Anda di halaman 1dari 7

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEMBANGUNAN JALAN
No. Dokumen : BINA MARGA

Revisi ke

Tanggal berlaku

Tanggal :

: R-0

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBANGUNAN JALAN:

3. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR


PEKERJAAN PASANGAN BATU DENGAN
MORTAR

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

DAFTAR ISI
3. Standar Operasional Prosedur Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar................................3-1
3.1. Maksud dan Tujuan........................................................................................................... 3-1
3.2. Lingkup Penerapan............................................................................................................ 3-1
3.3. Acuan................................................................................................................................ 3-1
3.4. Persyaratan Dan Ketentuan...............................................................................................3-1
3.5. Prosedur Pelaksanaan.......................................................................................................3-2

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Bagan alir pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar...........................3-4

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

1/9

3. Standar Operasional Prosedur Pekerjaan Pasangan Batu


Dengan Mortar
1

Maksud dan Tujuan

a.

Standar Operasional Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar dimaksudkan sebagai acuan
bagi pihak-pihak yang terkait dengan Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar yang
dibangun pada lokasi yang telah ditentukan.

b.

Standar Operasional Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar bertujuan untuk menjamin
bahwa Pasangan Batu Dengan Mortar yang dibangun sesuai dengan Spesifikasi dan Gambar
sehingga dapat berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan dari daerah di sekitar jalan ke
saluran pembuang, tanpa mengganggu lingkungan.

3.2. Lingkup Penerapan


a. Standar Operasional Prosedur Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar mencakup pelapisan
dasar dan dinding saluran tidak diperkeras yang dilaksanakan pada program peningkatan jalan
lama, konstruksi (pembangunan) jalan baru, dan rekonstruksi jalan lama.
b. Standar Operasional Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar mencakup pekerjan-pekerjaan
sebagai berikut:
i.
Pelapisan sisi atau dasar selokan dan saluran air, dan pembuatan "apron" (lantai golak),
lubang masuk (catch pits) dan struktur saluran kecil lainnya dengan menggunakan
pasangan batu dengan mortar yang dibangun di atas suatu dasar yang telah disiapkan
memenuhi garis, ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan pada Gambar atau sebagaimana
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
ii.
Pembuatan lubang sulingan (weep holes), termasuk penyediaan dan pemasangan cetakan
lubang sulingan atau pipa.
iii.
Dalam beberapa hal, bilamana mutu batu dan bentuknya cocok serta mutu kerjanya tinggi,
Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan penggunaan pasangan batu dengan mortar
(mortared stonework) sebagai pekerjaan pasangan batu (stone masonry) untuk struktur
dengan daya dukung yang lebih besar seperti gorong-gorong pelat, tembok kepala goronggorong dan tembok penahan tanah.
iv.
Untuk proyek yang memakai Lapis Pondasi Semen Tanah, Direksi Pekerjaan mungkin
memperkenankan pemakaian batu bata sebagai pengganti batu biasa untuk pekerjaan
pasangan batu dengan mortar, asalkan batu bata itu dalam keadaan baik, dan tidak boleh
dipakai pada struktur penahan beban.
3.3. Acuan
Spesifikasi Umum 2010, Seksi 2.2 tentang Pasangan Batu Dengan Mortar.
3.4. Persyaratan Dan Ketentuan
Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang
ditetapkan dalam Spesifikasi yang berlaku.
Persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi pada Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar
umumnya mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Toleransi dimensi.
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

1/9

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Pengajuan kesiapan kerja.


Jadwal kerja.
Kondisi tempat kerja.
Perbaikan pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan.
Pemeliharaan pekerjaan yang telah diterima.
Bahan dan jaminan mutu

i. Batu.
ii. Mortar.
iii. Drainas porous.
h. Pelaksanaan
i.
ii.
iii.
iv.

Penyiapan formasi atau pondasi.


Penyiapan batu.
Pemasangan lapisan batu.
Pelaksanaan pasangan batu dengan mortar untuk pekerjaan struktur.

3.5. Prosedur Pelaksanaan


Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar dimulai berdasarkan Spesifikasi dan
Gambar Kerja (Detailed Design) serta persetujuan untuk mulai kerja dari Direksi Pekerjaan.
Selanjutnya, pelaksanaan pekerjaan mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1

Pemakaian perlengkapan keselamatan kerja.


Pemasangan rambu jalan sementara, apabila pekerjaan adalah peningkatan jalan lama.
Penyediaan bahan
Bahan yang akan digunakan harus terlebih dulu mendapat persetujuan Direksi Pekerjaan.

Penyiapan formasi atau pondasi, yang terdiri atas:


a. Formasi untuk untuk pelapisan pasangan batu dengan mortar.
b. Pondasi atau galian parit untuk tumit (cut off wall) pasangan batu dengan mortar atau
untuk struktur.
c. Landasan tembus air dan kantong saringan (filter pockets).

Penyiapan batu, dengan ketentuan:


a. Batu harus bersih, agar mempunyai lekatan yang baik dengan mortar.
b. Sebelum dipasang, seluruh permukaan batu harus dibasahi dengan air dan air harus diberi
kesempatan untuk meresap ke dalam batu.

Pemasangan lapisan batu, dengan ketentuan:


a. Batu harus dipasang pada mortar segar (belum mengeras) yang mempunyai tebal
sekurang-kurangnya 3 cm.
b. Batu-batu harus tertanam secara kuat dan letaknya harus berdekatan sedemikian rupa
sehingga membentuk lapisan dengan tebal yang ditetapkan. Rongga antara batu harus
diisi dengan mortar sampai rata dengan permukaan batu di sekitarnya.

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

2/9

c. Pemasangan batu harus dimulai dari bagian bawah lereng menuju ke bagian atas lereng.
d. Setelah mengalami pengerasan awal (initial setting), permukaan mortar harus disapu
dengan sapu kaku.
e. Permukaan mortar yang telah diselesaikan harus dirawat menurut ketentuan yang berlaku.
f. Lereng yang berdampingan dengan bahu harus dipangkas dan dirapihkan agar diperoleh
bidak kontak (interface) yang rapat dan halus dengan pasangan batu.
7

Pengerjaan pasangan batu dengan mortar untuk struktur, dengan ketentuan:


a. Tumit (cut off wall) dan struktur lainnya yang dibuat dalam galian parit dimana terdapat
kestabilan akibat daya lekat tanah atau akibat disediakannya cetakan, harus dilaksanakan
dengan mengisi galian atau cetakan dengan adukan setebal 60 % dari ukuran maksimum
batu yang digunakan dan kemudian dengan segera memasang batu di atas adukan yang
belum mengeras. Selanjutnya adukan harus segera ditambahkan dan proses tersebut
diulangi sampai cetakan tersebut terisi penuh. Adukan berikutnya harus segera
ditambahkan lagi sampai ke bagian puncak sehingga memperoleh permukaan atas yang
rata.
b. Bilamana bentuk batu sedemikian rupa sehingga dapat saling mengunci dengan kuat, dan
bilamana digunakan adukan yang liat, pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk
struktur dapat pula dibuat tanpa cetakan, sebagaimana yang diuraikan dalam Spesifikasi
tentang Pasangan Batu.
c. Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar untuk struktur yang terekspos harus
diselesaikan dan dirawat seperti yang disyaratkan di atas untuk pelapisan batu.
d. Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat harus ditimbun sesuai
dengan ketentuan dalam Spesifikasi tentang Timbunan atau Drainase Porous.

Pemeriksaan pekerjaan*, dengan ketentuan:

a. Sisi muka masing-masing batu dari permukaan pasangan batu dengan mortar tidak boleh melebihi
1 cm dari profil permukaan rata-rata pasangan batu dengan mortar di sekitarnya.
b. Untuk pelapisan selokan dan saluran air, profil permukaan rata-rata selokan dan saluran air yang
dibentuk dari pasangan batu dengan mortar tidak boleh berbeda lebih dari 3 cm dari profil
permukaan lantai saluran yang ditentukan atau disetujui, juga tidak bergeser lebih dari 5 cm dari
profil penampang melintang yang ditentukan atau disetujui.
c. Tebal minimum setiap pekerjaan pasangan batu dengan mortar haruslah 20 cm.
d. Profil akhir untuk struktur kecil yang tidak memikul beban seperti lubang penangkap (catch pits)
dan lantai golak tidak boleh bergeser lebih dari 3 cm dari profil yang ditentukan atau disetujui.
9

Perbaikan pekerjaan yang tidak memenuhi syarat, dengan ketentuan:


a. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang telah selesai.
b. Setiap kerusakan yang terjadi akibat kelalaian Penyedia Jasa harus diperbaiki atas biaya
Penyedia Jasa.

10

11

Pembongkaran pekerjaan sementara dan perapihan/pembersihan lapangan.


Pembukaan rambu jalan sementara.

Langkah-langkah 1 sampai 11 di atas ditunjukkan dengan bagan alir pada Gambar 3.1.
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

3/9

Catatan: *oleh Direksi Pekerjaan.

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

4/9

PENYEDIAAN BAHAN
(3)

SPESIFIKASI & GAMBAR KERJA


PERSETUJUAN MULAI KERJA

MULAI

PEMAKAIAN PER-LENGKAPAN KESE-LAMATAN


PEMASANGANKERJA
RAMBU JALAN SEMENTARA
(.1)
(.2)

PEMASANGAN
STRUKTUR
PEKERJAAN^
PENYIAPAN FORMASI/ PONDASI
PEMASANGAN LAPISAN
BATU BATU UNTUK PEMERIKSAAN
PERBAIKAN PEKERJAAN
PENYIAPAN BATU
(.7)
(8)
(.4)
(.6)
(9)
(5)

PEMBONGKARAN
PEK. SEMENTARA &
PEMBER. LAPANGAN
(11)

PEMBUKAAN
RAMBU JALAN
SEMENTARA
(10)

APAKAH SALURAN TDK


DILAPIS MEMENUHI
SYARAT?
YA!

TIDAK!

SELESAI!

Catatan: *oleh Direksi Pekerjaan

Gambar 3.1. Bagan alir pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Batu Dengan Mortar

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Hal

5/9