Anda di halaman 1dari 24

TUGAS RESUME KELOMPOK

AKUNTANSI DERIVATIF DAN HEDGING

Di susun oleh :
Kelompok 2
FAHMI FIRMANSYAH
ALI RIZA
NUR AYU NUSANTARA
MUTIA AULIYAH

(15919039)
(15919041)
(15919042)
(15919060)

UNIVERSUTAS ISLAM INDONESIA


JURUSAN AKUNTANSI
2017

A. AKUNTANSI DERIVATIF DAN LINDUNG NILAI


Derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang
nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut
" produk turunan"(underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan
secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan
uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang
menjadi acuan pokok.
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan
dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka
miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar
valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya
(underlying).
Instrumen derivatif mempunyai tiga karakteristik berikut ini:
1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah ditentukan(sering
disebut dengan variabel yang mendasari/underlying, antara lain suku bunga, harga
instrumen keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks harga atau
indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lainnya. Untuk
variabel non-keuangan, variabel tersebut tidak berkaitan dengan pihak-pihak dalam
kontrak.
2. Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal neto dalam
jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk kontrak
serupa lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak yang serupa sebagai akibat
perubahan faktor pasar; dan
3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa mendatang.
Ketiga karakteristik tersebut bersifat kumulatif. Dengan kata lain, kalau ketiga
karakteristik tersebut tidak terpenuhi, maka suatu instrumen keuangan tidak dapat dikatakan
sebagai suatu produk atau instrumen derivatif.
Berdasarkan sifatnya derevatif dikelompokkan menjadi dua bagian(Madura: 2006) yaitu;
Derevatif Komoditas merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada barang-barang
komoditi, seperti produk hasil pertanian, perkebunan, perikanan (soft commodities)dan
hasil pertambangan, emas dll. (hard commodities).

Derevatif Keuangan merupakan kontrak derevatif yang terjadi pada instumen keuangan,
seperti mata uang, saham, indeks gabungan, tingkat bungan jangka pendek, surat
pembendaharaan negara dan obligasi.

1. INSTRUMENT DERIVATIF
a. Forward Contract, Menurut Siahaan (2008) definisi dari forward contract atau
kontrak penyerahan kemudian adalah perjanjian antara dua pihak, dimana satu
pihak diwajibkan menyerahkan sejumlah asset tertentu pada tanggal tertentu yang
akan datang dan pihak lainnya wajib membayar sesuai dengan jumlah tertentu yang
dikenakan atas asset pada tanggal penyerahan. Sebagai kesepakatan pribadi antara
dua pihak,forward contract diatur secara khusus untuk memenuhi kebutuhan
masing-masing pihak, oleh karena itu sifatnya disebut private (bergantung pada
pribadi kedua belah pihak). Tujuan dari kontrak ini adalah untuk melindungi kedua
belah pihak dari fluktuasi nilai asset yang mungkin terjadi selama kurun waktu
tertentu, yaitu sejak kontrak ditandatangani hingga penyerahan atau pembayaran
yang dilakukan.
b. Future Contract, Menurut Hull (2006) kontrak berjangka merupakan perjanjian
atau kesepakatan untuk membeli atau menjual asset tertentu pada saat tententu
dengan atau pada harga tertentu dalam kurun waktu tertentu di masa yang akan
datang. Hal ini senada dengan definisi menurut Eiteman, dkk (2010) Kontrak
future adalah sebuah alternatif dari kontrak forward yang menuntut penyerahan
suatu jumlah faluta asing standar di masa depan dengan waktu, tempat, dan harga
yang sudah ditentukan. Future contract berbeda dengan forward contract dimana
future contractbentuknya sudah standard (sudah dibuat baku), telah disekuritisasi
dan diperdagangkan di pasar tententu, di tengah-tengah masyarakat. Kontrak tidak
dilakukan secara pribadi oleh dua pihak, tetapi dilakukan melalui bursa yang
terorganisir.
c. Kontrak Opsi, dasarnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu calls sebagai hak
beli dan puts sebagai hak jual. Pembeli calls atau pemilik calls memiliki hak
membeli asset tertentu pada harga tertentu dan tanggal tertentu di masa yang akan
datang. Sebaiknya pembeli put atau pemilik put memiliki hak menjual asset
tertentu pada harga tertentu dan pada tanggal tertentu di masa yang akan datang.
Harga dalam kontrak disebut strike price atau exercise price, dan tanggal pada
kontrak disebut maturity date. Gaya opsi ini ada dua, gaya Eropa dan gaya
Amerika. Opsi eropa dapat diexercise hanya persis pada tanggal jatuh tempo saja,

sedangkan opsi Amerika dapat diexercise kapan saja sepanjang hidup opsi atau
selama opsi belum jatuh tempo maupun persis pada tanggal jatuh tempo.
d. Swaps Contract, Merupakan kesepakatan antara dua pihak atau perusahaan untuk
saling mempertahankan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu)
yang akan datang. Kesepakatan ini ditentukan secara spesifik tanggal pembayaran
tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan saling dipertukarkan
(dibayarkan masing-masing pihak). Biasanya di dalam perhitungan telah
dipertimbangkan nilai yang akan datang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan
variabel-variabel lainnya yang relevan.
2. LINDUNG NILAI (HEDGING)
Lindung Nilai (Hedging) adalah teknik manajemen risiko dengan menggunakan
derivatif atau instrumen hedging lainnya untuk mengkompensasi (offset) perubahan
nilai wajar atau perubahan arus kas terkait asset, kewajiban, dan transaksi-transaksi di
masa depan. IAS 39 mencakup prinsip-prinsip akuntansi khusus untuk aktivitas
hedging. Apabila kondisi-kondisi tertentu terpenuhi, entitas diperbolehkan untuk
menyimpang dari ketentuan-ketentuan akuntansi yang lazim dan menerapkan hedge
accounting untuk asset dan kewajiban yang terkait dengan aktivitas hedging. Ketentuan
perlakuan akuntansi mengenai hedging bersifat opsional; entitas tidak diharuskan untuk
menerapkannya. Pengaruh hedge accounting adalah, keuntungan atau kerugian atas
instrumen hedgingdan item-item yang dilindunginya diakui dalam periode yang sama;
keuntungan dan kerugian ditandingkan dalam periode yang sama.
Terdapat dua unsur dalam aktivitas hedging :
a. Instrumen hedging, mencakup derivatif, asset keuangan non-derivatif, atau
kewajiban keuangan non-derivatif. Semua kontrak derivatif dengan pihak eksternal
bisa digunakan sebagai instrumen hedging, kecuali untuk sebagian written options.
Asset dan kewajiban non-derivatif hanya bisa digunakan sebagai instrumen hedging
atas risiko mata uang asing. Untuk menjadi instrumen hedging, nilai wajar instrumen
hedging atau arus kas yang diakibatkannya harus mengkompensasi perubahan nilai
wajar atau arus kas asset, kewajiban, atau transaksi yang dilindunginya. Untuk
tujuan hedging, hanya instrumen yang terkait dengan pihak eksternal saja yang boleh
digunakan sebagai instrumen hedging.
b. Item yang dilindungi, (hedged item) mencakup asset, kewajiban, komitmen
perusahaan, transaksi yang akan terjadi di masa depan, atau investasi netto dalam
operasi luar negeri. Untuk menjadi item yang dilindungi, suatu item harus berisiko
bagi perusahaan, nilai wajar atau arus kas yang diakibatkannya di masa depan
mungkin berubah dan mempengaruhi laba perusahaan.
IAS 39 mengidentifikasi tiga jenis hedging :
4

1. Fair value hedges, atau lindung nilai wajar.


2. Cash flow hedges, atau lindung arus kas.
3. Lindung investasi netto dalam operasi luar negeri.

4. PERLAKUAN AKUNTANSI
Hedge accounting mengaitkan perlakuan akuntansi untuk (1) instrumen hedging dengan
(2) item yang dilindunginya sehingga kompensasi (offsetting) perubahan nilai wajar
atau arus kas dapat diakui dalam laporan keuangan pada periode yang sama. Secara
umum, perlakuan akuntansi untuk aktivitas hedging dapat dikelopokkan menjadi dua
kategori perlakuan:
a. Perubahan nilai wajar item yang dilindungi diakui pada periode sekarang sebagai
penyeimbang (offsetting) pengakuan perubahan nilai wajar instrumen hedging-nya
(perlakuan akuntansi lindung nilai wajar).
b. Pengakuan nilai wajar instrumen hedging ditangguhkan (deferred) sebagai unsur
terpisah dalam ekuitas dan diperhitungkan dalam laba/rugi ketika item yang
dilindunginya mempengaruhi laba/rugi (perlakuan akuntansi lindung arus kas dan
investasi netto dalam operasi luar negeri).
5. KRITERIA HEDGE ACCOUNTING
Hedge accounting bersifat opsional; suatu entitas boleh saja menangguhkan atau
mempercepat pengakuan keuntungan atau kerugian berdasarkan ketentuan akuntansi
mana yang digunakannya. Untuk menghindari penyalahgunaan, IAS 39 membatasi
penggunaan hedge accounting.Hedge accounting boleh diterapkan apabila kondisikondisi khusus berikut ini terpenuhi:
a. Instrumen hedging dan item yang dilindunginya harus dinyatakan secara jelas dalam
dokumentasi formal, dilengkapi dengan tujuan dan strategi manajemen risiko yang
melandasi aktivitas hedging.
b. Hubungan antara instrumen hedging dengan item yang dilindunginya efektif.
1) Aktivitas hedging diharapkan akan sangat efektif dalam menyeimbangkan
(offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas terkait risiko yang dilindunginya
(efektivitas prospektif).
2) Efektivitas hedging dapat diukur secara andal (reliable).
3) Efektivitas hedging dievaluasi secara berkelanjutan untuk semua periode
pelaporan yang tercakup dalam rentang waktu ditetapkannya hedging.
c. Untuk lindung arus kas atas transaksi di masa depan, kemungkinan terjadinya
transaksi yang dilindungi harus sangat tinggi dan transaksi itu harus berisiko, rentan
terhadap variasi arus kas yang akan mempengaruhi laba/rugi perusahaan.
5

Dokumentasi hedging harus mengidentifikasi hal-hal berikut:

Instrumen hedging yang digunakan

Item yang dilindungi

Risiko apa yang dilindungi

Bagaimana entitas mengevaluasi efektivitas hedging

Dalam situasi apa perusahaan ingin menerapkan hege accounting?


Entitas akan menggunakan hedge acounting untuk menghindari kesalahan penandingan
(mismatching) dalam pengakuan keuntungan atau kerugian terkait transaksi. Apabila
perusahaan menggunakan derivatif (atau instrumen lainnya), yang diukur dengan nilai
wajar, untuk melindungi suatu asset atau kewajiban, yang diukur dengan basis cost atau
amortized cost atau tidak diakui sama sekali, perlakuan akuntansi dengan basis
pengukuran yang berbeda untuk instrumen hedging dan item yang dilindunginya
semacam ini tidak akan mencerminkan posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas
sebagaimana mestinya. Ketentuan akuntansi yang lain umumnya memasukkan perubahan
nilai wajar derivatif dalam laporan laba-rugi, tetapi tidak memasukkan perubahan nilai
wajar item yang dilindunginya. Ketika suatu entitas menggunakan derivatif (atau
instrumen lainnya), yang diukur dengan nilai wajar, untuk melindungi transaksi di masa
depan, entitas itu mungkin lebih memilih untuk menangguhkan pengakuannya atas
perubahan nilai wajar derivatif itu hingga transaksi yang dilindunginya mempengaruhi
laba/rugi.
B. AKUNTANSI LINDUNG ARUS KAS (CASHFLOW HEDGE ACCOUNTING)DEFINISI, PERLAKUAN AKUNTANSI, DAN ILUSTRASI.
Menurut Epstein & Jermakowicz (2008), cash flow hedges adalah perlindungan, dengan
menggunakan instrumen derivatif atau instrumen keuangan lainnya, dari risiko variabilitas
arus kas terkait dengan diakuinya asset/kewajiban (misalnya, pembayaran bunga atas
pinjaman dengan suku bunga variabel) atau ramalan akan terjadinya suatu transaksi
(misalnya, penjualan atau pembelian yang akan dilakukan) di masa mendatang, di mana
variabilitas arus kas itu diperkirakan akan mempengaruhi laba atau rugi yang dilaporkan.
Untuk memperjelas prosedur akuntansi perlindungan arus kas, ilustrasi berikut diadaptasi
dari Beams, et. al. (2006: 426427).
Pada tanggal 1 Januari 2006, Jacobs Company meminjam uang sebesar $200,000
dari State Bank. Pinjaman itu berjangka waktu tiga tahun dengan suku bunga
variabel dan harus dibayar tahunan. Suku bunga untuk tahun pertama ditetapkan
9%. Suku bunga untuk tahun-tahun selanjutnya didasarkan kepada suku bunga
LIBOR + 2%, ditetapkan setiap akhir tahun untuk dibayarkan pada tahun
berikutnya.

Karena Jacobs Company tidak ingin menanggung risiko kenaikan suku bunga di
masa mendatang, perusahaan itu memutuskan untuk melindungi diri (hedging)
dari risiko tersebut.
Pada tanggal 1 Januari 2006, Jacobs mengikatkan diri dalam kesepakatan payfixed, receive variable interest rate swap dengan Watson untuk dua
pembayaran bunga terakhir. Jacobs sepakat untuk membayar suku bunga yang
ditetapkan 9% kepada Watson dan sebaliknya akan menerima LIBOR + 2%.
Transaksinya

akan

diselesaikan

secara

netto.

Notional

amount,

dasar

penghitungan bunga dalam kontrak swap ini, disepakati sebesar $200,000. Jacobs
akan membayar selisih bunga variabel dengan bunga tetap kepada Watson atau
sebaliknya, tergantung kepada bunga yang mana yang lebih tinggi.
1 Januari 2006
Jacobs Company membuat ayat jurnal berikut untuk mencatat penerimaan kas
dan timbulnya kewajiban kepada State Bank.

31 Desember 2006
Jacobs Company membayar bunga pinjaman sebesar $18,000 [9%*$200,000] dan
membuat ayat jurnal berikut untuk mencatat transaksi tersebut.

Suku bunga LIBOR berada pada level 6.5%. Ini berarti, pada tanggal 31
Desember 2007, satu tahun yang akan datang, Jacobs Company harus membayar
bunga sebesar $17,000 [(6.5%+2%)*$200,000].
Karena Jacobs telah terikat kontrak swap dengan Watson, ini juga berarti, pada
tanggal 31 Desember 2006 ini, Jacobs sudah tahu bahwa dia harus membayar
kepada Watson sebesar $1,000 [(9%-8.5%)*$200,000] satu tahun yang akan
datang.
Ketentuan perlakuan akuntansi untuk cash flow hedges mengharuskan
ditentukannya nilai wajar derivatif yang digunakan sebagai instrumen hedge pada
setiap akhir periode.

Jika Jacobs berasumsi bahwa suku bunga akan stabil dalam dua tahun ke depan,
nilai wajar swap dapat dihitung sebagai berikut:
Nilai sekarang (31 Desember 2006) pembayaran $1,000 yang akan dilakukan
pada tanggal 31 Desember 2007:
$1,000/(1+8.5%) = $922
Nilai sekarang (31 Desember 2006) pembayaran $1,000 yang akan dilakukan
pada tanggal 31 Desember 2008:
$1,000/(1+8.5%)2 = $848
sehingga estimasi total nilai sekarang swap pada saat ini (31 Desember 2006)
adalah:
$922+$848 = $1,770
Ayat jurnal untuk mencatat nilai wajar tersebut adalah sebagai berikut:

Akun interest rate swap merupakan akun kewajiban sedangkan akun laba
komprehensif (comprehensive income) termasuk kategori ekuitas. Saldo debit
berarti akun laba komprehensif tersebut berpengaruh mengurangi ekuitas.
31 Desember 2007
Berdasarkan suku bunga LIBOR tahun sebelumnya, Jacobs membayar bunga
sebesar $17,000 kepada State Bank dan $1,000 penyelesaian kontrak swap
kepada Watson.

Suku bunga LIBOR tanggal 31 Desember 2007 berada pada level 7.25%,
sehingga LIBOR+2% = 9.25%. Ini berarti, pada tanggal 31 Desember 2008, satu
tahun dari sekarang, Jacobs Company harus membayar bunga sebesar $18,500
[(7.25%+2%)*$200,000].
Karena suku bunga variabel (9.25%) lebih tinggi dari bunga tetap yang disepakati
dalam kontrak swap (9%), Watson akan menanggung kelebihannya dan
membayarkan kepada Jacobs pada tanggal 31 Desember 2008.
Jumlah yang akan dibayarkan adalah $500 [(9.25%-9%)*$200,000]. Jumlah ini
juga digunakan untuk menghitung nilai sekarang swap per 31 Desember 2007,
$500/(1+9.25%) = $458. Karena jumlah $500 ini akan diterima, maka nilai
wajarnya (nilai sekarang swap) saat ini dilaporkan sebagai asset:

Dengan jurnal di atas, akun laba komprehensif akan bersaldo kredit $458,
berpengaruh menambah ekuitas.

31 Desember 2008
Jacobs membayar bunga kepada State Bank berdasarkan suku bunga LIBOR
tahun sebelumnya dan menerima pembayaran dari Watson. Ayat jurnal untuk
mencatat dua transaksi tersebut adalah:

Sebagaimana terlihat dari jurnal di atas, kontrak swap dengan Watson


mengakibatkan pembayaran bunga yang dilakukan oleh Jacobs tetap, yaitu
$18,000 (9%), meskipun suku bunga LIBOR berfluktuasi. Inilah memang yang
menjadi tujuan Jacobs melakukan hedge dengan instrumen kontrak swap
(derivatif).
Dengan berakhirnya periode swap, Jacobs menutup akun-akunnya terkait kontrak
tersebut dengan ayat jurnal sebagai berikut:

Akhirnya, Jacobs melunasi pokok pinjamannya kepada State Bank dan


mencatatnya sebagai berikut:

C. AKUNTANSI LINDUNG ARUS KAS-ILUSTRASI UNTUK INSTRUMEN OPTION


Option, diterjemahkan opsi, adalah kontrak antara penjual (penerbit opsi) dengan pembeli
(pemegang opsi); dalam kontrak itu pemegang opsi berhak, tetapi tidak wajib, untuk
membeli atau menjual asset tertentu dengan harga tertentu yang disepakati sepanjang masa
berlaku sampai dengan tanggal berakhirnya kontrak opsi.[i] Sebagai imbalan atas
diberikannya opsi, penerbit opsi menerima pembayaran dari pemegang opsi, yang
merupakan harga atau premi dari hak yang diperoleh pemegang opsi.
Terdapat dua jenis opsi. Opsi beli, lebih dikenal sebagai call options, memberikan hak
kepada pemegang opsi untuk membeli asset tertentu dengan harga yang disepakati. Opsi
jual, atau yang lebih dikenal dengan put options, memberikan hak kepada pemegang opsi
untuk menjual asset tertentu dengan harga yang disepakati.
Asset yang diperjualbelikan melalui kontrak opsi bisa berupa asset tidak bergerak
(property), sekuritas/efek (saham atau obligasi), atau instrumen derivatif lainnya (misalnya,
kontrak berjangka). Perusahaan biasanya membeli opsi dalam rangka manajemen risiko,
terutama risiko harga.
10

Sebagai contoh, perusahaan membeli opsi untuk membeli bahan bakar dengan
harga tertentu. Harga opsinya sendiri Rp5.000.000. Dengan opsi itu, perusahaan
berhak untuk membeli 100.000 liter bahan bakar dengan harga Rp5.000 per liter.
Jika pada saat akan membeli bahan bakar harga pasar bahan bakar Rp5.500 per
liter, perusahaan akan melaksanakan opsi belinya sehingga dapat memperoleh
bahan bakar dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Total kos untuk
memperoleh bahan bakar melalui opsi beli itu adalah Rp505.000.000
[Rp5.000.000 + (100.000 Rp5.000)].
Sebaliknya, jika harga pasar bahan bakar Rp4.500 per liter, perusahaan akan
membiarkan opsi itu hangus (expired) karena harga pasar lebih rendah. Dengan
tidak melaksanakan opsi, total kos yang harus ditanggung perusahaan adalah
Rp455.000.000 [Rp5.000.000 + (100.000 Rp4.500)]. Ingat, terlepas dari
dilaksanakan atau tidaknya suatu opsi, perusahaan tetap harus membeli harga
(premi) dari opsi itu sendiri.
Perlakuan Akuntansi Untuk Lindung Arus Kas Dengan Menggunakan Opsi
Secara akuntansi, kontrak opsi bahan bakar merupakan lindung arus kas (cash
flow hedge) karena kontrak itu dimaksudkan untuk melindungi perusahaan dari
perubahan harga terkait transaksi pembelian bahan bakar yang diperkirakan akan
dilakukan di masa mendatang.
Karena pembelian bahan bakar akan terjadi di masa mendatang sementara
perusahaan membeli kontrak opsi saat ini, maka harga kontrak opsi mula-mula
harus dicatat sebagai asset. Sebagai ilustrasi, perusahaan menandatangani kontrak
opsi tanggal 15 Januari 2009 seharga Rp5.000.000 untuk 100.000 liter bahan
bakar. Harga per liter bahan bakar yang ditetapkan dalam kontrak itu Rp5.000
dan akan berakhir tanggal 31 Mei 2009. Asumsikan, opsi yang dibeli perusahaan
kali ini adalah opsi gaya Eropa yang hanya membolehkan pemegangnya untuk
melaksanakan opsinya pada tanggal berakhirnya kontrak.
Transaksi pembelian opsi di atas akan tercermin dalam catatan pembukuan
perusahaan sebagai berikut:

Perusahaan menyusun laporan kuartal I per 31 Maret 2009. Asumsikan, harga


pasar bahan bakar per 31 Maret 2009 adalah Rp6.250. Seandainya perusahaan
dapat melaksanakan opsinya saat ini, 31 Maret 2009, penghematannya adalah
Rp1.250 per liter, atau total Rp125.000.000. Dengan kata lain, perusahaan akan

11

menerima Rp125.000.000 jika opsi dilaksanakan saat ini dan diselesaikan secara
netto.
Akan tetapi, kenyataannya pelaksanaan opsi baru akan terjadi tanggal 31 Mei
2009, dua bulan lagi. Untuk tujuan penyusunan laporan keuangan interim, nilai
wajar opsi pada tanggal 31 Maret harus diestimasi dengan cara menghitung nilai
sekarang penerimaan opsi. Jika suku bunga diskonto diasumsikan 6% per tahun,
atau 0,5% per bulan, nilai sekarang dihitung sebagai berikut:
Rp125.000.000 (1 + 0,5%)2 = Rp123.759.000 (dibulatkan)
Akun opsi kontrak bahan bakar telah bersaldo debit Rp5.000.000, sehingga untuk
melaporkan nilai wajarnya pada tanggal 31 Maret penyesuaian dilakukan dengan
menambah (men-debit) Rp118.759.000.
Tujuan kontrak opsi dalam ilustrasi ini adalah untuk mengendalikan harga yang
harus dibayar oleh perusahaan ketika membeli bahan bakar, sehingga kenaikan
nilai wajar opsi harus dicatat sebagai laba dalam periode ketika bahan bakarnya
digunakan. Dalam penyesuaian interim, keuntungan yang belum direalisasikan
tersebut ditangguhkan pengakuannya (deferred) dengan memasukkannya sebagai
salah satu unsur laba komprehensif. Laba komprehensif dilaporkan di neraca
dalam kelompok ekuitas.
Dengan demikian, ayat jurnal penyesuaian per 31 Maret 2009 adalah sebagai
berikut:

Jika pada tanggal 31 Mei 2009 harga bahan bakar Rp6.500 per liter dan opsi akan
diselesaikan secara netto, maka penerbit opsi harus membayar Rp1.500 per galon,
total Rp150.000.000 kepada perusahaan.
Pada saat perusahaan membeli bahan bakar dan menerima pembayaran dari
penerbit opsi, ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Perhatikan, keuntungan kontrak masih belum diakui pada saat ini, 31 Mei 2009,
karena bahan bakarnya belum digunakan.
Ketika bahan bakar digunakan, keuntungan atas kontrak akan diakui sebagai
pengurang kos barang terjual (harga pokok penjualan cost of goods sold). Jika

12

semua bahan bakar baru digunakan pada tanggal 15 Juni 2009, perusahaan akan
membuat ayat jurnal berikut:

Opsi yang dapat dilaksanakan di sepanjang masa berlaku sampai dengan akhir masa kontrak
dikenal sebagai opsi gaya Amerika. Selain opsi gaya Amerika, dikenal juga opsi gaya Eropa
yang hanya memberikan hak untuk melaksanakan opsi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal
berakhirnya kontrak, atau tanggal pelaksanaan opsi.
D. AKUNTANSI LINDUNG NILAI WAJAR (FAIR VALUE HEDGE)- DEFINISI,
PERLAKUAN AKUNTANSI DAN ILUSTRASI
Menurut Epstein & Jermakowicz (2008),,fair value hedges, atau perlindungan nilai
wajar, adalah penggunaan instrumen derivatif atau instrumen keuangan lainnya untuk
melindungi perusahaan dari risiko terkait perubahan nilai wajar (fair value) asset atau
kewajiban yang diperkirakan akan mempengaruhi laba yang dilaporkan oleh perusahaan
yang bersangkutan. Baik item-item asset/kewajiban yang dilindungi maupun derivatif yang
digunakan sebagai instrumen hedging atas asset/kewajiban itu harus dinyatakan kembali
dengan nilai wajar yang berlaku pada akhir periode. Untung (gains) atau rugi (losses) atas
item-item itu harus segera diakui dalam laba/rugi periode, tidak ditangguhkan.
Untuk memperjelas definisi dan perlakuan akuntansi sebagaimana disebutkan di atas, kita
akan memodifikasi ilustrasi Jacobs dan Watson.
Pada tanggal 1 Januari 2006, Jacobs Company meminjam uang sebesar $200,000
dari State Bank. Pinjaman itu berjangka waktu tiga tahun dengan suku bunga
tetap 9%, yang harus dibayar tahunan.
Untuk mengantisipasi penurunan suku bunga di pasar kredit, pada tanggal 1
Januari 2006, Jacobs mengikatkan diri dalam kesepakatan pay-fixed, receive
variable interest rate swap dengan Watson untuk dua pembayaran bunga
terakhir. Dengan hedging ini, Jacobs ingin menukarkan suku bunga tetap-nya
dengan suku bunga variabel. Pada tanggal kesepakatan kontrak, 1 Januari 2006,
suku bunga (kurs) LIBOR yang berlaku adalah 7%.
Transaksinya akan diselesaikan secara netto

Notional amount, dasar

penghitungan bunga dalam kontrak swap ini, disepakati sebesar $200,000,


sedangkan formula suku bunga variabel disepakati pada kurs LIBOR + 2%.

1 Januari 2006
13

Jacobs Company membuat ayat jurnal berikut untuk mencatat penerimaan kas
dan timbulnya kewajiban kepada State Bank.

31 Desember 2006
Jacobs Company membayar bunga pinjaman sebesar $18,000
[9%*$200,000] dan membuat ayat jurnal berikut untuk mencatat
transaksi tersebut.

Jumlah bunga yang sama akan dibayarkan oleh Jacobs kepada State Bank setiap
akhir tahun, karena suku bunga yang dibebankan oleh State Bank adalah suku
bunga tetap 9%.
Perlakuan akuntansi untuk fair value hedges mengharuskan pinjaman Jacobs
kepada State Bank serta kontrak swap yang digunakan sebagai instrumen hedging
dilaporkan (dinyatakan kembali) dengan nilai wajar (fair vaue) pada tanggal
neraca.
Suku bunga (kurs) LIBOR yang berlaku saat ini, 31 Desember 2006, adalah
6.5%. Dengan adanya kontrak swap, ini berarti, pada tanggal 31 Desember 2007,
satu tahun yang akan datang, Jacobs Company akan menerima pembayaran dari
Watson sebesar $1,000 [(9%-8.5%)*$200,000].
Jumlah $1,000 tersebut serta suku bunga variabel 8.5% (kurs LIBOR 6,5% +
2%), digunakan sebagai dasar penghitungan nilai wajar kontrak swap sebagai
berikut:
Nilai sekarang (31 Desember 2006) dari $1,000 yang akan diterima pada tanggal
31 Desember 2007:
$1,000/(1+8.5%) = $922
Nilai sekarang (31 Desember 2006) dari $1,000 yang akan diterima pada tanggal
31 Desember 2008:

14

$1,000/(1+8.5%)2 = $848
sehingga estimasi total nilai sekarang swap pada saat ini (31 Desember 2006)
adalah:
$922+$848 = $1,770
Ayat jurnal untuk mencatat nilai wajar kontrak swap dan kewajiban per 31
Desember 2006 adalah sebagai berikut:

Akun interest rate swap dikelompokkan sebagai asset karena mencerminkan


jumlah yang akan diterima di masa mendatang. Pinjaman kepada State Bank juga
dinyatakan kembali untuk menyesuaikan dengan nilai wajarnya pada saat ini, 31
Desember 2006.
31 Desember 2007
Dengan suku bunga tetap (flat) 9%, Jacobs membayar bunga tahunan $18,000
kepada State Bank.

Jacobs menerima pembayaran dari Watson karena suku bunga (kurs) LIBOR
tahun sebelumnya lebih rendah dari 9%.

Perhatikan, beban bunga yang diakui (dilaporkan dalam laporan laba rugi) untuk
tahun 2007 menjadi sebesar $17,000 [$18,000 - $1,000], meskipun Jacobs
membayar $18,000 kepada State Bank.
Kurs LIBOR yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2007 berada pada level
7.25%, sehingga LIBOR+2% = 9.25%, lebih tinggi dari bunga tetap yang
disepakati dalam kontrak swap 9%. Ini berarti, pada tanggal 31 Desember 2008,

15

satu tahun dari sekarang, Jacobs Company harus membayar $500 [(9.25% 9%)*$200,000] kepada Watson.
Jumlah $500 tersebut serta suku bunga variabel 9.25% digunakan untuk
menghitung nilai sekarang swap per 31 Desember 2007, $500/(1+9.25%) = $458.
Karena jumlah $500 ini akan dibayarkan, maka nilai wajarnya (nilai sekarang
swap) saat ini dilaporkan sebagai kewajiban:

Akun swap yang dilaporkan pada tahun sebelumnya dihapus dan disesuaikan
untuk mencerminkan keadaan tanggal 31 Desember 2007. Perhatikan, nilai wajar
pinjaman berkurang, dilaporkan sebesar $199,542 di neraca dengan adanya
kenaikan suku bunga di pasar.

31 Desember 2008
Ayat jurnal berikut mencerminkan pembayaran bunga tetap
kepada State Bank serta pembayaran $500 terkait kontrak swap
dengan Watson.

Dengan berakhirnya kontrak swap, akun swap dihapuskan dari pembukun Jacobs
Company. Pinjaman dinyatakan kembali dalam nilai wajar tanggal 31 Desember
2008. Karena pinjaman tersebut sudah jatuh tempo, nilai wajarnya sama dengan
jumlah uang yang harus dibayarkan untuk melunasinya saat ini.

16

E. PERLAKUAN AKUNTANSI LINDUNG ARUS KAS ATAS PIUTANG USAHA YANG


DIDENOMINASI DALAM MATA UANG ASING: ILUSTRASI DAN PENJELASAN
Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan dan ilustrasi perlakuan akuntansi
lindung arus kas (cash flow hedge accounting) atas asset piutang usaha yang
didenominasi dalam mata uang asing. Ilustrasi diadaptasi dari Beams, et. al. (2006: 433).
Penjelasan lebih rinci diberikan dalam catatan kaki.
Catatan: Pemisah ribuan dan desimal yang digunakan dalam artikel ini mengikuti konvensi
di Amerika Serikat. Tanda titik . adalah pemisah desimal, dan tanda koma , adalah
pemisah ribuan. Hal ini untuk memudahkan penulisan saja karena ketika menyiapkan artikel
ini saya menggunakan aplikasi Excel.
Pada tanggal 2 Nopember 2009, Winkler Co., perusahaan Amerika, menjual
peralatan rumah sakit secara kredit kepada Howard Ltd., perusahaan Inggris,
seharga 100,000, term faktur 90 hari, jatuh tempo tanggal 30 Januari 2010.[i]
Untuk melindungi posisi piutangnya yang didenominasi dalam mata uang Inggris,
pada tanggal yang sama Winkler Co menyepakati kontrak forward dengan Ross
Company. Dengan kontrak forward ini, Winkler Co. akan menukarkan pound
yang diterimanya dari Howard Ltd. dengan kurs $1.6380 yang ditetapkan
sekarang. Penyelesaian kontrak akan dilaksanakan secara netto (net settlement).
Suku bunga incremental diasumsikan 12%.
Berikut ini adalah data kurs dolar AS terhadap pound Inggris.[ii]

Dalam situasi yang nyata, kurs tanggal 31 Desember 2009 dan 30 Januari 2010
belum diketahui pada tanggal 2 Nopember 2009.
2 Nopember 2009
Dengan diterbitkannya faktur per 2 Nopember 2009, perusahaan
mencatat penjualannya seperti biasa:

17

Penjualan ini dicatat dalam mata uang fungsional Winkler Co. dengan
menggunakan kurs spot tanggal 2 Nopember 2009.
Meskipun kontrak forward dimulai tanggal 2 Nopember, Winkler Co. belum
mencatat transaksi tersebut. Mengapa? Karena tidak ada pengeluaran kas yang
dilakukan oleh Winkler Co. pada saat itu.[iii]
31 Desember 2009
Dalam kaitannya dengan penjualan kepada Howard Ltd. yang didenominasi
dalam pound, Winkler Co. membuat ayat jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Ayat jurnal penyesuaian ini dimaksudkan untuk melaporkan piutang usaha


dengan kurs yang berlaku tanggal 31 Desember 2009. Dengan ayat jurnal
penyesuaian tersebut, piutang usaha dari Howard Ltd. akan bersaldo $166,000. Di
sisi lain, keuntungan selisih kurs juga diakui sebesar $1,000.
Dalam kaitannya dengan kontrak forward, ada dua ayat jurnal penyesuaian yang
perlu disiapkan, yaitu ayat jurnal penyesuaian yang dimaksudkan untuk: (1)
melaporkan kontrak forward dengan nilai wajar per 31 Desember 2009, dan (2)
amortisasi premium atau discount kontrak forward.

Penyesuaian nilai wajar


Kontrak forward untuk penyelesaian tanggal 30 Januari 2010 telah mengunci kurs
yang akan diterima Winkler Co. $1.6380 per pound. Sementara itu, pada tanggal
31 Desember 2009 kurs forward untuk penyelesaian tanggal 30 Januari 2010
telah berubah menjadi $1.6550. Apakah arti ekonomis perubahan kurs forward
ini? Seandainya Winkler Co. memulai kontrak forward pada tanggal 31
Desember, perusahaan itu akan menerima kurs forward yang lebih tinggi
sehingga dolar AS yang akan diterimanya nanti juga lebih banyak.

18

Dengan kata lain, kerugian akibat perubahan kurs forward ini diestimasi sebesar
$1,700 [($1.6550 1.6380) $100,000]. Akan tetapi, estimasi tersebut
sebenarnya baru akan terealisasi tanggal 30 Januari 2010.
Untuk menentukan nilai wajar kontrak forward per 31 Desember 2009, nilai
sekarang dari $1,700 satu bulan mendatang perlu diestimasi. Dengan asumsi suku
bunga 12% per tahun, atau 1% per bulan, nilai sekarang $1,700 adalah $1,683
[$1,700(1+1%)].

Karena kontrak forward ini dimaksudkan untuk menghindari fluktuasi kurs dolar
terhadap pound, perlakuan akuntansi yang dipilih adalah lindung arus kas (cash
flow hedges). Kerugian yang diakibatkan oleh perubahan kurs forward
ditangguhkan pengakuannya, tidak diperhitungkan dalam laba/rugi tahun 2009,
dan dicatat di dalam akun laba komprehensif (comprehensive income).
Sementara itu, nilai wajar kontrak forward dilaporkan di neraca sebagai
kewajiban.
Kentungan selisih kurs yang diakui dalam penyesuaian nilai wajar piutang
dipindahkan ke akun laba komprehensif sebagai akibat dari digunakannya
kontrak forward untuk lindung nilai arus kas dan dicatat sebagai berikut:

Amortisasi premium atau discount


Perhatikan kurs spot dan kurs forward pada tangal 2 Nopember 2009, ketika
kontrak forward dimulai. Pada saat itu, kurs spot $1.6500, sedangkan kurs
forward $1.6380. Apakah arti ekonomis dari selisih ini?
Seandainya Winkler Co. membeli dolar AS pada tanggal 31 Desember ini,
dengan 100,000 perusahaan itu akan memperoleh $165,000, sementara
kenyataannya dia hanya akan menerima $163,800, atau selisih kurang (discount)
$1,200. Dengan kata lain, jumlah yang akhirnya akan diterima lebih kecil dari
jumlah yang mula-mula dicatat. Pengorbanan senilai $1,200 ini diakui sepanjang

19

umur kontrak forward dengan cara diamortisasi menggunakan metode bunga


efektif.
Suku bunga implisit untuk tujuan amortisasi dapat dihitung sebagai berikut:

Dengan suku bunga implisit tersebut, kita dapat membuat tabel amortisasi
discount sebagai berikut:

Ayat jurnal untuk mencatat amortisasi bulan Nopember dan Desember adalah
sebagai berikut:

30 Januari 2010
Pada tanggal ini, ada empat transaksi yang harus dicatat oleh
Winkler Co.
Penyesuaian nilai wajar dan penyelesaian piutang usaha
Winkler Co. menerima pelunasan dari Howard Ltd. sejumlah
100,000 dan segera mengkonversi mata uang tersebut ke dolar
AS.

20

Penyesuaian nilai wajar dan penyelesaian netto kontrak forward


Pada tanggal penyelesaian kontrak forward, kurs forward sama dengan kurs spot.
Karena kontrak diselesaikan secara netto[viii], jumlah yang akan dibayarkan
kepada Ross Company adalah $2,700 [$1,665,000 - $1,638,000]; jumlah inilah
yang merupakan nilai wajar kewajiban kontrak Winkler Co. kepada Ross
Company. Ingat, saldo akun kontrak forward yang dibawa dari tahun sebelumnya
adalah $1,683, sehingga untuk menjadikannya bersaldo $2,700 ayat jurnal
penyesuaiannya adalah sebagai berikut:

Selanjutnya, keuntungan selisih kurs yang diakui terkait piutang dari Howard Ltd.
dipindahkan ke laba komprehensif.

Dan ayat jurnal untuk mencatat penyelesaian kontrak adalah sebagai berikut:

Amortisasi premium atau discount


Sebagaimana penghitungan dalam tabel amortisasi yang telah dibuat sebelumnya,
amortisasi discount untuk periode 1 Januari 30 Januari 2010 adalah $399, dan
dicatat sebagai berikut:

F. INTEREST RATE SWAP-DEFINISI DAN CONTOH ILUSTRASI


Dari InvestorWords, interest rate swap atau pertukaran suku bunga didefinisi pertukaran
bunga yang akan dibayar antarpihak yang terlibat dalam kesepakatan. Pihak A yang semula

21

harus membayar bunga variabel menginginkan pembayaran bunga tetap. Pihak B


memperoleh keuntungan dan menanggung risiko dari fluktuasi bunga variabel itu.
Pihak B akan memperoleh keuntungan jika suku bunga variabel lebih rendah dari suku
bunga tetap yang disepakatinya dengan Pihak A, karena Pihak A akan membayar bunga
variabel kepada pemberi pinjaman dan selisihnya akan diserahkan ke Pihak B.
Sebaliknya, Pihak B akan merugi jika suku bunga variabel lebih tinggi dari suku bunga
tetap yang disepakati dengan Pihak A. Pihak A akan membayar bunga variabel yang lebih
tinggi itu kepada pemberi pinjaman dan meminta kelebihannya dari bunga tetap yang
disepakati kepada Pihak B.
Jumlah yang dijadikan dasar penentuan bunga dikenal dengan istilah notional amount.
Dasar ini dikatakan notional (imaginer) karena tidak turut dipertukarkan dalam transaksi
swap. Interest rate swap hanya menukarkan bunga yang harus dibayar, bukan pokok
pinjamannya sendiri.
Untuk memperjelas jenis instrumen derivatif ini, berikut adalah contoh yang
diadaptasi dari Beams, et. al. (2006: 426).
Pada tanggal 1 Januari 2006, Jacobs Company meminjam uang sebesar $200,000
dari State Bank. Pinjaman itu berjangka waktu tiga tahun dengan suku bunga
variabel dan harus dibayar tahunan. Suku bunga untuk tahun pertama ditetapkan
9%. Suku bunga untuk tahun-tahun selanjutnya didasarkan kepada suku bunga
LIBOR + 2%, ditetapkan setiap akhir tahun untuk dibayarkan pada tahun
berikutnya.
Karena Jacobs Company tidak ingin menanggung risiko kenaikan suku bunga di
masa mendatang, perusahaan itu memutuskan untuk melindungi diri (hedging)
dari risiko tersebut.
Pada tanggal 1 Januari 2006, Jacobs mengikatkan diri dalam kesepakatan payfixed, receive variable interest rate swap dengan Watson untuk dua
pembayaran bunga terakhir. Jacobs sepakat untuk membayar suku benga yang
ditetapkan 9% kepada Watson dan sebaliknya akan menerima LIBOR + 2%.
Transaksinya akan diselesaikan secara netto. Notional amount disepakati sebesar
$200,000. Jacobs akan membayar selisih bunga variabel dengan bunga tetap
kepada Watson atau sebaliknya, tergantung kepada bunga yang mana yang lebih
tinggi.
Pada tanggal 31 Desember 2006 suku bunga LIBOR 4%, Watson akan menerima
$6,000 pada tanggal 31 Desember 2007. LIBOR + 2% sama dengan 6%. Jacobs
telah menyepakati untuk membayar bunga tetap 9%, sehingga Watson
memperoleh keuntungan dari suku bunga variabel yang lebih rendah dan
menerima selisihnya, 3% dikalikan $200,000, sementara yang 6% akan
dibayarkan Jacobs ke State Bank.

22

Pada tanggal 31 Desember 2007, suku bunga LIBOR 8%, Jacobs akan menerima
$2,000 dari Watson. LIBOR + 2% sama dengan 10%. Dia akan membayar State
Bank 10%, tetapi juga akan menerima 1% dari Watson, sehingga bunga netto
yang dibayarkan tetap 9%. Dengan kata lain, aktivitas hedging yang dilakukan
oleh Jacobs ini dimaksudkan untuk menstabilkan arus kasnya terkait pinjaman
kepada State Bank.

Kesimpulan
Ketika Winkler Co. memutuskan untuk menggunakan kontrak forward
sebagai

instrumen

didenominasi

dalam

lindung

arus

kas

dari

mata

uang

pound,

piutang

usaha

yang

perusahaan

itu

sudah

mengetahui kerugian yang akan dialaminya sebesar $1,200. Perlakuan


akuntansi di atas mencerminkan tujuan manajemen karena dampak
perubahan kurs terhadap nilai piutang usaha dikompensasi sepenuhnya
dengan memindahkannya ke akun laba komprehensif. Setelah semua
ayat jurnal terkait laba komprehensif dibukukan, saldo akun laba
komprehensif adalah nol.
Pengorbanan (cost) sesunguhnya dari aktivitas lindung arus kas tersebut,
$1,200, diamortisasi secara sistematis dan rasional ke laba periode.
Perhatikan, saldo keuntungan/kerugian yang akhirnya bersaldo $801 dan
$399 berturut-turut untuk tahun 2009 dan 2010.
Dari tabel amortisasi di atas, saldo piutang setelah diamortisasi adalah
$164,199. Jumlah tersebut sebenarnya mencerminkan efek netto lindung
arus kas terhadap neraca sebagaimana terlihat dari penghitungan
berikut:

1. Dalam ilustrasi ini, meskipun Winkler Co. adalah eksportir AS, perusahaan bersedia
dibayar dalam pound Inggris.
2. Kurs forward adalah kurs yang ditetapkan untuk pengiriman dan pembayaran di masa
mendatang. Kurs forward berbeda dengan kurs spot yang pengiriman dan
23

pembayarannya harus dilakukan segera, biasanya dalam dua atau tiga hari kerja.
Sebagai contoh, dalam ilustrasi ini, seandainya pada tanggal 2 Nopember Winkler Co.
membutuhkan pound segera, perusahaan itu bisa membeli dengan kurs spot. Untuk
menghindari fluktuasi kurs yang akan mempengaruhi jumlah dolar yang diterimanya
dari penjualan kepada Howard Ltd., perusahaan itu mengikatkan diri dalam kontrak
forward untuk penyelesaian tanggal 30 Januari 2010. Karena kurs forward yang berlaku
pada tanggal 2 Nopember adalah $1,638, kurs itulah yang akan digunakan dalam
penyelesaian kontrak.
3. Bandingkan dengan futures atau options. Karena futures diperdagangkan di bursa
berjangka, pembeli dan penjual biasanya dikenakan margin oleh penyelenggara bursa
untuk menjamin dilaksanakannya transaksi di masa mendatang. Penerbit option juga
membebankan harga untuk opsi yang diberikannya kepada pemegang options.
4. Premium atau discount dalam konteks ini adalah selisih antara kurs forward dengan
kurs spot pada tanggal dimulainya kontrak.
5. Kontrak forward dalam ilustrasi ini juga memenuhi persyaratan khusus perlakuan
akuntansi lindung arus kas dari asset dan kewajiban yang didenominasi dalam mata
uang asing; efek variasi arus kas dapat dihilangkan sepenuhnya melalui kontrak
forward (lihat Beams, et. al., 2006: 433). Sampai dengan artikel ini ditulis, saya belum
meneliti apakah kriteria ini juga berlaku di PSAK dan IFRS.
6. Laba komprehensif (comprehensive income) dilaporkan di neraca sebagai unsur
ekuitas. Laba komprehensif akan menambah ekuitas jika bersaldo kredit, dan
sebaliknya, akan mengurangi ekuitas jika bersaldo debit.
7. Amortisasi dengan metode bunga efektif (effective interest method) adalah ketentuan
menurut FASB Statement 133 (PABU AS).
8. Dengan penyelesaian netto (net settlement), pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak
tidak harus benar-benar melaksanakan transaksi jual-beli asset yang mendasari kontrak.
Sebagai contoh, dalam ilustrasi ini, Winkler Co. sebagai pihak yang kalah cukup
membayar selisih kurs spot tanggal 30 Januari 2010 dengan kurs forward yang berlaku
tanggal 2 Nopember 2009 dikalikan dengan jumlah pound yang mendasari kontrak.

Sumber
Diposting

24

: Warsidi, S.E., M.Si., Ak.


: http://www.warsidi.com/