya dalam kognitif
individu. Kemudian informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan dikeluarkan
atau diingat kembali pada suatu saat, baik sadar maupun tidak sadar. Proses
pengingatan kembali ini yang disebut sebagai recalling.
4. Berpikir, yaitu proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk memenuhi
kebutuhan atau menyelesaikan masalah. Proses ini

meliputi

pengambilan

keputusan, pemecahan masalah dan berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi


terhadap proses komunikasi interpersonal maka ada antisipasi terhadap proses
komunikasi yang

selanjutnya. Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman

berkomunikasi dengan dosen maka kita mempunyai cara untuk antisipasi agar
komunikasi di kemudian hari menjadi lancar.

Seringkali komunikan tidak saling memahami maksud pesan atau informasi dari
lawan bicaranya. Hal ini disebabkan beberapa masalah antara:
a. Komunikator
1. Hambatan biologis, misalnya komunikator gagap.
2. Hambatan psikologis, misalnya komunikator yang gugup.
3. Hambatan gender, misalnya perempuan tidak bersedia terbuka terhadap
lawan bicaranya yang laki-laki.
b. Media
1. Hambatan teknis, misalnya masalah pada teknologi komunikasi (microphone,
telepon, power point, dan lain sebagainya).
2. Hambatan geografis, misalnya blank spot pada daerah tertentu sehingga
signal HP tidak dapat ditangkap.
3. Hambatan simbol/ bahasa, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan pada
komunitas tertentu. Misalnya kata-kata wis mari versi orang Jawa Tengah
diartikan sebagai sudah sembuh dari sakit sedangkan versi orang Jawa Timur
diartikan sudah selesai mengerjakan sesuatu.
4. Hambatan budaya, yaitu perbedaan budaya yang mempengaruhi proses
komunikasi.
c. Komunikate
1. Hambatan biologis, misalnya komunikate yang tuli.
2. Hambatan psikologis, misalnya komunikate yang tidak berkonsentrasi dengan
pembicaraan.
3. Hambatan gender, misalnya seorang perempuan akan tersipu malu jika
membicarakan masalah seksual dengan seorang lelaki.
2.8 Sistem Komunikasi Interpersonal
Menurut

Drs.

Jalaluddin

Rahmat,

M.Sc.

lewat

bukunya

yang

berjudul Psikologi Komunikasi, beliau menjelaskan tentang sistem dalam komunikasi


interpersonal seperti:
A. Persepsi Interpersonal
Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan
informasi inderawi. Persepi interpersonal adalah memberikan makna terhadap
stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang berupa pesan verbal
dan nonverbal. Kecermatan dalam persepsi interpersonal akan berpengaruh
terhadap keberhasilan komunikasi, seorang peserta komunikasi yang salah memberi
makna terhadap pesan akan mengakibat kegagalan komunikasi.
14

B. Konsep Diri
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Konsep diri
yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu:
1.
2.
3.
4.

Yakin akan kemampuan mengatasi masalah;


Merasa stara dengan orang lain;
Menerima pujian tanpa rasa malu;
Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan

dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat;


5. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspekaspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah.
Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi
antarpribadi, yaitu:
1. Karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep
dirinya. Bila seseorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orang yang
rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat catatan
yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh, sehingga
memperoleh nilai akademis yang baik.
2. Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi,
dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan
pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi
dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita
akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan
baru.
3. Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai
communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi
disebabkan olh kurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya
diri, menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.
4. Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena
konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri
(terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan (persepsi selektif), dan
apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh
dalam penyandian pesan (penyandian selektif).

Atraksi Interpersonal
4

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya
tarik seseorang. Komunkasi antarpribadi dipengaruhi atraksi interpersonal dalam hal:
1. Penafsiran pesan dan penilaian. Pendapat dan penilaian kita terhadap orang
lain tidak semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional, kita juga makhluk
emosional. Karena itu, ketika kita menyenangi seseorang, kita juga cenderung
melihat segala hal yang berkaitan dengan dia secara positif. Sebaliknya, jika
membencinya, kita cenderung melihat karakteristiknya secara negatif.
2. Efektivitas komunikasi. Komunikasi antarpribadi dinyatakan efektif bila
pertemuan komunikasi merupakan hal yang menyenangkan bagi komunikan.
Bila kita berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan dengan kita,
kita akan gembira dan terbuka. Bila berkumpul dengan denganorang-orang
yang kita benci akan membuat kita tegang, resah, dan tidak enak. Kita akan
menutup diri dan menghindari komunikasi.

Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang
dengan orang lain. Hubungan interpersonal yang baik akan menumbuhkan derajad
keterbukaan orang untuk mengungkapkan dirinya, makin cermat persepsinya
tentang orang lain dan persepsi dirinya, sehingga makin efektif komunikasi yang
berlangsung di antara peserta komunikasi. Kegagalan komunikasi sekunder terjadi,
bila isi pesan kita dipahami, tetapi hubungan di antara komunikan menjadi rusak.
Untuk menumbuhkan dan meningkatkan hubungan interpersonal, kita perlu
meningkatkan kualitas komunikasi.

Lebih jauh, Jalaludin Rakhmat (1994) memberi catatan bahwa terdapat tiga
faktor dalam komunikasi antarpribadi yang menumbuhkan hubungan interpersonal
yang baik, yaitu:
a. Percaya
Bila seseorang punya perasaan bahwa dirinya tidak akan dirugikan,
tidak akan dikhianati, maka orang itu pasti akan lebih mudah membuka
dirinya. Percaya pada orang lain akan tumbuh bila ada faktor-faktor sebagai
berikut:

16

1) Karakteristik dan maksud orang lain, artinya orang tersebut memiliki


kemampuan, keterampilan, pengalaman dalam bidang tertentu. Orang itu
memiliki sifat-sifat bisa diduga, diandalkan, jujur dan konsisten.
2) Hubungan kekuasaan, artinya apabila seseorang mempunyai kekuasaan
terhadap orang lain, maka orang itu patuh dan tunduk.
3) Kualitas komunikasi dan sifatnya mengambarkan adanya keterbukaan.
Bila maksud dan tujuan sudah jelas, harapan sudah dinyatakan, maka
sikap percaya akan muncul.
b. Sikap suportif
Perilaku suportif akan meningkatkan kualitas komunikasi. Beberapa ciri
perilaku suportif yaitu:
1) Evaluasi dan deskripsi: maksudnya, kita tidak perlu memberikan kecaman atas
kelemahan dan kekurangannya.
2) Orientasi masalah: mengkomunikasikan keinginan untuk kerja sama, mencari
pemecahan masalah. Mengajak orang lain bersama-sama menetapkan tujuan
dan menetukan cara mencapai tujuan.
3) Spontanitas: sikap jujur dan dianggap tidak menyelimuti motif yang
pendendam.
c. Sikap terbuka.
Sikap terbuka, kemampuan menilai secara obyektif, kemampuan membedakan
dengan mudah, kemampuan melihat nuansa, orientasi ke isi, pencarian informasi
dari berbagai sumber, kesediaan mengubah keyakinannya, profesional dan lain-lain.
Komunikasi ini dapat dihalangi oleh gangguan komunikasi dan oleh kesombongan,
sifat malu dan lain-lain.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal
Jalaludin Rakhmat (2007) meyakini bahwa komunikasi interpersonal dipengaruhi
oleh:
1. Persepsi Interpersonal
Persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau
menafsirkan informasi inderawi. Persepi interpersonal adalah memberikan
makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari. Seseorang (komunikan),
yang berupa pesan verbal dan nonverbal. Kecermatan dalam persepsi
interpersonal akan berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi, seorang
4

peserta komunikasi yang salah memberi makna terhadap pesan akan


mengakibat kegagalan komunikasi.
2. Konsep Diri
Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.
Konsep diri yang positif, ditandai dengan lima hal, yaitu :
a. Yakin akan kemampuan mengatasi masalah
b. Merasa setara dengan orang lain
c. Menerima pujian tanpa rasa malu
d. Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan
dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat
e. Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspekaspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah.
Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi
antar pribadi, yaitu:

Setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya.
Misalnya, bila seseorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orang
yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat
catatan yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh,
sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.

Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi,


dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan
pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi
dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita
akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan
baru.

Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena


konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri
(terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan (persepsi selektif), dan
apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh
dalam penyandian pesan (penyandian selektif).

Kecakapan-kecakapan yang Dibutuhkan dalam Komunikasi Interpersonal

18

Ada dua jenis kecakapan yang harus dimiliki seseorang agar dirinya mampu
melakukan komunikasi interpersonal dengan baik dan berhasil, yaitu
1)

Kecakapan Kognitif
Kecakapan kognitif merupakan kecakapan pada tingkat pemahaman
mengenai bagaimana cara mencapai tujuan personal dan relasional dalam
berkomunikasi. Menurut Hardjana (2007: 92-93), kecakapan kognitif
meliputi:
a. Empati (empathy): kecakapan untuk memahami pengertian dan
perasaan orang lain tanpa meinggalkan pandangannya sendiri.
b. Perspektif sosial (social perspective): kecakapan melihat kemungkinankemungkinan perilaku yang berkomunikasi dengan dirinya.
c. Kepekaan (sensitivity) terhadap peraturan atau standar yang berlaku
dalam komunikasi interpersonal.
d. Pengetahuan akan situasi pada waktu komunikasi sedang dilakukan.
e. Memonitor diri (self-monitoring): kecakapan memonitor diri sendiri untuk
menjaga

ketepatan

perilaku

dan

jeli

dalam

memperhatikan

pengungkapan pihak yang berkomunikasi dengannya.


2)

Kecakapan Behavioral.
Kecakapan behavioral merupakan kecakapan berkomunikasi pada
tingkat tindakan, yang berfungsi dalam mengarahkan pelaku komunikasi
untuk mencapai tujuan, baik personal maupun relasional.Kecakapan
behavioral menurut Hardjana, yaitu:

a) Keterlibatan

interaktif

(interactive

involment).

Keterlibatan

interaktif

menentukan tingkat keikutsertaan dalam proses komunikasi. Kecakapan ini


meliputi :

sikap tanggap (responsiveness)

Sikap perseptif (perceptiveness)

sikap penuh perhatian (attentiveness).

b) Manajemen interaksi (interaction management): kecakapan yang berfungsi


untuk membantu dalam mengambil tindakan-tindakan yang berguna demi
tercapainya tujuan komunikasi.

c)

Keluwesan perilaku (behavioral flexibility) : Kecakapan yang dibutuhkan


agar proses komunikasi yang dilakukan tidak terkesan kaku dan monoton.

d) Mendengarkan

(listening):

kecapakan

yang

berfungsi

untuk

bisa

mendengarkan dan menyelami perasaan pihak lain. Dengan kecakapan


mendengarkan seseorang dapat menjadi teman berbicara yang baik.
e) Gaya sosial (social style):kecakapan yang mengarahkan pelaku komunikasi
pada perilaku yang baik dan menarik sehingga menyenangkan pihak lain.
f)

Kecemasan komunikasi (communication anxiety): kecakapan yang dapat


dipakai untuk mengatasi rasa takut, cemas, malu, gugup, dst. ketika
berhadapan dengan lawan bicara.

Hubungan

Keahlian

komunikasi

Interpersonal

dalam

Komunikasi

Orang yang mempunyai keahlian komunikasi maka komunikasi orang


tersebut akan berjalan efektif. Kita harus memupuk keahlian kita dalam
komunikasi interpersonal melalui konsep diri. Konsep diri seperti yang telah
tertuang

diatas

sangat

penting

dilakukan

agar

kita

ahli

dalam

berkomunikasi. Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan


interpersonal yang baik. Kegagalan komunikasi sekunder terjadi, bila isi
pesan kita dipahami tetapi hubungan dengan komunikan menjadi rusak.
DeVito

(1992)

memandang

komunikasi

interpersonal

yang

efektif

berdasarkan humanistic model dan pragmatic model. Humanistic model


(soft approach) menunjukkan bahwa kualitas komunikasi interpersonal
yang efektif ditentukan oleh 5 faktor, sebagai berikut: Openness
(keterbukaan), Empathy, Supportiveness (mendukung), Positiveness (sikap
positif), Equality (kesetaraan). Pragmatic model (behavioural) atau disebut
juga sebagai pendekatan keras (hard approach) atau (competence model)
fokus pada perilaku tertentu yang harus digunakan oleh pelaku komunikasi
interpersonal baik sebagai pembicara maupun sebagai pendengar apabila
ingin efektif. Pendekatan ini pun menyatakan ada 5 skemampuan yang
harus dimiliki, yaitu sebagai berikut:
Confidence (percaya diri) maksudnya adalah para pelaku komunikasi
interpersonal harus memilki rasa percaya diri secara sosial (social
20

confidence).
Immediacy merujuk pada situasi adanya perasaan kebersamaan antara
pembicara dan pendengar (oneness). Immediacy ditunjukan dengan sikap
memperhatikan,
Interaction

menyenangi,

management

dan

tertarik

maksudnya

pada

adalah

lawan

kemampuan

bicara
untuk

mengontrol interaksi demi memuaskan kedua belah pihak pelaku


komunikasi.
Expressiveness

maksudnya

adalah

kemampuan

untuk

secara

sungguhsungguh terlibat dalam proses komunikasi.


Other orientation maksudnya adalah kemampuan untuk beradaptasi
dengan orang lain selama proses komunikasi interpersonal berlangsung.
Butir-butir tersebut di atas menjelaskan kemampuan yang harus dimiliki
agar suatu proses komunikasi interpersonal efektif. Idealnya semua
kemampuan

tersebut harus dimiliki

oleh

para

pelaku

komunikasi

interpersonal. Namun DeVito (1992) memberikan peringatan bahwa dalam


menerapkan kemampuan tersebut setiap situasi komunikasi, dan aspek
budaya yang berbeda pada pelaku komunikasi. Jadi aturan-aturan
komunikasi interpersonal yang efektif tersebut harus diterapkan secara
fleksibel.
Ada sejumlah model untuk menganalisa hubungan personal, tetapi
dengan mengikuti ikhtisar dari Coleman dan Hammen (1974:224-231).
Model-model

tersebut

antara

lain

adalah

sebagai

berikut:

Model pertukaran sosial


Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi
dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan
sesuatu yang memenuhi kebutuhannya.
Model peranan masyarakat
Model peranan melihatnya sebagai panggung sandiwara. Di sini setiap
orang harus memainkan peranannya sesuai dengan naskah yang telah
dibuat masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap
individu bertindak sesuai dengan ekspedisi peranan dan tuntutan peranan,
memiliki keterampilan peranan, dan terhindari dari konflik peranan dan
kerancunan peranan.
Model permainan
4

Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam


permainan. Mendasari permainan ini adalah tiga bagian kepribadian
manusia.
Model interaksional
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem.
Setiap sistem memiliki sifat-sifat struktural, integratif, dan medan. Semua
sistem terdiri dari subsistem-subsisitem yang saling tergantung dan
bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Pola-pola
interpersonal

mempuanyai

efek

yang

berlainan

komunikasi
pada

hubungan

interpersonal. Tidak benar anggapan orang bahwa makin sering orang


melakukan komunikasi interpersonal dengan orang lain, makin baik
hubungan mereka. Yang menjadi soal bukanlah berapa kali komunikasi
dilakukan. Tetapi bagaimana komunikasi itu dilakukan. Faktor-faktor yang
menumbuhkan hubungan interpersonal dalam komunikasi interpersonal
adalah percaya, kejujuran, sikap suportif.

22

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1.

Komunikasi interpersonal merupakan proses pertukaran informasi


diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau
biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui
balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159)

2. Ciri komunikasi

Pihak yang mengadakan komunikasi berada dalam jarak yang dekat


Pihak-pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan

secara spontan baik secara verbal maupun nonverbal


Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab peserta komunikasi
Kedekatan hubungan pihak-pihak komunikasi akan tercermin pada
jenis-jenis pesan atau respon nonverbal

3. Klasifikasi komunikasi Interpersonal

Interaksi Intim
Percakapan sosial
Interogasi atau pemeriksaan
Wawancara

4. Tujuan Komunikasi Interpersonal

Menemukan diri sendiri


Menemukan dunia luar
Membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti
Berubah sikap dan tingkah laku
Untuk bermain dan kesenangan
Untuk membantu

5. Efektifitas komunikasi interpersonal

Keterbukaan
Empati
Sikap positif
Kesetaraan

6. Fungsi komunikasi interpersonal


4

Untuk mendapatkan respon/ umpan balik.


Untuk melakukan antisipasi setelah mengevaluasi respon/ umpan

balik.
Untuk melakukan kontrol terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat
melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara persuasi.
Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain.

7. Unsur atau Elemen Komunikasi Interpersonal

Sensasi
Persepsi
Memori
Berpikir

8. Hambatan dalam komunikasi interpersonal

Komunikator;
Media
Komunikan

9. Sistem Komunikasi Interpersonal

Persepsi Interpersonal

Konsep Diri

Yakin akan kemampuan mengatasi masalah;

Merasa stara dengan orang lain;

Menerima pujian tanpa rasa malu;


Menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan

dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui oleh masyarakat;


Mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-

aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubah


Atraksi Interpersonal
Hubungan Interpersonal

3.2. Saran
Komunikasi interpersonal adalah hal yang sangat penting dalam
penyampaian suatu informasi. Untuk membentuk komunikasi interpersonal
yang baik, diperlukan keterbukaan, empati, sikap positif, dan kesetaraan.
Melalui makalah ini, disarankan kepada mahasiswa agar dapat lebih
dalam mempelajari konsep komunikasi interpersonal sehingga mahasiswa
dapat lebih memahami konsep komunikasi interpersonal sehingga dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
24

DAFTAR PUSTAKA

Bagus Ghojali. 2010. Buku Ajar Psikologi Komunikasi.Malang.Fakultas Psikologi


Unair.
Littlejohn. 1999. Theories of Human Communication, Belmont, California: Wadsworth
Publishing Company.
Mulyana Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Rakhmat Jalaludin. 1994. Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.