Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PEKERJAAN JASA KONSULTAN PERENCANA ANDALALIN PASAR MUNTILAN


I.LATAR BELAKANG
Sebagaimana diketahui bersama bahwa keberadaan jalan menjadi kunci dari perkembangan suatu
wilayah atau kota. Keberadaan jalan akhirnya diklasifikasikan berdasarkan hirarki sebagaimana
tingkatan fungsi dan pelayanan sifat jalan tersebut. Kota-kota akan selalu mempunyai jalan yang
menghubungkan antara kota satu dengan kota lain yang terdekat secara administrasi. Jalan nasional
umumnya merupakan jalan utama yang menghubungkan antara kota satu dengan kota lainnya serta
menghubungkan antar wilayah propinsi dengan propinsi lain.
Fungsi jalan utama antara lain bertujuan untuk memperlancar pergerakan arus manusia dan barang
sehingga dapat mendukung aktivitas ekonomi secara nasional. Dengan demikian, maka keberadaan
jalan nasional seharusnya hambatan-hambatan yang terjadi sangat minimal. Hal tersebut
mengartikan bahwa pada jalan nasional persimpangan-persimpangan yang terjadi seharusnya
diminimalkan, mengingat bukaan atau persimpangan jalan nasional dengan jalan lain akan dapat
menimbulkan hambatan arus lalu lintas pada jalan nasional. Oleh karenanya pada jalan nasional
haruslah dilakukan penataan dan pengawasan serta pengendalian terhadap perkembangan suatu
wilayah dalam suatu kota dalam rangka mengantisipasi perkembangan kegiatan dan aktivitas
masyarakat.
Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan kota dan tata guna lahan selalu berkembang dan
berubah mengikuti kebutuhan dan kebijakan pembuat keputusan, baik di lingkungan pemerintahan
daerah maupun Pemerintah Pusat. Salah satu perkembangan dari tataguna lahan di perkotaan
adalah adanya perubahan peruntukan kawasan yang berubah menjadi pusat-pusat kegiatan. Baik
pusat kegiatan yang bersifat jasa komersial maupun pusat kegiatan yang bersifat pelayanan kepada
masyarakat. Pembangunan suatu pusat kegiatan primer dalam wilayah perkotaan akan dapat
merubah struktur ruang kota pada kawasan pembangunan pusat kegiatan dilaksanakan. Perubahan
struktur ruang kota akan berpengaruh kepada pola pergerakan yang pada akhirnya akan membebani
jaringan jalan yang ada di suatu wilayah. Pembangunan pusat kegiatan dan pengembangan kawasan
pusat kegiatan pada ruas jalan nasional dan akan didominasi oleh kegiatan dan jasa tertentu yang
sudah pasti akan menimbulkan tarifan pergerakan baru yang cukup besar yang akan membebani
jaringan jalan nasional di wilayah perkotaan, tarifan pergerakan baru ini tidak saja berasal dari
wilayah kota saja, tetapi juga dari luar wilayah kota.
Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) adalah analisis pengaruh perkembangan tana guna lahan
terhadap sistem pergerakan arus lalu lintas di sekitar, hal ini diakibatkan oleh timbulnya lalu lintas
baru, lalu lintas beralih, dan oleh kendaraan yang keluar masuk dari atau ke suatu lahan. Andalalin
mempunyai keragaman tergantung dari kondisi setempat dan kebijakan pemerintah. Andalalin
dapat bersifat makroskopik sewaktu tahap pra kajian kelayakan pengembangan lahan, dengan fokus
utama lebih diarahkan pada sistem transportasi makro, disamping itu juga dapat bersifat
mikroskopik (terperinci). Kebijakan pengendalian dampak lalu lintas antara lain suatu usaha
meminimalkan dampak lalu lintas seperti peningkatan kapasitas jalan.
Rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman dan infrastruktur yang diperkirakan akan
menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan
angkutan jalan wajib dilengkapi dengan anasis dampak lalu lintas. Dasar hukum Andalalin mengacu
pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2011 pasal 51 ayat 2 tentang

Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas. Lokasi
pengembangan merupakan daerah yang menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas baru yang
akan memberikan beban volume lalu lintas pada jaringan jalan. Rekomendasi dapat berupa upaya
yang harus dilakukan terhadap sistem lalu lintas dan prasarana yang ada guna menghadapi
tambahan beban kawasan pengembangan. Jangka waktu kajian Andalalin minimal sampai dengan 5
(lima) tahun ke depan dari sejak kawasan dibuka sampai berfungsi sepenuhnya sesuai dengan
pentahapan pembangunan kawasan).
Menurut Clark (1994), terdapat 3 (tiga) dampak yang akan ditimbulkan oleh pusat kegiatan terhadap
lalu lintas, antara lain kelancaran lalu lintas, kenyamanan pejalan kaki dan keselamatan lalu lintas.
Sedangkan penerima dampak dapat dijelaskan antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pengguna jalan (road user);


Penduduk setempat (local resident);
Fasilitas umum setempat (local community facilities);
Kegiatan perekonomian setempat (Local bussiness);
Pengelolaan angkutan umum (public transport operators);
Pemerintah daerah setempat (local authority).

Adapun besar kecilnya dampak pusat kegiatan terhadap arus lalu lintas dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Bangkitan perjalanan;
Menarik-tidaknya suatu pusat kegiatan;
Tingkat kelancaran lalu lintas pada jaringan jalan yang ada;
Prasarana jalan di seputar pusat kegiatan;
Jenis tarikan perjalanan oleh pusat kegiatan;
Kompetisi beberapa pusat kegiatan yang berdekatan.

Pembangunan Gedung Pasar Muntilan yang terletak di tepi Jalan Nasional Magelang-Yogyakarta
Desa Pucungrejo Kecamatan Muntilan Magelang diprakirakan akan menarik dan membangkitkan lalu
lintas dan menambah bebas lalu lintas di sekitar. Sehingga jika terdapat gangguan lalu lintas yang
signifikan, mengakibatkan pada penurunan tingkat pelayanan jalan. Oleh sebab itu menghitung dan
menganalisis besaran dampak aktifitas Gedung Pasar Muntilan perlu dilaksanakan Analisis Dampak
Lalu Lintas yang berguna untuk meminimalkan dampak lalu lintas dengan memberikan pemecahan
yang tepat.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Analisis dampak lalu lintas pembangunan pasar Muntilan Kabupaten Magelang dimaksudkan guna
menganalisis besaran dampak lalu lintas yang timbul akibat pembangunan pada tahap konstruksi
dan tahap operasi, sehingga dampak yang ditimbulkan terhadap jaringan jalan yang ada di sekitar
dapat diantisipasi.
Tujuan analisis dampak lalu lintas pembangunan pasar Muntilan Kabupaten Magelang adalah :
a. Memperkirakan dampak yang diakibatkan dari pembangunan pasar Muntilan Kabupaten
Magelang;

b. Menentukan bentuk peningkatan/perbaikan yang diperlukan guna mengakomodasi


perubahan yang terjadi sebagai akibat perubahan dan pengembangan aktivitas tana guna
lahan;
c. Menyesuaikan dan menyeleraskan keputusan-keputusan tentang tata guna lahan dengan
konsisi lalu lintas dan jaringan jalan;
d. Sebagai alat pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu
lintas dalam rangka penanganan dampak lalu lintas.
III. SASARAN
Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Jasa Konsultansi Perencana Studi Analisis Dampak Lalu Lintas
(ANDALALIN) Pasar Muntilan Kabupaten Magelang yang mengacu pada peraturan dan perundangundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
IV. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Pengguna Jasa
Nama Pejabat Pembuat Komitmen
Alamat

: Dinas Perdagangan Dan Pasar Kabupaten Magelang


: BUDI SUMANTRI, ST. MM.
: Jl. Soekarno-Hatta No. 13 Kota Mungkid.

V. SUMBER PENDANAAN
Sumber pendanaanJasa Konsultansi Perencana Studi Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) Pasar
Muntilan Kabupaten Magelang berasal dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten
Magelang Tahun Anggaran 2016 dengan perkiraan biaya yang diperlukan sebesar Rp.
182.204.000,00 (seratus delapan puluh dua juta duaratusempatriburupiah)
VI. REFERENSI HUKUM
a. Undang-undang Nomor Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, menjelaskan tentang status
jalan di sekitar Pasar Muntilan Kabupaten Magelang;
b. Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Pasal 99 dan
100 menjelaskan tentang Analisis Dampak Lalu Lintas;
c. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan Pasal 30 tentang
Rencana Umum Jaringan Trayek Perkotaan yang antara lain melalui Jaringan Jalan Nasional,
serta menjelaskan tentang tata cara angkutan terkait dengan penyediaan angkutan umum;
d. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas Dan Angkutan
Jalan Pasal 3 tentang Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan Nasional;
e. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2011 tentang Manajemen Dan Rekayasa, Analisis
Dampak, serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas Pasal 47 sampai dengan Pasal 59
menjelaskan Pelaksanaan Analisis Dampak Lalu Lintas;
f. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan yang menjelaskan tentang status
dan hirarkhi jalan terkait dengan Kegiatan Pembangunan Gedung Pasar Muntilan Kabupaten
Magelang;
g. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan yang
menjelaskan tentang tata cara pembuatan marka jalan yang diperlukan di sekitar kegiatan
pembangunan gedung Pasar Muntilan Kabupaten Magelang;

h. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 61 Tahun 1993 sebagaimana yang telah dirubah
dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 60 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61 Tahun 1993 tentang Rambu-rambu Lalu
Lintas Di Jalan Sebagaimana Telah Diubah Dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor
KM 63 Tahun 2004, menjelaskan tentang tata cara pemasangan rambu lalu lintas jalan yang
dibutuhkan di sekitar kegiatan pembangunan gedung Pasar Muntilan Kabupaten Magelang;
i. Peraturan perundangan terkait lainnya yang masih berlaku.
VII. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup pekerjaan Jasa Konsultan ANDALALIN Pasar Muntilan meliputi :
a. Inventarisasi data pendukung (data sekunder) Pembangunan Gedung Pasar Muntilan
Kabupaten antara lain : luas lahan, luas bangunan, lebar jalan keluar/masuk dan rencana
gambar tapak (site plan);
b. Inventarisasi kondisi prasarana jalan (inventarisasi geometrik ruas jalan) antara lain : jarak
lokasi terhadap jalan utama, lebar jalan, arah lalu lintas, desain jalan, inventarisasi fasilitas
perlengkapan jalan (rambu, marka jalan dan sebagainya) serta kondisi lingkungan jalan;
c. Inventarisasi data lalu lintas dengan melakukan perhitungan volume lalu lintas dengan
klasifikasi dari berbagai jenis kendaraan yang melintas di jalan utama (jalan depan dan
sekitar lokasi);
d. Melakukan analisis kinerja dan tingkat pelayanan jalan rona atau Gedung Pasar Muntilan
sebelum dibangun;
e. Melakukan analisis kinerja dan tingkat pelayanan jalan pada tahap konstruksi
(pembangunan) dan tahap operasi (Gedung Pasar Muntilan Kabupaten Magelang);
f. Melakukan solusi penanganan dampak lalu lintas yang terjadi, dengan meminimalkan konflik
kendaraan yang keluar-masuk Gedung Pasar Muntilan Kabupaten Magelang terhadap lalu
lintas menerus, menata sirkulasi pergerakan kendaraan di dalam lokasi, menata dan
menghitung kebutuhan tempat parkir.
VIII. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan perencana didasarkan pada Kerangka Acuan Kerja dan
diatur di dalam surat perjanjian tersendiri. Keluaran yang dimaksud adalah :
a. Laporan Pendahuluan, berisi rencana kerja metodologi yang akan dipakai serta hasil survey
awal, dibuat 10 (sepuluh) rangkap dan diserahkan selambat-lambatnya 21 hari setelah
kontrak;
b. Laporan Pendukung (Laporan Antara), berisi hasil kajian sementara berdasarkan analisis
kondisi yang ada dan rencana pengaturan lalu lintas 5 (lima) tahun ke depan dan rencana
penanganan dampak lalu lintas akibat pembangunan pasar Muntilan;
c. Draft Laporan Akhir, berupa draft Dokumen Laporan Akhir Andalalin hasil kajian dan analisis
berdasarkan kondisi yang ada, rencana pengelolaan dampak lalu lintas ke depan dan
masukan serta saran terhadap konsep pengelolaan lalu lintas pada lokasi gedung Pasar
Muntilan Kabupaten Magelang;

d. Laporan Akhir Final, berisi Dokumen Andalalin hasil telaah yang telah mendapatkan masukan
dan revisi dari hasil presentasi, dibuat rangkap 10 (sepuluh) dan diserahkan paling lambat
pada tanggal kontrak berakhir;
e. Ringkasan eksekutif, merupakan inti/sari laporan akhir final sebagai bahan pengambil
kebijakan dalam menyusun regulasi;
f. Laporak kegiatan adalah laporan proses penyusunan secara keselurahan dari awal hingga
akhir termasuk data-data pendukung dan data-data primer dilapangan serta perhitungan
dan analisis yang dilaksanakan sehingga tersusun dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas;
g. CD Pelaporan, seluruh pelaporan pekerjaan Jasa Konsultan Perencana ANDALALIN Pasar
Muntilan direkam dalam CD dan digandakan 10 (sepuluh) kali serta diserahkan paling lambat
pada tanggal kontrak berakhir.
Semua produk laporan ANDALALIN harus sesuai dengan standar Laporan yang dikeluarkan oleh
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan peraturan lainnya yang terkait.
IX. LINGKUP KEWENANGAN PEMRAKARSA KEGIATAN
Lingkup kewenangan pemrakarsa meliputi :
a. Menyiapkan bahan/data di lingkungan satuan kerja sesuai yang dibutuhkan;
b. Menyediakan surat pengantar survey ke SKPD terkait untuk inventarisasi data sekunder dan
data lapangan;
c. Menyediakan fasilitas ruang rapat untuk diskusi pembahasan laporan hasil kegiatan
perencanaan.
X. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN
Jangka waktu pelaksanaan Jasa Konsultan Perencana ANDALALIN Pasar Muntilan terhitung 90
(semblian puluh) hari kalender sejak terbit Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
XI. TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang dibutuhkan antara lain :
a. Team Leader, Ahli Teknik Jalan Madya (202) (S2) teknik sipil transportasi 1 (satu) orang
dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun.;
b. Ahli Muda Transportasi, Ahli Teknik Jalan Muda (S1) Teknik Sipil Transportasi 1 (satu) orang
dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun;
c. Ahli Muda Ekonomi, Ahli Ekonomi pendidikan S1 Ekonomi dengan pengalaman minimal 4
(empat) tahun;
d. Ahli Muda Sosial, Ahli Sosial pendidikan S1 Sosial dengan pengalaman minimal 4 (empat)
tahun;
e. Ahli Muda Sipil, Ahli Teknik Bangunan Gedung Muda (201) pendidikan S1 Teknik Sipil dengan
pengalaman minimal 4 (empat) tahun.
f. Tenaga pendukung Asisten Tenaga Ahli Sosial, S1 sesuai dengan bidangnya dengan
pengalaman minimal 3 (tiga) tahun atau D3 dengan pengalaman minimal 6 (enam) tahun;

g. Tenaga pendukung Asisten Tenaga Ahli Bangunan Gedung, S1 sesuai dengan bidangnya
dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun atau D3 dengan pengalaman minimal 6 (enam)
tahun;
h. Surveyor transportasi, S1 sesuai dengan bidangnya dengan pengalaman minimal 3 (tiga)
tahun atau D3 dengan pengalaman minimal 6 (enam) tahun;
i. Sekretaris, adalah seorang lulusan SLTA/SMU/SMK, yang berpengalaman minimal selama 2
tahun di bidangnya;
j. Operator komputer atau pengolah data, SLTA dengan pengalaman minimal 2 (dua) tahun di
bidangnya;
k. Sopir, adalah seorang lulusan SLTA/SMU/SMK, yang berpengalaman minimal selama 2 tahun
di bidangnya;
l. Pesuruh/office boy, adalah seorang lulusan SLTA/SMU/SMK, yang berpengalaman minimal
selama 2 tahun di bidangnya.

XII. RENCANA KERJA


Pekerjaan studi dimulai melaksanakan persiapan berupa survey pendahuluan, menyusun rencana
survey keseluruhan dan pemantapan rencana kerja. Dilanjutkan dengan proses pengumpulan data
sekunder (data institusional) dan data primer (data lapangan). Pekerjaan selanjutnya adalah
kompilasi data guna mendapatkan data yang diperlukan dalam proses analisis. Hasil analisis data
dipergunakan untuk menyusun strategi manajemen lalu lintas di daerah studi. Pelaksanaan
pekerjaan Analisis Dampak Lalu Lintas Pembangunan Pasar Muntilan Kabupaten Magelang dapat
dilihat dalam alur studi sebagai berikut :
MULAI

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pekerjaan
Persiapan
2. Penyusunan
Rencana Survey
3. Pemantapan
Rencana Kerja

ANALISIS KONDISI
YANG AKAN DATANG
1. Proyeksi
pertumbuhan
lalu lintas;
2. Analisis
bangkitantarikan
perjalanan;
3. Analisis parkir;
4. Analisis kinerja
ruas jalan;
5. Analisis kinerja
simpang.

ANALSIS KONDISI EKSISTING


1. Analisis lalu lintas;
2. Analisis kinerja ruas
jalan;
3. Analisis kinerja
simpang

STRATEGI MANAJEMEN
LALU LINTAS
1. Alternatif
penanganan;
2. Pemilihan alternatif
penanganan (do
nothing, do
minimum, do
something).

PENGUMPULAN DATA
1. Primer : survey
volume lalu lintas,
survey geometrik
dan kondisi
lingkungan sekitar,
survey pergerakan
simpang;
2. Sekunder :
peruntukan dan
guna lahan, kondisi
sosial ekonomi
wilayan studi, fungsi
dan kelas jalan,
rencana
pengembangan.

HASIL STUDI
Kesimpulan Dan
REkomendasi

SELESAI

XIII. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN


Pengumpulan data primer, berupa pengambilan sample, pengamatan, penyebaran dan
pengumpulan kuesioner, wawancara harus memenuhi kaidah-kaidah untuk kajian ilmiah dan

disesuaikan dengan kedalaman dan cakupan studi ANDALALIN ini. Pengumpulan data sekunder,
harus dilakukan dengan cermat dengan data yang benar dari instansi terkait.
Disamping itu, pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang ada;


Tidak mengganggu kondisi masyarakat sosial di lokasi;
Menghormati kearifan lokal;
Berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan instansi terkait;
Menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi.

XIV. ALIH PENGETAHUAN


Penyedia jasa konsultansi berkewajiban menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan guna alih
pengetahuan kepada Pemberi Tugas serta menyampaikan seluruh hasil pekerjaan baik cetakan (hard
copy) atau soft copy kepada Pember Tugas.
XV. PENUTUP
1. Setelah Kerangka Acuan Kerja Diterima, maka penyedia jasa konsultansi berkewajiban
memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang
dibutuhkan;
2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja guna
dibahan dengan Kepala Satuan Kerja.
3. Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah
Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri;
4. Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan
jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi: (harus sepengetahuan PPK);