Anda di halaman 1dari 7

ACARA II

PERENCANAAN MUTU
(QUALITY PLANNING)
A. TUJUAN
1. Menentukan / mengidentifikasi pelanggan atau sasaran produk / jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan
2. Merumuskan keistimewaan

produk yang

dapat

memenuhi kebutuhan

pelanggan, menberikan manfaat bagi pelanggan atau yang mampu menarik


pelanggan untuk mengkosumsinya
3. Merancang spesifikasi mutu produk yang sesuai dengan sasaran produk dan
memiliki keistimewaan yang telah ditetapkan
4. Memahami konsep dan pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam
perencanaan mutu.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Di tengah banyaknya tuntutan persaingan akan bisnis dengan menjual mutu
peningkatan mutu, perusahan jasa finansial tentunya tidak terlepas dalam
pelaksanaan dan pengembangan mutu produk dan jasa pada pelanggan. Sistem
Manajemen Mutu Total Quality Management (TQM) telah dibuktikan sebagai
teknik manajamen mutu terbaik yang pernah diaplikasikan. Studi empiris telah
menyimpulkan bahwa pengaplikasian TQM dapat memberikan efek yang
signifikan terhadap hasil dan dampak pada bisnis. Seiring keinginan industri agar
para pemborong (subcontractors) bersertifikat, dan kemungkinan bahwa hal ini
adalah prasyarat tender baru bagi perusahaan yang melayani publik, pesan yang
disampaikan industri sangat jelas, yaitu apakah perusahaan mengadopsi ISO
9001:2000 dan menjadi kompetitif (mampu bersaing), atau mengabaikannya dan
menjadikan hal tersebut menjadi resikonya sendiri. Namun demikian, dibalik
kesuksesan banyaknya perusahaan dan Negara yang mengadopsi Sistem
Manajemen Mutu, ada pertanyaan yang mendasar, sejauh mana perusahaan yang
sudah bersusah payah mengikuti standar internasional itu memang berhasil
meningkatkan kinerja perusahaannya(Asa, 2008).

Mutu merupakan salah satu tujuan dan sekaligus indikator kesuksesan


suatu proyek konstruksi terutama oleh pemilik proyek (owner) terhadap produk
dan jasa layanan pelaksana konstruksi (kontraktor). Dalam konteks ini, mutu
dianggap sebagai salah satu elemen kunci dari metode dan teknik manajemen
proyek konstruksi. Sebagai konsekuensinya, system manajemen mutu harus
diterapkan baik di tingkat perusahaan (corporate level) maupun di proyek (project
level (Sapri, 2005).
Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan
dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang
sama baiknya. Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari
produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan. Karakteristik
mutu dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Dalam pendidikan, mutu adalah
suatu keberhasilan proses belajar yang menyenangkan dan memberikan
kenikmatan. Pelanggan bisa berupa mereka yang langsung menjadi penerima
produk dan jasa tersebut atau mereka yang nantinya akan merasakan manfaat
produk dan jasa tersebut (Nguknguk, 2005)
Aspek kualitas telah menjadi salah satu faktor paling penting dalam
persaingan global saat ini. Peningkatan permintaan oleh pelanggan untuk kualitas
yang lebih baik dari produk di pasar memiliki mendorong banyak perusahaan
untuk memberikan kualitas produk dan layanan agar dapat bersaing di pasar
berhasil. Untuk memenuhi tantangan persaingan global ini, banyak bisnis telah
menginvestasikan sumber daya yang substansial dalam beradaptasi dan
menerapkan total quality manajemen (TQM) praktek dalam operasi mereka. TQM
didefinisikan sebagai rencana aksi untuk

memproduksi dan memberikan

komoditas atau jasa, yang konsisten dengan kebutuhan pelanggan

atau

persyaratan oleh lebih baik, lebih murah, lebih cepat, lebih aman, lebih mudah
daripada pesaing pengolahan dengan partisipasi dari semua karyawan di bawah
kepemimpinan manajemen puncak. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur harus

fokus ke kualitas. Perhatian terhadap kualitas

menghasilkan dampak positif

terhadap kinerja bisnis baik melalui dampak pada produksi (Comer, 2013).
C. METODOLOGI
1. Bahan
a. Hydro coco original
b. Biskuat energy
c. Teh gelas
d. Taro net
D. PEMBAHASAN
1) Identifikasi pelanggan / sasaran produk
Identifikasi pelanggan adalah produk itu dijual pada siapa dan kalangan
mana. Agar produk tersebut dapat di jual dengan benar dapat respon yang baik
dari konsumen dan dapat menarik perhatian dari konsumen tersebut.contoh
sebagai berikut Hydro coco cocok untuk semua orang kecuali balita,Biskuit
energy untuk anak-anak usia pertumbuhan, dapat juga ke orang dewasa yang
suka ngemil,Teh gelas untuk semua orang kecuali balita dan Taro net ditujukan
anak-anak dan remaja.
2) Keistimewaan

produk

(keterkaitan

keistimewaan

dengan

sasaran/pelanggan)
Keistimewaan

produk

(keterkaitan

keistimewaan

dengan

sasaran/pelanggan) adalah yang special dari produk tersebut yang membuat


kamu berfikir untuk membeli produk tersebut dan pantaskah bila produk
tersebut berharga segitu. Contohnya Hydro coco dapat mengembalikan cairan
tubuh untuk orang-orang yang beaktifitas lebih, Biskuat energi camilan sehat
bagi pertumbuhan anak-anak,Teh gelas dapat menyegarkan dahaga kita dan
Taro net rasanya gurih dan camilan ringan yang enak.
Kandungan gizi :
kandungan gizi adalah zat-zat yang ada dalam produk yang dapat
membuat produk tersebut menjadi bermanfaat dan menarik perhatian
konsumen. Contohnya Hydro coco memiliki kandungan gizi kabohidrat

total(6%), gula (16gr), natrium sodium(5%), kalium (6%), vit B3(25%),


vit.B5(30%), Mg(6%),Biskuat energy memiliki kandungan gizi zat besi (10%),
iodium (15%), seng (10%), Mg (6%), lemak total (3%), vit A(10%), Vit
B1(15%), vit.B3(myasin)(0%), vit B6 (8%), selenium(8%), protein( 2%), vit
B12(8%),

vit.d(10%),

vit

(8%),

asam

folat

(8%),

kalsium(8%),

kabohidrat(4%), Na (3%),Teh gelas memiliki kandungan gizi kabohidrat total


19gr(6%), gula 17gr, Na 5mg (10%) kalium 10mg (1%) dan Taro net memiliki
kandungan lemak total 1,5gr(2%), lemak jenuh 0,5 gr (4%), lemak trans 0 gr,
kolesterol 0mg (10%)
3) Spesifikasi mutu produk ( harga/unit, fisika, kimia, organoleptik , desain
kemasan DLL.
Spesifikasi mutu produk didefinisikan sebagai uraian yang terperinci
mengenai persyaratan kinerja (performance) barang/ jasa atau uraian yang
terperinci mengenai persyaratan kualitas material dan pekerjaan yang diberikan
penyedia (conformance) barang/ jasa ciri-ciri produk tersebut dan juga hargaharga/ unit, fisika,kimia, organoleptik,desain kemasan dll. harga produk
tersebut apakah cocok dengan yang menjadi sasaran produk tersebut ini adalah
contoh-contoh harga produk dan pertimbangan harga/ alas an Harga Taro net
10gr- Rp 1000,00 harga terjangkau untuk anak-anak, isinya cukup untuk ukuran
anak-anak. Hydro coco harganya Rp 7000,00 kaya akan manfaat dan air kelapa
murni. Biskuat energy harganya Rp 2400,00 kita dapat energy kaya kandungan
gizi.Teh gelas harganya Rp 4500,00 untuk ukuran keluarga dapat menyegarkan
dahaga
Spesifikasi mutu fisik adalah fisik kemasan produk tersebut dapat di
lihat langsung sebagai pertimbangan pembelian produk tersebut. Contohnya
Taro net

bisa di bawa kemana-mana, ukuran kecil, ringan, Hydro coco

kemasan tetra pack yang lebih aman, ramah lingkungan kemasanya, Biskuat
mudah hancur biskuatnya dan Teh gelas tidak mudah tumpah, kemasan praktis
mudah / bias dibuka ditutup.

Pertimbangan atau alasan bila dikaitkan dengan saran/ pelanggan atau


hal lain Taro net- karena sasaran pelangganya anak-anak dan remaja, Hydro
coco kemasan tetra pack , pas untuk dibawa kemana-mana, Biskuat kemasanya
tipis, dan tidak ada wadah lapisan lagi di dalamnya dan Teh kerena pas untuk
ukuran keluarga
Spesifikasi mutu organoleptik adalah ciri-ciri dari rasa produk tersebut
yang bisa menggambarkan rasa dari produk tersebut contohnya Hydro coco
rasa air kelapa asli namun tidak begitu fres seperti kelapa asli,warnanya bening,
biskuwat rasa coklat mendominasi, warna coklat , tekstur renyah. Taro net
teksturnya renyah, warna putih, rasanya asin gurih dan teh gelas,warna coklat
aromanya seperti teh.
Pertimbangan atau alasan (bila dikaitkan dengan saran/ pelanggan atau
hal lain hydro coco mengandung air kelapa yang dapat menggantikan cairan
tubuh yang hilang. Biskuat coklat disukai oleh kebanyakan anak-anak bahkan
semua kalangan.taro net rasanya renyah dan gurih cocok untuk camilan. Teh
gelas rasanya manis dan menyegarkan
Spesifikasi mutu desain kemasan adalah ciri-ciri dari produk tersebut
yang tertuju dari kemasan produk tersebut. Yang menggambarkan kemasan dari
produk tersebut dapat menarik perhatian dari konsumen yang di tuju apa tidak.
Contoh ciri-ciri dari kemasan tersebut hydro coco kemasanya tetra pack, bentuk
kotak persegi panjang. Biskuat kemasan pastik dan mudah dibuka. Taro net
kemasan plastic dan mengelembung. Teh gelas kemasan tetra dan mudah di
buka dan di tutup kembali.
Pertimbangan atau alasan( bila dikaitan dengan saran/ pelanggaran atau
hal lain) hydro coco kemasaan tetra pack aman untuk produk, serta praktis
dibawa kemana-mana. Biskuat mudah dibuka sehingga anak-anak

mudah

untuk membukanya . taro net plastic yang ringan mudah untuk di bawa serta
kemasan yang mengelembung membuat produk dapat membuat tekstur isi tidak

berubah. Teh gelas tutup botol dapat membuat teh gelas dapat di minum
berkali-kali, tidak mudah tumpah juga.
4) Diagram alir proses untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi
mutu
Hydro coco dibuat dari air kelapa asli dengan penjelasan sedikit dari
pembuatan hydro coco yang pertama adalah air kelapa segar di siapkan setelah
itu ditambahkan air, sukrosa, fruktosa, pengatur keasaman, asam malat,perisa
air kelapa,pengatur keasaman Na bikarbonat,vit B3,B5 dan B6 setelah itu di
kemas dalam kemasan tetra pack selesai dan siap dipasarkan(Anonim, 2014)
Biskuat cara pembuatanya sebagai berikut tepung terigu, gula, minyak
nabati, bubuk coklat dicampur dan di aduk sampai rata setelah itu di bentuk
dengan mesin cetak biscuit dan langsung di oven setelah matang langsung di
kemas dan siap di pasarkan( Anonim, 2014)
Teh gelas dibuwat dari daun teh muda pilihan berikut penjelasan secara
singkat proses pembuatan teh gelas. Pertama daun teh di cuci hingga bersih
setelah itu di exkstrasi dan ditambah gula dan air setelah itu teh di kemas dan
siap untuk di pasarkan (anonim, 2014).
Taro net cara pembuatanya sebagai berikut tepung terigu, tapioca,
minyak nabati dicampur sampai merata setelah itu di cetak dab digoreng setelah
digoreng di beri bumbu dikemas dan siap di pasarkan (Anonim, 2014).
E. KESIMPULAN
1. Produk harus dibuat dan dipasarkan pada konsumen yang tepat. Dilihat dari
umur, profesi dan kebutuhan
2. Produk harus memiliki keistimewaan khusus agar para konsumen dapat tertarik
dan membeli produk kita
3. Produk memiliki spesifikasi khusus agar tidak salah dalam pemasaran atau
sasaran pemasaran
4. Produk memiliki konsep pendekatan-pendekatan untuk konsumen

DAFTAR PUSTAKA
Asa, Fanshurulah. 2008. Faktor-Faktor Kritis Dalam Sistem Manajemen Mutu
(SMM) Untuk Optimasi Profitabilitas Dan Daya Saing Perusahaan Jasa
Konstruksi Di Indonesia. Vol. 15 No. 3
Commer, Pak. 2013. The Impact of Total Quality Management Practices towards
Competitive Advantage and Organizational Performance: Case of Fishery
Industry in South Sulawesi Province of Indonesia. Vol. 7 (1), 184-197
Rajagukguk, bresman. 2009. Paradigma Baru Dalam Meningkatkan Mutu
Pendidikan.Vol 6 No 1
Sapri, Muhammad. 2005. Studi Implementasi Iso 9000 : 2000 Pada Perusahaan
Konstruksi Di Makassar. Vol. 12 No. 3