Anda di halaman 1dari 23

Indeks adalah alat penilaian kuantitatif,

menggunakan sebuah angka atau bilangan


yang digunakan sebagai indikator, untuk
menerangkan suatu keadaan tertentu atau
sebuah rasio proporsional, dapat disimpulkan
dari sederetan pengamatan yang terusmenerus.

Dengan menggunakan suatu indeks, dapat


dinilai beberapa hal menyangkut maloklusi,
misal prevalensi, keparahan maloklusi dan hasil
perawatan.

Melihat dan menilai seberapa jauh penyimpangan


yang terjadi atau menilai keparahan suatu maloklusi
tidaklah mudah, dikarenakan adanya perbedaan
persepsi antar individu yang menimbulkan unsur
subyektif dalam menilai suatu keparahan maloklusi.

Indeks maloklusi mencatat keadaan maloklusi dalam


format kategori atau numerik sehingga penilaian
suatu maloklusi dapat dinilai secara obyektif

Adalah nilai kuantitatif yang


menggambarkan derajat
maloklusi yang didapatkan dari hasil
pengukuran secara obyektif beberapa
kriteria klinik.

Validitas, artinya suatu indeks harus sahih, bertujuan untuk


mengukur apa yang akan diukur. Apabila ada
permasalahan harus dapat dideteksi secara tepat dan
tanpa kesalahan.
Reabilitas (akurasi), artinya suatu indeks harus dapat
mengukur tingkat kesesuaian, antara hasil yang diperoleh
ketika indeks diterapkan pada sampel yang sama oleh
pemeriksa yang berbeda, atau pemeriksa yang sama
pada sampel beda.
Fleksibilitas, artinya suatu indeks harus mudah dimodifikasi
dari waktu ke waktu dalam perkembangan penelitian
baru.
Sederhana, artinya suatu indeks harus dapat
dipergunakan secara sederhana, yaitu mudah digunakan
dan dapat diterima oleh para pengguna indeks.

Diagnosis clasification
Epidemiologi indeks
Treatment Need indeks
Treatment outcome
Treatmant complexcity.

Indeks of Complexity, Outcome, and


Need oleh Daniel dan Richmond (2000),
merupakan gabungan dari IOTN dan
PAR indeks. Komponen yang dinilai dari
ICON adalah Komponen Estetik,
Crossbite, Relasi Vertikal Anterior,
Diastema atau Berdesakan Rahang
Atas, dan Relasi Anteroposterior Segmen
Bukal (Rahardjo, 2009).

Indeks ini bisa dikatakan merupakan


gabungan dari IOTN dan PAR indeks.
Komponen-komponen tertentu diskor
dengan pembobotan tertentu (Daniels,
2000)

Gigi geligi rahang atas dan rahang


bawah pada model dioklusikan,
kemudian dibandingkan dan dipilih
yang paling mendekati dengan
keadaan gigi geligi yang ada pada foto
komponen estetik. Lalu diberi skor sesuai
dengan skor yang ada pada foto
tersebut. Skala tersebut antara 1, untuk
estetik yang baik, sampai 10 untuk
komponen estetik yang terburuk

Gambar 1. Komponen Estetik (Rahardjo, 2009).

Gigi geligi rahang atas dan rahang


bawah pada model dioklusikan,
kemudian dilihat ada tidaknya crossbite.
Skor yang diberikan apabila dijumpai
adanya crossbite adalah 1 dan 0
apabila tidak.

Tabel 2. Skor penilaian Crossbite (Onyeaso, 2006)

Skor
Ciri
Oklusal

Crossbite

Tidak Ada
Crossbite

Ada
Crossbite

dilihat

adalah adanya gigitan terbuka (open


bite) dan gigitan dalam (deep bite)

Skor
Ciri
Olusal

Open bite
Anterior

Normal

< 1 mm

1,1-2 mm

2,1-4
mm

>4
m
m

Deep bite
Anterior

Sampai
1/3
Gigi

1/3
bagian
insisiv
yang
tertutupi

2/3
sampai
seluruh
insisiv
bawah
tertutupi

Seluruh
bagian
insisiv
bawah
tertutup
semua

Tabel 3. Skor Penilaian Relasi Vertikal Anterior (Onyeaso, 2006)

Komponen

ini didapat dengan


mengukur diskrepansi jumlah lebar
mesiodistal gigi dengan lengkung gigi

Skor
Ciri
Oklusal

Berdesa
kan
Rahang
Atas

<2
mm

2,1-5
mm

5,1-9
mm

9,1-13
mm

13,1-17
mm

> 17
mm

Diastema
Rahang
Atas

>2
mm

2,1-5
mm

5,1-9
mm

>9
mm

Tabel 3. Skor Penilaian Diastema atau Berdesakan rahang Atas (Onyeaso, 2006)

Gigi geligi rahang atas dan rahang


bawah pada model dioklusikan dan
dilihat bagaimana relasi anteroposterior
pada sisi kanan dan kiri, kemudian skor
kedua sisi tersebut dijumlahkan.

Skor
Ciri Oklusal

Anteroposterior
Segmen Bukal

Hanya
relasi cups
ke
embrasure

Relasi cups
yang lain
kecuali
cups to
cups

Relasi cups
to cups

Tabel 4 . Skor Penilaian Relasi Anteroposterior Segmen Bukal (Onyeaso, 2006)

Setelah kelima komponen Index of


Complexity Outcome and Need (ICON)
pada model studi dicatat skor masingmasing, kemudian skor tersebut dikalikan
dengan bobot yang dimiliki oleh masingmasing komponen dan dijumlahkan

Tabel 5. Bobot Masing-masing Komponen Index of Complexity Outcome and Need


(ICON) (Onyeaso, 2006).
Ciri Oklusal

Bobot

Komponen Estetik

Crossbite

Relasi Vertikal Anterior

Diastema atau Berdesakan


Rahang Atas

Relasi