Anda di halaman 1dari 6

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir


Pendidikan Strata-1

Evaluasi Pertumbuhan Mikroalga Sprirulina, Nannochloropsis, Dan


Chlorella Dalam Medium Palm Oil Effluent (POME) Dengan Variasi jenis
Medium Dan Waktu Penambahan Nutrient

Oleh :
Muhammad Zaini Mahdi

L2C008073

Yasinta Nikita Titisari

L2C008113

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Bahan dan Alat Penelitian


3.1.

1 Bahan Penelitian
Starter mikroalga Spirulina, Nannochloropsis, dan Chlorella diperoleh

dari Balai Budidaya Air Payau (BPAP) Jepara, dengan kondisi sebagai
berikut :
a. Nannochloropsis : suhu = 25-300 C
: pH = 8-9.5
b. Spirulina
: Suhu = 25-35oC (dibawah suhu 40oC)
: pH = 8,5-9,5oC
c. Chlorella
: Suhu = 25-30oC
: pH = 6,6-7,3
Palm oil Mill Effluent (POME)
POME diperoleh dari PT> Perkebunan Nusantara VII Lampung,
Sumatera
Tabel 3.1 Karakteristik POME (sertifikat hasil Uji Lab. Penguji dan
Kalibrasi Balai Riset dan Standarisasi Industri Bandar Lampung, 2010)
No.
1.

Parameter
pH

Satuan
-

Metode Uji
Hasil Uji
SNI 06-698911- 8,29

2.

BOD5

Mg/l

2004
Lovibond

809

3.
4.

COD
N Total

Method
Colorimetric
Persualfate

1620
284,4

5.
6.

NH3-N
Minyak

digestion
Spektrofotometri 197,5
SNI 06-698910- 0,63

7.
8.
9.
10.
11.

Lemak
Tembaga (Cu)
Timbal (Pb)
Seng (Zn)
Cadmium (Cd)
Fosfor (P)

dan

2004
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Spektrofotometri
Spektrofotometri

0,08
0,008
0,04
0,011
80

Urea dan Natrium bikarbonat diperoleh dari toko bahan kimia semarang
3.1.2 Alat Penelitian
Keterangan gambar :
1. Erlenmeyer 1 liter yang berisi POME, nutrient, dan mikroalga
2. Lampu 18 watt
3. Rak kayu
Deskripsi :
Limbah POME yang sudah disaring, dimasukkan dalam Erlenmeyer 1 liter
sebanyak 180 ml, kemudian ditambahkan aquades sebanyak 720 ml sehingga
volume limbah POME yang telah diencerkan 5x ini menjadi sebanyak 900 ml.
lalu nutrient Natrium bikarbonat dan urea ditambahkan ke dalam medium
pertumbuhan ini telah siap, lalu ditambahkan starter mikroalga yang ingin
dikultivasi sebanyak 100ml, Erlenmeyer yang telah berisi medium POME,
nutrient, dan mikroalga ini diletakkan dalam rak kayu yang telah dipasang lampu
18 watt da diberi aerasi dilakukan pengukuran OD mikroalga ini setiap hari
menggunakan spektrofotometer.
3.2 Pada penelitian ini, variable yang diteliti meliputi :
Variable Tetap :
1. Mikroalga 10%
2. POME 5x pengenceran 90% V
3. Panjang gelombang spektrofotometer 680 nm
Variable Berubah
1. Medium pertumbuhan mikroalga
Limbah Pome
Fresh Water
Saline Water (salinitas 10 ppm)
2. Waktu penambahan nutrient
Penambahan di awal
Penambahan setiap dua hari sekali
3. Jenis mikroalga
Spirulina
Nannochloropsis
Chlorella
4. Jenis nutrient yang ditambahkan
Tanpa penambahan nutrient
Penambahan urea (25 ppm di awal, 5 ppm, setiap 2 hari sekali)

Penambahan natrium bikarbonat (50 ppm di awal, 30 ppm

setiap 2 hari sekali )


Penambahan urea dan natrium bikarbonat

Rancangan Percobaan
POME

Variable

Waktu

Data Ke

Urea

NaHCO3

(ppm)

(ppm)

1
2
3
4
5
6
7

0
25
0
25
5
0
5

0
0
50
50
0
30
30

Fresh Water
2 hari sekali

30

2 hari sekali

30

Penambaha

Opitical

Berat

Density

Biomassa
gram

Hari

n
Tanpa
Awal
2 hari sekali

1. Membuat media POME 5x pengenceran Basis 900ml


a. Menghitung Volume POME yang dibutuhkan dengan cara :
V1.Cp1 = V2.Cp2
Dimana :
V1 = Volume POME (ml)
V2 = Volume Aquadest (ml)
b. Mencampurkan aquadest sebanyak 720 ml dan POME 190 ml ke dala
Erlenmeyer 1000 ml.
2. Mengkultivasi Mikroalga Tanpa Nutrient
a. Masukkan media POME 5x pengenceran ke dalam Erlenmeyer 1000ml
b. Masukkan mikroalga sebanyak 10%, yaitu 100 ml ke dalam
c.
d.
e.
f.

Erlenmeyer.
Aerasi Kultivasi mikroalga tersebut
Tambahkan secukupnya cahaya
Atur suhu lingkungan 25oC 30oC
Ukur Optical Density dengan Spektrofotometer pada panjang
gelombang 680 ml setiap hari selama 7 hari

3. Mengkultivasi Mikroalga dengan penambahan Urea dan NaHCO3 di awal


a. Masukkan media POME 5x pengenceran ke dalam Erlenmeyer 1000ml
b. Masukkan Mikroalga sebanyak 10% yaitu 100ml ke dalam Erlenmeyer
c. Tambahkan urea ke dalam Erlenmeyer sebanyak 25 mg gram tiap 1
liter
d. Tambahkan natrium karbonat sebagai sumber CO2 sebanyak 50 mg
e.
f.
g.
h.

tiap 1 liter
Aerasi kultvasi mikroalga tersebut
Tambahkan cahaya secukupnya
Atur suhu lingkungan 250 C 390 C
Ukur Optical Density dengan spektrofotometer pada panjang

gelombang 680 nm setiap hari selama 7 hari.


4. Mengkultivasi mikroalga dengan penambahan Urea dan NaHCO 3 setiap
dua hari sekali
a. Masukkan media POME 5x pengenceran ke dalam Erlenmeyer 1000ml
b. Masukkan Mikroalga sebanyak 10% yaitu 100 ml ke dalam
Erlenmeyer
c. Tambahkan urea ke dalam Erlenmeyer sebanyak 5 mg tiap 1 liter
setiap 2 hari sekali
d. Tambahkan natrium karbonat sebagai sumber CO2 sebanyak 30 mg
e.
f.
g.
h.

tiap 1 liter setiap 2 hari sekali


Aerasi kultivasi mikroalga tersebut
Tambahkan cahaya secukupnya
Atur suhu lingkungan 250 C 300 C
Ukur Optical Density dengan Spektrofotometri pada panjang

gelombang 680 nm setiap hari selama 7 hari


5. Menghitung Biomassa kering mikroalga
a. Timbang kertas saring kosong (WI)
b. Saring mikroalga beserta medianya dengan bantuan pompa vakum
c. Keringkan kertas saring dengan oven pada suhu 500C
d. Setelah kering, timbang kertas saring tersebut (W2)
e. Biomassa kering yang didapat (gram) = W2 (gram)- W1 (gram)
6. Menghitung jumlah sel Mikroalga
a. Siapkan mikroalga dan haemositometer yang akan digunakan
b. Bersihkan haemositometer menggunakkan alcohol 70%
c. Ambil sampel menggunakan pipet tetes
d. Teteskan sampel ke haemositometer
e. Pasang haemositometer pada mikroskop
f. Hitung jumlah sel yang ada
7. Membuat Kurva Kalibrasi Antara Optical Density dengan berat biomassa
a. Buat kurva kalibrasi saat OD masing-masing kultivasi mikroalga sama
dengan satu

b. Timbang berat kertas saring kosong (WI)


c. Saring biomassa mikroalga dalam POME dengan pompa vakum
d. Keringkan kertas saring dan biomassa tersebut dengan oven
e. Timbang kertas saring dan biomassa yang sudah kering tersebut (W2)
f. Biomassa kering yang didapat (gram) = W2 (gram) W1 (gram)
g. Lakukan langkah di atas untuk OD sama dengan 0,1-0,5
8. Membuat kurva kalibrasi antara Optical Density dengan jumlah sel
a. Buat kurva kalibrasi saat OD masing-masing kultivasi mikroalga sana
dengan Satu
b. Hitung jumlah sel tiap jenis mikroalga yang ada dalam POME
c. Lakukan langkah di atas untuk OD sama dengan 0,1-0,5