Anda di halaman 1dari 2

1.

Urbanisme
Urbanisme merupakan salah satu dampak dari modernitas di suatu wilayah
tertentu. Di dalam Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI) dijelaskan tiga arti dari
urbanisme, yaitu:
a. sikap dan cara hidup orang kota;
b. perkembangan daerah perkotaan; dan
c. Ilmu tentang kehidupan kota.
Kesimpulan yang bisa diambil dari ketiga arti tersebut, bahwa urbanisme merupakan
suatu cabang ilmu yang mempelajari tentang perkembangan suatu kota atau wilayah
beserta segala aspek kehidupan dan permasalahan yang ada di dalamnya. Hal ini
sejalan dengan yang dituliskan oleh Urbanis Muda (http://urbanismuda.wordpress.com)
bahwa urbanisme adalah fokus pada kota dan daerah perkotaan, geografi, ekonomi,
politik, karakteristik sosial, serta efek pada dan disebakan oleh lingkungan dibangun.

2. Hubungan Urbanisme dengan Arsitektur


Erat kaitan antara urbanisme dan arsitektur seperti yang dijelasksan oleh
Affrilyno (2014) dalam kajiannya tentang Rem Koolhaas, bahwa arsitektur sebagai
pembentuk wajah kota dituntut untuk lebih dapat melihat tidak hanya dalam kaidah
pembentuk fisik ruang namun juga pembentuk ruang dalam konteks ekonomi, sosial dan
budaya. Fenomena fenomena pekembangan kota, arsitektur dan urbanisme seakan
merupakan rangkaian yang tak terpisahkan serta menunjukkan adanya keterkaitan yang
jelas dan tak terpisahkan antara urbanisme sebagai perilaku hidup dan arsitektur dalam
kapasitasnya sebagai lingkungan binaan yang dapat memberikan kontribusi postitif
maupun negatif bagi lingkungan dan penduduknya.
Arsitektur muncul, tumbuh dan berkembang dari budaya serta ilmu sosial
masyarakat setempat. Perubahan zaman yang berdampak pada perubahan pola pikir
dan gaya hidup tentu saja sangat berpengaruh pada perkembangan arsitektur. Ledakan
jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan untuk hidup yang drastis berdampak
pada penyebaran penduduk yang cukup sulit terkendali. Eksodus masyarakat desa
menuju ke kota guna memperoleh kelayakan hidup sangat berpengaruh pada
perkembangan arsitektur kota terutama di wilayah pinggiran, terbentuknya kantongkantong perumahan kumuh, rumah susun, barisan PKL di trotoar kota merupakan
bagian dari urbanisme yang menciptakan ruang dan cluster arsitektur tersendiri. Jadi,
pada hakikatnya urbanisme atau pertumbuhan kota beserta segala isinya tidak bias
dipisahkan dari arsitektur.

Anisah Nur Fajarwati (13/354606/PTK/09065)

Sumber:
Affrilyno. 2014. Rem Koolhaas: Kajian Teori, Metode dan Karyanya dalam Lingkup Arsitektur
dan Urbanisme. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. Tesis.
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia
Edisi Ketiga. Jakarta: PT Balai Pustaka.
Urbanis

Muda.

2011.

Definisi

Urbanisme.

(http://urbanismuda.wordpress.com/2011/04/20/def_urbanisme/). Diakses tanggal 9


September 2014.

Anisah Nur Fajarwati (13/354606/PTK/09065)