Anda di halaman 1dari 8

XV.

PENYIMPANAN ENERGI
Penyimpanan energi merupakan hal yang sangat penting dan bahkan perlu
bagi beberapa sistem pembangkitan daya. Dengan suatu sistem
penyimpanan, energi listrik akan mungkin diproduksi pada waktu kebutuhan
rendah seperti pada larut malam atau akhir pekan. Lalu energi yang disimpan
ini bisa digunakan pada waktu beban puncak.
Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada waktu memilih,
merencanakan dan mengoperasikan setiap sistem penyimpanan energi,
yaitu :
1. Berapa efisiensi total sistem
2. Berapa kerapatan, penyimpanan energi dalam kilojoule per meter
kubik atau Btu per pound-massa.
3. Berapa harga maksimum yang diizinkan untuk pemuatan atau
kecepatan pengengeluarannya.
4. Apakah penyimpanan energi itu ekonomis atau tidak.
5. Bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan sehubungan dengan
pemakaian unit penyimpanan ini.
6. Berapa kali sistem ini bisa dipakai ulang dan tahan berapa lama.
A. Penyimpanan Energi Mekanis
A.1 Penyimpanan Energi Kinetis
Energi mekanis dapat disimpan baik secara kinetis maupun energi potensial.
Energi kinetis ialah energi mekanis yang berkaitan dengan gerakan suatu
massa relatif terhadap yang lain. Untuk kecepatan linear, energi kinetis suatu
benda, dalam joule ialah :
KE

mV
2

(1)

dimana m ialah massa dalam kilogram dan V ialah kecepatan linear, dalam
meter per detik. Energi kinetis juga dapat juga disimpan dalam suatu roda yang
berputar, biasa disebut roda gila (flywhell). Energi kinetis pada suatu lingkar
roda dengan massa m kilogram, yang berputar dengan kecepatan sudut
rad/detik pada radius R m, ialah :
mR 2 2
KE
2 2 mR 2 n 2
(2)
2

dimana n adalah kecepatan sudut dalam potongan per detik. Untuk suatu
R

roda gila,

dm disebut momen inersia I, dan persamaan (2) berubah

menjadi bentuk yang lebih umum :


Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

117

KE

I 2
2 2 n 2 I
2

(3)

Untuk suatu roda gila dengan lingkar roda yang tipis, dan semua massa
berada pada lingkar roda, hubungan antara tegangan tangensial dalam
roda, kecepatan sudut , dan radius R ialah : 2 R 2
Dimana adalah kerapatan material dalam kilogram per meter kubik.
Dengan subsitusi memberikan :
KE

m
2

(4)

Penyimpanan energi spesifik di dalam roda gila adalah energi per satuan
massa. Untuk suatu roda gila dengan lingkar roda tipis, energi spesifik ialah
Energi spesifik

KE

m
2

(5)

persamaan ini biasa ditulis sebagai


Energi spesifik K w

(6)

dimana K w adalah faktor berat roda gila dan berkisar 1,0 untuk piringan
tegangan konstan sampai 0,5 untuk roda gila tipis.
Dari persamaan (4) dapat dilihat bahwa untuk mencapai penyimpanan energi
yang tinggi di dalam roda gila, material harus mempunyai kekuatan mekanis
yang besar dan kerapatn yang rendah. Kerapatan yang rendah
memungkinkan operasi pada kecepatan sudut yang besar atau dengan
radius yang lebih besar sebelum gaya sentrifugal merusakkan bagian roda
gila.
Roda gila telah diajukan sebagai alternatif sistem energi untuk penyimpan
energi mekanis dari perlengkapan listrik dan juga sebagai sistem populasi
untuk kendaraan otomobil dan bus. Sistem roda gila biasanya dapat
menerima dan memberikan daya pada jumlah yang jauh lebih besar
dibanding sistem penyimpan energi yang lebih konvensional, misalnya batere
penyimpan. Beberapa material yang mungkin untuk dipakai untuk roda gila
ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Sifat-sifat material roda gila

Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

118

A.2 Penyimpanan Energi Potensial


Sistem penyimpanan energi potensial termasuk di antara bentuk
penyimpanan energi kuno. Termasuk dalam hal ini pegas, batang torsi,
sistem pemberat dan fluida termanpat. Kebanyakan sistem ini punya
kemampuan penyimpanan energi yang kecil dan digunakan untuk
menggerakkan jam dinding, jam tangan dan sistem lain yang memerlukan
sistem penyimpanan energi yang kecil dan kompak. Dipihak lain, sistem
hidroelektrik dan udara yang termanpat yang menggunakan penyimpan
terpompa mempunyai kapasitas energi yang besar sekali.
Satu jenis umum penyimpan energi potensial meliputi sistem dimana energi
disimpan dalam bentuk energi regangan elastis (elastic strain energy),
misalnya pegas dll. Energi yang disimpan dalam pegas (pegas linear),
energi potensial yang disimpan dalam dalam joule, ialah :
PE

Kx 2
2

(7)

dengan K ialah konstanta pegas. Pegas juga dapat digulung dalam bentuk
spiral dan diberi beban gaya torsi.
Untuk suatu batang yang dibebani tarikan, tekanan dan/atau beban lengkung,
energi yang disimpan dalam batang ialah :
PE

Ax
a

(8)

dengan adalah tegangan aktual dalam pascal, A adalah luas potongan


melintang dalam meter persegi, dan x adalah deformasi dalam meter.
Penyebut, a , mempunyai harga 2 untuk tarikan murni atau tekanan, tetapi
mempunyai harga yang lebih besar dari 2 untuk beban lengkung.
Untuk suatu batang yang mendapat beban torsi elastis, energi yang disimpan
merupakan fungsi dari panjang batang L , momen puntir di ujung batang T ,

Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

119

momen inersia polar J dan modulus elastisitas torsi G , Untuk batang bulat,
energi potensial tersimpan :
PE

T 2L
2 JG

(9)

Sistem penyimpanan energi berat massa adalah relatif sederhana, dan


merupakan penaikan suatu benda berberat ke suatu tinggi tertentu dengan
melawan medan gaya gravitasi. Jumlah energi yag dapat disimpan dengan
cara ini ialah
PE mg z

(10)

dimana m ialah massa dalam kilogram, g ialah percepatan gravitasi


9,81 m/det2 dan z ialah perubahan elevasi dalam meter. Untuk menyimpan
1kW.jam energi dengan sistem berat, 1000 kg massa harus dinaikkan
setinggi 367 m atau 100 lbm harus dinaikkan kira-kira 5 mi ke angkasa.
Meskipun jumlah energi yang dapat diambil dari massa hanya kecil, sistem ini
digunakan untuk menyimpan sejumlah besar energi dengan memindahkan
sejumlah besar air
melalui jarak yang layak yang disebut sistem
penyimpanan energi terpompa (pumped-storage energy systems). Dalam
sistem ini, sistem pompa generator hidroelektrik dapat-balik digunakan untuk
memompa air dari sungai atau danau ke reservoir yang mempunyai elevasi
yang lebih tinggi selama periode kebutuhan daya dari pusat listrik rendah.
Pada waktu beban puncak, sistem dibalik untuk mendapatkan kembali
hampir semua daya yang disimpan. Skema ini secara efektif menaikkan
faktor beban pembangkit daya dan memungkinkan pemakaian sumber daya
berbiaya rendah untuk menggantikan unit beban puncak yang membutuhkan
biaya tinggi.
B. Penyimpanan Energi Listrik
Energi listrik dapat disimpan dam bentuk medan elektrosatik ataupun dalam
bentuk energi medan induksi. Penyimpanan energi listrik dapat dilakukan di
dalam kapasitor, dimana energi berbentuk medan elektrostatika, atau di
dalam medan magnet yang dibentuk oleh aliran elektron melalui induktor
besar seperti elektromagnet. Kapasitor (dahulu dikenal sebagai kondensator)
adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Jadi digunakan sebagai alat penyimpan pada rangkaian listrik dc dan
sejumlah besar kapasitor juga dipakai untuk menyimpan daya untuk
memperbaiki ketinggalan (lagging) faktor daya dari suatu sistem ac. Juga
digunakan jika dikehendaki aliran tiba-tiba arus dc dalam jumlah besar,
Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

120

misalnya pada beberapa eksperimen fusi. Energi listrik yang disimpan dalam
kapasitor.
E

Cv 2
2

(11)

dimana C adalah kapasistansi unit, dalam farad, dan v adalah tegangan


akhir yang melewati kapasitor. Sistem penyimpanan kapasitor mempunyai
keuntungan, cepat dalam pengisian dan pengambilan tanpa banyak
mempengaruhi sistem. Untuk mengubah nilai kapasitas kapasitor C dapat
digunakan rumus :
C ( K o A) / d KC o

(12)

dimana A adalah luas keping, dan K merupakan tetapan dielektrik bahan


yang disisipkan di antara keping kapasitor (K = 1 untuk bahan udara dan
dielektrik).
Elektromagnet pada dasarnya menyimpan energi di dalam medan magnet
yang dibentuk oleh aliran elektron atau arus melalui koil. Jumlah energi yang
disimpan di dalam medan magnet ialah :
E

Li 2
2

(13)

dimana L adalah induktansi koil dalam henry dan i adalah arus di dalam
koil dalam ampere. Sistem ini tidak biasa digunakan sebagai alat penyimpan
energi karena memerlukan aliran arus melalui koil untuk menjaga medan
magnet induksi. Meskipun demikian, penggunaan elktromagnet superkonduksi sebagai alat yang mungkin untuk menyimpan energi, ternyata
cukup diminati. Pada sistem ini, medan magnet dibentuk dengan melewatkan
arus yang tepat pada suatu koil super-konduktor dan koil ini kemudian
dihubung singkat, sehingga terjadi sirkuit dalam superkonduktor. Karena
superkonduktor sama sekali tidak memiliki tahanan listrik, arus akan terus
menerus mengalir hingga energinya diperlukan.
C. Penyimpanan Energi Nuklir
Energi nuklir, seperti juga energi kimia, hanya terdapat dalam bentuk energi
yang tersimpan. Energi nuklir mempunyai harga energi spesifik tersimpan
yang terbesar dibanding dengan bentuk energi tersimpan yang lain. Satu
kilogram uranium-235 mempunyai energi spesifik teoretis sebesar 7 x 10 10
kJ/kg dalam proses fisi dan 0,6 kg H-3 yang bereaksi dengan 0,4 H-2
menimbulkan energi tersimpan spesifik teoretis 3 x 10 11 kJ/kg dalam reaksi
fusi. Radioisotop juga merupakan sumber energi nuklir tersimpan, tetapi
mempunyai harga yang jauh lebih rendah, seperti ditunjukkan dalam Tabel
2.
Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

121

Energi nuklir tersimpan dapat diproduksi dengan membangkitkan


radioisotop seperti polonium-210 atau kobalt-60 dari isotop stabil, bismuth209 dan kobalt-59 dalam reaktor nuklir atau akselerator partikel. Pembuatan
isotop yang bisa berfisi, uranium-233 dan plutonium-239 juga dibuat dalam
reaktor nuklir dari isotop kaya, thorium-232 dan uranium-239. Jika isotopisotop dibangkitkan dalam reaktor pembiak (breeder), suatu kelebihan
bahan bakar akan terbentuk karena reaktor ini memproduksi bahan bakar
lebih banyak dari pada yang dibutuhkan.
Sistem penyimpanan energi nuklir yang lain ialah suatu sistem yang
sebetulnya menyimpan energi panas, tetapi menggunakan energi nuklir
sebagai sumber energinya. Dalam sistem ini, suatu bom termonuklir (fusi)
diledakkan di dalam endapan garam yang besar di dalam tanah. Energi
panas yang dihasilkan digunakan untuk memproduksi uap tekanan tinggi
yang digunakan untuk menjalankan sistem turbin-generator konvensional.
Tabel 2. Penyimpanan energi spesifik untuk bermacam material
dan sistem (kJ/kg)

D. Penyimpanan Energi Panas


Sistem peyimpanan energi panas pada dasarnya menggunakan tiga modus
dasar penyimpanan energin panas, yaitu penyimpanan panas sensibel,
penyimpanan panas laten, dan penyimpanan panas quasi-laten. Sistem yang
terakhir ini bukan merupakan sistem penyimpanan panas murni karena juga
menggunakan reaksi kimia.
Dalam sistem penyimpanan panas sensibel, secara sederhana panas
disimpan dengan cara menaikkan temperatur suhu benda padat atau cair.
Jika panas spesifik benda tersebut konstan, maka panas yang disimpan
dalam benda tersebut jumlahnya berbanding langsung dengan kenaikan
temperatur.
Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

122

Penyimpanan energi panas sebagai panas laten terjadi ketika material


mengalami perubahan fasa, biasaya dari keadaan padat ke cair. Perubahan
fasa seperti itu diikuti dengan penyerapan (pengisian) atau pelepasan
(pengeluaran) energi panas yang relatif berjumlah besar. Sistem
penyimpanan laten mempunyai kerapatan energi yang rata-rata lebih besar
dibanding dengan sistem penyimpanan energi panas sensibel.
Sistem penyimpanan energi panas quasi-laten beroperasi dengan cara yang
sama dan tidak bisa dibedakan dengan sistem penyimpanan panas laten.
Dalam sistem ini energi panas diubah menjadi energi kimia dalam rekasi
dapat balik endotermis pada temperatur konstan. Untuk membalik proses,
konstanta keseimbangan diubah dengan mengubah konsetrasi atau tekanan
pereaksi dan/atau dengan mengubah temperatur. Dalam hal terakhir ini,
sistem bereaksi sebagai suatu sistem penyimpanan energi panas sensibel
dengan panas spesifik yang tinggi.
Sistem penyimpanan energi panas mempunyai bermacam bentuk, mulai dari
sistem yang relatif sederhana, dimana air atau udara dipompa lewat sistem
penyimpan, sampai sistem yang sangat kompleks, dimana energi panas
diubah menjadi energi kimia dalam suatu reaksi endotermis yang
berlangsung pada temperatur konstan. Untuk membalikkan energi yang
ditambahkan atau dibuang dalam jumlah maksimum, perlu diperhatikan batas
temperatur kerja, kecocokan material dan korosi, resiko terhadap
pencemaran lingkungan dan faktor ekonomi sistem. Dalam sistem panas
laten dua fasa, masalah meleleh, ekspansi, memadat, kestabilan panas dan
wadah untuk media menyimpan, harus diperhitungkan.
Dua hal yang sangat penting yang mempengaruhi desain sistem
penyimpanan ialah kerugian panas dan kerapatan energi tersimpan terpadu.
Jumlah kerugian panas tergantung dari luas permukaan penyimpan dan
baiknya isolasi panas yang dipakai di sekeliling wadah penyimpan. Kerapatan
energi terpadu ialah energi tersimpan per satuan volume dan biasanya
diberikan dalam Btu per feet kubik atau joule per meter kubik dalam bentuk
kerapatan energi tersimpan yang terpadu.
Sistem penyimpanan energi panas bisa diklasifikasikan sebagai sistem
temperatur rendah beroperasi di bawah 150 C (300 C) dan biasanya
merupakan penyimpanan panas sensibel dalam air, batu dan terak besi atau
penyimpanan panas laten dalam es, garam glauber (Na 2SO4 . 10H2O), lilin
parafin, asam lemak.
Beberapa material panas laten ini mengalami
penurunan mutu setelah dipakai-ulang beberapa kali dan dibutuhkan
pengembangan lebih lanjut sebelum dipakai di masyarakat luas.
Salah satu pemakaian sistem seperti di atas untuk pemanasan-pendinginan
rumah ialah yang disebut ACES (annual cyclic energy storage). Sistem ini
menggunakan pompa-panas air ke air dan menyerat panas dari tandon air
dimusim digin, dan membekukannya. Pada musim panas, es dicairkan untuk
Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

123

memberikan pendinginan. Beberapa material yag dapat dipakai untuk sistem


penyimpanan energi panas ditunjukkan dalam Tabel 3.
Tabel 3. Material-material untuk penyimpanan energi panas

Penyimpanan Energi
Dasar Konversi Energi

124