Anda di halaman 1dari 7

KEPUTUSAN KECAMATAN PALIMANAN KABUPATEN CIREBON

NOMOR
:
LAMPIRAN : 2 (Dua ) Berkas

PEMBENTUKAN TIM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN


KESEHATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI TINGKAT
KECAMATAN TAHUN 2016
CAMAT PALIMANAN
Menimbang :
a. Bahwa

untuk

menindaklanjuti

ketentuan

Peraturan

Daerah

Kabupaten Cirebon No 3 Tahun 2009 tentang KIBBLA dan untuk


mencegah Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir yang tinggi dan
berpengaruh signifikan pada capaian Indeks Pembangunan Manusia
di Kabupaten Cirebon
b. Bahwa pencapaian Millenium Development Goals (MDGs)
khususnya goal 4 dan 5 sebagaimana dituangkan dalam Peraturan
Presiden No 5 Tahun 2010 tentang RPJMN yaitu mencapai target
penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi sebesar 118 per
100.000 kelahiran hidup dan penurunan Angka Kematian Bayi (AKB)
menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015
c. Bahwa sehubungan dengan sampai saat ini Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) di Kabupaten Cirebon dirasakan masih cukup rendah
d. Bahwa salah satu upaya percepatan pencapaian penurunan Angka
Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Cirebon adalah
melalui upaya peningkatan efisiensi dan efektifitas pelayanan
rujukan kegawatdaruratan kesehatan ibu dan bayi baru lahir mulai
dari tingkat masyarakat, Puskesmas hingga Rumah Sakit dengan
dukungan United State Aid for International Development (USAID)
melalui Program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS)
e. Bahwa program EMAS akan memberikan pendampingan teknis di
lima kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah
kematian ibu dan bayi tinggi, termasuk di dalamnya Kabupaten
f.

Cirebon
Bahwa untuk efektifitas dan efisiensi, pengembangan dan
keberlangsungan pelaksanaan kegiatan tersebut yang terukur dan
terkendali di kabupaten cirebon, perlu dibentuk FORUM DAN POKJA

Program EMAS yang mengutamakan pendekatan kemitraan


g. Bahwa untuk akselerasi percepatan penurunan kematian ibu dan
bayi baru lahir maka perlu dilakukan perbaikan susunan POKJA
(Kelompok Kerja) Program EMAS dengan tetap mengutamakan
pendekatan kemitraan
h. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada
huruf a sampai dengan huruf g, maka perlu membentuk Tim
Penanganan Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

di Tingkat Kecamatan Tahun Anggaran 2015, yang ditetapkan


dengan keputusan Camat

Mengingat

:
1. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran NKRI Nomor 4431 )
2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
( Lembaran NKRI Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran NKRI
Nomor 4438 )
3. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
( Lembaran NKRI Tahun 2009 Nomor 114, Tambahan Lembaran NKRI
Nomor 5063 )
4. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
( Lembaran NKRI Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran NKRI
Nomor 5072 )
5. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
( Lembaran NKRI Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran NKRI
Nomor 5587 ), sebagaimana telah beberapakali dirubah , terakhir
dengan undang-undang Nomor 9 tahun 2015 tentang perubahan
Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah . (Lemabaran NKRI Tahun 2015 Nomor 58,
tambahan Lembaran NKRI Nomor 5679
6. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman
penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal ( Lembaran
NKRI Tahun 2005 Nomor 150, tambahan Lembaran NKRI Nomor
4585)
7. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman
Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (
Lembaran NKRI Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran NKRI
Nomor 4593 )
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan antara pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi dan pemerintahan daerah Kabupaten/Kota ( Lembaran NKRI
Tahun 2007 Nomor 82, tambahan Lembaran NKRI Nomor 4737 )
9. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019
( Lembaran NKRI Tahun 2015 Nomor 3 )
10.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741 / Menkes / PER / VII / 2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Bidan Kesehatan Di kabupaten /
Kota

11.Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 828 / Menkes / SK / IX / 2008


tentang petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidan
Kesehatan Di Kabupaten / Kota
12.Keputusan Menteri Keseahatan Nomor 015 / Menkes / SK / I / 2012
tentang Pokja Program Expanding Maternal and Neonatal Survival
( EMAS )
13.Peraturan daerah Kabupaten Cirebon Nomor 3 Tahun 2009 tentang
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (KIBBLA)
( Lembaran Daerah Kabupaten CirebonTahun 2014 Nomor 3 seri E-3
14.Peraturan Bupati Cirebon Nomor 29 Tahun 2014 tentang Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPOD) Kabupaten Cirebon Tahun 2015
( Berita Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2014 Nomoe 3, Seri E-3 )
15.Keputusan Bupati Cirebon Nomor 441.8/ Kep 207-Dinkes/2015
tentang pembentukan Forum Penanganan Kegawatdaruratan
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Cirebon Tahun
Anggaran 2015
Memperhatikan

1. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 441.7/1953,SJ Tahun


2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Persalinan dan
Pencegahan Komplikasi (P$K) dengan Stiker
2. Perjanjian Kerjasama antar pemerintah Indonesia dan USAID Nomor
AID-497-A-11-00014 Tahun 2011
3. Siurat Dukungan Kementerian Dalam Negeri Nomor 440/209/ SJ
tanggal 25 januari 2012 tentang dukungaan pelaksanaan Program
EMAS kepada Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengan, Jawa Timur dan
Sulawesi Selatan
4. Perjanjian kerkasama antar Jhipiego sebagai representasi pelaksana
program EMAS , Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah
Kabupaten Bandung, Pemerintah kabupaten Cirebon, Bogor ,
Karawang dan Indramyu Nomor 115/ EMAS / PKS-01/ IV / 2012 ;
440/7240 / RKK daan 445.7 / 960A / Dinkes Tahun 2012

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

Kesatu

:
Membentuk Tim Penanganan Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu
dan Bayi Baru Lahir di tingkat Kecamatan Tahun Anggaran 2015,
dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam
lampiran I yang merupakaan bagian tidak terpisahkan dari
keputusan ini

Kedua

Tim Penanganan Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru


Lahir di tingkat kecamatan sebagaimana dimaksud pada Diktum
Kesatu mempunyai tugas Pokok dan fungsi serta tata hubungan
dan pola kerja yang tercantumdalam lampiran II merupakan
bagian tidak terpisahkan dari keputusan ini
Ketiga

:
Tim Penanganan Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru
Lahir di tingkat Kecamatan bersama-sama dengan Tim
Penanggulangan Komplikasi Kebidanan Tingkat Puskesmas
Melaporkan pelaksanaan tugasnya Kepada Forum Penanganan
Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir Kabupaten
Cirebon melalui Dinas Kesehatan setiap enam bulan.

Empat

:
Pembiayaan yang diperlukan untuk kegiatan Tim Penanganan
Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di tingkat
Kecamatan dibebankan pada sumber dana lain yang tidak
mengikat sesuai peraturan yang berlaku

Kelima

:
Keputusan camat ini mulai berlaku yang tanggal ditetapkan

Ditetapkan diPalimanan,
Pada Tanggal 22 September 2016
Camat PALIMANAN

H. HERMAN SISWANTO.S.Pd.M.Si
Pembina
NIP.1960704 1982031 017
PPPPPPPPPPENB1 012

LAMPIRAN I

: KEPUTUSAN BUPATI CIREBON

NOMOR

TANGGAL :
SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN
KESEHATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI TINGKAT KECAMATAN
TAHUN ANGGARAN 2016
Pembina

Camat

Ketua

Sekmat

Wakil Ketua

Ka Puskesmas

Sekretaris

Bidan Koordinator

Anggota

1. Kasie Kesra
2. Tim Penggerak PKK Kec
3. UPT PPKB ..........................
4. Ka KUA
5. UPT Pendidikan
6. PKH
7. Kuwu Se- Kec. ..........................
8. Bidan Desa Se- Kec. ..........................
9. Ketua Tim Penggerak Desa
10. Kesra Tiap Desa

Camat ..........................,

Sudarna, Spd, MM

NIP. 19620403 198204 1


012

LAMPIRAN II : KEPUTUSAN BUPATI CIREBON


NOMOR

: 441.8 / KE0.367-DINKES/2015

TANGGAL : 30 JULI 2015


URAIAN TUGAS TIM PENANGGULANGAN
KEGAWATDARURATAN KESEHATAN IBU DAN BAYI BARU
LAHIR DI TINGKAT KECAMATAN TAHUN ANGGARAN 2016
1. Ketua
a. Menetapkan kebijakan dalam penanganan kegawatdaruratan
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir di tingkat Kecamatan
b. Menetapkan rumusan kebijakan dan strategi program penyelamatan
ibu dan bayi baru lahir untuk mendorong pencapaian tujuan MDGS
ke 4 dan MDGS ke 5
c. Membangun jejaring kemitraan antara fasilitas PONED dan PONEK
pemerintah dan non pemerintah (swasta) dalam system rujukan
kegawatdaruratan kesehatan ibu dan bayi baru lahiragar berfungsi
optimal
2. Wakil ketua
a. Membantu ketua untuk mengimplementasikan kebijakan dalam
penanganan kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
tingkat Kecamatan
b. Membantu ketua dalam melakukan evaluasi pelayanan kesehatan
ibu dan bayi secara berkala dalam rangka pencapaian target MDGS
c. Memberdayakan warga dan masyarakat untuk meningkatkan
akuntabilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas, penanganan
kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir tingkat
kecamatan
d. Meningkatkan Koordinasi yang berkualitas antara lintas sector dan
lintas program

e. Membangun koordinasi antara pelayanan kesehatan reproduksi


yang terstandar
3. Sekretaris
a. Menyediakan dokumen yang berkaitan untuk mendukung kegiatan
penanganan kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
tingkat Kecamatan
b. Menyediakan media promosi kesehatan yang berkaitan dengan
penanganan kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
tingkat Kecamatan
c. Menyediakan dokumen terstandar dalam kegiatan pelayanan
penanganan kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
tingkat Kecamatan
d. Mendokumentasikan seluruh kegiatan Tim Penanganan
Kegawatdaruratan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir tingkat
kecamatan
e. Menyusu jadwal kegiatan Tim penanggulangan kegawatdaruratan
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir tingkat Kecamatan
f. Menyusun laporan kegiatan berkala setiap 6 bulan kepada Bupati
melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon
4. Anggota
a. Melaksanakan perbaikan kualitas pelayanan kegawatdaruratan pada
fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta serta meningkatkan
system rujukan
b. Melaksanakan pelayanan dan tata kelola klinik yang terstandar
c. Mendorong dan membangun kepedulian semua elemen masyarakat
untuk peduli terhadap kesehatan ibu dan bayi baru lahir
d. Menyediakan laporan kegiatan hasil kegiatan secara rinci pada
setiap kegiatan yang dilakukan