Anda di halaman 1dari 5

Materi Kimia Umum 2

1. termokimia ( 3 x TM)
2. elektrokimia ( 1 x TM)
3. elektrolisis (1 x TM)
4. kinetika kimia/laju reaksi (1 x TM)
5. UTS(12 mei 2014)
6. kesetimbangan kimia ( 2 x TM)
7. larutan asam basa ( 1 x TM)
8. kesetimbangan larutan ( 2 x TM)
9. koloid ( 1 x TM)
10. polimer ( 1 x TM)
Rentang Nilai
A : 81 100
B : 68 80
C : 55 67
D : 42 54
E : < 41
Penilaian
UAS
: 35%
UTS
: 25%
POSTEST : 20%
TUGAS : 20%
Pertemuan 1 : Dasar Termodinamika dan Termokimia

Termodinamika adalah ilmu tentang energi, yang membahas tentang


hubungan antara energi panas dengan kerja. Energi di alam dapat berupa
energi panas, kerja, energi kimia, energi listrik, energi nuklir, energi
gelombang elektromagnit, energi akibat gaya magnit, dan lain-lain.
Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, baik
secara alami maupun hasil rekayasa teknologi. Energi di alam semesta
bersifat kekal, tidak dapat diciptakan atau dihilangkan, yang terjadi adalah
perubahan energi dari satu bentuk menjadi bentuk lain. Prinsip ini disebut
sebagai hukum kekekalan energi
Termokimia merupakan cabang termodinamika yang mempelajari tentang
panas yang menyertai suatu reaksi kimia.
Besar panas yang terlibat dalam suatu reaksi kimia dapat diukur. Untuk
melakukannya kita harus meninjau suatu raeksi terjadi dalam suatu sistem
dan kita berada diluar sistem atau dalam lingkungan untuk melakukan
pengukuran panas tersebut.
Sistem merupakan bagian alam yang kita perhatikan. Contoh gelas kimia
tempat reaksi terjadi, sel elektrokimia atau sel biologi sedangkan lingkungan
merupakan bagian alam tempat diluar sistem dimana kita melakukan
pengukuran

SISTEM

O2
logam

LINGKUNGAN

Batas jelas

Batas tak jelas

Berdasarkan dinding pemisah sistem dapat dikelompokkan kedalam sistem


dapat berupa sistem terbuka, tertutup atau terisolasi
Pada sistem terbuka, wadah yang dipergunakan merupakan wadah yang terbuka
sehingga memungkinkan terjadinya aliran energi dan materi masuk dan keluar
sistem, contoh sistem ini adalah gelas kimia.
Sistem tertutup merupakan sistem yang terbentuk oleh suatu wadah dengan
pemisah antara sistem dan lingkungan, namun sekat pemisah hanya
menghalangi terjadinya aliran materi keluar atau masuk sistem selama proses
berlangsung namun energi dapat keluar atau masuk dengan bebas, contoh
sistem ini adalah lampu.
Sistem yang mencegah adanya aliran keluar ataupun masuk untuk energi atau
pun materi disebut sebagai sistem terisolasi, contoh sistem ini adalah
kalorimeter bomb.
H = T + S
1. Perubahan Entalpi, Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Pada kondisi tekanan tetap (pada umumnya proses biologis berlangsung


pada tekanan tetap) panas yang diserap atau diterima sistem disebut dengan
entalpi. Kita tak dapat mengukur entalpi secara langsung, tetapi yang diukur
adalah perubahan entalpi (H ). Perubahan entalpi adalah banyaknya kalor
yang dilepaskan atau yang diserap oleh sistem pada tekanan tetap.

H = qp

Perubahan entalpi dapat diukur melalui reaksi yang berlangsung dalam


tekanan tetap. Alat yang dapat dipergunakan untuk penentuan entalpi adalah
kalorimeter.

Untuk reaksi yang melibatkan larutan air, panas jenis larutan akan
mendekati panas jenis air 4.18 J g-1 K-1)

Panas yang terukur akan sama dengan panas yang diserap atau yang terlepas
dari reaksi yang terjadi dalam kalorimeter.

Karena pada tekanan tetap q = H, besar kalor yang terukur pada


kalorimeter dapat dihitung melalui persamaan :
q = m c t atau
q = C t
dengan

q = kalor(J)
m = massa(g)
c = kalor jenis(J g -1K-1 )
t = perubahan suhu (K)
C = kapasitas kalor (J K-1)
contoh :
50 ml larutan NaOH 2M(0,1 mol) dimasukkan kedalam bejana plastik, ternyata
termometer menunjukkan suhu 25C, kemudian dimasukkan 50 ml larutan HCl
2M(0,1 mol), sambil dikocok termometer ternyata menunjukan suhu akhir
38,7C. Jika massa jenis air = 1 gr/ml. Berapakah kalor yang dilepaskan pada
reaksi tersebut ?
jawab :
Perubahan suhu(t ) = t2 t1 = 38,7C 25C = 13,7C = 13,7 K
Massa jenis air = 1 gr/ml
volume larutan = volume larutan NaOH + volume larutan HCl
= 50 ml + 50 ml = 100ml
sehingga massa total (m) =50 ml(1 gr/ml) + 50 ml(1 gr/ml) = 100 gram
c = kalor jenis air = 4,2 Jgr-1C-1
Q = mct = 100 gram x 4,2 Jgr-1C-1 x 13,7C = 5754 joule = 5,754 kJ
Reaksi kimia ketika terjadi dalam suatu wadah yang terbuka, pada umumnya
akan mengalami pertambahan energi atau kehilangan energi dalam bentuk
panas. Jika suatu reaksi yang terjadi dalam sistem menghasilkan panas, maka
terasa panas bila sistem disentuh. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai
dengan pelepasan energi/panas ke lingkungan. Contoh : Pada reaksi antara
soda api (NaOH) dan asam lambung (HCl), kalau kita pegang wadah reaksinya
akan terasa panas.
Panas mengalir antara sistem dan lingkungan sampai suhu antara keduanya
sama. Ketika reaksi kimia terjadi dimana sistem menyerap panas, maka proses
tersebut disebut reaksi endoterm, ditunjukkan dengan keadaan sistem yang
lebih dingin. Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan penyerapan
kalor/panas dari lingkungan. Contoh, pada reaksi antara Barium oksida dan
Ammonium klorida kalau kita pegang wadah akan terasa dingin, karena adanya
aliran kalor dari lingkungan ke sistem.
Perubahan entalpi (H ), menunjukkan selisih antara entalpi sistem sebelum
reaksi dan setelah reaksi berlangsung.
H = Hakhir Hawal
Sehingga:

Pada reaksi endoterm, entalpi sistem lebih besar pada akhir reaksi, Hakhir >
Hawal dan H positif(H = +)

Pada reaksi eksoterm entalpi sistem lebih rendah pada akhir reaksi,
Hakhir>Hawal dan H bernilai negatif (H = -).
Kita juga dapat menggambarkan H untuk reaksi dengan membandingkan entalpi
untuk hasil reaksi dan sebelum bereaksi:
H = H(hasil reaksi) - H(pereaksi)

Gambar Diagram reaksi (a) eksoterm (b) endoterm


Entalpi penetralan adalah kalor yang dilepaskan oleh sistem pada reaksi
penetralan 1 mol senyawa basa oleh asam, sedangkan jumlah mol dalam reaksi
ini adalah 0,1 mol, maka Hn untuk 1 mol:
5,754kJ
57,54kJ
0,1mol
H n 57,54kJ

H n

Contoh Soal 1.1 :

Tentukan perubahan entalpi suatu reaksi pelarutan 8 gram kapur dalam 100 mL air
menyebabkan kenaikan suhu 3oC( massa jenis air = 1 g/mL, dan kalor jenis air
4.18 J g-1 K-1). Tentukan entalpi reaksi tersebut !
Perubahan entalpi yang yang berhubungan dengan reaksi disebut entalpi reaksi
(H reaksi). Biasanya nilai Hreaksi, disertakan dengan persamaan reaksi yang
sudah disetarakan:
Perhatikan hal-hal berikut ;
H bernilai negatif, menunjukkan reaksi melepaskan panas (eksoterm)
Reaksi memberikan energi sebanyak 483,6 kilo joule energi ketika 2 mol dari
H2 bergabung membentuk 1 mol O2 untuk menghasilkan 2 mol H2O.
Entalpi relatif zat hasil reaksi dan pereaksi dapat juga ditunjukan dalam
diagram energi:

Diagram energi reaksi pembentukkan air

Contoh Soal 1.2


Perhatikan diagram reaksi berikut :

C(s) + O2(g) CO2(g)


H = - 94,1 kkal
C(s) + O2 (g) CO + O2 (g) H = -26,4 kkal
CO(g) + O2(g) CO2(g)
H = -94,1 (-26,4) = -67,7 kkal
Tentukan H reaksi untuk reaksi :
CO( s ) 1 2 O2 ( g ) CO2 ( g )
CO(g) + O2(g) CO2(g)
H = -94,1 (-26,4) = -67,7 kkal
CO2(g)

CO(g) + O2(g)

H = 67,7 kkal = -26,4 (-94,1)

Contoh: Berdasarkan reaksi:


Berapa panas yang dihasilkan jika kita mereaksikan 11,2 liter gas
hidrogen pada keadaan STP.
Jawab: Karena pada keadaan STP 1 mol suatu gas memiliki volume 22,4 liter,
maka
Sedangkan panas 483,6 kJ itu untuk 1 mol gas oksigen yang bereaksi dan
untuk 2 mol gas hidrogen (lihat persamaan reaksi), maka panas untuk 0,5
mol gas hidrogen adalah :

H = -120,75 kJ

Contoh Soal 1.2


Reaksi pembakaran 6 gram arang (karbon) menghasilkan kalor sebesar 196,5 kJ.
Tentukan entalpi pembakaran karbon berikut :
C + O2 CO2