Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENGAJARAN TENTANG KEKUDUSAN HARI


SABAT DI KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

ELISABET TRI HASTUTI


2016015217 / PGSD

Daftar Isi
Daftar Isi....................................................................................
Kata Pengantar..........................................................................
Bab I Pendahuluan...................................................................
Bab II Pembahasan...................................................................
Bab III Penutup........................................................................
Daftar Pustaka..........................................................................

KATA PENGANTAR
Hari Sabat adalah hari yang istimewa karena Allah
mengkhususkannya dari hari-hari yang lain dengan beristirahat,
memberkati dan menguduskannya. Kata kudus atau kekudusan sangat
sering dipakai dalam Alkitab, demikian juga dalam Perjanjian Lama.
Salah satu ayat yang sangat popular yaitu Kuduslah kamu, sebab
Aku, TUHAN, Allahmu, kudus (Im. 19:2b. Setelah enam hari

penciptaan, Allah beristirahat dari segala pekerjaan-Nya. Ia


memberkati hari ke-tujuh dan menguduskannya. Belakangan,
ketika Yesus datang ke dunia dan mengabarkan injil kerajaan
surga, Ia menjelaskan perbuatan-perbuatan itu dengan berkata
bahwa, Hari Sabat diadakan untuk manusia (Mrk. 2:27). Allah
mengaruniakan hari Sabat sebagai tanda bagi mereka yang
menjadi milik-Nya (Kel. 31:12-17). Sabat juga merupakan sebuah
perjanjian kekal, yang berarti mereka dapat menikmati istirahat
mingguan ini dari masa ke masa sampai mereka akhirnya masuk
ke dalam perhentian yang lain, yaitu Sabat kekal (Ibr. 4:9). Jadi,
Penekanannya seharusnya pada 'Ibadah' bukan kepentingan tata
tertib, bekerja 6 hari dan beristirahat 1 hari (Kel 20:8-11). Hari
'Sabat' adalah bahasa manusiawi dan berhubungan erat dengan
manusia, karena Tuhan Allah bukanlah Pekerja yang bisa lelah
dan memerlukan istirahat utk penyegaran diri. Pola itu di
peruntukan bagi manusia seperti kata Tuhan Yesus "Hari Sabat

diadakan utk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"


(Mark 2:27). Kekudusan Allah sangat berhubungan dengan umat
yang dipilihNya. Karena saat kita bermasyarakat didalam suatu
lingkungan kita harus berdasarkan dengan ajaran Tuhan agar kita juga
mampu memberikan pengajaran kepada mereka tentang pentingnya
kekudusan di hari sabat untuk bersosialisasi.Pemilihan/perjanjian
adalah ungkapan unik tentang kekudusan Allah. Karena Allah kudus
maka Allah juga menuntut umat-Nya untuk hidup kudus (Im. 11:44)
Allah menunjukkan kekudusanNya dalam tindakan-tindakanNya demi
keselamatan umat yang sudah dipilihNya (Bil. 20:13). Dengan alasan
ini maka Allah disebut sebagai yang kudus Israel, karena Israel
dikuduskan bagi Allah.

BAB I
Allah menetapkan hari minggu atau hari sabat menjadi hari yang
dikuduskan oleh semua umat manusia dan dikuduskan oleh Tuhan
karna pada hari minggu atau sabat Tuhan berhenti melakukan
pekerjaannya. Hari sabat sangatlah penting bagi kita semua karna hari
sabat menjadikan kita pembelajaran dan kebiasaan untuk
mengkuduskan Tuhan agar manusia memperhentikan semua
pekerjaan yang dilakukan agar ikut turut serta memuliakan Tuhan.
Pada hari minggu juga mengajarkan kepada kita semua agar kita mau
dan selalu terlibat didalam kehidupan bermasyarakat yang ada agar
kita semua dapat memberikan mempelajaran ataupun mendapatkan
wawasan dari orang-orang yang seiman dengan kita agar kita lebih
tau dan sadar bahwa hari sabat sangatlah penting.

BAB II
Allah menetapkan hari Sabat di waktu penciptaan. Allah menciptakan
langit dan bumi dalam waktu enam hari dengan kuasa firman-Nya.
Alkitab mencatat, Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya
itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari
keenam (Kej. 1:31). Di hari yang ke-tujuh, Allah beristirahat; Ia
memberkati hari itu dan menguduskannya. Demikianlah diselesaikan
langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh
telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia
pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Hari Sabat menandakan akhir pekerjaan penciptaan Allah dan
merupakan titik puncak keseluruhan pekerjaan itu. Hari Sabat adalah
hari yang istimewa karena Allah mengkhususkannya dari hari-hari
yang lain dengan beristirahat, memberkati dan menguduskannya. Di
permukaan, beristirahatnya Allah tampak aneh dan berlawanan
dengan sifat kemahakuasaan-Nya (Yes. 40:28). Karena itu ketika
Yesus kemudian turun ke dunia, Ia menekankan hal ini dengan
mengajarkan bahwa hari Sabat ditetapkan untuk manusia (Mrk. 2:2728). Tetapi apa arti diberkatinya hari ke-tujuh? Jawabannya dapat
ditemukan di Kitab Yesaya, yang mengajarkan berkat-berkat khusus
bagi orangorang yang memegang hari Sabat (Yes. 56:2-5; 58:13- 14) .
Sabat dimasukkan ke dalam Sepuluh Perintah Allah Keluaran pasal 19
mencatat tibanya bangsa Israel di Gunung Sinai, menandakan titik
balik dalam sejarah mereka. Di sinilah Allah menetapkan perjanjian
dengan umat-Nya, berikrar untuk membuat mereka menjadi harta

kesayangan-Ku dan kerajaan imam dan bangsa yang kudus (Kel.


19:5-6). Satu-satunya syarat yang harus mereka penuhi adalah untuk
taat kepada-Nya dengan memegang segenap hukum dan perintah-Nya
(Kel. 20:1- 17) dan memenuhi segala aturan yang ditetapkan untuk
membantu kehidupan dan ibadah mereka (Kel. 21-23:19). Hukum keempat memuat ketetapan hari Sabat: Ingatlah dan kuduskanlah hari
Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala
pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu;
maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu lakilaki, atau anakmu perempuan, atau hambamu lakilaki, atau hambamu
perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat
kediamanmu. Hari Sabat menjadi tanda yang senantiasa berulang,
menyatakan status umat-Nya sebagai bangsa pilihan Allah yang kudus
(Kel. 31:13). Hubungan hari sabat dengan kehidupan bermasyarakat
adalah hari perhentian yang Allah berlakukan sejak penciptaan,
hukum tentang perhentian hari Sabat yang diturunkan kepada orang
Yahudi adalah penegasan kembali dari pentingnya hari perhentian itu,
yang diciptakan untuk manusia, sebab Allah sendiri telah berhenti
setelah menyelesaikan penciptaan. Perhentian hari Sabat yang tidak
saja untuk dinikmati oleh orang Yahudi tetapi juga orang-orang lain
itu menunjukkan bahwa hari Sabat adalah untuk semua manusia agar
semua manusia juga dapat bermasyarakat dengan orang-orang seiman
lainnya. Dan mampu mengajarkan bahwa kita semua harus mau terjun
langsung didalam kehidupan bermasyarakat karna kita dapat membagi
dan menerima saran atau bantuan kepada sesama dan mampu menjadi

orang yang lebih baik lagi dikemudian hari dan mempunyai wawasan
bermasyarakat yang baik seperti yang sudah dihajarkan Tuhan Yesus
kepada kita semua.
Maka ketika kita berhenti dan menguduskan hari itu kita mengakui
bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta. Dan keabadiannya juga
melambangkan kekekalan Allah.

BAB III
Dari Alkitab, kita dapat menelusuri penetapan Sabat dari masa
penciptaan. Kejadian mencatat bahwa Allah menciptakan langit dan
bumi dalam waktu enam hari, dan Ia beristirahat pada hari ke-tujuh. Ia
memberkati hari itu dan menguduskannya. Sabat adalah bagian dari
rencana ilahi sejak awal mula waktu, mendahului baik pemilihan
umat pilihan Israel, dan diturunkannya Hukum Taurat di Gunung
Sinai. Ribuan tahun kemudian, bersamaan dengan menyebarnya Injil,
ibadah hari Sabat menjadi jalan hidup umat Allah di seluruh dunia,
dan istilah Sabat sendiri terpateri di banyak bahasa dan budaya.
Perjalanan Keluaran adalah momentum bagi Allah untuk membangun
hubungan perjanjian yang baru dengan bangsa Israel, yang
menyertakan sebuah kewajiban bagi umat Allah untuk memegang dan
menguduskan hari Sabat. Ia menuntun mereka untuk memenuhi

kewajiban ini dengan menurunkan manna selama enam hari diikuti


dengan peristirahatan penuh pada hari ke-tujuh. Belakangan, Allah
menetapkan Hukum ke-Empat yang menjelaskan sifat hari Sabat,
mengapa umat Allah harus memegangnya, dan bagaimana mereka
melakukannya. Dan hubungan antara masyarakat seiman menjadi
lebih baik karna mampu menerapkannya untuk bersosialisasi dan
dapat saling mengajarkan penting dan gunanya dari kekudusan pada
hari sabat untuk lingkungan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Alkibat

http://davidoktavianus83.blogspot.co.id/2009/10/pengertianhari-sabat.html
http://zonatheologia.blogspot.co.id/2013/03/arti-dan-maknakekudusan-menurut-pl.html
http://members.tjc.org/sites/en/id/GA%20Documents/doktrin
%20sabat.pdf