Anda di halaman 1dari 6

TAHAPAN ODONTEKTOMI

Pasien laki-laki berusia 20 tahun datang ingin mencabut gigi belakang kiri bawah
karena terasa sakit dan mengganggu sejak 1 tahun yang lalu. Hasil foto rontgen , didiagnosa
gigi 38 Impacted, Mesioangular, Horizontal.

Gambar 1
Foto panoramik pasien

Klasifikasi

Nilai

Hubungan ruang
Horizontal

Kedalaman
Posisi A

Ruangan yang tersedia/hubungan dengan ramus


Klas II
Skor tingkat kesulitan

2
5

Jadi, pada kasus ini gigi impaksi mempunyai tingkat kesulitan sedang.

I.

Pre Operation
1.
2.
3.
4.

Anamnesa, status, foto panoramik, janji pasien


Sesaat sebelum operasi, lakukan anamnesa, pengukuran tensi dan denyut nadi
Tanda tangan informed consent
Persiapan alat : alat standart, syringe, betadine, suction, scapel, blade no 15 dan
12, raspa bur, low speed, mata bur bulat, bein, tang mahkota M3 RB, kuret,
benang jahit, jarum, needle holder, pinset, chirurgis, gunting, root knife.

Gambar 2
Alat
yang digunakan saat

5.

Posisikan

pasien

Alat

operasi

di

dental

chair.

II.

Operation
1. Asepsis daerah operasi, dengan mensterilkan daerah kerja menggunakan betadine

Gambar 3
Asepsis pada daerah kerja

2. Operasi gigi 38 dilakukan dengan anestesi lokal dengan bahan anestesi yang
bersifat vasokonstriktor untuk mendapatkan efek anestesi yang cukup lama dan
memberikan daerah operasi yang relatif bebas darah, sehingga tidak menghalangi
pandangan saat pembedahan dilakukan. Untuk itu dilakukan anastesi blok pada
nevus alveolaris inferior dan nevus bukalis.

Gambar 4
Anestesi Blok di area gigi yang akan dilakukan odontektomi
3. Pembuatan flap triangular yaitu dengan melakukan insisi. Tujuannya agar
mendapatkan lapang pandang yang baik, jalan masuk alat yang cukup, dan trauma
secukup mungkin. Flap triangular dibuat dengan melakukan insisi vertikal pada 1/3
distal gigi 47, membentuk sudut 45o terhadap MBF. Kemudian Insisi horizontal
menyusuri margin gingiva. Setelah dilakukan insisi, flap dibuka dengan
rasparatorium.

Gambar 5
Desain flap triangular

Gambar 6
Insisi untuk membuat flap

4. Untuk mendapatkan akses diperlulan penyingkiran tulang mandibula bagian bukal


gigi 38 dengan alat bur dan dibantu dengan irigasi larutan saline agar gigi terlihat
untuk dilakukan pemotongan atau pengangkatan.

Gambar 7
Pengeburan tulang disertai irigasi larutan saline

5. Melakukan tehnik odontektomi yaitu membelah/membagi gigi 38, pertama separasi


gigi menjadi 2 bagian yaitu mahkota dan akar gigi, kemudian separasi bagian
mahkota gigi menjadi 2 bagian dari arah bukal ke bagian lingual, keluarkan 1
bagian mahkota gigi 38, diikuti satu bagian lainnya, lalu membuang sedikit akar
bagian mesial menggunakan bur round guna mendapatkan celah alat untuk
mengungkit. Kemudian separasi akar gigi 38 menjadi 2 bagian, dari arah bukal ke
lingual, kemudian keluarkan bagian mesial dan distal akar gigi satu persatu. Hal ini
dilakukan agar ekstraksi gigi dapat dilakukan tanpa pembuangan tulang yang
berlebihan.
6. Lakukan spooling
7. Kuretase
8. Penghalusan tulang dengan bone file
9. Kembalikan flap pada tempat semula
10. Penjahitan pada daerah yang telah dilakukan odontektomi.

Gambar 8
Penjaitan atau hecting pada area yang telah dilakukan odontektomi

Gambar 9
Tehnik Penjahitan Simple Irreupted Suture

III. Post Operation Instruction


1.
2.
3.
4.
5.

Pasien gigit tampon 1 jam


Hindari makan minum panas
Jangan memainkan atau menghisap bekas operasi
Diet makanan lunak
Kontrol dan berikan resep obat pada pasien