Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE (TOR)

PROGRAM KESEHATAN ANAK


TAHUN 2015
1. PENDAHULUAN
Pembangunan Kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya
antara lain diselenggarakan melalui upaya Kesehatan Anak yang dilakukan sedini mungkin sejak
anak masih di dalam kandungan. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak
umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.setiap anak perlu mendapat
stimulasi secara rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan.Stimulasi
tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat anak,
pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga
masing- masing dan dalam kehidupan sehari hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Kegiatan stimulasi deteksi
dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang anak yang menyeluruh dan terkoordinasi
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga, masyarakat, organisasi profesi, akan
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang
pendidikan formal.

2. LATAR BELAKANG
Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Anak Kematian Balita ( AKABA ) merupakan
salah satu indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKB dan AKABA masih
tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI 2007, AKB sebesar
34/1000KH dan AKABA sebesar 44/1000KH yang berarti ada 17 bayi dan 22 balita
meninggal setiap jam. Menurut RPJMN tahun 2010 2014 diharapkan AKB menurun
menjadi 24/1000KH sedangkan MDGs 2015 diharapkan AKB menurun menjadi
23/1000KH dan AKABA menjadi 32/1000KH. Data Riskesdas 2007 menyatakan bahwa
55,8% dari kematian bayi terjadi pada periode neonatal, sekitar 78,5%-nya terjadi pada
umur 0-6 hari dengan penyebab kematian gangguan/kelainan pernafasan 35,9%,
prematuritas 32,4%, sepsis 12%, Hipotermi 6,3%, kelainan darah/ikterus 5,6%, post
matur 2,8%, kelainan kongenital 1,4%. Sedangkan untuk penyebab kematian anak balita
berdasarkan SDKI 2007 diare 31,4% dan pneumonia 23,8%.Pemerintah sejak tahun 1985
sudah merancang Child Survival untuk penurunan AKB dan AKABA dan 3 pesan kunci
yaitu :
1. Setiap bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna
2. Setiap bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat
3. Setiap bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal.
3.

TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
Meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita sehingga AKB dan
AKABA dapat diturunkan.
B. TUJUAN KHUSUS
a.
Agar semua bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan
dasar paripurna.
b.
Agar semua bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat.
c.
Agar semua bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal
melalui kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang.
d.
Agar dapat ditemukan dan terpantaunya secara dini adanya
masalah tumbuh kembang pada balita dan Anak Prasekolah

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


No
1

Kegiatan Pokok
Sosialisasi program

Pendataan sasaran

Pelayanan SDIDTK pada balita

Pelayanan SDIDTK APRAS

Pelayanan stimulasi intelegensia dan kognitif anak

Rujukan kasus penyimpangan tumbuh kembang

Pelayanan MTBM

Pelayanan MTBS

Pemantauan bayi resiko tinggi

10

Pemantauan anak balita resiko tinggi

11

Pelacakan kematian bayi dan anak balita

12

Pertemuan lintas program dan lintas sektor

13

Pencatatan dan pelaporan

14

Pembinaan dan supervise

15

Monitoring dan Evaluasi

.V.

Rincian Kegiatan
Mensosialisasikan program
kepada seluruh staff puskesmas
Mendata jumlah sasaran
program Kesehatan anak yang
ada di wilayah kerja
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK pada balita baik di
dalam gedung maupun luar
gedung
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK Apras di TK/PAUD
Melaksanakan kegiatan
stimulasi intelegensia dan
kognitif pada anak
Merujuk kasus penyimpangan
tumbuh kembang ke fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap
untuk mendapat penanganan
lebih lanjut
Memberikan pelayanan MTBM
bagi bayi muda yang berumur 0
sampai denga 2 bulan kurang 1
hari
Memberikan pelayanan MTBS
bagi balita sakit yang datang
berkunjung ke puskesmas
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Melakukan pelacakan kematian
pada bayi dan anak balita sesuai
dengan form pelacakan
kematain untuk mendapatkan
data kronologis dan penyebab
kematian .
Melaksanakan pertemuan lintas
program maupun lintas sektor
Mencatat dan melaporkan hasil
kegiatan program
Melaksanakan pembinaan dan
supervisi program ke pelaksana
program/bides
Melaksanakan monitoring dan
evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan hasilnya.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Koordinator melaksanakan sosialisasi kepada pemegang program dan pemegang daerah
binaan tentang rencana pelaksanaan kegiatan program
2. Koordinator program menyusun jadwal kegiatan
3. Bides dan pemegang daerah binaan melaksanakan kegiatan
4. Melaporkan hasil kegiatan dan melkaukan analisa capaian program
5. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan.

VI.

SASARAN
1. Bayi umur 0-11 bulan
2.Anak balita umur 12-59 bulan
3.Anak Prasekolah
4.Ibu Balita

VII.

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
VIII.

Kegiatan
Sosialisasi
Pendataan sasaran
Pelayanan SDIDTK pada balita
Pelayanan SDIDTK pada
APRAS
Pelayanan stimulasi
intelegensia dan kognitif anak
Rujukan kasus penyimpangan
tumbuh kembang
Pelayanan MTBM
Pelayanan MTBS
Pemantauan bayi resiko tinggi
Pemantauan anak balita resiko
tinggi
Pelacakan kematian bayi dan
anak balita
Pertemuan lintas program dan
lintas sektor
Pencatatan dan pelaporan
Pembinaan dan supervisi
Monitoring dan Evaluasi

2016
Jan
x
x
x

Peb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

X
X

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x
x
x

X
X
X
X

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal kegiatan dengan
pelaporan hasil hasil yang dicapai pada bulan tersebut.

IX.

PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dilakukan setiap bulan oleh penanggungjawab
program yang selanjutnya dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas.
Hasil laporan capaian program dianalisa setiap tiga bulan, dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas
dan didistribusikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

x
x
x

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE (TOR)


PROGRAM KESEHATAN ANAK
TAHUN 2016
3. PENDAHULUAN
Pembangunan Kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya
antara lain diselenggarakan melalui upaya Kesehatan Anak yang dilakukan sedini mungkin sejak
anak masih di dalam kandungan. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak
umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.setiap anak perlu mendapat
stimulasi secara rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan.Stimulasi
tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat anak,
pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga
masing- masing dan dalam kehidupan sehari hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Kegiatan stimulasi deteksi
dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang anak yang menyeluruh dan terkoordinasi
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga, masyarakat, organisasi profesi, akan
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang
pendidikan formal.

4. LATAR BELAKANG
Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Anak Kematian Balita ( AKABA ) merupakan
salah satu indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKB dan AKABA masih
tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI 2007, AKB sebesar
34/1000KH dan AKABA sebesar 44/1000KH yang berarti ada 17 bayi dan 22 balita
meninggal setiap jam. Menurut RPJMN tahun 2010 2014 diharapkan AKB menurun
menjadi 24/1000KH sedangkan MDGs 2015 diharapkan AKB menurun menjadi
23/1000KH dan AKABA menjadi 32/1000KH. Data Riskesdas 2007 menyatakan bahwa
55,8% dari kematian bayi terjadi pada periode neonatal, sekitar 78,5%-nya terjadi pada
umur 0-6 hari dengan penyebab kematian gangguan/kelainan pernafasan 35,9%,
prematuritas 32,4%, sepsis 12%, Hipotermi 6,3%, kelainan darah/ikterus 5,6%, post
matur 2,8%, kelainan kongenital 1,4%. Sedangkan untuk penyebab kematian anak balita
berdasarkan SDKI 2007 diare 31,4% dan pneumonia 23,8%.Pemerintah sejak tahun 1985
sudah merancang Child Survival untuk penurunan AKB dan AKABA dan 3 pesan kunci
yaitu :
4. Setiap bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna
5. Setiap bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat
6. Setiap bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal.
3.

TUJUAN
B. TUJUAN UMUM
Meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita sehingga AKB dan
AKABA dapat diturunkan.
B. TUJUAN KHUSUS
a.
Agar semua bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan
dasar paripurna.
b.
Agar semua bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat.
c.
Agar semua bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal
melalui kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang.
d.
Agar dapat ditemukan dan terpantaunya secara dini adanya
masalah tumbuh kembang pada balita dan Anak Prasekolah

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


No
1

Kegiatan Pokok
Sosialisasi program

Pendataan sasaran

Pelayanan SDIDTK pada balita

Pelayanan SDIDTK APRAS

Pelayanan stimulasi intelegensia dan kognitif anak

Rujukan kasus penyimpangan tumbuh kembang

Pelayanan MTBM

Pelayanan MTBS

Pemantauan bayi resiko tinggi

10

Pemantauan anak balita resiko tinggi

11

Pelaksanaan kelas Ibu Bakita

12

Pelacakan kematian bayi dan anak balita

13

Pertemuan lintas program dan lintas sektor

14

Promosi dan Sosialisasi Hak Anak

15

Pencatatan dan pelaporan

16

Pembinaan dan supervise

17

Monitoring dan Evaluasi

Rincian Kegiatan
Mensosialisasikan program
kepada seluruh staff puskesmas
Mendata jumlah sasaran
program Kesehatan anak yang
ada di wilayah kerja
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK pada balita baik di
dalam gedung maupun luar
gedung
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK Apras di TK/PAUD
Melaksanakan kegiatan
stimulasi intelegensia dan
kognitif pada anak
Merujuk kasus penyimpangan
tumbuh kembang ke fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap
untuk mendapat penanganan
lebih lanjut
Memberikan pelayanan MTBM
bagi bayi muda yang berumur 0
sampai denga 2 bulan kurang 1
hari
Memberikan pelayanan MTBS
bagi balita sakit yang datang
berkunjung ke puskesmas
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Melaksanakan kelas ibu balita
yang dibagi menjadi 3
kelompok umur balita yaitu
kelompok 0-1th, 1-2th, 2-5th
Melakukan pelacakan kematian
pada bayi dan anak balita sesuai
dengan form pelacakan
kematain untuk mendapatkan
data kronologis dan penyebab
kematian .
Melaksanakan pertemuan lintas
program maupun lintas sektor
Mempromosikan dan
mensosialisasikan Hak Anak
dalam rangka mendukung KLA
Mencatat dan melaporkan hasil
kegiatan program
Melaksanakan pembinaan dan
supervisi program ke pelaksana
program/bides
Melaksanakan monitoring dan
evaluasi terhadap pelaksanaan

kegiatan dan hasilnya.


.V.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


6. Koordinator melaksanakan sosialisasi kepada pemegang program dan pemegang daerah
binaan tentang rencana pelaksanaan kegiatan program
7. Koordinator program menyusun jadwal kegiatan
8. Bides dan pemegang daerah binaan melaksanakan kegiatan
9. Melaporkan hasil kegiatan dan melkaukan analisa capaian program
10. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan.

VI.

SASARAN
1. Bayi umur 0-11 bulan
2.Anak balita umur 12-59 bulan
3.Anak Prasekolah
4.Ibu Balita

VII.

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
VIII.

Kegiatan
Sosialisasi
Pendataan sasaran
Pelayanan SDIDTK pada balita
Pelayanan SDIDTK pada
APRAS
Pelayanan stimulasi
intelegensia dan kognitif anak
Rujukan kasus penyimpangan
tumbuh kembang
Pelayanan MTBM
Pelayanan MTBS
Pemantauan bayi resiko tinggi
Pemantauan anak balita resiko
tinggi
Pelaksanaan kelas Ibu balita
Pelacakan kematian bayi dan
anak balita
Pertemuan lintas program dan
lintas sektor
Promosi dan Sosialisasi Hak
Anak
Pencatatan dan pelaporan
Pembinaan dan supervisi
Monitoring dan Evaluasi

2016
Jan
x
x
x

Peb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

X
X
X
X

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

X
x

x
x

x
X
X

x
x

x
x

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal kegiatan dengan
pelaporan hasil hasil yang dicapai pada bulan tersebut.

IX.

PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dilakukan setiap bulan oleh penanggungjawab
program yang selanjutnya dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas.
Hasil laporan capaian program dianalisa setiap tiga bulan, dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas
dan didistribusikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

x
x
x

KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE (TOR)


PROGRAM KESEHATAN ANAK
TAHUN 2017
5. PENDAHULUAN
Pembangunan Kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun manusia seutuhnya
antara lain diselenggarakan melalui upaya Kesehatan Anak yang dilakukan sedini mungkin sejak
anak masih di dalam kandungan. Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak
umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.setiap anak perlu mendapat
stimulasi secara rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan.Stimulasi
tumbuh kembang anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat anak,
pengasuh anak, anggota keluarga lain dan kelompok masyarakat di lingkungan rumah tangga
masing- masing dan dalam kehidupan sehari hari. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.Kegiatan stimulasi deteksi
dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang anak yang menyeluruh dan terkoordinasi
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga, masyarakat, organisasi profesi, akan
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang
pendidikan formal.

6. LATAR BELAKANG
Angka Kematian Bayi ( AKB ) dan Anak Kematian Balita ( AKABA ) merupakan
salah satu indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKB dan AKABA masih
tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI 2007, AKB sebesar
34/1000KH dan AKABA sebesar 44/1000KH yang berarti ada 17 bayi dan 22 balita
meninggal setiap jam. Menurut RPJMN tahun 2010 2014 diharapkan AKB menurun
menjadi 24/1000KH sedangkan MDGs 2015 diharapkan AKB menurun menjadi
23/1000KH dan AKABA menjadi 32/1000KH. Data Riskesdas 2007 menyatakan bahwa
55,8% dari kematian bayi terjadi pada periode neonatal, sekitar 78,5%-nya terjadi pada
umur 0-6 hari dengan penyebab kematian gangguan/kelainan pernafasan 35,9%,
prematuritas 32,4%, sepsis 12%, Hipotermi 6,3%, kelainan darah/ikterus 5,6%, post
matur 2,8%, kelainan kongenital 1,4%. Sedangkan untuk penyebab kematian anak balita
berdasarkan SDKI 2007 diare 31,4% dan pneumonia 23,8%.Pemerintah sejak tahun 1985
sudah merancang Child Survival untuk penurunan AKB dan AKABA dan 3 pesan kunci
yaitu :
7. Setiap bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan dasar paripurna
8. Setiap bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat
9. Setiap bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal.
3.

TUJUAN
C. TUJUAN UMUM
Meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita sehingga AKB dan
AKABA dapat diturunkan.
B. TUJUAN KHUSUS
a.
Agar semua bayi dan balita memperoleh pelayanan kesehatan
dasar paripurna.
b.
Agar semua bayi dan balita sakit ditangani secara adekuat.
c.
Agar semua bayi dan balita tumbuh kembang secara optimal
melalui kegiatan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang.

d.

Agar dapat ditemukan dan terpantaunya secara dini adanya


masalah tumbuh kembang pada balita dan Anak Prasekolah

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


No
1

Kegiatan Pokok
Sosialisasi program

Pendataan sasaran

Pelayanan SDIDTK pada balita

Pelayanan SDIDTK APRAS

Pelayanan stimulasi intelegensia dan kognitif anak

Rujukan kasus penyimpangan tumbuh kembang

Pelayanan MTBM

Pelayanan MTBS

Pemantauan bayi resiko tinggi

10

Pemantauan anak balita resiko tinggi

11

Pelaksanaan kelas Ibu Bakita

12

Pelacakan kematian bayi dan anak balita

13

Pertemuan lintas program dan lintas sektor

14

Promosi dan Sosialisasi Hak Anak

15

Pencatatan dan pelaporan

Rincian Kegiatan
Mensosialisasikan program
kepada seluruh staff puskesmas
Mendata jumlah sasaran
program Kesehatan anak yang
ada di wilayah kerja
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK pada balita baik di
dalam gedung maupun luar
gedung
Melaksanakan kegiatan
SDIDTK Apras di TK/PAUD
Melaksanakan kegiatan
stimulasi intelegensia dan
kognitif pada anak
Merujuk kasus penyimpangan
tumbuh kembang ke fasilitas
kesehatan yang lebih lengkap
untuk mendapat penanganan
lebih lanjut
Memberikan pelayanan MTBM
bagi bayi muda yang berumur 0
sampai denga 2 bulan kurang 1
hari
Memberikan pelayanan MTBS
bagi balita sakit yang datang
berkunjung ke puskesmas
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Memantau kondisi kesehatan
bayi resiko tinggi yang ada di
wilayah kerja
Melaksanakan kelas ibu balita
yang dibagi menjadi 3
kelompok umur balita yaitu
kelompok 0-1th, 1-2th, 2-5th
Melakukan pelacakan kematian
pada bayi dan anak balita sesuai
dengan form pelacakan
kematain untuk mendapatkan
data kronologis dan penyebab
kematian .
Melaksanakan pertemuan lintas
program maupun lintas sektor
Mempromosikan dan
mensosialisasikan Hak Anak
dalam rangka mendukung KLA
Mencatat dan melaporkan hasil

16

Pembinaan dan supervise

17

Monitoring dan Evaluasi

.V.

kegiatan program
Melaksanakan pembinaan dan
supervisi program ke pelaksana
program/bides
Melaksanakan monitoring dan
evaluasi terhadap pelaksanaan
kegiatan dan hasilnya.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


11. Koordinator melaksanakan sosialisasi kepada pemegang program dan pemegang daerah
binaan tentang rencana pelaksanaan kegiatan program
12. Koordinator program menyusun jadwal kegiatan
13. Bides dan pemegang daerah binaan melaksanakan kegiatan
14. Melaporkan hasil kegiatan dan melkaukan analisa capaian program
15. Melaksanakan evaluasi dan monitoring terhadap hasil kegiatan.

VI.

SASARAN
1. Bayi umur 0-11 bulan
2.Anak balita umur 12-59 bulan
3.Anak Prasekolah
4.Ibu Balita

VII.

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
VIII.

Kegiatan
Sosialisasi
Pendataan sasaran
Pelayanan SDIDTK pada balita
Pelayanan SDIDTK pada
APRAS
Pelayanan stimulasi
intelegensia dan kognitif anak
Rujukan kasus penyimpangan
tumbuh kembang
Pelayanan MTBM
Pelayanan MTBS
Pemantauan bayi resiko tinggi
Pemantauan anak balita resiko
tinggi
Pelaksanaan kelas Ibu balita
Pelacakan kematian bayi dan
anak balita
Pertemuan lintas program dan
lintas sektor
Promosi dan Sosialisasi Hak
Anak
Pencatatan dan pelaporan
Pembinaan dan supervisi
Monitoring dan Evaluasi

2016
Jan
x
x
x

Peb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

X
X
X
X

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

x
x
x
x

X
x

x
x

x
X
X

x
x

x
x

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan jadwal kegiatan dengan
pelaporan hasil hasil yang dicapai pada bulan tersebut.

IX.

PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

x
x
x

Pencatatan dan pelaporan terhadap hasil kegiatan dilakukan setiap bulan oleh penanggungjawab
program yang selanjutnya dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas.
Hasil laporan capaian program dianalisa setiap tiga bulan, dilaporkan kepada kepala UPT Kesmas
dan didistribusikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.