Anda di halaman 1dari 2

Efusi Pleura

Penulis : Natharina YolandaTanggal : 2014-06-10


Daftar isi
Efusi pleura adalah
Gejala
Penyebab
Pengobatan
EFUSI PLEURA ADALAH

Paru paru dibungkus oleh suatu selaput yang disebut pleura. Di antara jaringan
paru dan selaput ini terdapat sebuah ruang berisi cairan yang berfungsi sebagai
pelumas gerakan paru dalam proses pernapasan. Cairan pada ruangan tersebut
kurang lebih sebanyak 0.13 mL/kg berat badan, yaitu hasil dari keseimbangan
antara tekanan cairan di pembuluh darah dan sistem pembuangan cairan di
saluran getah bening. Adanya cairan abnormal pada ruang tersebut disebut
sebagai efusi pleura. Efusi pleura dapat terjadi akibat peningkatan produksi
cairan atau penurunan pembuangan cairan pleura. Cairan abnormal dapat
berupa cairan pleura dalam jumlah banyak (hidrotoraks), darah (hematotoraks),
cairan getah bening (kilotoraks), atau nanah (empiema).
GEJALA

Gejala klinis efusi pleura bervariasi dan seringkali bergantung pada penyakit
yang mendasari. Gejala yang paling sering ditemui adalah sesak napas, batuk,
dan nyeri dada. Batuk pada penderita efusi pleura umumnya ringan dan tidak
berdahak. Nyeri dada disebabkan oleh iritasi pleura, dapat bersifat ringan
sampai berat, dirasakan sebagai nyeri yang tajam, dan memburuk dengan
tarikan napas dalam (nyeri dada pleuritik). Nyeri dapat menyebar ke bahu di sisi
yang sama atau perut bagian atas.
Adanya gejala lain menujukkan penyakit yang mendasari efusi pleura.
Pembengkakan tungkai, sesak saat berbaring, dan riwayat terbangun tiba tiba
karena sesak merupakan gejala gagal jantung. Tuberkulosis paru menyebabkan
gejala keringat malam, demam, batuk darah, dan penurunan berat badan. Batuk
darah juga dapat ditemui pada keganasan, gangguan saluran napas, dan
kematian jaringan paru. Efusi pleura pada radang paru paru (pneumonia)
menimbulkan gejala demam, batuk berdahak, dan sesak napas.
PENYEBAB

Cairan efusi pleura dapat berupa transudat atau eksudat. Cairan transudat
disebabkan oleh kebocoran cairan ke rongga pleura yang disebabkan
peningkatan tekanan di pembuluh darah atau penurunan kadar protein darah.
Penyebab yang sering menyebabkan terbentuknya cairan transudat antara lain
gagal jantung, pengerasan hati, penurunan kadar protein darah, sindrom
nefrotik, dan sindrom Meig.
Cairan eksudat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah atau pembuluh
limfe. Beberapa penyebab yang sering menyebabkan terbentuknya cairan
eksudat adalah kanker, infeksi, trauma, kematian jaringan paru, emboli paru,
radang pankreas, robekan esofagus, dan tuberkulosis.
PENGOBATAN

Tujuan pengobatan adalah menghilangkan cairan di ruang pleura, mencegah


terbentuknya kembali cairan abnormal, dan mengobati penyakit dasar. Cairan di
ruang pleura perlu dikeluarkan dengan jarum (torakosentesis) dan atau selang
drain jika volume cairan besar, menyebabkan tekanan tinggi pada rongga dada
serta menimbulkan masalah pernapasan. Pada efusi pleura berulang dapat
dilakukan pleurodesis, yaitu penutupan ruang pleura dengan obat obatan (talk,
bleomycin, tetrasiklin, doksisiklin) atau tindakan bedah. Penyakit dasar harus
diobati untuk mencegah terulangnya efusi pleura.