Anda di halaman 1dari 5

MODUL 3

COMPARATOR DAN CONVERTER


Nama

: Made Wilson A. Y.

NIM

: 1400510050

Tgl. Praktikum

: 11 Oktober 2016

1. Tujuan Praktikum
a) Memahami tentang konsep comparator dan converter.
b) Mampu mengaplikasikan konsep comparator dan converter.

2. Prinsip Pengukuran
2.1 Dasar Teori
2.1.1 Comparator
Rangkaian Komparator adalah alat yang di gunakan untuk
membandingkan ukuran panjang, komparator umumnya di buat
dari sebuah teleskop atau mikroskop yang di gerakan naik turun
pada sebuah skala. Komparator juga bisa di sebut sebagai alat
yang di gunakan untuk membuat perbandingan antara dua sinar
atau warna.
Selain

itu,

ada

komparator tegangan.

juga

yang

di

Komparator

sebut

dengan rangkaian

tegangan

adalah

sebuah

rangkaian yang dapat dengan cermat membandingkan besar


tegangan yang di hasilkan. Rangkaian ini biasanya menggunakan
komparator

Op-Amp

sebagai

piranti

utama

dalam

sebuah

rangkaian. Saat ini terdapat dua jenis komparator tegangan,


yaitu komparator tegangan sederhana dan komparator tegangan
dengan histerisis.

Gambar 3.1 Blok Diagram Comparator

Gambar 3.2 Tabel Kebenaran Comparator


2.1.2 Converter BCD
BCD atau Binary Coded Decimal adalah sistem nomor atau
kode yang memiliki angka biner atau digit untuk mewakili
sejumlah nomor. Angka desimal terdiri dari 10 digit (0-9).
Sekarang angka biner setara dengan 10 angka desimal ini.
Dalam kasus BCD jumlah biner yang dibentuk oleh empat digit
biner, akan sebanding dengan kode untuk angka desimal yang
diberikan. Dalam BCD kita dapat menggunakan nomor biner dari
0000-1001 saja, yang sebanding dengan desimal dari 0-9
masing-masing. Misalkan jika nomor memiliki satu digit desimal
maka itu Binary Coded Decimal akan mewakili masing-masing
empat digit biner dan jika nomor tersebut berisi dua angka
desimal maka BCD akan mewakili masing-masing delapan biner
dari bilangan desimal yang diberikan. Empat untuk angka

desimal pertama dan empat berikutnya untuk angka desimal


kedua.
2.2 Alat dan Bahan
a) Kit listrik dan magnet
b) Kit praktikum comparator dan converter
c) Catu daya
d) Mulltimeter analog/digital
e) Breadboard
f) Kabel jumper
g) Tang jepit
2.3 Prosedur Percobaan
2.3.1 Percobaan 1 : Percobaan Comparator
a) Rangkaian comparator dibuat degan membandingkan 2
buah inputnya (masing masing 2 bit biner), dengan
aturan :
- Jika A<B maka outputnya 01
- Jika A=B maka outputnya 00
- Jika A>B maka outputnya 10
b) K-map dibuat dan dicari persamaan logikanya.
c) Rangkaian dibuat berdasarkan persamaan logikanya.
d) Rangkaian dibuat seperti gambar 2.7
e) Hasil dibadingkan dengan tabel kebenaran.
2.3.2 Percobaan 2 : Percobaan Converter
a) Rangkaian dibuat seperti pada gambar dibawah

Gambar 3.3 Rangkaian Converter


b) Variasi nilai diberikan pada input rangkaian
c) Hasil dicatat.

3. Data Eksperimen

3.1Percobaan 1 : Percobaan Comparator


A

A1
0
0
0

B
A2
0
0
0

B1
0
0
1

B2
0
1
0

A<B
L
0
1
1

A=B
E
1
0
0

A>B
G
0
0
0

0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1

0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1

1
1
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
Tabel 3.1 Data Percobaan Comparator

0
0
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
1

0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
1
0

3.2Percobaan 2 : Percobaan Converter


Digit
Desim
al
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

A
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1

Input BCD
B
C

Output Express 3
F
G

0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
1
0
0
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
1
1
1
Tabel 3.2 Data Percobaan Converter

1
0
0
1
1
0
0
1
1
0

H
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0

4. Pembahasan
Pada

percobaan

pertama

dilakukan

percobaan

mengenai

comparator. Dari Tabel 3.1 terlihat bahwa pada saat A1 = 0, A2 = 1, B1


= 1 dan B = 0 hasilnya adalah A>B. Juga pada saat A1 = 1, A2 = 0, B1
= 0 dan B = 1 hasilnya adalah A<B. Padahal seharusnya kedua
hasilnya adalah A = B karena jumlah dari A adalah 1 dan B adalah 1.
Pada percobaan kedua dilakukan percobaan mengenai Converter.
Dari Tabel 3.2 terlihat bahwa pada desimal 6 dimana input 0-1-1-0 hasil

outputnya adalah 1-1-0-1. Padahal seharunya hasil dari 6 desimal yang


ditambah 3 adalah 1-0-0-1.

5. Kesimpulan
Dari

percobaan

Comparator

dan

Converter

tersebut

terjadi

kesalahan sebanyak 3 kali. Kesalahan tersebut disebabkan oleh


kesalahan alat dan juga kesalahan pada saat pengukuran.

6. Daftar Pustaka
Rangkaian Elektronika. 2013. RANGKAIAN KOMPARATOR. Dari
http://ww.rangkaianelektronika.org/rangkaian-komparator.htm