Anda di halaman 1dari 9

SISTEM EKSITASI GENERATOR UNIT 1&2 PLTU TANJUNG JATI B

Nailul Hana1), Muhamad Haddin2)


Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Email : nailulhana24@gmail.com

ABSTRAK
Perkembangan industri yang semakin meningkat maka dibutuhkan energi listrik yang semakin besar pula.
Dengan demikian maka dibutuhkan banyak Power Plant seperti PLTA, PLTD, PLTG, PLTGU, PLTU dll. Salah
satu Power Plant yang membutuhkan batu bara untuk diolah menjadi energi listrik adalah di PLTU Tanjung
Jati B.
Proses pembangkitan pada PLTU Tanjung Jati B di dukung oleh banyak peralatan yaitu turbin yang
menghasilkan putaran sehingga generator dapat berputar hingga trafo step up untuk menaikan tegangan dari
keluaran generator. Salah satu alat utama pada PLTU Tanjung Jati B untuk mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik yaitu generator. PLTU Tanjung Jati B mempunyai 2 buah unit generator, masing-masing unit
memiliki kapasitas 660 MW. Pengaturan tegangan pada tiap-tiap generator dilakukan dengan mengatur
besarnya arus eksitasi (arus penguat). Fungsi dari arus eksitasi adalah membangkitkan tegangan pada stator
generator dengan mensupply arus DC pada rotor generator.
Sistem eksitasi pada generator PLTU Tanjung Jati B unit 1&2 menggunakan sikat (Brush Excitation). Pada
Sistem Eksitasi menggunakan sikat, sumber tenaga listriknya berasal dari generator arus searah (DC) atau
generator arus bolak balik (AC) yang disearahkan terlebih dahulu dengan menggunakan thyristor rectifier.
Kata kunci : Power Plant, Generator, Sistem Eksitasi, PLTU

I. PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG

Dalam
besarnya

rangka
kebutuhan

memenuhi

semakin

masyarakat

terhadap

Indonesia merupakan salah satu negara

energi listrik karena zaman yang semakin maju

yang berkembang di dunia, dan mempunyai

seperti sekarang ini, tentunya kebutuhan energi

sumber-sumber energi di berbagai tempat di

listrik mengalami peningkatan dari masa ke

Indonesia antara lain energi listrik.

masa.

Tersedianya energi listrik dalam jumlah

Permasalahan yang terjadi adalah seiring

yang cukup dan dengan mutu yang baik telah

dengan peningkatan kebutuhan terhadap energi

menjadi kunci perkembangan dan kemajuan

listrik maka semakin tinggi pula sumber energi

bagi suatu Negara, bahkan salah satu tolak

yang

ukur berkembang dan majunya suatu negara

dikonversikan menjadi energi listrik. Maka di

adalah jumlah energi listrik yang dikonsumsi

Indonesia banyak Power Plant yang didirikan

oleh negara itu sendiri.

untuk

harus

digunakan

memenuhi

untuk

kebutuhan

dapat

masyarakat.

Dalam Power Plant tentunya terdapat salah

satu

peralatan

penting

yang

berfungsi

Generator Unit 1&2 PLTU Tanjung Jati

mengubah energi mekanik menjadi energi

B
I.3 MAKSUD & TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan laporan

listrik yaitu generator.


Di

dalam

instalasi

generator

untuk

menghasilkan energi listrik dengan arus bolak-

Kerja Praktek (KP) ini adalah sebagai

balik, diperlukan sebuah sistem penguatan

berikut :
a) Memenuhi mata kuliah Kerja Praktek

atau yang lebih sering disebut sebagai sistem

di Jurusan Teknik Elektro Universitas

eksitasi yang berfungsi sebagai pembangkit

Islam Sultan Agung Semarang.


b) Sebagai perbandingan antara ilmu yang

tegangan dan mengendalikan output dari


generator agar tetap stabil pada beban yang

didapatkan

di

bangku

perkuliahan

dengan ilmu yang didapat pada industri

bervariasi.
Sistem eksitasi sendiri adalah sistem
mengalirnya

pasokan

listrik

arus

searah

sebagai penguatan pada generator listrik,


sehingga menghasilkan energi listrik dan besar
tegangan keluaran bergantung pada besarnya
arus eksitasi. Pada sistem pengaturan modern,
eksitasi memegang peranan penting dalam

selama masa Kerja Praktek (KP).


c) Memberikan
wawasan

dan

pengetahuan mengenai situasi, kondisi


kerja dan permasalahan yang terdapat
pada

perusahaan

dengan

segala

aspeknya.
d) Mengetahui sistem eksitasi generator
pada Unit 1 & 2 PLTU Tanjung Jati B.

mengendalikan kestabilan suatu pembangkit


karena apabila terjadi fluktuasi beban, maka
sistem eksitasi
berfungsi

sebagai

mengontrol

pengendali
keluaran

akan

generator

seperti tegangan, arus, daya reaktif dan faktor


daya dengan cara mengatur kembali besaranbesaran

input

guna

mencapai

titik

keseimbangan baru.
Kerja Praktek ini memfokuskan pada
sistem eksitasi generator sebagai salah satu
pengendali output tegangan keluaran. Sebagai
obyek Kerja Praktek diambil PLTU Unit 1&2
Tanjung Jati B Kabupaten Jepara.
I.2 PEMBATASAN MASALAH
Dalam Kerja Praktek ini penulis hanya
membahas mengenai

Sistem Eksitasi

II. PROSES PEMBANGKITAN PLTU

Pertama Coal supplier atau penyedia


batu bara melakukan pengiriman kepada

PLTU Tanjung Jati B dengan kapal (ship

kedalam

jaringan

terintegrasi

unloader) di letakkan di Coal Jetty dan

Madura

Bali

dibongkar pada fasilitas Pembongkaran

pembangkit di Jawa Bali di sinkronkan

Batu Bara (dermaga batubara) / Coal Jetty.

pada 50 Hz.

milik

Jawa

PLN

Semua

Dari Coal Jetty kemudian disalurkan


melalui conveyor ke penyimpanan batu
bara. Batu bara dari luar dialirkan ke
penampung batu bara / coal bunker dengan
conveyor, kemudian dihancurkan dengan
pemecah batu bara.
Kemudian batubara dari penyimpanan

III. DASAR TEORI


III.1
GENERATOR SINKRON
Generator sinkron atau yang sering
disebut dengan alternator merupakan suatu
alat yang berfungsi untuk mengubah
energi mekanik yang berasal dari putaran

disalurkan melalui pengeruk timbunan

shaft turbin, menjadi energi listrik dengan

(Stacker Reclaimer), batubara kemudian

perantara

dikirim melalui conveyor menuju lumbung

Perubahan energi ini terjadi karena adanya

(coal silo) batubara di dalam boiler. Atau

pergerakan relatif antara medan magnet

juga bisa dari Coal Silo batu bara

dengan kumparan generator. Pergerakan

dihaluskan menjadi tepung batu bara pada

relatif ini menghasilkan medan putar pada

pulverizer

belitan

lalu

tepung

batubara

ini

induksi

medan

di

medan

rotor

magnet.

kemudian

ditipkan ke dalam boiler untuk dibakar. Di

menginduksi belitan jangkar dari generator

dalam boiler terjadi pembakaran sehingga

sinkron yang terdapat pada stator.

menghasilkan uap bertekanan dan bersuhu


tinggi untuk memutar sudu-sudu turbin.
Turbin dihubungkan langsung dengan
rotor generator. Di dalam casing generator
terdapat sebuah rotor. Saat rotor berputar,
kutub magnetiknya memotong sebuah
kumparan

kawat

menghasilkan

penghantar,

yang

berlanjut

yang

arus

bervariasi. Hasilnya adalah arus bolak


balik (AC) yang dihasilkan oleh semua
pembangkit

listrik.

Generator

menghasilkan arus pada tegangan 22800


volt

yang

mengalir

dari

generator

melewati konduktor dan sirkuit pemutus


arus menuju generator transformer. Disini
tegangan dinaikan hingga 500.000 volt.
Dari transformer, energy listrik dialirkan

Alternator

ini

disebut

generator

sinkron karena kecepatan putar medan


magnet sama dengan kecepatan putar rotor
generator sehingga dihasilkan frekuensi
listrik yang dihasilkan sinkron dengan
putaran mekanis dari generator.
Secara umum generator sinkron terdiri
atas :
1. Stator : bagian dari generator
sinkron yang diam dan mengeluarkan
tegangan bolak balik.
2. Rotor : bagian yang berputar
dimana diletakkan kumparan medan
yang disuplai oleh arus searah dari
Eksiter.
3. Celah udara : adalah ruang antara
stator dan rotor.

2. Sistem eksitasi statis.


III.2

Sedangkan

PRINSIP KERJA

1. Sistem

Kumparan medan yang terdapat pada

tanpa

tertentu yang akan mensuplai arus searah


medan.

dengan

menggunakan permanen magnet.

Dengan

adanya arus searah yang mengalir melalui

eksitasi

menggunakan suplai tiga fasa.


2. Sistem
eksitasi
dengan

rotor dihubungkan dengan sumber eksitasi


kumparan

eksitasi

menggunakan sikat terdiri dari:

GENERATOR SINKRON

terhadap

sistem

III.5

BAGIAN - BAGIAN SISTEM

kumparan medan maka akan timbul fluks

EKSITASI GENERATOR UNIT 1&2

yang besarnya tetap terhadap waktu.

PLTU TANJUNG JATI B


Pada gambar single line diagram sistem

Penggerak mula (prime mover) yang


terkopel dengan rotor akan membuat rotor
berputar
Besarnya

pada

kecepatan

nominalnya.

kecepatan putar dari rotor

eksitasi dibawah ini terdapat beberapa


bagian-bagian yang mendukung proses
eksitasi, yaitu :

bergantung kepada jumlah kutub rotor dan


frekuensi listrik yang ingin dihasilkan.
III.3

SISTEM EKSITASI

GENERATOR SINKRON
Fungsi dari sistem eksitasi pada
generator adalah untuk mengendalikan
output dari generator agar tetap stabil pada
beban yang bervariasi dengan pemberian
arus searah pada belitan medan yang
terdapat pada rotor.
III.4

JENIS JENIS SISTEM

EKSITASI GENERATOR SINKRON


Berdasarkan cara penyaluran arus

HV
CB

GENER
ATOR
TRANS
EX.
FORME
G
TRAN
R
C
SFOR
B
MATO THY
GENR F
RIST
ERA C
OR
TOR B

A
V
R

searah pada rotor generator sinkron, sistem


eksitasi terdiri dari dua jenis yaitu sistem

Gambar 3.1. Single Line Diagram Sistem


Eksitasi unit 1&2 PLTU Tanjung Jati B

eksitasi dengan menggunakan sikat (brush


excitation) dan sistem eksitasi tanpa
menggunakan sikat (brushless excitation).
Ada dua jenis sistem eksitasi dengan
menggunakan sikat, yaitu:
1. Sistem eksitasi konvensional.

1. Trafo Eksitasi
Tegangan keluaran dari generator
masuk ke trafo eksitasi untuk di

turunkan tegangan nya dari 22,8


kV ke 890V. Yang akan dipakai
untuk kebutuhan eksitasi.

Gambar 3.3. Thyristor Rectifier

3. AVR (Auto Voltage Regulator)


AVR (Auto Voltage Regulator)
adalah serangkaian sistem
Gambar 3.2. Trafo Eksitasi PLTU
Tanjung Jati B unit 1&2

kelistrikan yang berfungsi untuk


menjaga agar tegangan generator
tetap konstan. Di dalam AVR,

2. Thyristor Rectifier
Di dalam thyristor tegangan suplai
dari

trafo

eksitasi

akan

disearahkan yaitu dari arus AC ke


DC. Thyristor akan mengalirkan
arus

listrik

searah

bila

fasa

generator akan tetap


mengeluarkan tegangan yang tetap
stabil tidak terpengaruh degan
perubahan beban, dikarenakan
beban sangat mempengaruhi

berharga tegangan positif (forward

tegangan output generator.


Sedangkan prinsip kerja AVR

bias). Injeksi arus gerbang dengan

adalah mengatur arus penguatan

menerapkan gerbang positif antara

(eksitasi). Apabila tegangan output

terminal gerbang dan katoda akan

generator

dapat membuat thyristor ON. Bila

nominal tegangan generator, maka

gate diberi sinyal penyulut maka

AVR

thyristor akan menjadi ON maka

penguatannya.

arus mengalir dari Anoda ke

tegangan

output

generator

Katoda. Dan thyristor akan off

melebihi

tegangan

nominal

otomatis pada saat akhir periode

generator

maka

positif atau V jadi 0 volt.

mengurangi arus penguatannya.


Maka dengan demikian apabila

dibawah

akan

tegangan

memperbesar

arus

Sedangkan

bila

AVR

akan

terjadi perubahan tegangan output


generator
distabilkan

maka

akan

dapat

oleh

AVR

secara

otomatis, karena AVR dilengkapi


dengan peralatan seperti alat yang

digunakan

pembatasan

generator itu sendiri yang kemudian dari

ataupun

keluaran generator 22,8 kV, tegangan

maximum yang bekerja secara

akan mengalir ke trafo eksitasi. Lalu,

otomatis.

tegangan ini mengalir ke kumparan

penguat

III.6

untuk
minimum

medan pada rotor yang mana akan

SISTEM EKSITASI

melewati

GENERATOR UNIT 1&2 PLTU

thyristor

rectifier

untuk

disearahkan terlebih dahulu dari tegangan

TANJUNG JATI B
Turbo-alternator atau turbo-generator

AC menjadi tegangan DC. Dengan

merupakan istilah bagi generator sinkron

adanya tegangan DC ini maka akan

yang rotornya terkopel dengan shaft dari

muncul arus DC. Oleh karena itu, arus

turbin. Turbin
pada unit 1&2

ROTOR
MERK

TOSHIBA

INSULATION

pada PLTU

CLASS

PLTU
Tanjung
B

eksitasi

Jati

bekerja

dalam
kecepatan
konstan yaitu
3000

rpm,

PHASE
POLES
VOLTS
POWER

3
2
22800

FACTOR
EXCITATION
VOLTS
STATOR TEMP.

agar

RISE
STATOR

menghasilkan

CONNECTION
STATOR

frekuensi

INSULATION

listrik sebesar

CLASS

STANDARD
SPECIFICATION
AMPERES
GAS PRESS

0,9

RPM

550

Hz

72C
Y

IEC

Tanjung Jati

34-1

B unit 1 dan

(1994)
20309
4,4bar.g

menuju

3000

belitan rotor
melalui

50

INLET COOLANT
TEMP.
FIELD AMPERES
FIELD TEMP.

sepasang

48C

slip

5110

ring

yang
terpasang

62C

RISE

disuplai

pada poros

50 Hz. Berikut gambar turbo generator

dari

generator

itu

sendiri.

Dengan

pada PLTU Tanjung Jati B Unit 1&2.

mengacu pada nameplate generator, arus


eksitasi yang mengalir mencapai 5110
ampere. Berikut ini merupakan rating dari
generator yang tertulis dalam nameplate.
Tabel 3.1. Nameplate Generator

Gambar 3.4. Generator Unit 1&2 PLTU


Tanjung Jati B

Sikat

karbon

(carbon

brush)

memberikan kontak elektrik yang stabil

Sistem eksitasi yang digunakan pada

dengan slip ring ketika menyuplai arus

PLTU Tanjung Jati B unit 1 dan 2 yaitu

tinggi dengan kecepatan gesek melebihi

sistem statis dimana sumber eksitasi

250 km/jam. Hal ini harus dicapai tanpa

diperoleh

merusak slip ring agar brush dapat

dari

tegangan

keluaran

digunakan dalam waktu yang lama. Jenis

generatornya tidak ikut berputar

carbon brush yang digunakan pada PLTU

bersama rotor. Penggunaan Slip ring

Tanjung Jati B yaitu Natural Carbon

dan Carbon brush sebagai jembatan

NCC-634. Carbon brush dengan kelas

arus ke rotor memungkinkan arus

634 merupakan standar dunia untuk

tetap

performa carbon brush dalam turbo

kontinyu ke rotor.

alternator. Sedangkan material slip ring

tersuplay

konstan

dan

3. Sistem eksitasi merupakan salah

yang digunakan pada PLTU Tanjung Jati

satu

B unit 1 dan 2 yaitu terbuat dari

mendukung

campuran baja (alloyed steel).

kehandalan sistem tenaga listrik.

Seperti yang telah dijelaskan pada bab


sebelumnya,

dimana

arus

faktor

penting

untuk

stabilitas

dan

4. Nilai arus eksitasi (If = Vt) harus

eksitasi

dijaga agar selalu sesuai dengan

mengalir dari carbon brush menuju slip

arus dasar pada sistem eksitasi

ring terjadi melalui titik-titik konduksi

sehingga kestabilan sistem secara

yang terbentuk pada film yang tipis.

keseluruhan tetap stabil.

Kemudian pada film yang tipis tersebut

5. Sistem eksitasi yang baik memiliki

akan terbentuk jalur seperti terowongan,

respon yang cepat manakala terjadi

tempat

gangguan internal maupun eksternal

dimana

arus

sesungguhnya

mengalir. Sedangkan pada bagian lain

yang

dari slip ring akan membentuk medan

generator.

elektrik yang akan membuat arus pindah


dari potensial tinggi (medan positif) ke

kinerja

4.2 Saran
1. Pada sistem eksitasi dengan sikat
maka

potensial rendah (medan negatif).

mempengaruhi

perawatan

sikat

harus

menjadi perhatian utama demi


4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Sistem eksitasi

menjaga

kontinuitas

pasokan

proses

energi listrik.
2. Pada AVR sistem eksitasi dapat

penyuntikan arus searah / DC ke

ditingkatkan dengan sistem AVR

field magnetik atau rotor guna

yang mempunyai respon yang

membangkitkan medan magnet

cepat

pada

tegangan

rotor.

adalah

Sehingga

dapat

digunakan untuk menyapu sisi

untuk

keluaran

Induksi pada stator.


2. Sistem eksitasi yang digunakan
pada unit 1&2 PLTU Tanjung Jati B
merupakan sistem eksitasi statis
bagian

Eksitasi

generator

dengan arus medan yang diterima.

stator untuk membangkitkan GGL

dimana

menyesuaikan

DAFTAR PUSTAKA

[1] Stephen, J. Chapman, Electric Machinery


Fundamentals Fourth Edition, New York:
McGraw-Hill Book Co., 2005.
[2] Klempner, Geoff & Kerszenbaum, Isidor,

[4] http://trilap.vn/download/catalog/schunk/SCH
UNK_PRODUCTS_FOR_POWER_PLANT
S.PDF (diakses tanggal 19 Februari 2016)
[5] http://www.albadronline.com/oldsite/books/P

Operation And Maintanance Of Large

OWER%20GENERATION

Turbo-Generators, New York: John Wiley &

%20HANDBOOK/Power%20Generation

Sons Inc., 2004.


[3] http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345678

%20Handbook-Part4.pdf (diakses tanggal 19

Februari 2016)
9/31051/3/Chapter%20II.pdf (diakses tanggal [6] http://www.miningelectrical.org/files/668655
15 Februari 2016)

23.pdf (diakses tanggal 21 Februari 2016)

BIODATA PENULIS
Nailul Hana lahir di Semarang
tanggal

24

November

1995.

Menempuh pendidikan SD,SMP,


dan SMA di Semarang dan
melanjutkan ke Universitas Islam
Sultan Agung Semarang Fakultas
Teknologi

Industri

Jurusan

Teknik

Konsentrasi Teknik Tenaga Listrik (TTL).


Semarang,

Mei 2016

Mengetahui dan Mengesahkan


Dosen Pembimbing

Dr. Ir. H. Muhamad Haddin, M.T.

Elektro