Anda di halaman 1dari 12

Infertilitas terutama mengacu pada ketidakmampuan seseorang biologis untuk berkontribusi

konsepsi. Infertilitas juga dapat merujuk kepada keadaan seorang wanita yang tidak mampu
membawa kehamilan untuk jangka waktu penuh.
Ada banyak penyebab biologis infertilitas, beberapa yang dapat dilewati dengan intervensi
medis.
Wanita yang mengalami masa subur kesuburan alami sebelum dan selama ovulasi, dan mereka
secara alami subur selama sisa dari siklus menstruasi.
Metode kesadaran kesuburan yang digunakan untuk membedakan ketika perubahan ini terjadi
dengan mengikuti perubahan lendir serviks atau suhu tubuh basal.
Ada definisi yang ketat dari infertilitas digunakan oleh banyak dokter. Namun, ada juga istilah
yang serupa, subfertilitas misalnya untuk kondisi yang lebih jinak dan fekunditas untuk
ketidakmungkinan alami untuk hamil. Kemandulan pada pasangan dapat disebabkan baik wanita
atau pria, belum tentu baik.

Infertilitas
Ahli endokrinologi reproduksi, para dokter yang mengkhususkan diri dalam infertilitas,
pertimbangkan untuk menjadi pasangan infertil jika:

pasangan tidak hamil setelah 12 bulan bebas kontrasepsi hubungan seksual jika
perempuan berada di bawah usia 34.

pasangan tidak hamil setelah 6 bulan bebas kontrasepsi hubungan seksual jika perempuan
tersebut berusia di atas 35 (penurunan kualitas telur perempuan di atas usia 35 account
untuk perbedaan berdasarkan usia seperti ketika untuk mencari intervensi medis).

betina tidak mampu membawa kehamilan untuk jangka.

Subfertilitas
Beberapa yang telah mencoba gagal untuk memiliki anak untuk satu tahun atau lebih dikatakan
makna subfertile kurang subur dari beberapa khas. Tingkat fecundability pasangan adalah
sekitar 3-5%. Banyak penyebabnya adalah sama dengan infertilitas. Penyebab tersebut bisa
endometriosis, atau sindrom ovarium polikistik.

Primer vs sekunder infertilitas


Pasangan dengan infertilitas primer tidak pernah mampu untuk hamil, sementara, di sisi lain,
infertilitas sekunder adalah sulit hamil setelah sudah memiliki dipahami (dan baik membawa

kehamilan untuk jangka, atau mengalami keguguran). Secara teknis, infertilitas sekunder adalah
tidak hadir jika telah terjadi perubahan mitra.

Bacaan lebih lanjut

Prevalensi Infertilitas

Apa Penyebab Infertilitas?

Diagnosis Infertilitas

Pengobatan Infertilitas

Infertilitas Etika

Efek Psikologis Infertilitas

Infertilitas Dampak Sosial

Faktor Penyebab Infertilitas atau Ketidaksuburan


Pasangan suami istri yang telah melakukan hubungan seksual secara teratur
tanpa kontrasepsi selama satu tahun tetapi belum mampu hamil dan
melahirkan anak hidup disebut pasangan infertil atau pasangan tidak subur.
Berarti pasangan tersebut mengalami masalah infertilitas. Banyak faktor yang
menjadi penyebab infertilitas (ketidaksuburan) sehingga pasangan suami istri
tidak mempunyai anak, antara lain:
1. Faktor hubungan seksual, yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu
sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi,
ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi
ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu
dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus.
2. Faktor infeksi, berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria
maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim.
3. Faktor hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita
sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu.

4. Faktor fisik, berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir
sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.
5. Fakror psikis, misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan
set spermatozoa dan sel telur.
Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita,
maka faktor-faktor penyebab tersebut tersebut harus dihindari.
Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang
baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.

Sumber

www.berita8.com

Pengertian Infertilitas

Infertilitas
Pengertian
Fertilitas adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa
menghamili.
Infertilitas (pasangan mandul) adalah pasangan suami istri yang telah menikah
selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan
alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak. (Sarwono, 2000).
Infertilitas adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha
selama satu tahun tetapi belum hamil. (Manuaba, 1998).
Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil dalam waktu satu tahun. Infertilitas
primer bila pasutri tidak pernah hamil dan infertilitas sekunder bila istri pernah
hamil. (Siswandi, 2006).
tidak hamil setelah 1 tahun menikah, tanpa menggunakan KB, serta hub seksual
teratur
Faktor Penyebab
Infertilitas Disengaja
Infertilitas yang disengaja disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat
kontrasepsi baik alami, dengan alat maupun kontrasepsi mantap.
Infertilitas Tidak Disengaja
1. Pihak Suami, disebabkan oleh: a) Gangguan spermatogenesis (kerusakan
pada sel-sel testis), misal: aspermia, hypospermia, necrospermia. b) Kelainan
mekanis, misal: impotensi, ejakulatio precox, penutupan ductus deferens,
hypospadia, phymosis. Infertilitas yang disebabkan oleh pria sekitar 35-40 %.
2. Pihak Istri, penyebab infertilitas pada istri sebaiknya ditelusuri dari organ luar
sampai dengan indung telur. a) Gangguan ovulasi, misal: gangguan
ovarium, gangguan hormonal. b) Gangguan ovarium dapat disebabkan
oleh faktor usia, adanya tumor pada indung telur dan gangguan lain yang
menyebabkan sel telur tidak dapat masak. Sedangkan gangguan hormonal
disebabkan oleh bagian dari otak (hipotalamus dan hipofisis) tidak
memproduksi hormon-hormon reproduksi seperti FSH dan LH. c) Kelainan
mekanis yang menghambat pembuahan, meliputi kelainan tuba,
endometriosis, stenosis canalis cervicalis atau hymen, fluor albus, kelainan
rahim. d) Kelainan tuba disebabkan adanya penyempitan, perlekatan
maupun penyumbatan pada saluran tuba. e) Kelainan rahim diakibatkan
kelainan bawaan rahim, bentuknya yang tidak normal maupun ada penyekat.
Sekitar 30-40 % pasien dengan endometriosis adalah infertil. Endometriosis
yang berat dapat menyebabkan gangguan pada tuba, ovarium dan

peritoneum. Infertilitas yang disebabkan oleh pihak istri sekitar 40-50 %,


sedangkan penyebab yang tidak jelas kurang lebih 10-20 %.
3. FAKTOR PRIA
Sel Reprod Pria tdd :
testis, epididimis, vas deferens, prostat, vesikula seminalis, duktus
ejakulatorius, klj bulbouretra, uretra
Pd ejakulasi : sperma dikeluarkan dr vas deferens bersama dg cairan dari
prostat vesikula seminalis dan klj bulbouretra
Faktor Ovulasi
Pd umumnya mdh didiagnosis dan pengelolaannya mudah
Siklus normal wanita : 25-35 hr
Wanita dg siklus haid teratur umumnya fertil
E/ : abnormalitas hipotalamus/hipofisis, peny. Tiroid, ggn adrenal,
hiperandrogen
4. Faktor Tuba Faktor Tuba/peritoneal :
- Kerusakan tuba
- Sumbatan tuba
- Adhesi tuba
Pemeriksaan Infertilitas
Male factor :
1. Analisa sperma :
Nilai normal :
- Volume : 2-6 ml
- Konsentrasi : > 20 jt/ml
- Motilitas : > 50%
- Morfologi : > 30%
Sperm Penetration Assay
Faktor Ovulasi :
1. Temperatur suhu basal
2. Kadar progesteron serum midluteal
3. Monitoring LH
4. Biopsi endometrium
5. USG

Macam :
1. Infertilitas Primer
2. Infertiuitas sekunder
Penyebab Infertilitas
Kelainan semen (Male factor Infertility)
Ggn ovulasi (faktor ovulasi)
Tuba : injury, adesi, tersumbat, endometriosis ( faktor tuba)

Abnormalitas interaksi mukus serviks dg sperma (faktor serviks)


Lain-lain : kln uterus, ggn imunologis, infeksi

Ketidaksuburan atau Infertilitas


Salah satu yang paling ditakutkan adalah ketidaksuburan atau infertilitas yang sering dikaitkan
dengan kemandulan pada salah satu pasangan. Bagi wanita, ketidaksuburan atau infertilitas
disebabkan karena gagalnya pelepasan sel telur atau indung telur tidak dapat menghasilkan sel
telur yang matang. Dengan demikian tidak terjadi ovulasi sehingga sel telur tidak masuk ke
saluran telur yang menyebabkan tidak dapat terjadi pembuahan. Kondisi ini disebut sebagai
ovulation disorder. Penyebab lainnya adalah tertutupnya atau tersumbatnya tuba falopi atau
saluran telur. Atau adanya endometriosis atau sering dikenal sebagai kista yaitu tumbuhnya
jaringan dinding rahim di luar rahim.
Sedangkan bagi pria, ketidaksuburan sering disebabkan karena tidak adanya produksi sperma
pada kantung sperma. Jikapun ada produksi sperma, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga
ketika masuk ke vagina, tidak ada sperma yang berhasil membuahi sel telur.

Bayi Tabung
Salah satu metode untuk mengatasi ketidaksuburan atau infertilitas adalah dengan bayi tabung.
Bayi tabung pertama kali berhasil dilakukan terhadap seorang bayi perempuan bernama Louise
Joy Brown di Inggris pada tanggal 25 Juli 1978. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel
telur dari ovarium ibu lalu disatukan dengan sperma ayah dalam sebuah medium cair di gelas
laboratorium. Lalu sel telur dibuahi di laboratorium. Setelah sel telur dibuahi, sekitar dua
setengah hari kemudian, sel telur telah terbagi menjadi delapan sel yang sangat kecil. Kemudian
dimasukkan ke dalam uterus atau rahim ibu untuk berkembang secara normal menjadi bayi.
Sejak saat itu, berbagai terapi dan teknologi dikembangkan untuk mengatasi masalah kesuburan
baik pada pria maupun wanita.
Proses bayi tabung dilakukan dengan proses yang dikenal sebagai in vitro fertilization (IVF)
atau pembuahan in vitro. IVF menjadi momentum untuk pengembangan perawatan dan terapi
berikutnya untuk teknologi pembantu reproduksi atau assisted reproductive technology (ART).
ART mencakup berbagai perawatan untuk masalah kesuburan. Termasuk sel telur dari wanita
lain lalu dibuahi untuk dikembangkan di rahim seorang wanita yang lain lagi. Tahun 1994 di
Italia, seorang wanita tua berusia 62 tahun yang sudah tidak memiliki sel telur melahirkan
seorang bayi yang berasal dari sel telur wanita lain yang dibuahi dengan sperma suaminya. Jadi
banyak metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesuburan.

Berbagai Teknik Perawatan Masalah Ketidaksuburan atau


Infertilitas

Ada beberapa jenis perawatan untuk masalah


kesuburan baik untuk pria maupun wanita. Selain bayi tabung, perawatan-perawatan berikut juga
telah melalui serangkaian proses penelitian dan angka keberhasilannya cukup memuaskan bagi
pasangan yang memiliki masalah kesuburan.
Namun sebelum Anda menggunakan salah satu metode perawatan masalah kesuburan, sebaiknya
Anda membuat riset mendalam terlebih dahulu dan berdiskusi baik kepada para ahli medis
maupun kepada pemimpin agama. Beberapa kelompok agama menganggap beberapa jenis
metode bayi tabung maupun inseminasi buatan termasuk melanggar hukum agama. Hal ini
khususnya jika pembuahan atau pengembangan bayi dilakukan bukan di rahim ibu yang
memberikan sel telur ataupun bukan menggunakan sperma yang berasal dari suami sendiri.
Dengan kata lain, bagi beberapa kelompok agama, jika melibatkan pihak ketiga baik sebagai
donor maupun media pembuahan yang bukan suami atau istri sah, itu sudah dianggap melanggar
hukum agama. Karena itu masalah memilih perawatan ini adalah keputusan pribadi setiap
pasangan dan perlu didiskusikan secara mendalam.
Sebelum memutuskan memilih jenis teknik perawatan untuk masalah infertilitas atau
ketidaksuburan, sebaiknya Anda bertanya secara lebih dalam kepada ahli medis yang menangani
masalah Anda. Tanyakan apa saja kerugian dan keuntungan dari masing-masing teknik untuk
Anda maupun pasangan. Serta tanyakan berbagai risiko yang bisa terjadi bagi Anda dan
pasangan. Beberapa jenis teknik perawatan untuk masalah ketidaksuburan atau infertilitas yang
memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi di antaranya yaitu:

Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan atau artificial insemination (sering disingkat sebagai AI) dilakukan
dengan memasukkan cairan semen yang mengandung sperma dari pria ke dalam organ
reproduksi wanita tanpa melalui hubungan seks atau bukan secara alami. Cairan semen
yang mengandung sperma diambil dengan alat tertentu dari seorang suami kemudian
disuntikkan ke dalam rahim isteri sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Biasanya
dokter akan menganjurkan inseminasi buatan sebagai langkah pertama sebelum
menerapkan terapi atau perawatan jenis lainnya.

GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer)


GIFT yang merupakan singkatan dari Gamete Intrafallopian Transfer merupakan teknik
yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1984. Tujuannya untuk menciptakan kehamilan.
Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium atau indung telur wanita
lalu dipertemukan dengan sel sperma pria yang sudah dibersihkan. Dengan menggunakan
alat yang bernama laparoscope, sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan tersebut
dimasukkan ke dalam tuba falopi atau tabung falopi wanita melalui irisan kecil di bagian
perut melalui operasi laparoskopik. Sehingga diharapkan langsung terjadi pembuahan dan
kehamilan.

IVF (In Vitro Fertilization)


IVF atau In Vitro Fertilization dikenal juga sebagai prosedur bayi tabung. Mula-mula
sel telur wanita dan sel sperma dibuahi di media pembuahan di luar tubuh wanita. Lalu
setelah terjadi pembuahan, hasilnya yang sudah berupa embrio dimasukkan ke dalam
rahim melalui serviks.

ZIFT (Zygote Intrafallopian Transfer)


ZIFT atau Zygote Intrafallopian Transfer merupakan teknik pemindahan zigot atau sel
telur yang telah dibuahi. Proses ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sel telur dari
indung telur seorang wanita lalu dibuahi di luar tubuhnya. Kemudian setelah sel telur
dibuahi, dimasukkan kembali ke tuba falopi atau tabung falopi melalui pembedahan di
bagian perut dengan operasi laparoskopik. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik
IVF dan GIFT.

ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection)


ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection dilakukan dengan memasukkan sebuah sel
sperma langsung ke sel telur. Dengan teknik ini, sel sperma yang kurang aktif maupun
tidak matang dapat digunakan untuk membuahi sel telur.

Definisi

Edit

Definisi standar infertilitas adalah ketidakmampuan untuk menjadi hamil dalam satu tahun
setelah secara teratur menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi[2].

Kesalahpahaman

Edit

Menurut Weschler[3], ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang berkesimpulan dirinya
infertil, padahal sebenarnya belum tentu demikian:

Apabila dalam satu tahun tidak terjadi kehamilan meski menjalani hubungan intim tanpa
kontrasepsi.

Jika siklus menstruasi tidak teratur. Padahal, tidak semua wanita memiliki siklus 28 hari,
dan ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke 14.

Dokter terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan frekuensi hubungan


intim, dan terburu-buru menerapkan tes-tes yang invasif atau terburu-buru memberikan
obat. Padahal, keseringan hubungan intim tidak akan menghasilkan kehamilan apabila
dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Dokter yang teliti akan mengambil langkah
berikut terlebih dahulu:
o Analisa sperma pada pria.
o Analisa pemetaan kesuburan wanita. Pada hari keberapakah si wanita mengalami
ovulasi?

Dokter hanya memfokuskan mengambil solusi berdasarkan kenaikan suhu basal tubuh,
dan mengabaikan pengamatan lendir leher rahim. Padahal, kenaikan suhu terjadi pada
saat ovum sudah mati, sementara masa subur adalah tepat sebelum kenaikan suhu
tersebut terjadi. Lihat menstruasi.

Dokter melakukan tes kesuburan pada waktu yang tidak tepat. Contohnya adalah :
o Penerapan tes pasca-senggama (postcoital test), yang dimaksudkan untuk
menganalisa apakah sperma tersebut subur, dan apakah lendir leher rahim wanita
kondusif untuk pembuahan. Padahal, jika tes ini dilakukan bukan pada fase subur,
tes ini akan invalid. Dan jangan lupa, tidak semua orang mengalami ovulasi pada
hari 14 setelah menstruasi.
o Demikian juga tes biopsi dinding rahim, tidak akan menunjukkan hasil yang baik
jika waktunya tidak tepat

Alat untuk menentukan masa subur kadang kala tidak tepat:


o Alat ini biasanya mendeteksi munculnya hormon LH sebelum ovulasi. Padahal,
ada wanita yang mengalami sindrom LUFS di mana hormon LH tidak
menyebabkan ovulasi.
o Ada wanita yang mengalami kemunculan hormon LH jauh sebelum ovulasi itu
sendiri (mini-peaks of LH).

o Alat ini tidak memberitahu apakah lendir leher rahim kondusif untuk sperma
o Ketepatan alat ini bisa berkurang jika terkena panas yang berlebihan
o Alat ini tidak akan memberi hasil positif jika dilakukan bukan pada masa subur.
Sementara banyak wanita yang menyangka dirinya berovulasi hanya pada hari ke
14. Padahal tidak selalu demikian.
o Obat kesuburan seperti Pergonal atau Danicrone bisa mempengaruhi alat tersebut
o Alat ini tidak akurat untuk wanita di atas 40 tahun

Ada wanita yang menyangka dirinya tidak bisa hamil, padahal kenyataannya dia bisa
hamil tetapi mengalami keguguran.

Menurut Weschler[3], hal di atas bisa diatasi dengan menerapkan metode kesadaran kesuburan
untuk mengetahui kapan fase subur terjadi.

Penyebab Infertilitas

Pada Wanita

Edit

Edit

a. Pada wanita Gangguan organ reproduksi 1. Infeksi vagina sehingga meningkatkan keasaman
vagina yang akan membunuh sperma dan pengkerutan vagina yang akan menghambat
transportasi sperma ke vagina 2. Kelainan pada serviks akibat defesiensi hormon esterogen yang
mengganggu pengeluaran mukus serviks. Apabila mukus sedikit di serviks, perjalanan sperma ke
dalam rahim terganggu. Selain itu, bekas operasi pada serviks yang menyisakan jaringan parut
juga dapat menutup serviks sehingga sperma tidak dapat masuk ke rahim 3. Kelainan pada
uterus, misalnya diakibatkan oleh malformasi uterus yang mengganggu pertumbuhan fetus,
mioma uteri dan adhesi uterus yang menyebabkan terjadinya gangguan suplai darah untuk
perkembangan fetus dan akhirnya terjadi abortus berulang 4. Kelainan tuba falopii akibat infeksi
yang mengakibatkan adhesi tuba falopii dan terjadi obstruksi sehingga ovum dan sperma tidak
dapat bertemu Gangguan ovulasi Gangguan ovulasi ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan
hormonal seperti adanya hambatan pada sekresi hormon FSH dan LH yang memiliki pengaruh
besar terhadap ovulasi. Hambatan ini dapatterjadi karena adanya tumor kranial, stress, dan
penggunaan obat-obatan yang menyebabkan terjadinya disfungsi hipothalamus dan hipofise. Bila
terjadi gangguan sekresi kedua hormon ini, maka folicle mengalami hambatan untuk matang dan
berakhir pada gengguan ovulasi. Kegagalan implantasi Wanita dengan kadar progesteron yang
rendah mengalami kegagalan dalam mempersiapkan endometrium untuk nidasi. Setelah terjadi
pembuahan, proses nidasi pada endometrium tidak berlangsung baik. Akiatnya fetus tidak dapat

berkembang dan terjadilah abortus. Endometriosis Abrasi genetis Faktor immunologis


Apabila embrio memiliki antigen yang berbeda dari ibu, maka tubuh ibu memberikan reaksi
sebagai respon terhadap benda asing. Reaksi ini dapat menyebabkan abortus spontan pada wanita
hamil. Lingkungan Paparan radiasi dalam dosis tinggi, asap rokok, gas ananstesi, zat kimia, dan
pestisida dapat menyebabkan toxic pada seluruh bagian tubuh termasuk organ reproduksi yang
akan mempengaruhi kesuburan.

Pada Pria

Edit

Ada beberapa kelainan umum yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria yaitu :
Abnormalitas sperma; morfologi, motilitas Abnormalitas ejakulasi; ejakulasi rerograde,
hipospadia Abnormalitas ereksi Abnormalitas cairan semen; perubahan pH dan perubahan
komposisi kimiawi Infeksi pada saluran genital yang meninggalkan jaringan parut sehingga
terjadi penyempitan pada obstruksi pada saluran genital Lingkungan; Radiasi, obat-obatan anti
cancer Abrasi genetik

Mengatasi Infertilitas

Edit

Obat kesuburan

Pembedahan untuk membuka tuba falopii

Inseminasi buatan

Bayi tabung

Referensi

Edit

1. Wikipedia. Infertility. 23 May 2006


2. MedicineNet. Infertility. Diakses 24 Mei 2006
3. 3,0 3,1 Weschler, Toni. Taking Charge of Your Fertility. New York, Harper Collins
Publishers, 2002. ISBN 0060937645