Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KASUS ( II )

Miliaria
Oleh : Cut Aulia Mauliza

Laporan Kasus
1. Identitas pasien
Nama
Umur
Jenis kelamin
Alamat
Pekerjaan
Agama
Status
Tanggal masuk

: Dimas Alviansyah (D.A)


: 21 bulan
: Laki-laki
: Msj. Jaman
:: Islam
:: 20 April 2015

2. Anamnesis
a. Keluhan utama : gatal - gatal
b. Riwayat penyakit sekarang : Os dibawa ibunya ke poli kulit dengan
keluhan gatal-gatal pada kedua kaki bagian bawah sejak 2 minggu
yang lalu, dengan timbul bintil-bintil sebesar jarum pentul dan ada
sebagian yang berbentuk gelembung sebesar biji jagung yang berisi
cairan dan ada juga yang sudah pecah. Dengan dasar kemerahan pada
daerah tersebut, karena gatal-gatal timbul, digaruk oleh os. Sehingga
terbentuk luka akibat garukan.
c. Riwayat penyakit dahulu : pasien tidak pernah menderita seperti ini
sebelumnya
d. Riwayat penyakit keluarga : dikeluarga tidak pernah menderita seperti
ini sebelumnya
e. Riwayat penggunaan obat : tidak menggunakan obat
3. UKK (Ujud Kelainan Kulit)
- Lokalisasi : dapat terjadi pada anggota badan dan bagian tubuh lain
-

seperti wajah, leher, kulit kepala dan badan.


Efloresensi/sifat : Pada kedua kaki bagian bawah dijumpai makula
eritem dengan papul multipel berukuran miliar, dan vesikel
berukuran lentikuler berbatas tegas.

4. Diferensial diagnosa (DD)


- Miliaria
- Prurigo simpleks
- Prurigo hebra
- Folikulitis
5. Gambaran histopatologi : pada miliaria kristalina tidak ada perubahan
histopatologi. Pada miliaria rubra tampak infiltrat limfosit perivaskular
dan vasodilatasi pembuluh darah dipermukaan dermis.
6. Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan pH kulit
7. Diagnosa : Miliaria
8. Terapi :
- Umum
Jangan minum alkohol atau makanan yang pedas
Pakaian harus tipis dan menyerap keringat
Dianjurkan bekerja dalam ruangan dengan ventilasi yang baik
- Khusus
Sistemik : dapat diberikan antibiotik jika terdapat infeksi

sekunder, dan antihistamin sebagai antipruritus.


Topikal
: bedak kocok yang bersifat

mendinginkan

mengandung bahan antipruritus seperti bedak salsil 2%, atau


lotio kummerfeldi. Juga dapat diberikan antibiotik topikal
seperti krim kloramfenikol 2%.