Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan Kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, karunia
dan kasih saying-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kedokteran Komunitas
dengan baik dan lancar. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan
kepaniteraan klinik ilmu kedokteran komunitas II di UPT. Puskesmas Pondok Betung.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini masih memiliki banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat terbuka untuk menerima segala kritik dan saran
yang diberikan demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
banyak pihak dan setiap pembaca pada umumnya.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada keluarga, dosen-dosen
pembimbing dan sahabat sahabat di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Jakarta atas bantuan dalam menyusun laporan ini.
Tanggerang Selatan, Januari 2017
Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I

PENDAHULUAN...............................................................................................1

BAB II LAPORAN KASUS...........................................................................................2


BAB III ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA.....................................................8
Identitas Keluarga.................................................................................................8
Genogram Keluarga.............................................................................................8
Status Keluarga.....................................................................................................9
Potensial Terjadinya Penyakit............................................................................17
Identifikasi Permasalahan di Keluarga...............................................................18
Diagnosis Holistik..............................................................................................18
Rencana Penatalaksanaan...................................................................................20
BAB IV PENUTUP.........................................................................................................23
Kesimpulan.........................................................................................................23
Saran...................................................................................................................23
LAMPIRAN.....................................................................................................................24

BAB I
PENDAHULUAN

Seiring

dengan

terjadinya

transisi

epidemiologi

saat

ini,

terjadi

perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi non infeksi (penyakit degeneratif)
seperti penyakit jantung, hipertensi, ginjal dan stroke yang akhir-akhir ini banyak terjadi di
masyarakat. Penyakit-penyakit diatas digolongkan kedalam penyakit tidak menular yang
frekuensi kejadiannya mulai meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, perubahan
pola makan, gaya hidup serta kemajuan ekonomi bangsa.
Hipertensi adalah suatu penyakit yang kronis, dimana tekanan darah meningkat diatas
normal. The Seventh of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation
and Treatment of High Blood Pressure, menyatakan bahwa seseorang dikatakan hipertensi
jika tekanan darah sistolik 140mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90mmHg atau
lebih. Hipertensi adalah faktor resiko keempat dari enam faktor resiko besar penyebab
penyakit kardiovaskular.
Dokter keluarga adalah cabang kedokteran komunitas yang memberi perhatian khusus
terhadap kesehatan keluarga sebagai sebuah unit. Kedokteran Keluarga merupakan ilmu yang
menekankan

pentingnya

pemberian

pelayanan

kesehatan

yang

personal,

primer,

komprehensif dan berkelanjutan (continuing) kepada individu dalam hubungannya dengan


keluarga, komunitas, dan lingkungannya. Kedokteran Keluarga menekankan keluarga sebagai
unit sosial yang memberikan dukungan kepada individu. Masalah kesehatan pasien sering
disebabkan oleh masalah pada keluarga dan masalah kesehatan pasien dapat menyebabkan
masalah kesehatan keluarga.

BAB II
LAPORAN KASUS
IDENITAS PENDERITA
Nama
Usia
Alamat

: Ny. S
: 56 tahun
: Komplek Deplu. Jl. Caman 4. No. 4, Pondok Betung,

Tanggerang Selatan
Kedudukan dalam keluarga
Jenis Kelamin
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Status Perkawinan
Tanggal kunjungan

: Istri
: Perempuan
: Islam
: SMA
: Ibu Rumah Tangga
: Menikah
: Jumat, 13 Januari 2017

RIWAYAT PENYAKIT
Keluhan Utama:
Kepala terasa pusing sejak 3 hari sebelum ke Pusbindu.
Riwayat Penyakit Sekarang:
Os datang dengan keluhan kepala pusing sejak 3 hari yang lalu. Rasa pusing
dirasakan hilang timbul, terlebih bila pasien kurang istirahat. Nyeri kepala dirasakan
di kepala bagian bawah disertai rasa pegal dan kaku pada leher dan bahu. Rasa pusing
dan nyeri kepala diikuti dengan keluhan mata berkunang-kunang serta tengkuk yang
terasa pegal.
Os juga mengeluh sering sulit tidur, terutama beberapa minggu belakangan ini, pasien
mengaku banyak pikiran yang membebaninya. Adanya keluhan mual, muntah
disangkal oleh os. Os tidak ada gangguan BAB dan BAK. Os mengaku jarang makan
makanan hewani, namun pasien mengaku jika keluarganya suka memasak dengan
penyedap rasa. Os mengaku selama seminggu ini tidak meminum obat darah tinggi
karena sudah merasa lebih baik
Riwayat Penyakit Dahulu:
Os mengaku sudah memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak 5 tahun yang lalu.
Adanya riwayat asma, penyakit jantung, diabetes melitus disangkal pasien.
Riwayat Penyakit Keluarga:

Riwayat hipertensi dalam keluarga dibenarkan oleh os. Ayah dan kakak os menderita
hipertensi. Riwayat diabetes melitus, asma dan penyakit jantung dalam keluarga
disangkal.
Riwayat Sosial-Ekonomi:
Os tinggal bersama suami, 1 orang anaknya, 1 orang menantu, dan 1 orang cucu. Os
adalah pensiunan deplu dan sekarang menjadi ibu rumah tangga, suami os masih
bekerja dan untuk sehari-harinya os mendapatkan uang dari dana pensiunan sekitar
Rp. 2.500.000/bulan. Sosial ekonomi keluarga ini termasuk keluarga dengan ekonomi
menengah.
Riwayat Kebiasaan:
Os tidak memiliki kebiasaan merokok atau meminum minuman beralkohol. Os rutin
mengikuti senam sehat yang ada di dekat rumah, kegiatan os sehari-hari melakukan
pekerjaan di rumah sebagai ibu rumah tangga dan berjualan air galon.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

Berat Badan

: 70 kg

Tinggi Badan

: 150 cm

Indeks Massa Tubuh

: 31,1 Obese 2

TANDA VITAL

Tekanan darah

: 160/90mmHg

Pernapasan

: 20x/menit, regular

Nadi

: 84x/menit, regular isi cukup

Suhu

: 36.6C (afebris)

STATUS GENERALIS

Kepala

: Normocephal, bentuk bulat, simetris.

Mata

:
-

Konjungtiva anemis (-/-)

Sclera ikterik (-/-)

Eksoftalmus (-/-)

Refleks cahaya (+/+)

Telinga

: Normotia, sekret (-), perdarahan (-), bau (-).

Hidung

: Sekret (-), perdarahan (-), bau (-), hiperemis (-),


pernapasan cuping hidung (-).

Gigi & Mulut

: Lidah kotor (-), faring hiperemis (-), tonsil T1/T1

Leher

KGB

Tiroid : tidak ada pembesaran

Thorax

: tidak ada pembesaran

PARU:
-

Inspeksi

: Simetris (+/+), retraksi (-/-)

Palpasi

: Vokal premitus (n/n) di seluruh lapang paru, nyeri

tekan (-/-), gerakan dinding dada simetris


-

Perkusi

: Sonor (+/+) di seluruh lapang paru, batas paru-hepar

ICS 6
-

Auskultasi: Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

JANTUNG :
-

Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Ictus cordis tidak tampak


: Ictus cordis tidak teraba
: Redup di ICS IV MCL D s/d ICS V MCL S
: S1S2 tunggal, reguler, suara tambahan (-)

Abdomen
-

Inspeksi

: Simetris (+), distensi (-), tidak terdapat tanda-tanda

perembesan plasma, tidak terdapat kelainan kulit tidak cembung

Auskultasi: Bising usus 6x/menit

Perkusi

: Timpani di seluruh lapang abdomen

Palpasi

: Tidak terdapat nyeri tekan abdomen

Ekstremitas
-

Superior : Akral hangat (+/+), edema (-/-), sianosis (-/-), clubbing


finger(-/-), edema (-/-), CRT <2 detik

Inferior

: Akral hangat (+/+), edema (-/-), ulkus pedis (-/-) nyeri

pedis (-/-), edema (-/-), CRT <2 detik

STATUS DERMATOLOGIKUS

: Tidak ada kelainan

STATUS GENITALIS

: Tidak ada kelainan

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan pemeriksaan

DIAGNOSIS KERJA
Hipertensi Grade II

PENATALAKSANAAN
Edukasi
-

Menganjurkan pasien merubah pola makan yang rendah garam.

Menganjurkan pasien agar dapat mengendalikan stress.

Menganjurkan untuk latihan jasmani secara rutin.

Medikamentosa
Amlodipine tab 10 mg 1 dd tab 1

PROGNOSIS
Quo Ad Vitam

: Dubia ad Bonam

Quo Ad Functionam : Dubia ad Bonam


Quo Ad Sanactionam : Dubia ad Bonam

BAB III
ANALISIS KEDOKTERAN KELUARGA
IDENTITAS KELUARGA
No.
1.
2.
3.

Keterangan
Nama
Umur
Jenis kelamin
Status

I. Kepala Keluarga
Tn. G
57 tahun
Laki-laki

II. Pasangan
Ny. S
56 tahun
Perempuan

Menikah

Menikah

perkawinan
Agama
Suku bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat

Islam
Betawi
S1
Bekerja
Komplek Deplu, Jl. Caman 4,

Islam
Betawi
SMA
Ibu Rumah Tangga
Pondok Betung, Tangerang

lengkap

Selatan

4.
5.
6.
7.
8.
9.

GENOGRAM KELUARGA

Tn. E

Ny. A
(Pasien)

ANGGOTA KELUARGA
No.
1.
2.

Anggota
Keluarga
Tn. G
Ny. S
(Pasien)

Usia

Pekerjaan

57 th

Bekerja

56 thTn. W IRT

Hub.
Klrg.
Ayah
Ibu D
Ny.

Stt.
Nikah
Menikah

Serumah
Ya
Tdk Kdg

Menikah

Perawat
3.

Ny. D

35 th

4.

Tn. W

40th

Gigi
Pelaut

5.

2th

Anak

Menikah

Menantu

Menikah
Belum

Cucu

Menikah
STATUS KELUARGA
No
Ekonomi Keluarga

Keterangan

.
1.

Luas tanah

20 x 10 meter

2.
3.

Luas Bangunan
Pembagian ruangan

15 x 7 meter
Rumah ialah rumah pribadi pasien
dengan pembagian ruangan 1 ruang
tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi,

4.

dan 1 dapur
2000 Watt

Besarnya daya listrik

No
Perilaku Kesehatan

Keterangan

.
1.
2.

Pelayanan promotif/preventif
Puskesmas
Pemeliharaan kesehatan anggota keluarga Puskesmas dan Rumah Sakit

3.

lain
Pelayanan pengobatan

Puskesmas dan Rumah Sakit

4.

Jaminan pemeliharaan kesehatan

BPJS

No
1.

Aktivitas Keluarga
Aktivitas fisik
a. Ayah
b. Ibu (pasien)
c. Anak

2.

Aktivitas mental

Keterangan
Aktivitas di luar rumah
Mencuci baju, memasak,
membersihkan rumah
Bekerja,
membantu

dan

pekerjaan

rumah tangga
Seluruh anggota keluarga selalu
melaksanakan

ibadah

sholat

waktu.

No
1.

Pola Makan Keluarga


Kebiasaan Makan

Keterangan
Keluarga Tn. G dan Ny. S memiliki kebiasaan
makan sehari tiga kali dengan menu makanan
sehari-hari keluarga ini tidak tetap. Menu makanan

yang biasanya disediakan Ny. S adalah nasi dengan


lauk pauk yang seringnya adalah ikan terutama ikan
asin, sayur-sayuran, telur, tetapi daging dan ayam
sangat jarang dikonsumsi oleh keluarga ini.
Keluarga ini jarang mengkonsumsi buah-buahan.
2.

Pola Gizi Seimbang

Ny. S memasak sendiri makanan untuk keluarganya.


Keluarga Tn. G tidak menerapkan pola gizi
seimbang. Hal ini karena pengetahuan yang kurang
tentang makanan dengan gizi seimbang. keluarga ini
mengkonsumsi karbohidrat sekitar 60% dari jumlah,
kemudian jumlah protein yang dikonsumsi adalah
30% dan lemak 10%. Keluarga Tn. G juga
cenderung lebih banyak mengkonsumsi makanan
tinggi garam.

No

Lingkungan

Keterangan
Hubungan

dengan

lingkungan

Sosial
sekitar baik.

Fisik dan Biologik :


Perumahan dan fasilitas
Luas tanah
Luas bangunan
Sumber penerangan utama
Sarana MCK
Sarana Pembuangan Air Limbah
Sumber air sehari-hari
Sumber air minum
Pembuangan sampah

Sederhana
20 x 10 meter
15 x7 meter
Lampu listrik
Kamar mandi bergabung dengan
WC.
Melalui saluran air ke parit
Air dari PDAM
Air galon isi ulang
Sampah dikumpulkan menjadi satu
plastik kemudian dibuang ke tempat
pembuangan

sampah

di

daerah

tersebut.
3

Lingkungan Kerja
- Ayah
- Ibu (Pasien)
- Anak

Di luar dan dalam rumah


Di dalam rumah
Di luar dan dalam rumah

POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELUARGA

No

Indikator Pertanyaan

Keterangan

Jawaban
Ya

Tidak

A. Perilaku Sehat
Tidak merokok
Ada yang memiliki kebiasaan Suami pasien memiliki

merokok
Persalinan
Dimana ibu melakukan

kebiasaan merokok

persalinan
Imunisasi
Apakah bayi ibu sudah di

bidan

imunisasi lengkap
Balita di timbang
Apakah balita ibu sering

lengkap

Persalian ditolong oleh

Riwayat imunisasi anak

Di timbang di Posyandu

ditimbang ? Dimana ?
Sarapan pagi
Apakah seluruh anggota
5

Setiap anggota tidak


memiliki kebiasaan

keluarga memiliki kebiasaan


makan pagi sebelum
sarapan pagi?
memulai aktivitas

6
7

Dana sehat / Askes


Apakah anda ikut menjadi
BPJS
peserta jaminan kesehatan
Cuci tangan
Apakah seluruh anggota

Seluruh keluarga tidak

keluarga mempunyai

selalu mencuci tangan

kebiasaan mencuci tangan

dengan air dan sabun

menggunakan sabun sebelum

sebelum makan dan

makan dan sesudah buang air


mengolah makanan
besar ?
Sikat gigi
Apakah anggota keluarga
8

Seluruh anggota keluarga


melakukan kebiasaan

memiliki kebiasaan gosok

menggosok gigi dengan


gigi menggunakan odol
odol.

Aktivitas fisik/olahraga
Apakah anggota keluarga

Seluruh anggota keluarga

melakukan aktivitas fisik atau

jarang melakukan

olah raga teratur

olahraga

B. Lingkungan Sehat
Jamban
Apakah di rumah tersedia
1

Rumah memiliki 1 buah


kloset (WC) yang

jamban dan seluruh keluarga

digabung dengan kamar

menggunakannya
mandi
Air bersih dan bebas jentik
Apakah dirumah tersedia air
2

bersih dengan tempat/tendon


air tidak ada jentik ?
Bebas sampah
Apakah dirumah tersedia

Di rumah menggunakan
sumber air berasal dari

PDAM.
Rumah terlihat

tempat sampah? Dan di

bersih/bebas sampah dan

lingkungan sekitar rumah

tersedia tempat sampah

tidak ada sampah berserakan?

didalam/diluar rumah

SPAL
Apakah ada/tersedia SPAL di

Lingkungan yang bersih


tidak ada air limbah yang

sekitar rumah
menggenang
5

Ventilasi
Apakah ada pertukaran udara

Ukuran ventilasi lebih

kurang 1/10 luas lantai


didalam rumah
untuk tiap ruangan
Kepadatan
Apakah ada kesesuaian
6

Pengukuran kepadatan
dimana 1 orang penghuni

rumah dengan jumlah

membutuhkan 2 x2 x 2

anggota keluarga?
meter

Lantai
Apakah lantai bukan dari

Lantai rumah adalah


sebagian besar adalah

tanah?
lantai
C. Indikator tambahan
ASI Eksklusif
Apakah ada bayi usia 0-6
Semua anaknya
1

bulan hanya mendapat ASI


mendapatkan asi

saja sejak lahir sampai 6


eksklusif.
bulan
Konsumsi buah dan sayur
Apakah dalam 1 minggu
Semua anggota keluarga
2

terakhir anggota keluarga


mengkonsumsi sayur dan
mengkonsumsi buah dan

buah
sayur?
Jumlah

15

Klasifikasi :
SEHAT I : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 1-5 pertanyaan (Merah)
SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 6-10 pertanyaan (Kuning)
SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 11-15pertanyaan (Hijau)
SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 16-18pertanyaan (Biru)
Kesimpulan :
Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab Ya ada 15 pertanyaan yang berarti
identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya masuk dalam klasifikasi
SEHAT III.

POTENSIAL TERJADINYA PENYAKIT

GAYA HIDUP
- Asupan makanan
tidak seimbang
akibat pendapatan
yang kurang

PERILAKU KESEHATAN
- Higiens pribadi dan
lingkungan kurang
- Berobat hanya jika sakit
parah

FAMIL
Y

LINGKUNGAN PSIKOSOSIOEKONOMI
- Pendapatan keluarga rendah
- Kehidupan social dengan
lingkungan baik

NY. A
- Hipertensi, 5 tahun
terakhir.
LINGKUNGAN
KERJA
Tidak ada

PELAYANAN
KESEHATAN
- Jarak rumah ke
pelayanan
kesehatan cukup
jauh namun masih
tersedia sarana

FAKTOR BIOLOGI
- Terinfeksi penyakit akibat
kebersihan yang kurang

LINGKUNGAN FISIK
- Ventilasi & penerangan dalam
rumah kurang
- Halaman rumah tidak tersedia

KOMUNITAS
Tidak ada

MANDALA OF
HEALTH

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN YANG DIDAPAT DIKELUARGA


1. Masalah dalam organisasi keluarga: Dalam struktur keluarga kepala keluarga adalah
suami yang saat ini masih bekerja dan istri (pasien) sebagai ibu rumah tangga. Status
ekonomi pasien menengah

karena masih memiliki penghasilan. Kerukunan antar

anggota keluarga terjalin dengan baik.


2. Masalah dalam fungsi biologis: Pasien memiliki riwayat penyakit keluarga
hipertensi. Saat ini pasien menderita penyakit hipertensi kemungkinan karena genetik
dari ayah pasien yang juga menderita hipertensi dan saat ini telah meninggal. Pola
hidup pasien yang menunjang faktor resiko terjadinya penyakit hipertensi. Kebiasaan
makan sehari-hari pasien banyak mengkonsumsi makanan tinggi garam.
3. Masalah perilaku kesehatan : Pasien cukup mengerti akan pentingnya kesehatan
dan pemeliharaan kesehatan. Namun usaha dalam merubah pola makan masih
kurang karena pasien masih sering mangkonsumsi makanan tinggi garam. Selain itu,
pasien juga tidak berobat ke puskesmas seminggu terakhir ini karena merasa sudah
lebih baik.
DIAGNOSIS HOLISTIK (MULTIAKSIAL)
1. Aspek personal: (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran)
Pasien datang berobat ke Posbindu karena jarak yang cukup dekat dari rumah pasien.
Pasien datang berobat dengan harapan rasa sakit yang dirasakan dapat berkurang
dengan bantuan dokter di posbindu. Pasien memiliki kekhawatiran jika penyakitnya
dapat menjadi beban keluarga.
2. Aspek klinik: (diagnosis kerja dan diagnosis banding)
Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik di dapat kan hasil pemeriksan tekanan
dasar pasien 160/90 mmHg didapatkan pasien diagnosis Hipertensi Grade II.

3. Aspek risiko internal: (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah kesehatan


pasien)
Pasien jarang kontrol ke puskesmas. Pasien berobat ke puskesmas jika keluhannya
sudah tidak mempan dengan istirahat dan obat yang dibeli di warung. Pasien juga
masih sering mengkonsumsi makan-makanan yang tinggi garam seperti ikan asin serta
mengandung penyedap rasa (tidak menjaga pola makan sesuai diet penderita
hipertensi). Pasien tidak paham dengan diet untuk penderita hipertensi.
4. Aspek psikososial keluarga: (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi masalah
kesehatan pasien).
Keluarga biasanya mengingatkan pasien untuk berobat, namun tidak ada keluarga
yang mengantar pasien untuk berobat. Selain itu keluarga juga tidak memperhatikan
pola makan pasien.
5. Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik
didalam maupun di luar rumah, fisik maupun mental)
Aktivitas menjalankan fungsi sosial memiliki nilai skala satu, yaitu dalam aktivitas
kehidupan sehari-hari tidak ada kesulitan, dimana pasien dapat hidup mandiri.
RENCANA PENATALAKSANAAN
Aspek

Kegiatan

Sasaran

Waktu

Hasil

Keterangan
Bersedia

Aspek

Menjelaskan

Pasien

Pada saat

diharapkan
Pemahaman

personal

kepada pasien

dan

kunjungan

pasien tentang

tentang penyakit

keluarga

ke

penyakit yang

posbindu

dideritanya dan

hipertensi
membutuhkan

pasien mau terus

pengobatan yang

berobat

berkelanjutan dan

memerlukan
ketekunan
Aspek

berobat
Memberikan obat

klinik

Pasien

Pada saat

Pasien mampu

Hipertensi:

kunjungan

meminum obat

Amlodipine 1 dd

ke

anti hipertensi

10mg

posbindu

secara teratur

dan

hingga

menjelaskan

mencapai

fungsi obat dan

tekanan darah

cara konsumsinya

stabil dan

Bersedia

mencegah
Aspek

- Menganjurkan

Pasien

Pada saat

komplikasi
Pasien

risiko

pasien merubah

dan

kunjungan

menghindari

internal

pola makan yang

keluarga

ke rumah

makanan

pasien

penyebab

rendah garam
dengan

meningkat kadar

memberitahukan

tekanan darah

makanan apa
yang boleh
dimakan sesuai
kebutuhan kalori
pasien.
- Menganjurkan
pasien agar dapat

Bersedia

mengendalikan
stress.
- Menganjurkan
untuk latihan
Aspek

jasmani
- Menganjurkan

Pasien

Saat

Keluarga

psikososia

keluarga memberi

dan

kunjungan

memberi

l keluarga

dukungan kepada

keluarga

ke rumah perhatian lebih

pasien agar selalu

pasien

menjaga

(1x1

kesehatannya dan

minggu)

Bersedia

kepada pasien

selalu
mengingatkan
pasien untuk
kontrol berobat.
- Menganjurkan
keluarga
memberikan
perhatian kepada
pasien untuk
mengurangi
Aspek

beban pikirannya
Menyarankan

Pasien

Saat

Kondisi tubuh

fungsional

pasien untuk

dan

kunjungan

pasien lebih

latihan jasmani

keluarga

ke rumah sehat dan kuat,

yang bersifat

pasien

mencegah

Bersedia

aerobik seperti :

(1x1

jalan kaki

minggu)

komplikasi

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A SIMPULAN
Hipertensi masih merupakan masalah yang dominan dan masuk dalam 10 besar
penyakit di Puskesmas Pondok Betung. Berdasarkan pembahsaan di atas, terdapat beberapa
faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi pada pasien, yaitu: faktor genetik, faktor
perilaku, serta faktor lingkungan.
B SARAN
Perlu disusun suatu program yang efektif dan berbasis masyarakat untuk mengelola
penyakit hipertensi. Melakukan kerjasama lintas sector dengan bagian gizi maupun promkes
dalam mengelola penyakit hipertensi.

LAMPIRAN