Anda di halaman 1dari 12

ISLAMADINA, Vol. VII, No.

3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________

ADA APA DENGAN KREATIFITAS ?


(Tinjauan Psikologi Islami)
Nuraeni
___________________________________________________________________
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jln. Raya Dukuh Waluh PO Box 202 Purwokerto Telp (0281) 636751 pswt. 209
ABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kreatifitas ditinjau dari psikologi Islami yang
menyangkut tentang pengertiannya, proses kreatifitas, faktor yang mempengaruhi
kreatifitas dan orang yang kreatif ditinjau dari psikologi Islami. Pengertian kreatifitas
pada umumnya berfokus pada salah satu dari empat P atau kombinasinya. Proses
kreatifitas melalui tahap persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Manfaat
kreatifitas dalam kehidupan manusia atau seseorang yaitu dapat menimbulkan kepuasan,
aktualisasi diri, meningkatkan kualitas hidup, hidup terasa lebih survive/enak atau enjoy.
Syarat menjadi pribadi kreatif adalah individu yang menggunakan potensi jiwanya (akalhati- nafsu) secara optimal dan positif. Orang-orang yang beragama (Islam) yang kreatif
mempergunakan akal dan qalbunya lebih optimal.
Kata Kunci : Kreatifitas, Psikologi Islami.

A. Pendahuluan
Fungsi dan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Bab II Pasal 3
menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab (Undang-undang RI, 2003).

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
Indonesia sebagai negara yang berkembang memerlukan individu yang kreatif
sebagaimana terdapat pada fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang telah disebut di
atas. Kreatifitas merupakan karakteristik umum yang berkontribusi pada ilmu
pengetahuan, ekonomi, politik, sosial dan lapangan teknologi (Palaniappan, 1998).
Rendahnya kreatifitas nampak dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat seperti
bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, industri, penggunaan waktu luang dan kehidupan
keluarga, demikian menurut pendapat Rogers (Suharnan, 1998). Bidang pendidikan
misalnya banyak individu menunjukkan kecenderungan tidak mau berpikir yang berbeda
dari kebiasaan orang pada umumnya, dan mengejar pendidikan formal yang lebih tinggi
dari pada menjadi seorang pemikir orisinal yang bebas berkreasi.
Di lain pihak setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi seorang anak yang kreatif,
karena sikap kreatif dipercaya merupakan bekal baginya untuk dapat survive menghadapi
tantangan kehidupan. Dengan kreatifitas yang dimilikinya, seseorang dapat mewujudkan
dirinya, akan lancar dan luwes dalam berpikir, dapat melihat masalah dari berbagai sudut
pandang, serta mampu melahirkan banyak gagasan. Kreatifitas juga diperlukan untuk
meningkatkan kualitas hidup seseorang. Berpikir kreatif tidak hanya bermanfaat, tetapi
juga akan memberikan kepuasan kepada diri sendiri (Lubis, 1997).
Kreatifitas sangat penting bagi kehidupan manusia. Ia diperlukan untuk mengatasi
berbagai kesulitan, mencari jalan keluar dari segala keruwetan, mendobrak kemandegan
dan untuk meraih cita-cita yang didambakan. Tanpa kreatifitas, seseorang akan sering
terbentur kebuntuan, dan itu jelas akan menghambat, bahkan akan mengurangi semangat
berprestasi.
Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta/berkreasi. Tidak ada satu pun pernyataan
yang dapat diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi timbul. Kreatifitas
sering dianggap terdiri dari 2 unsur, Pertama: Kefasihan yang ditunjukkan oleh
kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan pemecahan masalah secara lancar dan
cepat. Kedua: Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu
masalah.
Istilah kreatifitas digunakan untuk mengacu pada kemampuan individu yang
mengandalkan keunikan dan kemahirannya untuk menghasilkan gagasan baru dan
wawasan segar yang sangat bernilai bagi individu tersebut. Kreatifitas dapat juga
dianggap sebagai kemampuan untuk menjadi seorang pendengar yang baik, yang
mendengarkan gagasan yang datang dari dunia luar dan dari dalam diri sendiri atau dari
alam bawah sadar. Oleh karena itu, kreatifitas lebih tepat didefinisikan sebagai suatu
pengalaman untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan identitas individu seseorang
secara terpadu dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri, orang lain, dan alam.
B. Sekilas Tentang Psikoloi Islami
Psikologi Islami (Islamic Psychology) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan
perilaku manusia berdasarkan pandangan dunia Islam (Islamic world view). Sebagai
suatu studi, haruslah suatu kajian yang sistematis dan obyektif. Sementara itu adalah
suatu substansi yang ada dalam diri manusia yang memiliki pengaruh terhadap perilaku.
Perilaku sendiri dapat diartikan sebagai ekspresi jiwa, baik yang tampak dan tak tampak.
Selanjutnya, yang dimaksud dengan pandangan dunia Islam adalah cara memandang
sesuatu dengan menempatkan sumber-sumber Islam (terutama Alquran dan Al-Hadits)
sebagai bahan dasar dalam memahami manusia. Dalam pandangan Islam, pengetahuan
atau kebenaran juga diperoleh melalui akal dan indra manusia.
C. Kreatifitas
1. Pengertian Kreatifitas
Kreatifitas yang dimiliki manusia lahir bersamaan dengan lahirnya manusia itu. Sejak
lahir, manusia memperlihatkan kecenderungan mengaktualisasikan dirinya yang
mencakup kemampuan kreatif. Kreatifitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang
sangat khusus sifatnya dan hampir tak mungkin dirumuskan secara tuntas. Kreatifitas

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau
unsur-unsur yang ada. Biasanya orang mengartikan kreatifitas sebagai daya cipta,
kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru. Kreatifitas adalah kemampuan berdasarkan
data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap
suatu masalah, di mana penekanannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan
keragaman

jawaban.

Kreatifitas

dapat

dirumuskan

sebagai

kemampuan

yang

mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan


untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan
(Munandar, 1982). Drevdhal menyatakan bahwa kreatifitas adalah kemampuan seseorang
untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru,
dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya (Hurlock, 1990).
Kreatifitas menurut pandangan psikologi kognitif diartikan sebagai suatu aktifitas untuk
menghasilkan hal-hal baru dalam memandang suatu permasalahan yang tidak terbatas
bersifat praktis dalam nilai kegunaan, melainkan bagaimana ide itu bisa dihasilkan
(Solso, 2001).
Kreatifitas menurut Guilford diartikan sebagai konsep berpikir divergen, yaitu mencoba
menghasilkan sejumlah kemungkinan jawaban untuk suatu pertanyaan atau masalah.
Orang yang kreatif berdasarkan definisi Guilford berarti harus memiliki banyak alternatif
jawaban dan kaya akan ide terhadap suatu pemecahan masalah. Orang kreatif akan tampil
dengan kepribadian yang tidak kaku dan gampang beradaptasi dengan lingkungan baru
(Munandar, 1999).
Definisi kreatifitas dapat ditinjau dari empat aspek atau empat P yaitu yang pertama
definisi Pribadi, kreatifitas mencerminkan keunikan individu dalam interaksi dengan
lingkungannya. Kedua definisi Proses, bersibuk diri secara kreatif yang menunjukan
kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berpikir dan berperilaku. Ketiga, definisi
Press/pendorong, kondisi internal dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk
mencipta dan bersibuk diri secara kreatif dan eksternal yang mendorong seseorang ke
perilaku kreatif. Keempat, definisi Produk, suatu karya dapat dikatakan kreatif jika

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
merupakan suatu ciptaan yang baru atau orisinal dan bermakna bagi individu dan bagi
lingkungannya (Munandar, 1999).

2. Proses kreatif
Graham Wallas dalam Semiawan, dkk (1988) menjelaskan tentang tahap-tahap dalam
proses kreatifitas berlangsung sebagai berikut :
a. Tahap I

: Persiapan (preparation), pada tahap ini ide itu datang dan timbul

dari berbagai kemungkinan. Namun biasanya ide itu berlangsung dengan hadirnya
suatu keterampilan, keahlian atau ilmu pengetahuan tertentu sebagai latar
belakang atau sumber dari mana ide itu lahir.
b. Tahap II

: Inkubasi (incubation). Dalam ilmu kedokteran, masa inkubasi

menunjuk pada masa pengeraman suatu penyakit. Dalam pengembangan


kreatifitas, pada masa ini diharapkan hadirnya suatu pemahaman serta
kematangan terhadap ide yang tadi timbul (setelah dieram). Berbagai teknik
dalam menyegarkan dan meningkatkan kesadaran itu seperti meditasi, latihan
peningkatan kreatifitas dapat dilangsungkan untuk memudahkan perembetan,
perluasan dan pendalaman ide.
c. Tahap III

: Iluminasi (illumination). Suatu tingkat penemuan saat inspirasi

yang tadi diperoleh, dikelola, digarap, kemudian menuju pada pengembangan


suatu hasil. Pada masa ini terjadi komunikasi terhadap hasilnya dengan orang
yang signifikan bagi penemu, sehingga hasil yang telah dicapai dapat lebih
disempurnakan lagi.
d. Tahap IV

: Verifikasi (verification). Perbaikan dari perwujudan hasil dan

tanggung jawab terhadap hasil menjadi tahap terakhir dari proses ini. Desiminasi

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
dari perwujudan karya kreatif untuk diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas
terjadi setelah perbaikan dan penyempurnaan terhadap karyanya itu berlangsung.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas
Kuwato (1993) menyatakan ada tiga faktor yang mempengaruhi kreatifirtas, yaitu:
1. Faktor kemampuan berpikir yang mencakup inteligensi dan pemerkayaan bahan
berpikir. Inteligensi merupakan petunjuk kualitas kemampuan berpikir, sedangkan
pemerkayaan bahan berpikir dibedakan atas perluasan dan pendalaman dalam
bidangnya dan bidang lain di sekitarnya.
2. Faktor kepribadian.
3. Faktor lingkungan . Suasana dan fasilitas yang memberikan rasa aman, kreatifitas
akan dapat berkembang bila lingkungan memberi dukungan dengan kebebasan
sebagai suasana yang mendukung perkembangan kreatifitas. Kebebasan yang
diperlukan adalah kebebasan yang tetap mengacu pada norma yang berlaku tetapi
saling menghargai sehingga memungkinkan rasa aman yang dinamis yang akan
memberikan rangsangan dan kesempatan bagi kreatifitas.
Amabile (1983) menyatakan ada empat faktor yang mempengaruhi kreatifitas, yaitu :
1. Kemampuan

kognitif,

pendidikan

formal

dan

informal

mempengaruhi

ketrampilan sesuai dengan bidang dan masalah yang dihadapi individu yang
bersangkutan
2. Karakteristik kepribadian yang berhubungan dengan disiplin diri, kesungguhan
dalam

menghadapi

frustrasi

dan

kemandirian.

Faktor-faktor

ini

akan

mempengaruhi individu dalam menghadapi masalah dengan menemukan ide-ide


yang kreatif untuk memecahkan masalah.
3. Motivasi intrinsik. Motivasi intrinsik sangat mempengaruhi kreatifitas seseorang,
karena motivasi intrinsik dapat membangkitkan semangat individu untuk belajar
sebanyak mungkin untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai
dengan

permasalahan

yang

sedang

dihadapi,

sehingga

individu

dapat

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
mengemukakan ide secara lancar, dapat memecahkan masalah dengan luwes,
mampu mencetuskan ide-ide yang orisinal dan mampu mengelaborasi ide.
4. Lingkungan sosial, yaitu tidak adanya tekanan-tekanan dari lingkungan sosial
seperti pengawasan, penilaian, maupun pembatasan-pembatasan dari pihak luar.

4. Orang Kreatif dari sudut pandang psikologi Islami


Biasanya orang yang kreatif selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan menyukai
kegemaran dan aktifitas yang kreatif. Orang yang kreatif biasanya cukup mandiri dan
memiliki rasa percaya diri. Mereka lebih berani mengambil resiko (tetapi dengan
perhitungan) dari pada yang lain. Artinya dalam melakukan sesuatu yang bagi mereka
sangat berarti, penting dan disukai mereka tidak terlalu menghiraukan kritik atau ejekan
dari orang lain. Merekapun tidak takut untuk membuat kesalahan dan mengemukakan
pendapat mereka walaupun mungkin tidak disetujui orang lain./ orang yang inovatif
berani untuk berbeda, menonjol, membuat kejutan atau menyimpang dari tradisi. Rasa
percaya diri, keuletan, dan ketekunan membuat mereka tidak cepat putus asa dalam
mencapai tujuan mereka.
Treffinger mengatakan bahwa pribadi yang kreatif biasanya lebih terorganisasi dalam
tindakan. Rencana inovatif serta produk orisinal mereka telah dipikirkan dengan matang
lebih dahulu, dengan mempertimbangkan masalah yang mungkin timbul dan
implikasinya. Tingkat energi, spontanitas dan kepetualangan yang luar biasa tampak pada
orang kreatif, demikian juga keinginan yang besar untuk mencoba aktifitas yang baru dan
mengasyikan (Munandar, 1999).
Orang berbakat kreatif biasanya mempuyai rasa humor yang tinggi, dapat melihat
masalah dari berbagai sudut tinjau, dan memiliki kemampuan untuk bermain dengan ide,
konsep atau kemungkinan-kemungkinan yang dikhayalkan. Ciri kreatif lainnya ialah
kecenderungan untuk lebih tertarik pada hal-hal yang lebih rumit dan misterius.

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
Orang beragama maupun tidak beragama dapat menjadi kreatif adalah pernyataan yang
benar, tetapi belum lengkap. Syarat menjadi pribadi kreatif adalah individu yang
menggunakan potensi jiwanya (akal- hati- nafsu) secara optimal dan positif. Orang-orang
beragama (Islam) maupun yang kurang beragama bila memiliki semangat yang kuat
untuk berbuat sesuatu bagi diri dan masyarakatnya, serta menggunakan akal dan
pikirannya membuka kemungkinan untuk menjadi pribadi yang kreatif.
Orang yang beragama (Islam) dimungkinkan lebih optimal dalam menggunakan qalbu
(hati nuraninya). Proses pembersihan atau pembeningan hati nurani disamping dilakukan
dengan peduli kepada sesama (manusia dan alam) yang lebih penting adalah dengan
banyak melakukan perbuatan yang tulus ikhlas kepada Tuhan. Keimanan yang kuat,
ibadah yang rajin, amal sosial yang berbasis agama, dan pengalaman yang keagamaan
yang kuat terbukti memungkinkan seseorang memperoleh ide-ide yang kreatif yang
memiliki tingkat kebenaran yang lebih tinggi atau lebih abadi (Diana, 1999). Mengapa
pemikiran `Ali bin Abi Thalib, Imam Alghazali, Ibnu Qayyim, al- Jauziyah, tetap dapat
dinikmati setelah rentang waktu ratusan bahkan ribuan tahun bahkan lebih. Tidak lain
adalah karena ide-ide yang ada di dalamnya memiliki tingkat kebenaran yang lebih
tinggi, sehingga dapat bertahan dalam berbagai zaman.
Alquran ibarat peti yang mengandung begitu banyak barang yang tiada habisnya. Ia
adalah sumber segala pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam mengaktualisasikan
diri, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Benar apa yang dikatakan Imam Ali
bin Abi Thalib bahwa Al-Quran memiliki keajaiban yang tiada habisnya dan kehebatan
yang tak pernah tuntas.
Orang-orang yang beragama (Islam) yang kreatif mempergunakan akal dan qalbunya
lebih optimal. Individu itu memiliki wadah kognitif spiritual yang lebih luas, dan individu
itu dapat belajar bermacam-macam ilmu, dapat menyerap ilmu secara cepat dan luar
biasa banyaknya (Nashori, 2004). Hal tersebut merupakan perintah Allah SWT untuk
mengamalkan Al- Quran surat Al-Alaq (96) ayat 1-5 yang artinya adalah : Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
dari segumpal darah (alaq). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang
mengajar manusia dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan kepada manusia hal-hal
yang tidak diketahuinya. (QS. al-Alaq 1-5). Maksudnya adalah manusia diperintahkan
oleh Allah SWT untuk terbiasa membaca. Allah SWT juga bersumpah dalam Al- Quran
surat al-Qalam (68) ayat 1-4, yang artinya adalah : Nun, demi kalam (pena) dan apa
yang mereka tuliskan, berkat nikmat Tuhanmu, kamu sekali-kali bukan orang gila. Dan
sesungguhnya engkau benar-benar mendapat pahala besar yang tiada putus-putusnya, dan
sebenarnya engkau sungguh-sungguh memiliki budi pekerti yang luhur. Maksudnya
bahwa Allah bersumpah dengan kalam, sebuah benda yang dengannya Allah SWT
mengajarkan kepada manusia sesuatu yang tidak diketahui.
Semangat mengamalkan ayat-ayat tersebut mengakibatkan kemampuan untuk menerima
pengetahuan begitu luar biasa. Genius dalam berbagai bidang dapat ditemukan dalam diri
ilmuwan Islam, dan sangat sedikit ditemukan dalam diri ilmuwan non muslim. Ilmuwan
Islam seperti Ibnu Sina, Al- Ghazali, dan yang lain adalah orang-orang yang menjadi ahli
dalam bermacam-macam bidang atau disiplin ilmu. Ilmuwan barat hanya mencatat nama
Leonardo da Vinci sebagai orang yang sukses di beragam lini (Nashori, 2004).
Orang-orang yang beragama (Islam) juga lebih optimal dalam kreatifitas, karena
kreatifitas yang dihasilkan dibuat berdasarkan kerangka ibadah, ini diilhami oleh AlQuran yang menyatakan bahwa Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali
untuk menyembah. Orang yang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain,
demikian ungkapan Nabi dalam sebuah Hadits. Orang yang terbaik adalah yang dapat
melakukan peran sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Orang yang terbaik adalah yang
mengaktualisasikan rahmatan lil alamin. Maka, seorang muslim akan bekerja keras.
Semakin bagus yang dapat diberikan kepada orang lain, maka akan berupaya untuk
berbuat yang terbaik bagi orang lain. Salah satu yang sangat diharapkan oleh manusia
adalah bantuan orang lain yang membuat kehidupan manusia lebih baik, lebih enjoy,
lebih bahagia dan lebih sejahtera (Nashori, 2004).
C. Kesimpulan

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
Pengertian kreatifitas yang telah diuraikan pada umumnya berfokus pada salah satu dari
empat P atau kombinasinya. Padahal keempat P ini saling berkaitan, artinya pribadi
kreatif yang melibatkan diri dalam proses kreatif, dan dengan dukungan dan dorongan
dari lingkungan maka dapat menghasilkan produk kreatif.
Tahap kreatifitas menurut Graham Wallas ialah 1) persiapan, 2) inkubasi, 3) iluminasi
dan 4) verifikasi. Manfaat kreatifitas dalam kehidupan manusia atau seseorang sangat
terasa sekali yaitu dapat menimbulkan kepuasan, aktualisasi diri, meningkatkan kualitas
hidup, hidup terasa lebih survive/enak atau enjoy, dan lain-lain.
Syarat menjadi pribadi kreatif adalah individu yang menggunakan potensi jiwanya (akalhati- nafsu) secara optimal dan positif. Orang-orang yang beragama (Islam) yang kreatif
mempergunakan akal dan qalbunya lebih optimal. Orang-orang yang beragama (Islam)
juga lebih optimal dalam kreatifitas, karena kreatifitas yang dihasilkan dibuat
berdasarkan kerangka ibadah. Jika seorang kreator muslim menghadapi masalah maka
akan memperoleh jalan keluar, suatu ide yang berasal dari Allah. Barang siapa yang
bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (QS. AthThalaq (65) ayat 2).
Tulisan ini belum mencakup secara luas tentang kreatifitas khususnya ditinjau dari
psikologi Islami dan penulis yakin tulisan ini masih memerlukan kajian yang mendalam,
sehingga penulis beranggapan bahwa tulisan ini baru sekelumit tentang kreatifitas.
Sungguhpun begitu kondisinya, tetapi semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis
serta pembaca, amin.

DAFTAR PUSTAKA
Amabile, T. M. 1983. The Social Psychology of Creativity: A Componential
Conceptualization. Journal of Personality and Social Psychology, 45 (2), 357376.

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________
Diana, R. R. 1999. Hubungan Religius dan Kreatifitas Siswa SMU. Jurnal Pemikiran dan
Penelitian Psikologi PSIKOLOGIKA, No. 6 (IV), 5-25.
Hurlock, E. B. 1990. Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Kuwato. T. 1993. Sex Role dan Kreatifitas. Disertasi. Yogyakarta: Fakultas Psikolgi
Universitas Gadjah Mada.
Lubis, Y. U. 1997, Saya Ingin Anak Saya Kreatif Tapi Disiplin.... Ayahbunda, No. 07
(hal 80).
Munandar, S. C. U. 1982. Pemanduan Anak Berbakat (suatu studi penjajakan). Jakarta:
CV. Rajawali.
_______________. 1999. Kreatifitas dan Keberbakatan (Strategi Mewujudkan Potensi
Kreatif dan Bakat). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Nashori. F. 2004. Menjadi Manusia Kreatif: Sudut Pandang Psikologi Islami.
HUMANITAS Indonesian Psychological Journal. Vol. No. 1 (1), 1-5.
Palaniappan. A. K. 1998. Figural Creativity an Cognitive Preference Among malaysian
Undergraduate Student. The Journal of Psychology. 132 (4), 381-388.
Solso, R. L. 2001. Cognitive Psychology. Boston: A Pearson EducatioN Company.
Suharnan. 1998. Pengaruh Pelatihan Imageri dan Penalaran terhadap Kreativitas menurut
Perspektif Perbedaan Individu. Disertasi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada
Tim Revisi Tarjamah al-Quran Depag RI. 1995. Al-Quran dan Terjemahannya. Jakarta:
Depag RI .
Undang-Undang Republik Indonesia. 2003. Jakarta

ISLAMADINA, Vol. VII, No. 3, September 2008: 74-84


Ada Apa Dengan Kreatifitas ?
ISSN : 1412-4777
(Nuraeni)
________________________________________________________________________