Anda di halaman 1dari 4

Sahabat sejati adalah cinta nyata

Tiada persahabatan antara laki laki dan perempuan tanpa salah


satunya saling mencintai.
Terdapat 2 orang anak yang bersahabat sejak masuk sma. Segala
keluh kesah mereka selalu bersama. Hari tiu hari pertama mereka msuk
sekolah dan hari pertama mereka mengikuti mos di sma . tapi flora
berangkat telat sehingga ia harus lari2 untuk kelapangan karena upacra
pembukaan akan segera mulai . tapi langkahnya terhenti

Flora = eh maaf ka (buku yg berada ditangan terhempas kelantai)


Dirge = makanya hati2 kalo jalan ( sambil menunjuk kemuka flora) nih
buku mu
Flora = eh iya maaf ka
(Lalu dirga pergi begitu saja)
Upacara pembukaan selesai. Sekarang flora berada dikelas bersama
sahabatnya sedang berbincang bincang

Vanilla =ra, kamu dari mana aja sih, utung ga telat kan tadi
Flora = iya iya brisik, eh tadi aku nabrak kaka kelas ganteng banget
3 hari masa mos telah dilalui dan flora semakin jatuh hati kepada dirga
karena dirge merupakan anggota osis dan selalu setiap pulang mos, flora
dan vanilla selalu bertukar cerita tantang seorang kak kelas yang mereka
sukai, tapi tanpa mereka ketahui mereka menyukai orang yang sama.
Flora = kayanya aku suka sm kak itu deh, tadi aku ketemu dan kamu tau
apa la?
Vanilla = emang dia ngapain?
Flora = dia minta nomer hp aku
Tiba tiba suara hp nya berbunyi
08228299xx = flora
Flora = iya, siapa ya?
08228299xx = ini dirga

Flora langsung berteriak histeris. Dan vanilla hanya diam karena


orang yang disukai sahabatnya adalah dirge kaka kelas yang dia kagumi
juga. Vanilla hanya tersenyum dan pura2 bahagia untuk sahabatnya.
Vanilla= ooh kak dirge, cie floraaa selamat yah (sakit ya hehe batin
vanilla)
Flora = la, aku bener2 ga nyangka ( sambil melanjutkan chat2an nya)
Suatu hari saat pulang sekolah vanilla dan flora sedang berjalan
santai ke gerbang untuk menunggu angkot. Tiba2 ada 2 cowo yang
menghampiri dirge dan deva
Dirga = flora? (sambil menepuk pundak flora)
Flora = eh iya kak dirge kenpa?
Dirge = mau pulang bareng ga?
Flora = eh tapi ka, aku sm vanilla
Dirge= biar dia sm deva, gapapa kan nil?
Vanilla = gapapa kok ka
Akhirnya mereka berdua pulang bersama. Vanilla dan deva mampir
dulu di sebuah toko karena hujan dan mereka berbincang bincang
Deva = oiya kita belum kenalan, aku deva (sambil mengulurkan tangan)
Vanilla = vanilla (membalas uluran tangan deva)
Deva = aku tau kamu suka denga dirge dari cara kamu natap dia aku tau
kok, tapi kamu mikirin sahabat kamu flora, kan?
Vanilla = eh ka
Deva = gapapa aku bisa jaga rahasia
Dan karena kejadian itu deva selalu memikirkan vanilla
Sudah 3 bulan sejak kejadian itu dan mereka ber 4 selalu bersama2
dan dalam waktu itu juga flora dan dirge semakin dekar dan vanilla yg
semakin sakit Karena perasaannya kepada dirge dan juga deva yang
selalu setia menemani vanilla sebagai sahabat yang mempunyai perasaan
yang lebih.
Di sebuah rumah yang ditinggali dirge dan deva mereka berbincang
bincang
Dirga = kamu sm vanilla kemana lama banget pulangnya
Deva = aku? Aku ke toko buku dulu tadi nemenin vanila

Jawab deva dengan berbohong karena dia dan vanilla pergi ke


sebuah tempat untuk mendengarkan keluh kesah vanilla dengan dirge
dan flora
Dirge = lama yaa
Deva = gimana kamu sama flora?
Dirge = baik kok, aku sm flora juga semakin deket, aku juga nyambung
kalo ngomong sm
flora ngga kaku juga
Deva= kalo ada orang yang suka sama kamu dan dia deket sma flora
gimana?
Dirge = kayanya ga mungkin ada deh, udah lah ga usah mbahas aku
Ditempat laim di kamar flora dan vanilla mereka berbincang bincang
Flora = nil kemarin ka dirge bilang ke aku coba, aku bingung jadinya aku
ga bales
perkataannya. Otomatis aku kaget banget jadi aku gatau mau
ngomong apa. Kak
dirge Cuma senyum2 sambil ngomong kamu ngga
perlu ngomong sekarang kok
Vanilla = hehe terus giman (sambil menahan air matanya)
Flora terus bercerita dan pada saat pulang sekolah vanilla minta
bertemu dengan deva.
Deva dan vanilla bercerita didalam kelas dan vanilla sambil
menangis dan ditenangkan oleh deva. Dva sudah tidak tahan dengan
sikap dirga. Dirge tiba2 kluar kelas dan diikuti vanilla.
Vanilla = kak mau kmana, udah kak nanti kalo kak keka dirge malah flora
yang sakit , vanilla
gamau ka gamu (sambil menahandeva)
Deva = kaka ga bisa ngeliat kamu kaya gitu nil,kaka sayang sma kamu
percaya sama kak
Vanilla = engga kak engga
Deva mencari keberadaan dirge dan vanilla tetep membujuk deva.
Sampai mereka melihat kerumunan di halaman belakang ternyata
ada flora dan dirge disana. Deva tidak tau apa yang terjadi langsung
marah saat melihat dirge. Pada saat itu deva menyuruh kerumunan untuk
bubar. Dan hanya tinggal mereka ber 4
Flora

= nil ini ada apa sih, knapa kak deva marah banget?

Dirga

= dav km kenapa sih?

Deva
= kamu tanya kenapa ha? Kamu (perkataan deva mengantung
karena vanilla)
Vanilla

= kak udah ya udh, kita selesaiin di kantik aja

Deva =nill
Vanilla = ra kamu bawa ka dirge ke kantin, nanti aku dan deva nyusul
Flora hanya menganguk, mereka ber 4 akhirnya duduk bersama di
kantin, dan deva menceritakan dari awal sampai akhir , begitu juga vanilla
sampai mereka ber 4 smasama saling mengerti
Flora = nila aku minta maaf sungguh aku g tau mau gimana tapi aku
bener ga tau kalo
kamu juga suka sama kak dirga
vanilla =iya ra aku juga minta maaf
Dirge
= ra aku minta maaf sama kamu, dan vanilla aku minta maaf
banget aku gatau kaloo
selama ini km sakit gara gara aku dan untuk
deva aku juga minta maaf.
Deva =aku udh maafin kamu, emosi aku udh abis tadi aku udh ga sabra
jadi aku kaya gitu,
aku gak tahan vanilla nangis terus
Vanilla = kita ber empat tetep shabtan kan?
(Pasti jawab mereka bertiga bersammaan)
Selalu ada hikmah di balik peristiwa. Jika menjemput tidak bisa,
setidaknya menunggu pun tidak lebih buruk. Jangan menyesal karena
senja telah lewat. Bukan menunggu senja esok hari, tapi tunggulah
malam sebentar lagi. Karena adakalanya cinta harus dilepas untuk cinta
yang baru. Percaya, malam selalu datang setelah senja. Karena selalu
dihias taburan bintang-bintang. Seperti halnya vanilla yang setelaj
kejadian itu menerima deva sebagai pengganti dirge. Dan mencoba
mengiklaskan flora dengan dirge.