Anda di halaman 1dari 4

MODUL PRAKTIKUM

STATUS KLINIK
MANAJEMEN FISIOTERAPI KARDIOPULMONAL
A. DATA-DATA MEDIS RUMAH SAKIT
a. Diagnosa medis
b. Catatan Klinis
c. Terapi Umum

: Bronkitis kronis
::-

B. PEMERIKSAAN FISIOTERAPI
1. Anamnesis
a. Anamnesis Umum
Nama

: Zulfikar robyanto

Umur

: 50 tahun

Alamat

: Jl. Sumber sekar, Dau

Jenis kelamin : Laki-laki


Agama

: Islam

Pekerjaan

: Swasta

b. Anamnesis Khusus
Keluhan Utama

: Pasien mengeluhkan batuk disertai dahak dan sesak nafas


secara terus menerus.

Riwayat penyakit

:-

Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit penyerta : c. Anamnesis Sistem


1) Musculoskeletal
upper.
2) Kardiovaskuler
3) Respirasi
4) Neuromuscular
2. Pemeriksaan Fisik
a. Vital Sign
Tekanan Darah
Denyut Nadi

: Adanya spasme pada otot pectoralis mayor dan trapezius


: Adanya batuk disertai dahak
: Dispnea
:: 120/90 mmHg
: 80 x/menit

Pernapasan
Temperatur
3. PemeriksaanSpesifik
a. Pemeriksaan ekspansi thorak
b. Pemeriksaan sesak napas
c. Palpasi

: 25 x/menit
: 36, 8
: Mengalami penurunan ekspansi thorak
: Brog scale (4)
: spasme pada otot pectoralis mayor dan trapezius

upper
d. Auskultasi
: Ronki
4. Kognitif,intrapersonal, dan interpersonal
Kognitif

: baik

Intrapersonal

: baik

Interpersonal

: baik

C. DIAGNOSIS FISIOTERAPI : Bronkitis kronis


D. PROBLEMATIK FT

: 1.Adanya sesak nafas


2.Adanya batuk disertai dahak
3.Spasme otot- otot bantu pernafasan ( Pectoralis mayor
dan Trapezius upper )
4.Penurunan ekspansi sangkar Thorak
5.Penurunan toleransi aktifitas

E. PROGRAM RENCANA TINDAKAN FISIOTERAPI


1. Tujuanjangkapanjang : - Meningkatkan aktivitas
2. Tujuanjangkapendek : - Penurunan derajat sesak napas
- penurunan spasme otot
- Penurunan sputum
- Peningkatan ekspansi thorak
F. INTERVENSI FISIOTERAPI
1. Sinar Infra Merah
Lakukan tes sensibilitas tajam tumpul pada area otot pectoralis mayor dan trapezius upper
kemudian posisikan pasien senyaman mungkin. Pada area yang diterapi bebas dari
pakaian. Persiapkan alat IR dengan mengarahkan sinar infra merah tepat tegak lurus pada
otot pectoralis mayor dan trapezius upper dengan jarak 45 cm dengan waktu penyinaran
10 menit pada tiap bagian. Terapis memberikan informasi efek rasa hangat yang muncul
pada sinar infra merah, apabila pasien merasakan panas yang berlebihan saat terapi
berlangsung diharapkan dapat memberitahukan kepada terapis.
2. Chest Fisioterapi

Fisioterapi dada dengan menggunakan beberapa tehnik seperti postural drainage,


tapotement, batuk efektif, breathing exercise.
a. Postural Drainage
Postural drainage adalah posisi tubuh dengan menggunakan gravitasi untuk
membantu mengalirkan sekresi (mukus) dari segmen paru-paru pasien. Pada
setiap posisi, bronchus segmental pada area yang akan dialirkan harus tegak lurus
dengan lantai.
b. Tapotement
Tapotement adalah pengetokan dinding dada dengan tangan. Untuk melakukan
tapotement, tangan dibentuk seperti mangkuk dengan memfleksikan jari dan
meletakkan ibu jari bersentuhan dengan jari telunjuk. Perkusi dinding dada secara
mekanis akan melepaskan sekret. Indikasi untuk perkusi dilakukan pada pasien
yang mendapatkan postural drainage.
c. Batuk Efektif
Latihan batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar, dimana klien
dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan
sekret secara maksimal.
d. Breathing Exercise
Latihan napas yang terdiri atas pernapasan diafragma dan purse lips breathing.
Tujuan latihan pernapasan adalah untuk mengatur frekuensi dan pola napas,
memperbaiki fungsi diafragma,memperbaiki mobilitas sangkar thorak dan
mengatur kecepatan pernapasan sehingga bernapas lebih efektif. Latihan ini
meningkatkan

inflasi

alveolar

maksimal,

meningkatkan

relaksasi

otot,

menghilangkan kecemasan, menyingkirkan pola aktivitas otot-otot pernapasan


yang tidak berguna dan tidak terkoordinasi, melambatkan frekuensi pernapasan,
dan mengurangi kerja pernapasan
G. PROGNOSIS
Quo ad vitam

: Bonam

Quo ad sanam

: Bonam

Quo ad fungsionam

: Bonam

Quo ad cosmeticam

: Bonam

H. HOME PROGRAM
1. Pasien melakukan latihan napas dirumah sendiri
2. Istirahat jika terjadi keluhan sesak napas saat sedang beraktivitas

3. Menjaga lingkungan sekitar


4. Edukasi, Memberikan pemahaman kepada penderita untuk mengenali gejala dan faktor
yang menyebabkan bronkitis kronis

Anda mungkin juga menyukai