Anda di halaman 1dari 5

1. Coba terangkan apa saja yang di bahas dalam UU No 13 tahun 2003 ketenagakerjaan.

Ketenaga kerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu
sebelum , selama dan sesudah masa kerja
Tenaga Kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk
masyarakat
Pekerja /Buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan
dalam bentuk lain .
Pemberi Kerja adalah orang perorangan ,pengusaha , badanhukum atau badan badan
lainnya yang memperkejakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan dalam
bentuk lain .
2. Apakah yang dimaksud dengan PKWT( Perjanjian kerja untuk waktu tertentu) atau
lazim disebut pekerja kontrak dan apakah yang dimaksud dengan PKWTT( Perjanjian
kerja untuk waktu tak tertentu) ,
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan
pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerja
tertentu.
PKWTT perjanjian kerja yg tidak ditentukan wkt nya dan bersifat tetap
2.1. Apakah yang membedakan karyawan tetap dan karyawan kontrak ?
Yang membedakan adalah pada :
1. jenis pekejaanya.
Pada UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah membatasi jenis pekerjaan
yang dapat menggunakan karyawan kontrak yaitu pekerjaan yang predictiable
penyelesaiannya, pekerjaan musiman dan pekerjaan yang bukan merupakan
pekerjaan utama perusahaan tersebut.
2. waktu kerja
Perjanjian kerja yang semestinya berlaku paling lama 2 tahun , dan hanya dapat
diperpanjang untuk satu kali selama satu tahun
2.2. Berapa lama masa kontrak yang diperbolehkan oleh undang undang ?
perjanjian kerja yang semestinya berlaku paling lama 2 tahun , dan hanya dapat
diperpanjang untuk satu kali selama satu tahun
2.3. Apakah dalam UU ketenaga kerjaan No 13 tahun 2003 sudah diatur mengenai
outsorsing ?
Sudah diatur di UU Ketenegakerjaan No 13 thn 2003 pasal 64-66
2.4. Apa keuntungan bagi perusahaan yg menggunakan outsorsing ? Mengapa
banyak pihak , terutama pekerja dan serikat pekerja menolak sistem outsorsing
dan kontrak ?
2.5. Apa saja syarat syarat memperkerjakan pekerja kontrak?
Pekerjaan yang selesai sekali atau sementara sifatnya yang penyelesaiannya
paling lamatiga tahun.
Pekerjaan Musiman
Pekerjaan yang terkait dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang
masih dalam percobaan atau penjajakan.
Pekerjaan harian/ Pekerja lepas

3. Apa yang dimaksud dengan upah dan apa yang dimaksud UMK ?

Gaji atau upah adalah hak karyawan yang diterima dalam bentuk uang sebagai imbalan dari
pemberi kerja atau pengusaha, yang dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja atau
perundang-undangan & tidak lebih rendah dari UMK
Upah Minimal Kota/Kabupaten. UMK ditentukan oleh dewan pengupahan yang terdiri dari :
Pihak pengusaha yang diwakili oleh APINDO,
Pemerintahan diwakili oleh Disnaker, Deperindag, BPS dan Pemda
Serikat pekerja yang diwakili oleh DPC SPN & SPSI
3.1. Apa yg menjadi acuan penentuan upah minimum di suatu daerah ?
Penetapan upah minimum bergantung pada situasi dan kondisi perekonomian nasional.
Juga dikaitkan dengan keadaan perekonomian di setiap daerah/wilayah propinsi atau
kabupaten /kota
3.2. Aspek aspek apa saja yang tercakup di dalam UMK ?
Kebutuhan Hidup Minimum ( KHM )
Indeks harga konsumen ( IHK )
Kemampuan perkembangan dan kelangsungan Perusahaan
Upah yg berlaku di daerah tertentu dan antar daerah
Kondisi Pasar Kerja dan tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita
3.3. Apakah Perusahaan wajib memberikan upah minimum kepada pekerja ?
Upah minimum adalah upah paling rendah yang harus diterima setiap kali seseorang
bekerja pada orang lain. Pasal 92 UU No 13 Tahun 2003 memberi amanat kepada
pengusaha untuk menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan golongan ,
masa kerja , pendidikan dan konpensasi
3.4. Apakah pengusaha boleh memotong upah pekerja ?
Pemotongan upah pekerja dapat dilakukan oleh pengusaha sepanjang sesuai dengan
ketentuan undang-undang . Prinsip dalam bekerja sebenarnya no work no pay (pekerja
yang tidak bekerja, tidak berhak mendapat upah). Dari prinsip tersebut maka upah
seorang pekerja dapat dipotong oleh pengusaha. Dalam pasal 93 ayat 1 UU No. 13
Tahun 2003 dikatakan upah tidak dibayar pekerja / buruh tidak melakukan pekerjaan
3.5. Jika perusahaan tidak mampu membayar sesuai ketentuan upah minimum ,
apakah pekerja tetap berhak menuntut pemenuhannya ?
Sesungguhnya, upah minimum adalah hak dasar setiap pekerja yang harus dipenuhi
oleh pengusaha. Namun , UU Tenaga Kerja memberikan sedikit ruang gerak bagi
pengusaha yang tidak mampu sehingga pengusaha bersangkutan dapat menunda
pelaksanaan upah minimum tersebut, Namun Pengusaha tersebut wajib membuat
permohonan kepada instansi terkait yang tentu saja hal tersebut harus disertai laporan
keuangan yang menunjukan ketidakmampuannya
3.6. Apa saja alasan yg syah bagi pekerja sehingga tetap mendapatkan upah walaupun
tidak masuk kerja , Apa sanksi bagi pengusaha yg tidak membayar upah pekerja
yang sakit /tidak masuk kerja karena alasan yang syah .
Alasan-alasan yang sah bagi pekerja tidak masuk adalah sebagai berikut:
Pekerja sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
Pekerja menikah dibayar selama 3 hari
Pekerja/buruh menikahkan anak (2hari)
Mengkhitankan anak (2hari)
Membaptiskan anak (2hari)
Istri melahirkan atau keguguran kandungan (2hari)
Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia (1hari)
Suami, istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dunia (2hari)

Hal tersebut bertentangan dengan aturan yang terdapat dalam UU No. 13 Tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan. Segala tindakan yang melanggar hukum diancam dengan
sanksi tindak pidana yang diatur lebih lanjut oleh UU
4. Kebijakan memberlakukan Jamsostek diatur dalam UU No 3 tahun 1992 tentang
Jaminan sosial Tenaga Kerja .
3.1. Apa yang dimaksud dengan Jamsostek , program Jamsostek meliputi apa saja?
suatu hak perlindungan bagi tenaga kerja tetap maupun kontrak dalam bentuk santunan
berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan
pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang hilang atau berkurang dan pelayanan
sbg akibat keadaan yg dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit hamil,
bersalin, hari tua dan meninggal dunia
Program Jamsostek meliputi 4 program yaitu :
1. Jaminan Kecelakaan Kerja( JKK )
2. Jaminan Kematian( JKM )
3. Jaminan Hari Tua ( JHT )
4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan ( JPK )
3.2 Apakah pekerja berhak menuntut Jamsostek ?
Jaminan sosial tenaga kerja adalah hak setiap tenaga kerja baik pekerja tetap maupun
pekerja kontrak . Jka ada pengusaha yang oleh UU menetapkan wajib untuk menyertakan
para pekerjanya dalam program jamsostek , namun pengusaha tersebut tidak
mengikutsertakan pekerjanya maka hal tersebut oleh UU dianggap sebagai kejahatan .
3.3 Siapakah yang menanggung jaminan kecelakaan terhadap pekerja yang belum
masuk program jamsostek ?
Pengusaha wajib membiayai pekerja yang sakit / kecelakaan dan yang belum terdaftar di
Jamsostek
3.4 Siapa yang menanggung iuran JKK,JKM dan berapa iurannya ?
JKK 0,24-1,74 % dr upah pekerja tergantung tingkat resiko kecelakaan kerja
JKM 0,30% dr upah pekerja
Ksemua disipkan/diberikn pngusaha
3.5 Apakah perusahaan berhak memotong upah pekerja untuk Jaminan Hari Tua ?
Iya sebesar 2 % ,dr total 5,7 %, sebesar 2% ditanggung pekerja, 3,7% ditanggung oleh
perusahaan
5. UU No 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja , apa yang dimaksud dengan Serikat
Pekerja ?
Organisasi yang dibentuk oleh dan untuk pekerja/buruh di perusahaan yang bersifat bebas,
terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta
melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan
pekerja/buruh dan keluarganya
Adakah perlindungan hukum terhadap pekerja yang menjadi anggota atau pengurus
serikat pekerja?
Ada, diatur di UU No.13/2003, pasal 104:1
Apa hak serikat pekerja dalam suatu perusahaan?
1. Membuat perjanjian kerja bersama dengan pengusaha.
2. Mewakili pekerja/buruh dalam menyelesaikan perselisihan industrial.
3. Mewakili pekerja/buruh dalam lembaga ketenagakerjaan.
4. Membentuk lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha
peningkatan kesejahteraan pekerja/buruh.
5. Melakukan kegiatan lainnya di bidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Apa kewajiban serikat pekerja dalam satu perusahaan?

Melindungi dan membela


anggota dari pelanggaran hak-hak dan mempejuang-kan
kepentingannya.
Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggota dan keluarganya
Mempertangungjawabkan kegiatan organisasi kepada anggotanya sesuai dengan
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
Apa sanksi terhadap pihak yang menghalangi / memaksa pekerja menjadi
anggota/pengurus serikat pekerja ?
Pasal 43 UU No. 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh;
(1)
Barang siapa yang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28, dikenakan sanksi pidana paling singkat 1
(satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling sedikit Rp
100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak
Rp
500.000.000,00
(lima
ratus
juta
rupiah)
;
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana
kejahatan.

6. Bagaimana mekanisme penyelesaian perselisihan menurut UU 21 tahun 2000?


upaya penyelesaian perselisihan mengenai hak atas upah antara lain:
(1) Jalur Bipartit adalah suatu perundingan antara pekerja dengan pengusaha untuk
menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, yang berupa perselisihan hak antara
pekerja dengan pengusaha. Perundingan ini dilakukan berdasarkan Pasal 3
UUPPHI selama 30 hari. Apabila perundingan Bipartit ini gagal atau pengusaha menolak
berunding, maka penyelesaian kemudian ditempuh melalui jalur Tripartit yaitu dengan
mendaftarkan ke Suku Dinas atau Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi di wilayah
kabupaten atau kotamadya yang mewilayahi tempat kerja Saudara.
(2) Jalur Tripartit adalah merupakan suatu penyelesaian perselisihan antara pekerja
dengan pengusaha, dengan ditengahi oleh mediator yang berasal dari Dinas
Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Penyelesaian perselisihan melalui jalur Tripartit ini
diatur berdasarkan Pasal 4 UU PPHI. Apabila di dalam perundingan penyelesaian
perselisihan Tripartit ini menemui titik temu, maka hasil kesepakatan dituangkan dalam
suatu Perjanjian Bersama (Pasal 7 UU PPHI). Jika tidak terdapat titik temu, maka
Mediator menuangkan hasil perundingan dalam suatu anjuran tertulis dan apabila salah
satu pihak menolak anjuran tersebut, maka salah satu pihak dapat melakukan gugatan
perselisihan pada Pengadilan Hubungan Industrial.
(3) Jalur Pengadilan Hubungan Industrial adalah jalur yang ditempuh oleh
pekerja/pengusaha melalui mekanisme gugatan yang didaftarkan di Pengadilan
Hubungan Industrial yang mewilayahi tempat kerja Saudara dengan dasar gugatan
Perselisihan Hak berupa upah pekerja yang tidak dibayarkan oleh perusahaan.
Penyelesaian melalui jenis ini terdapat dalam Pasal 5 UU PPHI.

7. Apabila kerja lembur pada hari istirahat mingguan / libur resmiuntuk waktu kerja 5 hari
kerja dan 40 jam seminggu maka perhitungan upah kerja untuk 8 jam pertama dibayar
2x upah se jam dan ke 9 dibayar 3x upah sejam dan jam ke10 dan ke 11 di bayar 4x
upah se jam
Coba tolong hitung lembur di bawah ini
Agung bekerja pada perusahaan sepatu yang bekerja lima hari kerja dalam seminggu
dan 40 jam seminggu dengan upah sebesar Rp 2.000.000/ bulan . Pada suatu hari
( hari libur resmi ) perusahaan meminta Agung dkk untuk lembur seanyak 11 jam
karena mesin perusahaan tersebut rusak berat . sedangkan pada hari biasa tidak ada
lembur , berapakah pendapatan Agung dalam sebulan

8. Apakah yang dimaksud dengan PKB dan apa maksud dan tujuannya di buatnya PKB?
Perjanjian Kerja Bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara
serikat pekerja /serikat buruh atau beberapa serikat pekerja / serikat buruh yang tercatat
pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenaga kerjaan dengan pengusaha atau
beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat syarat kerja , hak
dn kewajiban kedua belah pihak .
Maksud dan tujuan
a) Memperjelas hak dan kewajiban pengusaha , pekerja dan serikat pekerja
b) Menetapkan syarat syarat kerja dan hubungan kerja secara bersama
c) Mengatur cara penyelesaian keluhan dan perbedaan pendapat
d) Mendorong karyawan untuk meningkatkan disiplin dan prestasi kerja