Anda di halaman 1dari 4

Anamnesis pasien jantung : pnd, doe, orthopnea

Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) adalah sebuah episode akut dari pernapasan pendek yang berat
dan batuk yang biasanya muncul saat malam hari dan menyebabkan pasien terbangun dari tidurnya,
biasanya terjadi setelah satu sampai tiga jam setelah pasien beristirahat. PND dapat bermanifestasi
sebagai batuk atau mengi, yang dipikirkan timbul karena peningkatan tekanan pada arteri bronkial
sehingga terjadi kompresi saluran napas, disertai dengan edema interstisial paru yang pada akhirnya
menimbulkan terjadinya resistensi saluran pernapasan pada pasien. Jika pada kondisi orthopnea
keadaan dapat membaik jika pasien berubah posisi dari berbaring ke duduk, pada PND batuk dan mengi
menetap meskipun pasien melakukan perubahan posisi. PND merupakan gejala spesifik pada gagal
jantung. Asma yang berasal dari kardiak berkaitan dengan PND, memberikan gejala berupa mengi
sekunder akibat bronkospasme, dan harus dibedakan dari asma primer dan mengi akibat suatu kondisi
paru.
Dyspneu on exertion : sesak nafas yang terjadi saat melakukan kegiatan fisik dan menghilang bila
beristirahat beberapa saat
Orthopneu didefinisikan sebagai kondisi sesak yang muncul saat posisi berbaring lurus dan biasanya
muncul sebagai manifestasi lanjut pasien dengan gagal jantung. Kondisi ini biasanya membaik dengan
perubahan posisi menjadi duduk tegak atau dengan menggunakan tambahan bantal saat tidur. Kondisi ini
timbul akibat cairan yang berasl dari sirkulasi splanknik dan ekstremitas bawah memasuki sirkulasi utama
pada saat posisi berbaring, sehingga terjadi peningkatan tekanan pada pembuluh pulmoner. Manifestasi
yang sering ditemui akibat kondisi ini adalah batuk saat malam hari dimana keluhan dari gagal jantung ini
sering diabaikan. Meskipun orthopneu merupakan gejala yang spesifik untuk pasien dengan gagal
jantung, gejala ini juga dapat ditemui pada pasien paru dengan obesitas abdominal ataupun asites.
Libby P, Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, editors. Braunwalds Heart Disease a Textbook of
Cardiovascular Medicine Volume 1. 8th ed. Philadeplhia: Saunders Elsevier; 2008. p 561

Hubungan minuman bersoda dengan obesitas


Hubungan merokok dengan dm

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk


mencari tahu hubungan antara merokok
dengan ketidaknormalan glukosa dalam
darah. Penelitian Carole Willi, M.D yang
melibatkan 1.2 juta partisipan menyatakan
bahwa ada keterkaitan langsung antara
merokok
dengan
meningkatnya
resiko
diabetes.
Temuan penelitian ini mengindikasikan
bahwa merokok tanpa pengaruh aktivitas
lain dapat menyebabkan intoleransi pada

glukosa. Denga kata lain, tubuh tidak bisa


lagi menerima glukosa. Resiko terserang
penyakit diabetes bagi mereka yang
merokok lebih dari 20 batang per hari adalah
sebesar 61% sedangkan mereka yang
dikategorikan perokok ringan hanya memiliki
kenaikan resiko diabetes sebesar 29%.
Merokok tidak hanya bisa meningkatkan
resiko seseorang terserang diabetes tipe 2
tetapi juga komplikasi diabetes yang
berbahaya. Komplikasi diabetes yang paling
mematikan adalah tekanan darah tinggi
yang bisa menyebabkan penyakit jantung.
Wanita yang merokok lebih dar 40 batang
sehari rf 74 % dm 2, cowo 45 %

Will JC, Galuska DA, Ford ES, Mokdad A, Calle EE. Cigarette smoking and diabetes
mellitus: evidence of a positive association from a large prospective cohort study.
Int J Epidemiol 2001; 30: 540-6.

Ash fact sheet on smoking and diabetes


Tanda syok hipovolemia

Syok hipovolemik adalah tergangguanya sistem sirkulasi


akibat dari volume darah dalam pembuluh darah yang
berkurang. Hal ini bisa terjadi &bat perdarahan yang masif
atau kehilangan plasma darah.

Derajat dehidrasi
Maier RV. Approach to the patient with shock. Harrison's principles
of internal medicine. Edisi ke-16. Dalam: Kasper DL, et
al, ed. New York: McGraw-Hill; 2005.

Pemeriksaan bau aseton


Pada penderta DM, terutama jika terdapat ketoasidosis, naps mempunyai bau yang
manis, bau buah seton, yang segera dapat tercium begitu penderita memasuki
ruangan

Bau aseton menunjukkan adanya ketoasidosis atau keracunan keton, biasa terjadi
bila pada pemeriksaan ditemukan trias biokimia , yaitu : hiperglikemia (KGD
> 200 mg/dL), asidosis (pH darah < 7,3), dan kadar bikarbonat < 15 mmol/L. Hal ini
disebabkan karena penggunaan lemak yang berebihan tersebut menghasilkan
asam lemak dan benda keton. Ketoasidosis dapat dideteksi dari bau aseton pada
mulut, urin (ketonuria), dan darah (ketonaemia).

Napas bau keton atau aseton (seperti harumnya buah atau sweet,
fruity smell
Kussmaul respirations and a fruity odor on the patient's breath (secondary to
metabolic acidosis and increased acetone) are classic signs of the disorder.
Tanda pancreatitis pada abdomen
Pankreatitis adalah inflamasi pankreas yang berlangsung akut (onset tiba-tiba,
durasi kurang dari 6 bulan) atau akut berulang (>1 episode pankreatitis akut
sampai kronik - durasi lebih dari 6 bulan). Rentang gejala dan penyakit berbedabeda.
nyeri epigastrium atau di kuadran kiri atas. Nyeri konstan dengan penyebaran ke
punggung, dada, atau pinggang, namun tidak spesifik. Intensitas nyeri kebanyakan
berat, namun dapat bervariasi.
Pemfis : nyeri spontan atau nyeri tekan di perut, perut kembung, bising usus
negative. Pancreas yang membesar bisa dipalpasi pada upper abdomen pada miggu
ke 4-6 perjalanan penyakit. Pada pancreatitis akut tipe hemoragik (severe
necrotizing pancreatitis), sering ada tanda-tanda perdarahan berupa
Tand acullen bercak kebiruan ekimsis sekitar umbiliku (akibat hemoperitonium)
Tanda gray turner bercak kebiruan atau ekimosis di pinggang kanan dan kiri
(katabolisme hb)

LaRusch J, Solomon S, Whitcomb DC. Pancreatitis overview. NCBI [Internet]. 2014


[cited 2014 Okt 28]. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK190101/
Buat status lagi
Patpat rokok

Pengaruhnikotin
terhadapinsulindiantaranya
menyebabkanpenurunanpelepasan
insulinakibataktivasihormon
katekolamin,pengaruhnegatifpada
kerjainsulin,gangguanpadasel
pankreasdanperkembangankearah
resistensiinsulin.

Maningkatkan kadar gula darah


Pada perokok berhubungan jg degn obesitas sentral berhubungan dengan
insensitivitas insulin,
Nikotin , meningkatkan hormone kortisol yg meganggu kerja insulin
Perubahan BV > penurunan flow ke jaringan otot > sensitifitas insulin turun
FFA tinggi