Anda di halaman 1dari 4

Nama`

: Rise Realita Justify

NIM

: 12320044

Observasi dan Wawancara


Anecdotal Record
Baris

Hasil Observasi

Interpretasi

Observer mengamati subjek yang sedang bersiap

untuk pergi ke sebuah sekolah. Subjek menaiki Subjek bersiap pergi ke

sepeda menuju ke sekolah. Subjek menemui kepala sekolah

sekolah untuk menanyakan kemungkinan murid

mencukupi atau tidak.

Menjelang siang, subjek dan kepala sekolah

bersama-sama menemui orang tua murid yang sudah

berkumpul untuk mendaftarkan anaknya. Subjek Subjek menemui orang tua

merasa tidak tenang karena dia kekurangan satu yang mendaftarkan anaknya

10

orang murid. Sedangkan menurut peraturan, sekolah

11

itu akan ditutup jika murid yang ada tidak sesuai

12

seperti yang sudah ditetapkan.

13

Subjek berlari menuju sepedanya untuk pergi

14

mencari satu orang murid lagi. Sebelum sempat Subjek mencari satu orang

15

pergi, subjek terkejut dengan kedatangan salah anak untuk melengkapi

16

seorang anak yang mampu melengkapi kekurangan muridnya

17

murid tersebut, walaupun dia memiliki cacat mental.

18

Setiap hari subjek melakukan kegiatan yang sama

19

yaitu mengajar ke sepuluh murid di sekolah yang

20

sangat

21

kedekatan yang amat sangat sehingga di bersikeras sekolah

22

untuk bertahan mengajar para murid meskipun

sederhana

tersebut.

Subjek

merasakan Kegiatan subjek mengajar di

23

banyak rintangan yang menghalangi.

24

Perjuangan yang berat untuk menjaga agar sekolah

25

itu tetap berdiri. Banyak rintangan yang dating Perjuangan kepala sekolah

26

menghalangi salah satunya keadaan bangunan untuk sekolah dasar

27

sekolah tersebut yang hampir roboh. Oleh karena itu

28

kepala sekolah meminta bantuan kepada warga

29

untuk mencarikan batang pohon untuk mengganjal

30

bangunan tersebut agar tidak roboh.

31

Selain masalah fisik bangunan, ada pula masalah

32

dimana salah satu guru yang merasa tidak tahan Subjek kecewa karena salah

33

dengan

34

memutuskan berhenti mengajar dan menerima mengajar di sekolah tersebut

35

tawaran mengajar di sekolah lain yang lebih baik.

36

Hal tersebut membuat subjek merasa marah sekali

37

dengan sikap guru tersebut.

38

Suatu hari diadakan sebuah festival dimana sekolah

39

tersebut memutuskan untuk mengikutinya. Subjek

40

bersama kepala sekolah menyerahkan semua kepada Sekolah ikut berpartisipasi di

41

ke sepuluh muridnya agar bisa menentukan ide dan dalam festival

42

kreatifitas

43

festival tersebut. Sebelumnya subjek menunjuk

44

salah seorang murid untuk menjadi ketua dalam

45

persiapan itu.

46

Sekolah tersebut kedatangan murid baru, yaitu

47

seorang anak dari sekolah yang mayoritas orang

48

kaya. Pada awalnya subjek merasa senang dengan Subjek mendapat seorang

49

bertambahnya jumlah murid di sekolah tersebut. murid baru

50

Akan tetapi hari demi hari berlalu, subjek merasa

51

jika anak tersebut membawa pengaruh buruk

52

terhadap muridnya.

53

Subjek membicarakan hal tersebut kepada kepala

mengajar

tersendiri

di

sekolah

mereka

tersebut.

untuk

Dia seorang guru menyerah untuk

mengikuti

54

sekolah. Namun kepala sekolah merasa hal tersebut Subjek menceritakan

55

wajar karena subjek belum mengenal lebih jauh pikirannya kepada kepala

56

dengan anak baru tersebut.

57

Seiring berjalannya waktu Kepala Sekolah mulai

58

sering

59

menyarankan agar kepala sekolah memeriksakan Kepala sekolah mulai sakit-

60

diri ke dokter. Akan tetapi kepala sekolah selalu sakitan

61

menolak dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

62

Namun suatu hari subjek menemukan kepala

63

sekolah sudah tidak bergerak lagi di atas meja kerja Subjek histeris melihat kepala

64

di sekolah tersebut. Subjek histeris mengetahui hal sekolah sudah tidak bernyawa

65

itu. Dia merasa tidak memiliki orang yang bisa

66

menjadi panutan dan sama-sama berjuang untuk

67

sekolah tersebut.

68

Sepeninggal kepala sekolah, subjek masih merasa

69

berkabung sehingga dia sama sekali tidak pergi ke

70

sekolah untuk mengajar. Akibatnya murid-muridnya Subjek dalam kedaaan

71

terlantar sehingga mereka memutuskan untuk tidak berkabung

72

pergi ke sekolah.

73

Sampai akhirnya seorang murid yang berasal dari

74

pesisir kembali mengajak teman-temannya untuk Perjuangan anak-anak

75

pergi ke sekolah bersama-sama. Setelah membujuk membuat sekolah tetap ada

76

sekian lama akhirnya mereka pergi ke sekolah dan

77

sampai di sekolah mereka belajar sendiri dengan

78

dipimpin salah seorang teman mereka.

79

Saat kegiatan itu berlangsung subjek datang ke

80

sekolah tersebut. Dia melihat bagaimana murid-

81

muridnya sangat bersemangat untuk belajar. Subjek Subjek kembali bersemangat

82

merasa dia tidak bisa bertanggung jawab dengan mengajar berkat muridnya

83

baik. Subjek masuk ke ruang kelas dan berpelukan

84

dengan semua muridnya. Subjek merasa sangat

merasa

sakit-sakitan.

sekolah
Subjek

sudah

85

terharu dengan dukungan yang diberikan oleh murid

86

di sekolah dasar muhammadiyah getong.