Anda di halaman 1dari 18

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH

KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN


KABUPATEN MAGELANG
BAB IV
GAMBARAN UMUM KABUPATEN MAGELANG
4.1. Gambaran Umum Kabupaten Magelang
4.1.1.
Geografi
Kabupaten Magelang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa
Tengah yang letaknya berbatasan dengan beberapa kota dan kabupaten, antara lain
Kabupaten Temanggung, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten
Purworejo, Kabupaten Wonosobo, dan Kota Magelang serta Provinsi DI
Yogyakarta. Kabupaten Magelang terletak antara 110 0151 Bujur Timur dan
antara 7 1913 dan 74216 Lintang Selatan. Untuk lebih Jelasnya dapat dilihat
pada Peta Admistrasi Kabupaten Magelang serta posisi Kab Magelang di wilayah
Propinsi jawa Tengah dibawah ini :

Gambar 4.1 Peta Administrasi Kabupaten Magelang


Luas wilayah Kabupaten Magelang sebesar 108,573 ha yang terdiri dari 21
kecamatan. pembagian dan luas wilayah

tiap-tiap kecamatan dapat dirinci

sebagaimana dapat dilihat pada tabel :

Tabel 4.1. Luas Wilayah Kabupaten Magelang Diperinci Berdasarkan Kecamatan

IV-1
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Sumber: Kabupaten Magelang Dalam Angka, 2013


4.1.2.

Administrasi

Kabupaten Magelang secara administrasi, memiliki batas wilayah sebagai


berikut:
Sebelah Utara

: Kabupatan Temanggung dan Kabupaten Semarang

Sebelah Timur

: Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang

Sebelah Selatan

: Kabupaten Purworejo dan DI Yogyakarta

Sebelah Barat

: Kabupatan Temanggung dan Kabupaten Wonosobo

4.1.1.

Topografi
IV-2

ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
Wilayah Kabupaten Magelang secara topografi merupakan dataran tinggi
yang berada pada ketinggian antara 154-3296 meter di atas permukaan laut yang
berbentuk menyerupai cawan (cekungan) karena dikelilingi oleh 5 (lima) gunung
yaitu Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, Sumbing, dan Pegunungan
Menoreh. Kondisi ini menjadikan sebagian besar wilayah Kabupaten Magelang
merupakan daerah tangkapan air sehingga menjadikan tanah yang subur karena
berlimpahnya sumber air dan sisa abu vulkanis.
4.1.2.

Klimatologi

Kabupaten Magelang mempunyai iklim yang bersifat tropis dengan dua


musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan temperatur udara 20 C 27 C. Kabupaten Magelang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini
menyebabkan banyak terjadi bencana tanah longsor di beberapa daerah
pegunungan dan lereng gunung.

4.1.3.
Geologi
Kondisi geologi

wilayah

Kabupaten

Magelang

berdasarkan

ciri

fisiografinya dibedakan atas dua zona fisiografi yaitu Zona Endapan Volkanik
Kuarter dan Zona Depresi Pusat Jawa (Van Bemmelen, 1949). Zona Endapan
Volkanik Kuarter terisi oleh endapan Gunung Api zaman Kuarter (antara lain
Gunung Merapi dan Gunung Sumbing). Sedangkan Zona Depresi Pusat Jawa
meliputi morfologi kubah pegunungan didominasi oleh sedimen berumur Tersier.
4.1.4.
Hidrogeologi
Dengan kondisi morfologi daerah Magelang yang berada di lembah antar
gunung hal ini menyebabkan daerah ini mempunyai potensi airtanah yang bagus.
Dimana hal ini didukung dengan curah hujan di daerah Magelang cukup tinggi
yaitu berkisar antara 1.502 sampai 4.328 mm/th. Secara umum daerah Magelang
terdiri atas akuifer dengan aliran melalui celah dan ruang antar butir. Umumnya
menempati lereng bagian atas-tengah Gunung Merbabu dan Gunung Sumbing,
serta daerah perbukitan melandai dan dataran. Nilai konduktivitas hidrolika pada
daerah ini berkisar antara 63,2 sampai 213 m2/hari.
IV-3
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
Akuifer butir ini berada pada lapisan batu pasir dan endapan aluvial. Tipe
akuifer ini dapat ditemukan disekitar kota Magelang. Potensi airtanah yang bisa
dimanfatkan dari akuifer ini biasanya terbatas tetapi bisa dijumpai merata
diseluruh daerah penyebaran akuifer ini, karena pemanfaatan yang biasa
menggunakan sumur bor akan menyebabkan penurunan muka airtanah.
Kedalaman muka airtanah pada akuifer ini beragam, berkisar antara 1,8 sampai 15
meter dibawah permukaan tanah setempat. Sedangkan tipe akuifer celah dijumpai
pada batuan andesit, breksi maupun lava yang mengalami retakan ataupun kekar.
Tipe akuifer ini ditemukan pada daerah lereng gunung Merbabu dan Gunung
Sumbing. Potensi akuifer ini cukup bagus, dimana hanya dijumpai setempatsetempat tetapi mempunyai debit yang besar. Airtanah di akuifer ini mempunyai
kerentanan yang tinggi terhadap pencemaran airtanah.
4.1.5.
Jenis Tanah
Jenis tanah di daerah Magelang dan sekitarnya pada umumnya merupakan
hasil pelapukan atau rombakan dari batuan volkanik atau sedimen. Sesuai dengan
kondisi geologinya, maka batuan induk di sini sebagian besar terbentuk oleh
batuan berumur Kuarter Tersier. Batuan induk berumur tua ini terutama disusun
oleh endapan hasil produksi gunung api berupa breksi, tufa, dan lava yang berasal
dari gunung-gunung di sekitarnya yaitu G. Sindoro, G. Sumbing, G. Merbabu dan
G. Merapi.
Berdasarkan strukturnya, tanah di Kabupaten Magelang terdiri jenis tanah
alluvial kelabu, alluvial coklat tua, regosol coklat kelabu, regosol kelabu dan
litosol, regosol dan litosol batuan andosol coklat, asosiasi andosol coklat, latosol
coklat, latosol coklat kemerahan, latosol coklat tua kemerahan, latosol merah
kuning, coklat tua dan litosol.
4.1.6.

Luas Penggunaan Lahan

Gambar 4.2

IV-4
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Diagram Penggunaan Lahan Kabupaten Magelang Tahun 2013

Luas wilayah Kabupaten Magelang sebesar 108,573 ha yang terdiri dari 21


kecamatan. Dari wilayah seluas itu sekitar 34,05 % merupakan lahan sawah,
sekitar 38,61 % merupakan lahan kering dan sisanya sekitar 27,34 % merupakan
lahan buukan pertanian. Lahan sawah mayoritas adalah lahan sawah irigasi
sederhana yaitu 26,33 %. Sedangkan untuk lahan kering didominasi oleh
tegal/kebun dengan luasan sekitar 84,66 % dari seluruh lahan kering di kabupaten
Magelang (Kabupaten Magelang Dalam Angka, 2013).

4.2.

Gambaran Umum Kec. Kaliangkrik, Windusari, dan Bandongan


4.2.1. Administrasi Kecamatan
Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan Bandongan terletak di barat laut
Kabupaten Magelang. Terletak dekat dengan Semarang dan Boyolali. Pada
Kecamatan Kaliangkrik terdapat 14 desa, Kecamatan Windusari terdapat 20 desa,
sedangkan Kecamatan Bandongan terdapat 14 desa.

IV-5
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Gambar 4.2. Peta Administrasi Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan
4.2.2

Klimatologi
Pada Kecamatan Kaliangkrik, rata-rata curah hujan per-tahun terdiri 3500-

4000 mm. Sedangkan curah hujan pada Kecamatan Windusari adalah 2000 4000
mm. Kecamatan Bandongan adalah 3000-4000 mm/tahun.
Pada Kecamatan Grabag, Ngablak dan Paris juga terdapat sungai yang
terdiri dari sungai asal dan sungai musiman.

Gambar 4.3. Peta Klimatologi Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan

IV-6
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
4.2.3

Geologi
Kondisi geologi di ketiga kecamatan tersebut merupakan hasil gunung api

tak teruarikan. Ini disebabkan karena ketiga kecamatan tersebut terletak dilereng
gunung Sumbing sehingga tanah bersifat tidak teruraikan.

Gambar 4.4. Peta Geologi Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan
4.2.4

Tata Guna Lahan


Kondisi tata guna lahan di Kecamatan Kaliangkrik, Windusari dan

Bandongan

terdapat air tawar, belukar/semak, gedung, kebun, pemukiman,

rumput, sawah irigasi, sawah tadah hujan dan tegalan. Rata-rata Tata guna lahan
tersebar rata di ketiga Kecamatan tersebut.

Gambar 4.5. Peta Tata Guna Lahan Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan
Bandongan
IV-7
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
4.2.5

Pola Pemanfaatan Ruang


Pola pemanfaatan ruang pada wilayah Kecamatan Kaliangkrik, Windusari

dan Bandongan terdiri dari kawasan lindung khusus, kawasan lahan basah,
kawasan lahan keras, kawasan lahan kering, kawasan lindung 1 & 2, kawasaan
perdesaan, kawasan perkotaan, kawasan rawan banjir dan kawasan sungai besar.

Gambar 4.6. Peta Pola Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kaliangkrik,


Windusari, dan Bandongan
4.2.6

Wilayah Rawan
Wilayah rawan pada Kecamatan Kaliangkrik adalah daerah berbahaya,

sistem lahan yang berbahaya terkena erosi sangat tinggi dan sistem lahan yang
berbahaya terkena erosi ringan.
Pada kecamatan Windusari, daerah rawannya terdapat daerah berbahaya,
daerah terlarang, sistem lahan yang berbahaya terkena erosi sangat tinggi dan
sistem lahan yang berbahaya terkena erosi ringan.
Sedangkan pada Kecamatan Bandongan, terdapat daerah berbahaya,
sistem lahan yang berbahaya terkena erosi sangat tinggi dan sistem lahan yang
berbahaya terkena erosi ringan.

IV-8
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Gambar 4.7. Peta Wilayah Rawan Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan
4.2.7

Rencana Tata Ruang Wilayah Kecamatan


Pada Kecamatan Kaliangkrik, Windusari dan Bandongan, Rencana Tata

Ruang Wilayah (RTRW) terdiri dari wilayah didalam kawasan hutan, kawasan
hutan produksi tetap, kawasan pertanian semusim lahan basah, kawasan pertanian
tanaman keras, wilayah perdesaan, wilayah perkotaan dan sungai besar.

Gambar 4.8. Peta RTRW Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan

IV-9
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
4.2.8

Topografi
Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan Bandongan berada pada

ketinggian 275-3312 mdpl.

Gambar 4.9. Peta Topografi Kecamatan Kaliangkrik, Windusari, dan


Bandongan

4.3.

Aspek Sosial

4.2.1. Kependudukan
Pada periode tahun 2010 sampai dengan tahun 2012, jumlah penduduk
Kabupaten Magelang mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, jumlah penduduk
Kabupaten Magelang sejumlah 1 181 916 jiwa sedangkan pada tahun 2012
mengalami peningkatan jumlah penduduk sebanyak 37 455 jiwa menjadi
sebanyak 1 219 371 jiwa. Pada periode yang sama tersebut, jumlah penduduk
laki-laki selalu lebih besar daripada jumlah penduduk perempuan. Jumlah
penduduk laki-laki pada tahun 2010 sebanyak 593 949 jiwa kemudian pada tahun
2012 menjadi sebanyak 611 711 jiwa. Sedangkan penduduk perempuan pada
tahun 2010 tercatat sebanyak 587 967 jiwa dan pada tahun 2012 mengalami
peningkatan sehingga tercatat sebanyak 607 660 jiwa.
Tabel 4.2
IV-10
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
Jumlah Penduduk Kabupaten Magelang Tahun 2010-2012

Sumber: magelangkab.bps.go.id

Sedangkan untuk perencanaan TPA sampah, difokuskan pada tiga


kecamatan yaitu Kecamatan Kaliangkrik, Kecamatan Windusari, dan
Kecamatan Bandongan. Jumlah penduduk di lokasi perencanaan bisa
dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3
IV-11
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
Jumlah Penduduk di Daerah Perencanaan Tahun 2012

Tahun
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012

Windusari
46305
46675
46912
47643
47969
48427
49261
49959
50547
51171

Kecamatan (jiwa)
Bandongan
53220
53245
53267
53294
54348
54371
54442
54506
54999
56127

Kaliangkrik
52515
53075
53516
53846
54114
54779
55271
55896
56845
57478

Jumlah
152040
152995
153695
154783
156431
157577
158974
160361
162391
164776

Sumber: Kabupaten Magelang Dalam Angka 2003-2012


Tabel 4.4
Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk
Kabupaten Magelang Tahun 2012

Kecamatan
Salaman
Borobudur
Ngluwar
Salam
Srumbung
Dukun
Muntilan
Mungkid
Sawangan
Candimulyo
Mertoyudan
Tempuran
Kajoran
Kaliangkrik
Bandongan
Windusari

Luas lahan

Penduduk

(km2)
68.87
54.55
23.51
30.56
53.17
53.4
28.61
37.42
72.37
46.95
45.35
49.04
83.41
57.34
45.79
61.65

(jiwa)
67922
57171
30628
45845
46533
44288
77189
71263
55351
46859
109147
47918
52582
53846
56127
47969

Kepadatan
Penduduk
(jiwa/km2)
986
1048
1303
1500
875
829
2698
1904
765
998
2407
977
630
939
1226
778

IV-12
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Kecamatan
Secang
Tegalrejo
Pakis
Grabag
Ngablak

Luas lahan
47.34
35.89
69.56
77.65
43.8
Rata-rata

Penduduk
77769
55122
53458
83862
38522

Kepadatan
Penduduk
1643
1536
769
1080
879
1227

Sumber: Kabupaten Dalam Angka 2010

Kepadatan penduduk Kabupaten Magelang pada Tahun 2012 ratarata yaitu 1227 jiwa/km2. Kepadatan penduduk paling tinggi adalah di
Kecamatan Muntilan dengan kepadatan 2698 jiwa/ km2. Sedangkan
kepadatan penduduk paling rendah terletak di Kecamatan Kajoran, dengan
630 jiwa/km2. Adapun data kepadatan penduduk untuk daerah
perencanaan yaitu 939 jiwa/km2 (Kecamatan Kaliangkrik),1226 jiwa/km2
(Kecamatan Bandongan), dan 778 jiwa/km2 (Kecamatan Windusari).

4.4.
Sarana dan Prasarana
4.3.1. Fasilitas Pendidikan
Sarana pendidikan yang ada di Kabupaten Magelang sudah cukup
lengkap dan memadai, dimana terdapat sarana pendidikan mulai jenjang
taman kanak kanak hingga sekolah menengah atas dan kejuruan. Pada
tahun 2012 jumlah taman kanak kanak berjumlah 404 sekolah. Untuk
sarana pendidikan jenjang sekolah dasar berjumlah 598 buah, sekolah
lanjutan tingkat pertama berjumlah 124 buah, sekolah menengah atas
berjumlah 35 dan sekolah menengah kejuruan berjumlah 35 buah. Berikut
adalah tabel sarana pendidikan di daerah perencanaan:
Tabel 4.5 Sarana Pendidikan di Kabupaten Magelang Tahun 2012
Kecamatan
Salaman

TK
20

Tingkat Pendidikan
SD
SMP
SMA
35
11
2

SMK
4

IV-13
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG
Borobudur
Ngluwar
Salam
Srumbung
Dukun
Muntilan
Mungkid
Sawangan
Candimulyo
Mertoyudan
Tempuran
Kajoran
Kaliangkrik
Bandongan
Windusari
Secang
Tegalrejo
Pakis
Grabag
Ngablak
Jumlah

17
10
18
18
26
39
22
18
21
33
15
6
16
9
15
17
24
18
26
16
404

31
20
20
29
29
38
28
28
42
24
29
26
28
22
25
25
27
31
38
23
598

8
3
6
6
6
13
7
7
4
10
6
3
3
4
5
2
5
6
5
4
124

1
2
1
1
2
6
2
1
2
4
0
0
1
2
0
3
0
1
4
0
35

3
1
4
0
0
8
1
1
0
3
1
0
1
1
1
2
2
0
1
1
35

Sumber: Kabupaten Magelang Dalam Angka, 2013

4.3.2. Fasilitas Peribadatan


Keberagaman

memeluk

agama

pada

penduduk Kabupaten

Magelang dapat dilihat dari adanya beberapa jenis rumah ibadah mulai
dari masjid, mushola, gereja, pura dan wihara. Rumah peribadatan paling
banyak yang ada di Kabupaten Magelang yaitu masjid dan mushola yaitu
berjumlah 508 dan 214 buah. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel
berikut
Tabel 4.6
Sarana Peribadatan Kabupaten Magelang Tahun 2013

IV-14
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Fasilitas
Peribadatan

Kaliangkr

Kecamatan
Windusa Bandong

ik

Masjid
Langgar/Surau
Gereja
Kuil/Pura/Vihara

ri
160
253
0
0

an
119
127
0
0

103
242
0
0

Sumber: Kabupaten Magelang Dalam Angka 2013

4.3.3. Fasilitas Kesehatan


Fasilitas-fasilitas

kesehatan

di

Kabupaten

Magelang

yaitu

poliklinik, puskesmas, bidan dan posyandu. Secara rinci fasilitas kesehatan


yang terdapat di Kabupaten Magelang adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Fasilitas Kesehatan Tahun 2012

Kecamatan
Salaman
Borobudur
Ngluwar
Salam
Srumbung
Dukun
Muntilan
Mungkid
Sawangan
Candimulyo
Mertoyudan
Tempuran
Kajoran
Kaliangkrik
Bandongan
Windusari
Secang
Tegalrejo
Pakis
Grabag

Fasilitas Kesehatan
RSU Pustu Rumah Bersalin
0
4
0
0
4
0
0
3
0
0
3
0
0
3
0
0
3
0
3
2
1
1
2
1
0
3
0
0
3
0
1
2
1
0
3
0
0
4
0
0
3
0
0
3
0
0
4
0
0
4
0
0
2
0
0
3
0
0
3
0

Puskesmas

Pus. Rawat Inap

2
1
1
1
1
1
2
1
2
1
3
1
2
1
1
1
2
1
1
2

1
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1

BP
0
2
1
2
0
0
3
0
1
0
3
2
0
1
1
0
3
2
0
2

IV-15
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Kecamatan
Ngablak
Jumlah

Fasilitas Kesehatan
RSU Pustu Rumah Bersalin
0
3
0
64
3

Puskesmas

Pus. Rawat Inap

1
29

0
3

BP
1
24

Sumber : BPS Kabupaten Magelang Dalam Angka Tahun 2013


4.3.4. Fasilitas Perekonomian
Kondisi perekonomian suatu kota dapat dilihat dari PDRB kota
tersebut. Dengan melihat PDRB, dapat dilihat sektor sektor ekonomi
yang menjadi pendukung perekonomian kota. Kabupaten Magelang
bertumpu pada sektor perekonomian perdagangan, hotel dan restoran serta
industri pengolahan. Dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan
dengan sektor udaha lain, kedua sektor perekonomian tersebut merupakan
basis perekonomian Kabupaten Magelang.

Tabel 4.8
Produk Domestik Regional Bruto Tingkat Kecamatan Kabupaten Magelang Atas
dasar Harga Berlaku Tahun 2008-2011 (Jutaan Rupiah)

IV-16
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

Tabel 4.9
Produk Domestik Regional Bruto Tingkat Kecamatan Kabupaten Magelang
Atas dasar Harga Konstan Tahun 2008-2011 (Jutaan Rupiah)

IV-17
ARYA BIMASAKTI
21080111130041

PERENCANAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH


KECAMATAN KALIANGKRIK, WINDUSARI, BANDONGAN
KABUPATEN MAGELANG

IV-18
ARYA BIMASAKTI
21080111130041