Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BelajarHuruf Kanji melaluiPendekatanKultural


Shodou(SeniMenulis Indah)
BELAHAN JIMAT KUTOU
BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkanoleh:
Kelompok 57
1. Rezza Rahmada Pahlevi

13020104069

2. Azizah Rizqa Lazuardi

13020104048

3. Aditya Dharma Putra

14020104066

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


SURABAYA
2016

HALAMAN PENGESAHAN PKM-GT

1. JudulKegiatan

2. BidangKegiatan
3. KetuaPelaksanaKegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas
e. AlamatRumahdan No Telp/HP
f. Alamat email
4. AnggotaPelaksanaKegiatan/Penulis
5. DosenPendamping
a. Nama LengkapdanGelar
b. NIDN
c. AlamatRumahdan No Telp/HP :

: Belajar Huruf Kanji Melalui


Pendekatan Kultur Shodou
(Seni Menulis Indah)
BELAHAN JIMAT KUTOU
: PKM-GT
: Rezza Rahmanda Pahlevi
:13020104069
: S1 Pendidikan Bahasa Jepang
: Universitas Negeri Surabaya
: 085607006399
: 3 (Tiga) Orang
: Joko Prasetyo, S.Pd.,M.Pd.
:197903292010121001

Surabaya, 09 Maret 2016


Menyetujui
Kajur Pendidikan Bahasa Jepang

KetuaPelaksanaKegiatan

Dr. Roni, M.Hum, M.A.


NIP 197106302002121001

Rezza Rahmanda Pahlevi


13020104069

Wakil Rektor
dan Kemahasiswaan

DosenPendamping

Dr. Ketut Prasetya,M.S.


NIP 19600512198611003

Joko Prasetyo, S.Pd.,M.Pd.


NIP197903292010121001

ii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DARTAR GAMBAR ............................................................................................ iv
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... v
PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
GAGASAN ........................................................................................................... 3
KESIMPULAN .................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 7
LAMPIRAN .......................................................................................................... 8

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. ................................................................................................................................... 2
Gambar 1. ................................................................................................................................... 2

iv

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup ...................................................................... 8


Lampiran 2. Gambar ............................................................................................. 9-10

PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Di Indonesia banyak sekali orang yang ingin mempelajari bahasa asing, khususnya

bahasa Jepang. Hal yang dapat dilakukan untuk mempelajari bahasa Jepang pun
bermacam-macam mulai dari melihat anime dan drama, mendengarkan lagu berbahasa
Jepang, membaca novel yang ditulis dengan bahasa Jepang, hingga mempelajari bahasa
Jepang dalam pendidikan formal yakni dengan mengambil jurusan bahasa Jepang sebagai
bidang studinya. Dalam belajar bahasa Jepang kita tidak hanya mempelajari kosa kata dan
struktur bahasa, namun juga mempelajari hurufnya, karena seperti yang diketahui bahasa
Jepang tidak memakai huruf alfabet.
Huruf yang terdapat di dalam bahasa Jepang ada 3 huruf. Huruf tersebut terdiri dari
huruf hiragana, huruf katakana, dan huruf kanji. Di antara ketiga huruf tersebut yang
dianggap paling sukar untuk dipelajari adalah huruf kanji. Alasan yang membuat huruf
kanji ini sukar untuk dipelajari bahkan oleh seorang ahli bahasa Jepang adalah karena
jumlahnya mencapai ribuan. Selain itu juga huruf kanji memiliki bentuk dan cara penulisan
yang rumit serta penuh dengan aturan dalam cara baca yang sangat beragam misalnya Kun
Yomi dan On Yomi. Ishida (1986)telah menjelaskan bahwa keberadaan huruf kanji
merupakan salah satu penyebab kendala bagi pembelajar bahasa Jepang untuk menguasai
bahasa Jepang (dalam Prasetryo 2014:154). Oleh karena itu untuk mempermudah
pembelajar bahasa Jepang yang bahasa ibunya tidak memakai huruf kanji maka
perluditerapkan sebuah metode yang dapat mempercepat atau mempermudah mempelajari
huruf kanji, karena tanpa menguasai huruf tersebut maka pembelajaran bahasa pun akan
mengalami kendala. Dalam hal ini teknik yang coba kami angkat adalah belajar kanji
melalui kultur shodou (teknik menulis indah).
Shodou adalah seni kaligrafi atau menulis indah. Shodou termasuk salah satu seni
keterampilan dalam menulis huruf kanji yang sudah ada sejak abad ke 17. Meski shodou
merupakan kebudayan yang cukup kuno, namun orang-orang Jepang sangat menghormati
dan mempertahankan kebudayaan tersebut, hal ini dibuktikan dengan adanya hingga saat
ini masih banyak orang yang sudah menguasai atau bahkan mulai tertarik untuk
mempelajarinya,

bahkan

di

sekolah-sekolah

para

murid

diajarkan

shodou.

Jika dilihat dengan seksama, memasukkan budaya suatu negara lain ke dalam
pembelajaran berarti tidak sekedar mengajar, namun mengajak masuk para pembelajar
menjadi

bagian

dari

kebudayaan

itu.

Hal

initentumempunyaiefek

yang

lebihmendalamdibandingkanhanyasekedarmengajarkanhuruf kanji melaluimedia visual


seperti presentasiataupunmelaluibukuteks. Denganbegituhasil yang dicapaioleh para
pembelajaryangmempelajari hurufkanji akan lebih melekat dalam dirinya karena
pembelajaran dilakukan dengan mengerjakan hal-hal baru. Sehingga ke depannya huruf
kanji akan mudah dihafalkan karena dengan teknik shodou yang tidak hanya dapat
menghafal

suatu

huruf

kanji

dengan

benarnamunjugamenjadikanpembelajarmengertipelafalandarihuruf kanji tersebut,minimal


salahsatujenispelafalanseperti Kun Yomi ataupun On Yomi danartidarihuruf kanji tersebut
pun
akanmudahdiingatkarenadenganteknikshodoupembelajarakanbisamenuliskansebuahhuruf
kanji denganbentuk yang mengisyaratkanartidarihuruf kanji tersebut.
Untuk memperoleh keindahan seni kaligrafi Jepang ini dibutuhkan minimal 4 alat
yang merupakan batu tinta (suzuri), kuas (fude), tinta (sumi), dan kertas (hanshi).
Alat-alat yang digunakan :
1.
2.

3.
4.
5.
6.

() = ( - )
() = umumnya berbentuk balok, ini merupakan tinta hitam yang untuk
menghasilkan tinta hitam yang bisa dipakai membutuhkan proses yang cukup lama
(sekitar 1 jam), kini ada yang versi instannya (sudah berupa tinta cair) yang bisa
ditemukan terjual dalam bentuk botol
() = alas untuk menulis
() = kertas khusus yang digunakan untuk kaligrafi
() = pemberat untuk menahan kertas, agar ketika menulis kertas
tidak berpindah-pindah
() = kuas khusus untuk kaligrafi

B.

GAGASAN
Sebagai pembelajar bahasa Jepang, penulis sudah sering melihat nilai-nilai yang

kurang memuaskan di kelas ketika diadakannya tes harian maupun ketika ujian akhir
semester yang berhubungan dengan huruf kanji. Hal ini tidak hanya terjadi di SMA saja,
bahkan jika dilihat di universitas-universitas yang mempunyai bidang studi bahasa Jepang
baik yang pendidikan maupun ilmu murni, tidak jarang huruf kanji menjadi suatu momok
yang menakutkan bagi mahasiswa ketika belajar bahasa Jepang, terutama dalam hal
keterampilan membaca dan menulis. Alhasil muncul lah suatu anggapan di kalangan
pembelajar bahasa Jepang bahwa huruf kanji adalah sesuatu yang sukar diingat tapi
mudah dilupakan dan menakutkan.
Jikadilihatmemangtelahbanyakmetode yang digunakanuntukmengingathuruf kanji,
sepertimetodemengingatceritaasal-usul kanji tersebut, bushu, bahkanpembelajaran kanji
dengan multimedia. Namundarisekianmetodetersebutbelumdiketemukansuatumetode yang
mengajakpeserta

agar

dapatdigunakandimanapun,

menjadibagiandaribudayaJepangdansuatumetode
mengingat

di

yang
Indonesia

tidaksemuatempatdapatmenggunakansarana multimedia yang lengkap.


Mengingat tehnik shodou secara umum sudah dikenalkan kepada sebagian
pembelajar bahasa Jepang terutama di kalangan universitas atau sederajat dalam mata
pelajaran yang bertema Nihon no Bunka (Budaya Jepang), jika memakai tehnik shodou
sebagai metode untuk mempelajari bahasa Jepang maka para pembelajar akan dengan
cepat terbiasa dengan metode ini dan jika ada pembelajar yang belum pernah mengetahui
sama sekali tentang shodou, maka akan dikenalkan terlebih dahulu dasar-dasar shodou.
Jika melihat pengalaman penulis ketika mengenalkan tentang shodou pada pembelajar
bahasa Jepang di SMA yang mempunyai respon yang sangat antusias, maka belajar huruf
kanji dengan tehnik kultur shodou diharapkan akan cepat diterima oleh pembelajar bahasa
Jepang baik pemula maupun yang sudah intermediate dan selanjutnya akan dapat
mempermudah mereka dalam belajar bahasa Jepang khususnya belajar mengenai huruf
kanji.
Tentu saja untuk menerapkan metode atau tehnik shodou ini dibutuhkan dukungan
dari banyak pihak, antara lain para pengajar bahasa Jepang di semua tingkatan, selain itu
jika memungkinkan kerjasama dengan pembuat alat-alat shodou maupun penjualnya
bahkan jika dimungkinkannative pun akan dibutuhkan kehadirannya dalam pembelajaran
karena mereka adalah penguasa asli tehnik ini dan selain itu dapat menjadi penyemangat

para pembelajar bahasa Jepang karena seperti telah diketahui rata-rata orang Indonesia
sangat memandang tinggi orang-orang dari negara maju.
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa metode ini membutuhkan persiapan dan
dukungan dari beberapa pihak yang dapat memperlancar dalam belajar huruf kanji dengan
metode

kultur

shodou.

Dalamhaliniada

beberapa

langkah-langkah

yang

dapatdilakukanadalah:
1. Pertama

hal

yang

perlu

dilakukan

mengenalkanshodoukepadapembelajarbahasaJepang

adalah

ketikamerekabelajar

huruf

kanji. Cukup memberikan pengertian apa itu shodou dan teknik dasar shodou serta
alat-alat

yang

digunakan.

TentusajaperlakuaniniakansedikitberbedadenganpembelajarbahasaJepang

yang

telahmengetahuitentangshodou.
Maksudnyaberbedaadalahtidakperludilakukanpengenalantentangapaitushodoudante
hnikdasarshodoupun

bisadilewatipenerapannyajika

para

pelajarsudahpernahmencobatehniktersebut.Jikapelajarsudahmengenalshodoudapatl
angsunglompatkelangkahberikutnya.
2. Untuk tahap selanjutnya adalah menyiapkan beberapa alat yang akan digunakan
dalam teknik shodou.
3. Hanshi(kertasuntukshodou) diletakkan di atastatakan(shitajiki), kemudian di
bagianatasnya di beripemberat(buchin)agar tidakbergeserataupuntertiupangin. Cara
inibisadisederhanakanhanyadengannmenggunakankertasseadanyadandengan

alas

yang rata. Bisa di lantaimaupun di mejaataudimanapun.


4. Mengajarkancara

menggunakan

danmembentukfude

(kuas)

agar

dapatdigunakandenganmudahyaitudengancara
membasahifudelaludicelupkankedalam

air

danmembuatujungkuasmenjadiberbentuklancip
perlu

diketahui

dalam

tahap

ini

denganmenggunakanjari.

adalah

usahakan

agar

air

Yang
yang

terkandungdalambulu-bulufudetidakterlalubanyak.
5. Mencelupkanfudekedalamtintacair.

Usahakanjanganterlalubanyaktinta

yang

meresapkedalambulu bulufudeagar nantinya hasil yang diinginkan tampak lebih


bagus

dantidakmeluberketikadigunakanuntukmenulis.Cara

benaradalahmenggenggambagiantengahnya,

memakaifude

yang

ketikamencoretkantintapadahanshi,

fudediarahkantegaklurus, pergelangantangandansikutidakbolehmenyentuhmeja.

6. Untukmenuliskaligrafi

Bahasa

Jepang,

harusdikuasaiyaknitentumenguasaihuruf

halpertama

yang

Kanji

yang

tentunyatidaksamadenganhuruf

alphabet.

Karenakesalahansekecilapapunakanmemperngaruhihasildaripenulisanshodouterseb
ut.
7. Menulishuruf kanji sesuaiarahan yang telahdicontohkanolehsensei atau guru.
Dilakukandenganpelanpelandanjikaadakesalahandalampenulisanharapmengulangdariawallagi.
Inijugaakanmembantuandadalam proses menghafal.huruf kanji.
8. Jikasudah, untukmemperkuathafalanmenjadisempurna,lakukantehnikini 2x sehari,
misalnyasebelumtidurdanwaktuistirahatmakansiang.

Tentusajatidakselalu

di

lakukan di hanshi, namunbisajuga di kertaskoranbekasataukertas yang lain.


9. Hariberikutnyadapatmengulangtehnikinidanmenambahkan
Dalamseharimaksimal

10

kanji

kanji

yang

lain.

sajadantidakusahdiulangterlalubanyak,

karenaakanmembuatbosan, tidakmenarikdanmenjadilupa.
10. Jikasudahdilakukan paling tidak 21 hariiniakanmenjadikebiasaan, di samping
kalian

menghafal

kanji,

jugabisamenghasilkankaryadankaryabagustentusajaitubisamembuatjalan
untukkeJepang,

karena

kalian
kalian
di

Jepangjugaseringdiadakanlombashodouataumenulisindahataukaligrafi.

C.

KESIMPULAN
Dalammelakukanshodoumemangkesannyaadalahsuatuhal

yang

ribet,

namunjikasudahmenjadikebiasaanakanmenjadisuatutehnik yang tepatuntukmenghafalkan


kanji karenashodoumengajarkankepadaotakkitauntukmengingatcoretan-coretanhuruf kanji
dengan detail, terarah, danbisadisesuaikanbentuknyamenurutkemauankitasejauhkreasikita,
selainitujugamenggelutibudaya
menjadikankitamenguasaibudayatersebutdanbisamenghasilkansuatukarya

lain
yang

kedepannyatidakmenutupkemungkinanuntukdikirimkeJepang.

DAFTAR PUSTAKA
Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa, oleh Pusat Kurikulum
Departemen Pendidikan Nasional, 2010
http://halojepang.com
http://wikipedia.com

LAMPIRAN
Biodata Kelompok :
KETUA KELOMPOK
Nama Lengkap
NIM
Fakultas / Jurusan
Perguruan Tinggi

: Rezza Rahmanda Pahlevi


: 13020104069
: FBS / Bahasa Jepang
: Universitas Negeri Surabaya

ANGGOTA KELOMPOK
Nama Lengkap
NIM
Fakultas / Jurusan
Perguruan Tinggi

: Azizah Rizqa L I
: 13020104048
: FBS / Bahasa Jepang
: Universitas Negeri Surabaya

ANGGOTA KELOMPOK
Nama Lengkap
NIM
Fakultas / Jurusan
Perguruan Tinggi

: Aditya Putra
: 14020104066
: FBS / Bahasa Jepang
: Universitas Negeri Surabaya

DOSEN PEMBIMBING
Nama Lengkap dan Gelar
NIP
Pangkat / Golongan
Jabatan Fungsional
Fakultas / Program Studi
Perguruan Tinggi

: Joko Prasetyo, S.Pd., M.Pd.


: 19790329 201012 1 001
: Penata Muda Tk. I / IIIB
: Dosen
: FBS / Pendidikan Bahasa Jepang
: Universitas Negeri Surabaya

Mengetahui

Joko Prasetyo, S.Pd., M.Pd


NIP. 197903292010121001

D.

LAMPIRAN

Gb. Urutan Pencoretan Huruf Kanji

Gb. Tata cara pemakaian alat-a

10