Anda di halaman 1dari 8

CAUSAL LOOP DIAGRAM UNTUK SISTEM DINAMIS PADA

MASALAH KEMACETAN LALU LINTAS


Oleh : Wilona Olga 15413038

Pada laporan ini akan dibahas mengenai pembuatan model causal loop diagram yang
menggambarkan faktor yang mempengaruhi kemacatean lalu lintas, khususnya di kota-kota
besar di Indonesia, sebagai bentuk penerapan sistem dinamis. Laporan ini akan memuat
penjelasan mengenai latar belakang pembuatan causal loop diagram pada permasalahan
kemacetan lalu lintas, proses pemodelan sistem dinamis yang dilakukan, dan kesimpulan yang
dapat diambil berdasarkan model sistem dinamis tersebut.

1. Latar Belakang
Kemacetan lalu lintas telah menjadi permasalahan kompleks terutama bagi kota-kota besar
di Indonesia, yang semakin hari semakin mengkhawatirkan karena solusi yang tepat tidak
kunjung ditemukan. Adanya peningkatan jumlah kendaraan secara konsisten yang tidak diiringi
oleh ketersediaan dan kualitas jalan yang baik, menjadi salah satu penyebab terjadinya
kemacetan di Indonesia. Kebiasaan buruk pengguna jalan baik pejalan kaki, pengguna kendaraan
pribadi, maupun transportasi publik yang menyebabkan timbulnya hambatan samping juga
menjadi salah satu faktor dari munculnya masalah kemacetan lalu lintas.
Sebagai sebuah permasalahan yang kompleks, kemacetan lalu lintas membutuhkan
mekanisme dan sistem manajemen pengelolaan terpadu dengan pendekatan sistem dan
pemahaman bahwa permasalahan ini memiliki kondisi dinamis yang selalu berubah dalam secara
waktu. Untuk itu, dibuatlah suatu model dinamis yang dapat menggambarkan diagram
permasalahan untuk kasus kemacetan lalu lintas, dengan harapa model dinamis ini dapat
mendeteksi fenomena-fenomena dan faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas,
khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Dengan demikian, intervensi yang diberikan untuk
permasalahan kemacetan lalu lintas dapat diberikan dengan tepat dengan melihat pengaruh faktor
atau fenomena tersebut terhadap seluruh sistem.

2. Pemodelan Sistem Dinamis pada Kemacetan Lalu Lintas


Pada bagian ini akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai sistem dinamis, kemudian akan
dijelaskan mengenai fenomena dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas, serta
pembuatan causal loop diagram untuk kemacetan lalu lintas.
a. Sistem Dinamis
Sistem adalah keseluruhan interaksi antar unsur dari sebuah obyek dalam batas
lingkungan tertentu yang bekerja mencapai tujuan. Dinamis adalah suatu keadaan yang
berubah mengacu pada perubahan waktu. Sedangkan sistem dinamis adalah metodologi yang
digunakan untuk mengerti bagaimana sistem berubah, dan mempelajari serta mengelola
sistem umpan balik yang rumit dan kompleks. Sistem dinamis pertama kali dikembangkan di
Massachussets Institute of Technology (MIT) pada Tahun 1950-an oleh Dr. Jay W. Forrester
dan dijabarkan dalam bukunya yang berjudul Industrial Dynamics. Dala tulisannya tersebut,
Forrester mengemukakan bahwa sistem pemodelan ilmiah atas perilaku yang kompleks di
dunia bisnis dengan mengusulkan suatu strategi simulasi. Istilah Industrial Dynamics
selanjutnya berubah menjadi System Dynamics untuk menekankan penggunaan metodologi
ini dalam bidang-bidang selain bisnis.
Dalam metode sistem dinamis, sistem yang dimaksud adalah sistem tertutup yang
memiliki umpan balik, hal ini dikarenakan dinamika perilaku suatu sistem sangat dipengaruhi
oleh struktur lingkar umpan balik (feedback loops). Selain itu, salah satu ciri-ciri yang
menggambarkan sistem dinamis adalah adanya sistem yang tertutup. Sistem umpan balik
merupakan blok pembentuk model yang diungkapkan melalui lingkaran-lingkaran tertutup.
Lingkar umpan balik tersebut menyatakan hubungan sebab akibat dari variabel-variabel yang
melingkar, bukan menyatakan hubungan karena adanya korelasi-korelasi statistika.
Suatu struktur umpan-balik harus dibentuk karena adanya hubungan kausal (sebabakibat), yang dikenal juga dengan sebutan causal loop (lingkar sebab-akibat). Terdapat dua
macam hubungan kausal, yaitu hubungan kausal positif dan hubungan kausal negatif.
Hubungan kausal positif adalah suatu keadaan dimana perubahan dalam komponen sistem
akan menyebabkan terjadinya perubahan di dalam komponen lainnya yang akan memperkuat
proses awalnya (reinforcing). Sedangkan hubungan kausal negatif adalah suatu proses untuk
mencapai tujuan, dimana feedback ini cenderung menjadi penyeimbang terhadap setiap
gangguan dan selalu membawa sistem ke dalam keadaan yang stabil (balancing).

Pembuatan sistem dinamis mengasumsikan bahwa perilaku sistem terutama ditentukan


oleh mekanisma feedback. Oleh sebab itu, mendefinisikan batas (boundary) sistem dan arah
deskripsi feedback loops merupakan tahapan yang harus dilakukan dalam membentuk sebuah
pemodelan sistem dinamis. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam
membuat causal loop diagram :
1) Memilih tema yang jelas
2) Menentukan dimensi waktu
3) Menentukan perilaku dalam grafis waktu
4) Menentukan boundaries dari tema
5) Menentukan level dari aggregation-patterns
6) Menentukan signifikansi faktor delay
b. Faktor yang Mempengaruhi Kemacetan Lalu Lintas
Dalam menyelesaikan permasalahan kemacetan lalu lintas, harus dilakukan sebuah
upaya yang komprehensif yang melibatkan seluruh pihak. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, permasalahan kemacetan adalah sebuah permasalah kompleks yang disebabkan
oleh banyak faktor. Pada bagian ini akan dicoba dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
kemacetan yang nantinya akan menjadi variabel-variabel dalam causal loop diagram untuk
kemacetan lalu lintas. Dengan ditentukannya variabel-variabel tersebut, diharapkan analisas
permasalahan dapat dilakukan dengan mudah dengan menerapkan pemodelan sistem dinamis
melalui pembuatan causal loop diagram. Melalui model causal loop diagram, semua faktorfaktor/variabel-variabel yang terkait kepada hubungan sebab-akibat yang terjadi karena
pengaruh feedback dari variabel sistem yang satu dengan yang lainnya, memperlihatkan
hubungan yang lebih jelas dan menyeluruh antar tiap variabel dalam sistem tesebut.
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas, terutama di
kota-kota besar di Indoenesia:
1) Jumlah kendaraan pribadi
Setiap tahunnya, penduduk Indonesia selalu mengalami pertumbuhan. Hal ini
secara tidak langsung juga ikut mempengaruhi permintaan pasar akan kendaraan
pribadi, sehingga jumlah kendaraan pribadi dari waktu ke waktunya selalu mengalami
peningkatan. Keberadaan kendaraan pribadi ini membawa pengaruh pada kemacetan
karena adanya ketidak efektifan penggunaan jalan, mengingat tiap kendaraan pribadi
hanya diisi oleh rata-rata 2-3 orang saja. Hal ini dikatakan tidak efektif karena jika
dibandingkan dengan tranportasi publik yang mampu mengangkut banyak penumpang,

keberadaan kendaraan pribadi dihitung menghabiskan ruas jalan cukup besar hanya
untuk 2-3 orang pengguna jalan saja.
Pengurangan kendaraan pribadi diharapkan dapat memicu berkurangnya tingkat
kemacetan di kota-kota besar di Indonesia, hal ini bisa dilakukan dengan menyediakan
transportasi publik yang lebih beragam dan memiliki kualitas yang baik, atau membuat
kebijakan untuk meningkatkan pajak kendaraan pribadi.
2) Lebar jalan
Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi membuat kebutuhan akan ruas jalan juga
semakin meningkat. Namun, peningkatan jumlah kendaraan pribadi ini tidak diiringi
dengan peningkatan jumlah ruas jalan yang tersedia. Kemacetan timbul karena
ketersediaan ruas jalan tidak mencukupi jumlah kendaraan yang ada. Salah satu solusi
yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kebijakan/program penambahan ruas jalan
dan peningkatan kualitas jalan. Dengan adanya program-program tersebut, diharapkan
kebutuhan ruas jalan bisa terpenuhi sesuai dengan jumlah kendaraan yang melewatinya.
3) Ketersediaan transportasi publik
Transportasi publik bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah
kemacetan. Adanya jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat dari waktu ke
waktu dapat dikurangin dengan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi tersebut
menjadi pengguna transportasi publik. Namun, yang terjadi di Indonesia adalah,
transportasi publik yang ada tidak diiringi dengan kualitas yang baik, sehingga para
pengguna cenderung akan memilih kendaraan pribadi, karena lebih nyaman, aman dan
memiliki waktu tempuh yang lebih cepat. Selain itu, transportasi publik yang
dikembangkan di Indonesia juga belum berkembang pesat, sehingga pilihan
transportasi publiknya masih sangat terbatas, seperti angkot, ojek, dan bus kota,
meskipun ada beberapa kota yang telah memiliki commuter line dan bus rapid transit
seperti Jakarta dan Bandung.
4) Hambatan samping
Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas yang berasal dari
aktivitas samping segmen jalan. Hambatan samping yang sering kali mempengaruhi
kapasitas adalah pejalan kaki, angkutan umum, kendaraan yang berhenti atau parkir di
ruas jalan serta kendaraan yang keluar masuk dari fungsi tata guna lahan samping jalan.

Hambatan samping kerap kali menjadi penyebab kemacetan di Indonesia karena


menganggu dan mengurangi kapasitas jalan yang tersedia.
c. Causal Loop Diagram pada Kemacetan Lalu Lintas
Dari empat variabel yang menjadi faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas,
dapat digambarkan hubungan sebab akibat dengan menggunakan causal loop diagram,
sebagai berikut:
Gambar 1 Causal Loop Diagram untuk Kemacetan Lalu Lintas

Sumber : Analsisis Menggunakan Powersim, 2016

1) Kebijakan menambah lebar jalan


Kebijakan penambahan lebar jalan muncul sebagai akibat dari adanya kekurangan
ketersediaan ruas jalan untuk menampung pengguna jalan yang terus bertambah setiap
harinya. Penambahan ruas jalan diharapankan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas
karena kebutuhan akan ruas jalan telah dipenuhi. Di sisi lain, penambahan ruas jalan
menyebabkan munculnya keinginan yang lebih dari pengguna jalan, khususnya
pengguna kendaraan pribadi untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi, karena
kebutuhan akan ruas jalan telah terpenuhi.
2) Jumlah kendaraan pribadi

Meningkatnya keinginan untuk menggunakan kendaraan pribadi menyebabkan


jumlah kendaraan pribadi semakin meningkat pula. Hal ini tentunya berpengaruh
langsung terhadap masalah kemacetan, karena semakin banyak jumlah kendaraan
pribadi, makan akan semakin tinggi tingkat kemacetan.
3) Kualitas dan kuantitas transportasi publik
Masalah kemacetan lalu lintas juga menjadi penyebab munculnya program untuk
meningkatkan kualitas dan/atau menambah kuantitas transportasi publik, dengan
harapan, ketersediaan transportasi publik ini dapat mengurangi keinginana masyarakat
untuk menggunakan kendaraan pribadi, yang nantinya akan berdampak dalam
mengurangi kemacetan lalu lintas.
4) Hambatan samping
Hambatan samping muncul karena adanya perilaku pengguna jalan yang tidak
tertib, seperti pengguna jalan yang menyeberang di sembarang tempat, angkutan umum
yang berhenti dan menurunkan penumpang di sembarang tempat, dan keberaadaan
pedagang kaki lima yang tidak pada tempatnya. Hambatan samping ini juga menjadi
salah satu penyebab meningkatnya kemacetan karena mengurangi kapasitas ruas jalan.
Pada causal loop diagram untuk kemacetan lalu lintas ini, terlihat bahwa ada dua loop,
dimana loop pertama terjadi antara variabel kebijakan menambah lebar jalan, variabel
keinginan untuk menggunakan kendaraan pribadi, variabel jumlah kendaraan pribadi, dan
variabel kemacetan lalu lintas. Loop ini merupakan loop dengan sifat positif karena seluruh
variabel saling memperkuat variabel lainnya (reinforcing), ditandai dengan hubungan antar
variabel yang jika variabel penyebab meningkat maka variabel akibat juga akan meningkat.
Loop kedua adalah hubungan timbal balik yang muncul antara variabel kualitas dan
kuantitas transportasi publik, variabel keinginan untuk menggunakan kendaraan pribadi,
variabel jumlah kendaraan pribadi, dan variabel kemacetan lalu lintas. Loop ini juga memiliki
sifat positif, karena hubungan antar variabelnya sebagian besar bersifat reinforcing. Hanya
ada satu variabel yang berperan sebagai balancing pada loop ini, yaitu variabel kualitas dan
kuantitas transportasi publik.
3. Kesimpulan
Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas dan variabel-variabel
yang terdapat pada causal loop diagram tentang kemacetan lalu lintas, dapat direkomendasikan
tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, diantaranya adalah:

1) Permasalahan kemacetan lalu lintas dapat dikurangi dengan dilakukannya kebijakan


atau program mengenai penambahan lebar jalan. Hal ini bisa menjadi solusi, karena
salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan adalah kurangnya
ketersediaan ruas jalan untuk menampung jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan
tersebut. Namun, ada sedikit persoalan yang perlu menjadi perhatian dari akibat adanya
penamabahan ruas jalan ini, yaitu adalah meningkatnya jumla kendaraan pribadi.
Penambahan ruas jalan secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah kendaraan
pribadi, karena kebutuhan akan ruas jalan telah terpenuhi sehingga keinginnan
masyarakat untuk kembali menggunkan kendaraan pribadi pun semakin meningkat
2) Solusi lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat kemacetan di Indonesia
adalah dengan mengurangi jumlah kendaraan pribadi. Salah satu pemicu untuk
mengurangi jumlah kendaraan pribadi adalah dengan membuat program/kebijakan
tentang peningkatan kualitas dan/atau penambahan kuantitas transportasi publik.
Program tersebut diharapkan dapat memindahkan pengguna kendaraan pribadi menjadi
pengguna tranposrtasi publik, sehingga secara tidak langsung program ini dapat
mengurangi kemacetan lalu lintas.
3) Hambatan samping adalah salah satu faktor lain yang menjadi penyebab timbulnya
kemacetan lalu lintas. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya hambatan
samping diantaranya adalah adanya keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan
ruas jalan sehingga mengurangi kapasitas ruas jalan, adanya perilaku pejalan kaki yang
menyeberang di sembarang tempat, dan adanya kebiasaan angkutan umum yang
menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Untuk dapat
mengurangi masalah kemacetan lalu lintas, perlu dilakukan intervensi untuk
meminimalisir hambatan samping, sehingga kapasitas ruas jalan yang tersedia dapat
digunakan semaksimal mungkin.

REFERENSI
Setyoko, Allan. Identifikasi Sistem Peningkatan Mutu Pembelajaran dengan Pendekatan Sistem
Dinamik Model Casual Loop Diagram. 2013. (http://allansetyoko.blogspot.co.id/2013/04/causalloop-diagram.html)

Sa Delie, Agus. Pemodelan Sistem Dinamik Pengembangan Pariwisata dalam Pengelolaan


Sumberdaya Pesisir Berkelanjutan. 2010. (http://wisatadanbudaya.blogspot.co.id/2010/03/
pemodelan-sistem-dinamik-pengembangan.html)
Prasetyawan, Yudha. Fitriana, Irna. Analisis Dampak rencana Pembangunan Busway terhadap
Kemacetan Lalu Lintas pada Jalur Utara-Selaran dengan Pendekatan Sistem Dinamik. 2010.
Institut Teknologi Sepuluh November