Anda di halaman 1dari 3

Nasihat Orangtua

Judul Cerpen Nasihat Orangtua


Cerpen Karangan: Bilqis Salsa Billa
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Nasihat, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 17 September 2015
Pagi hari Melodi dengerin lagu setiap hari libur ataupun senggang. Dia sangat menyukai
musik, musik yang ia suka adalah diamond Rihana. Karena dia mengidolakan Rihana, tapi
bukan berarti dia tidak suka lagu yang lain.
Melodi tolong ambilkan kopi di dapur! suruh Ayah dengan suara keras tapi Melodi tidak
mendengarnya karena headset yang dipakainya menutupi telinga dengan volume keras
sehingga tidak bisa mendengar suara Ayahnya. Kemudian Ayahnya menghampirinya dengan
wajah yang kusam dan marah karena Melodi tidak mendengarkan perkataan Ayah. Ayah
langsung mencabut headset yang Melodi pasang di telinganya dan berkata.
Melodi kalau Ayah bilang dan Ayah suruh itu didengerin dan dilakukan bukannya diabaikan
begitu saja. kata Ayah sambil cemberut dan marah-marah sama Melodi.
Ayah aku lagi sibuk dengerin lagu jawab Melodi dengan santai.
apa kamu udah nggak hormatin Ayah yang ngerawat kamu? Bentak Ayah dengan kasar.
Ayah selalu begitu sejak Mama meninggal Ayah selalu menyuruh aku ini itu Ayah gak suka
kalau Melodi seneng walaupun hanya sebentar Melodi pingin bebas yah seperti anak sekelas
Melodi setiap hari diturutin kemauannya sama Ayahnya gak seperti Ayah jawab Melodi
sambil marah-marah dan langsung menuju kamarnya sambil menangis.
Ayah mengejarnya dan berkata. Ayah tak bermaksud seperti itu nak Ayah hanya ingin kau
dewasa jawab Ayah.
umurku masih terbilang anak-anak tak seharusnya aku seperti ini jangan ganggu aku yah,
aku benci Ayah! benci! benci Ayah. jawab Melodi sambil melempar buku ke pintu dengan
keras.
Keesokan harinya Melodi berangkat sekolah tanpa menjabat tangan sang Ayah. Ayahnya
sangat sedih atas kejadian kemarin yang membuat Melodi seperti itu.
Mel! sapa Arini gadis berkerudung yang sangat imut mendekati Melodi dia adalah teman
curhat Melodi dari kelas 4 SD.
Kenapa mukamu kok cemberut biasanya ceria banget tapi sekarang kok mendung? Tanya
Arini.
Aku marah sama Ayahku jawab dia.
terus kamu tadi menjabat tangan Ayahmu gak? Tanya Arini.
nggak tapi apa hubungannya? jawabnya jujur.
Ya tentu ada dong mel kan restu orangtua itu saat anak menjabat tangannya nasihat Arini.
biarin aja gak mungkin bangetlah tahayul itu, kalau benar apa buktinya. jawab Melodi.
kamu pernah marah sama Ayah kamu dan kamu gak mau menjabat tangannya saat mau ngaji
trus pulang ngaji kamu keserempet sepeda motor, terus waktu kamu pergi sama Ceri naik
sepeda motor kamu jatuh luka ringan tapi banyak darahnya. jawab Arini. Melodi hanya
menggeleng dan gak ndengerin nasihat dari Arini.

Sepulang sekolah Arini sudah ninggalin sekolah duluan karena ada urusan keluarga.
Akhirnya Melodi pulang sendiri, saat di rumah Melodi melihat kertas yang ditinggal begitu
saja di meja tamu.
Melodi ini Ayah, Ayah ada urusan mendadak soal pekerjaan, jadi kamu di tinggal di rumah,
Ayah titip sepeda motornya jangan dipakai ataupun dipamerkan karena itu Ayah baru beli
kemarin lusa. Ingat ya Melodi dan maafkan Ayah kemarin buat kamu marah
Isi surat dari Ayah yang baru di baca Melodi, tapi Melodi langsung merobeknya dan
membuangnya ke tong sampah.
Tiba tiba ada yang memanggil Melodi.
Melodi oh Melodi sepeda motor baru ya? ayo tanding sama aku buktikan kalau kamu bisa
pake sepeda motor itu. Suara Navisa teman yang selalu mencari gara-gara di kelas.
Ayo siapa takut Melodi menjawabnya seakan dia tak mempedulikan pesan dari Ayahnya
yang tertulis di kertas dan ada di meja tamu.
Mereka balapan dari start sampai finish dari memutari lingkaran 3 kali sampai jalan lurus
sepanjang 100 meter. Saat navisa akan menuju garis finish, Melodi kualahan dan lepas
kendali karena bingung karena dia tak begitu pandai menyetir sepeda motor, akhirnya dia
menabrak sebuah sepeda motor di depannya, akhirnya Navisa yang duluan mencapai garis
finish langsung meninggalkan Melodi tergeletak penuh darah di jalan raya. Kemudian banyak
orang berdatangan menolong Melodi dan membawanya ke rumah sakit.
Dia tak sadarkan diri dengan penuh luka serta jahitan. Setelah siuman Melodi melihat
Ayahnya menangis.
Ayah kata Melodi sambil mencoba untuk duduk tapi kakinya begitu sakit saat
digerakkan dan kaku sekali.
kakimu patah nak kata Ayah sambil menahan tangis.
Tidak! tidak mungkin! jawab Melodi.
Melodi pun teringat dia tak pernah menjabat tangan Ayahnya saat dia marah dan saat itu juga
dia menjabat tangan Ayahnya dan mengatakan.
Ayah maafkan aku, Melodi sudah membantah Ayah
Ayah pun memeluknya dan berkata, Ayah maafin kok kamu jangan sedih lagi ya, Melodi
mengangguk sambil mengahapus air matanya.
TAMAT

CERITA HUMORIA
WIKIPEDIA : Aku tau semuanya.
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang.
GOOGLE : Aku punya semuanya.
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses.
EXPLORER : Kan gue masih ada.
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja!
EXPLORER : Lo sih, ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri!
INTERNET : Udah-udah! Jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada
gue kalian semua gak bakalan ada!
FACEBOOK : Huuu, yang paling sering dikunjungi kan gue, jadi gue
yang terbaik.
YAHOO : Facebook, Inget, tanpa gue lo gak bisa buat Email!
GOOGLE : Yahoo, Gue juga bisa buat Email.
INTERNET : zzz... Udah tau gue yg paling hebat :p
KOMPUTER : Gua Paling dewa di sini.
PLN : Bacot lo semua! Gua matiin nih listriknya!
GENSET : tenang aja kan masih ada saya
PLN : diem lu
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa
lo
SOLAR CELL : tenang kan selama masih ada saya semuanya aman
Matahari : Ettt Gk gw sinarin diem lo
Air, Batubara, Petir dll : MASIH ADA GUA !!!
Bumi : Lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada
jagat raya: lo semua kalo gak ada gwe pasti kalian gak bakalan ada....
Tuhan: tanpa saya kalian semua tidak pernah ada