Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PRAKTIKUM COMPOUNDING

DISPENSING
SWAMEDIKASI GATAL KULIT

Oleh :
Kelompok4 (KELAS A2)
NamaAnggota :
1.
2.
3.
4.
5.

Hariati, S.Farm
Haritsah, S. Farm
Harjianti Rahmana, S.Farm
Hepy Faranita, S.Farm
I Made Dedy A, S.Farm

1620313308
1620313309
1620313310
1620313311
1620313312

PROGRAM PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Masalah kulit kepala sering dianggap sebagai hal ringan, padahal bagi
penderitanya dapat mengurangi penampilan atau daya tarik dan membuat
seseorang tidak percaya diri akibat kotornya rambut apabila disertai rasa gatal
yang mengganggu (Naturakos-BPOM RI, 2009).
Salah satu masalah pada kulit kepala seperti ketombe terjadi hampir pada
separuh penduduk di usia pubertas tanpa memandang jenis kelamin dan social
budayanya. Tidak ada penduduk di setiap wilayah geografis yang bebas tanpa
dipengaruhi oleh ketombe dalam kehidupan mereka (Ranga nathan dkk, 2010).
Menurut Al-Iraqi (2010) setidaknya ada 60% dari total populasi penduduk
Amerika dan Eropa mengalami masalah ketombe. Ketombe merupakan suatu
kondisi kelainan pada kulit yang sangat umum terjadi, sehingga dikatakan bahwa
semua orang pernah mengalaminya, terutama di daerah tropis dan bertemperatur
tinggi seperti Indonesia (Wolff, Klaus dkk. 2005)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 AnatomiKulit

A. Kulit Kepala
Kulit kepala terdiri dari 5 lapisan yang disebut SCALP yaitu; skin atau
kulit,connective

tissue atau

aponeurotika, loose

conective

jaringan

penyambung, aponeurosis atau galea

tissue atau

jaringan

penunjang

longgar

danpericranium.
2.2 Patofisiologi
Kelainan pada kulit kepala yang umum terjadi diantaranya:
a. Ketombe / sindap / busik (dandruff)
terjadi akibat pengelupasan sel kulit kepala berlebihan, ketika proses
keratinisasi sel kulit kepala belum sempurna. Sel-sel tanduk normal
berbentuk serbuk keratin halus sedangkan sel-sel tombe berbentuk sisiksisik tipis berukuran 2-3 mm disertai rasa gatal oleh penderitanya.
Ketombe dibedakan dalam dua jenis, yaitu :Ketombe kering (Pityriasis
Sicca yang berupa sebagian sisik-sisik ketombe melekat erat dan sebagian
terlepas di sekitarnya. Ketombe basah (Pityriasis Steodeos) berupa lapisan
sisik berwarna putih kekuning-kuningan yang menempel kuat dan
menyerap sebum kulit kepala, bila dikelupas timbul bekas merah disertai
rasa gatal. Penggarukan cenderung menimbulkan luka radang berwarna

kekuning - kuningan dan berminyak disebut dermatitis seboroika, yang


dapat memicu kebotakan.
b. Kutu kepala
menimbulkan problem alebih parah dari pada gangguan ketombe. Kutu
betina berukuran sekitar 3-4 mm sedikit lebih besar dari pada kutu jantan,
bertelur antara 7-10 butir dalam satu bulan masa hidupnya. Telur
berbentuk oval seperti kapsul dilekatkan kuat di batang rambut, larva
menetas sekitar 1 minggu dan menjadi kutu dewasa sekitar 10 hari
kemudian. Kutu betina, kutu jantan dan larvanya hidup dari menghisap
darah kulit kepala. Pada saat menghisap darah kutu memasukkan saliva
atau air ludahnya kekulit kepala berguna untuk mencegah darah membeku.
Saliva menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Penggarukan dapat
menimbulkan luka dan infeksi sekunder yaitu infeksi yang ditimbulkan
oleh kuman lain berupa peradangan kulit kepala dan kebotakan.
c. Kadas (TineaFavasa)
disebabkan infeksi jamur tertentu, gejalanya adalah terbentuknya
keropeng-keropeng (crustak). Kadasatau favas dapat menyebabkan
kebotakan permanen. d. Botak. Rambut yang rontok bias menyebabkan
kebotakan (alopecia). Kebotakan bisa terjadi sejak lahir atau karena sudah
menderita suatu penyakit dan karena luka. Kebotakan yang didapat sejak
lahir dinamakan alopecia congenita. Kebotakan akibat luka/peradangan
dinamakan alopecia cicatrisata. Kebotakan setempat dinamakan alopecia
areata, sedangkan bila seluruh kulit kepala dinamakan alopecia totalis.
Kebotakan seluruh kulit kepala disertai hilangnya rambut di wajah, tubuh
dan anggota badan lainnya dinamakan alopecia universalis.
d. Rontok
Rambut dikatakan rontok jika dilihat dari banyaknya rambut yang rontok
pada saat disisir atau disikat melebihi 10 helai. Secara fisiologik pada
masa telogen atau masa pertumbuhan rambut, rambut rontok tiap hari 20
60 helai bahkan sampai 120 400 helai sehari. Masa telogen terjadi karena
sudah menderita penyakit seperti tyfus, cacar dan bila sudah melahirkan.

KETOMBE
Ketombe pada umumnya ditandai dengan adanya serpihan kulit kepala
di

rambut dan sering disertai dengan rasa gatal. Ketombe dianggap sebagai

bentuk ringan dari dermatitis seboroik yang ditandai dengan skuama halus sampai
kasar yang berwarna putih kekuningan berjumlah banyak (Djuanda , 2007). Pada
ketombe didapati perubahan pada sel stratum korneum epidermis dengan
ditemukannya hiperproliferasi berlebihan, lipid interseluler dan intraseluler yang
berlebihan, serta parakeratosis yang menimbulkan skuama halus, kering, berlapislapis, sering mengelupas sendiri, serta rasa gatal (Turner dkk. 2012).
Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ketombe,
antara lain peningkatan produksi sebum pada kelenjar sebasea, faktor kerentanan
individu, faktor lingkungan (suhu dan kelembaban lingkungan), stress, dan
pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. yang berlebihan di kulit kepala sehingga
menyebabkan kepala berskuama (Aprilia, 2010).
Pityrosporum ovale adalah mikroflora normal yang terdapat pada kulit
kepala yang erat kaitannya dengan kejadian ketombe. Pityrosporum ovale dapat
menyebabkan kondisi kulit kepala mengelupas seperti sisik atau yang disebut
ketombe. Kondisi seperti ini mempengaruhi pada 30-95% dari manusia (Xu, 3 J.
dkk,. 2007).

SWAMEDIKASI GATAL KULIT


KASUS 3
Seorang ibu berumur 37 tahun datang ke apotik dengan keluhan gatalgatal dikulit kepala, disertai dengan kerontokan pada kulit kepala, dan
pengelupasan kulit kepala akibat pemakaian shampo yang baru dicoba kemarin
sore. Sebagai seorang apoteker obat apa yang harus diberikan kepada ibu tersebut.

Sebagai seorang apoteker obat dan saran apa yang anda berikan kepada
pasien tersebut. Berikan lima komponen informasi yang diperlukan untuk
swamedikasi yang tepat dalam menggunakan obat modern, yaitu pengetahuan
tentang kandungan aktif obat (isinya apa), indikasi (untuk mengobati apa), dosage
(seberapa banyak dan seberapa sering), efek samping dan kontraindikasi (siapa/
kondisi apa yang tidak boleh minum obat itu?)
Jawaban :
Sebagai terapi farmakologi, obat yang dipilihkan yaitu : Caladine gel (topikal) ,
antihistamin CTM (pehachlor) Dan sampo head&shoulders. Dan dilakukan
penghentian penggunaan pemakaian shampo baru tersebut.

a. Caladine gel
Kandungan
Indikasi

: Panthenol, Hammamelis Extract, Champora & menthol,


Cucumber Extract & Aloe vera
: mengatasi gatal dan alergi pada kulit dan juga

Efek samping
Kontra Indikasi

melembabkan kulit
: iritasi kulit pada luka terbuka
: mengandung champor dan mentol, jangan dipakai pada

Dosis

anak dibawah 3tahun


: dioleskan merata beberapa kali sehari di tempat yang gatal

b. Pehachlor
Kandungan
Indikasi
Kontra Indikasi
Efek samping
Perhatian
Dosis

: CTM 4mg
: pengobatan secara simptomatis demam akibat alergi,
urtikaria, eksim, alergika , pruritus
: serangan asma akut, bayi prematur
: sedasi, gangguan GI hipotensi, sedasi, lemah otot
: glaukoma, hamil, retensi urin, jangan mengemudi atau
menjalankan mesin
: dewasa 3-4 x sehari 1 tablet, anak-anak 6-12 tahun sehari
tablet, 2-6 tahun 3-4 x sehari tablet

c. sampo head&shoulders
Kandungan

: seng piriton 2%

Indikasi

: untuk antibakteri, antijamur/fungi, menghambat keluarnya


talg berlebihan dari kelenjar talg

Kontra Indikasi

: hipersensitivitas

Efek samping

: Iritasi kulit dan mata

Dosis

: 10ml di pijat hingga berbusa lalu bilas dengan air, ambil


10ml lagi dipijat sampai berbusa dan diamkan selama
5menit, lalu bilas kembali. digunakan untuk mencuci
rambut 2kali seminggu selama 2minggu dilanjutkan 1kali
minggu

DIALOG :
Haritsah

: Kasir

Hariati

: Apoteker

Harjianti

: TTK

Hepy faranita: Pasien


I Made Dedy : Narator
Seorang ibu berumur 37 tahun datang ke apotik Sehat dengan keluhan
gatal-gatal dikulit kepala, disertai dengan kerontokan pada kulit kepala, dan
pengelupasan kulit kepala akibat pemakaian shampo yang baru dicoba kemarin
sore.
Percakapan antara TTK dengan pasien
TTK

: Selamat pagi bu, ada yang saya bantu ?

Pasien

: Iya selamat pagi mbak, saya mau beli obat mbak.

TTK

: beli obat untuk siapa bu ?

Pasien

: untuk saya sendiri mbk,

TTK

: Oh iya bu, kalo boleh tau ibu sakit apa ?

Pasien

: ini lho mbak kepala saya kemarin beli sampo baru, trus kepala
saya gatal-gatal

TTK

: Oh begitu bu, untuk lebih jelasnya apakah ibu ingin berkonsultasi


dengan apoteker kami ?

Pasien

: Iya mbak, tidak apa-apa saya ingin konsultasi

TTK

: Baiklah, Ibu silahkan duduk dulu,saya akan memberitahukan ke


Apotekernya terlebih dahulu.

Lalu TTK memberitahukan kepada apoteker bahwa ada pasien yang ingin
berkonsultasi
TTK

: Bu, ada pasien ingin konsultasi.

Apoteker : Ya, suruh masuk aja mbak.


Kemudian TTK mempersilahkan pasien untuk masuk keruang konsultasi.
TTK

: Silahkan masuk ke ruangan apoteker bu, apotekernya sudah


menunggu.

Pasien

: Iya mbak, terima kasih.

Percakapan antara Apoteker dengan pasien


Apoteker : Selamat pagi bu, selamat datang di apotek kami. Silahkan duduk
bu.
Pasien
Apoteker
Pasien

: Terima kasih bu
: Saya Hariati Apoteker di apotek ini, ada yang bisa saya bantu ?
: Iya bu, saya mau beli obat untuk kepala saya ini bu

Apoteker : memang kenapa dengan kepala ibu?


Pasien

: ini kepala saya gatal-gatal, sama rontok juga bu di kulit


kepalanya,

Apoteker

: Waah kenapa bisa sampai begini bu, bagaimana ini ceritanya ibu
habis melakukan apa?

Pasien

: ini bu apoteker kemarin sore saya habis pakek shampo baru, eh


gak tau nya tiba-tiba kepala saya jadi begini

Apoteker

: boleh saya lihat dulu bu, maaf ya bu.....

Pasien

: iya tidak papa bu

Apoteker

: wah ini sampai terjadi pengelupasan juga bu di kulit kepalanya

Pasien

: Jadi bagaimana ini bu ?

Apoteker : sebelumnya sudah pernah dikasih obat bu?


Pasien

: belum bu, belum saya apa-apakan makanya saya langsung kesini


bu ?

Apoteker

: sampo barunya dihentikan aja ya bu, di apotek kami ada


obatnya ,saya sarankan memakai obat oles, obat yang diminum
dengan sampo headed and sholder bu, untuk obat olesnya itu
caladin gel, dan obat minumnya pehachlor dan samponya
head&shoulders

Apoteker pun memanggil TTK dan meminta untuk menyiapkan obat pasien.
Apoteker

: Mbak tolong ambilkan caladin gel 1, pehachlor 1strip dan sampo

AA

headed and shoulders ya


: Oh iya bu.
Ini obatnya bu.

Apoteker

: terima kasih mbak.

Pasien

: owh, itu obatnya untuk apa mbak?

Apoteker

: yang pertama ini obat oles caladin gel, isinya Panthenol,


Hammamelis Extract, Champora & menthol, Cucumber Extract &
Aloe vera, ini untuk menghilangkan gatal-gatal, dipakainya
dioleskan secukupnya beberapa kali di kepala yang gatal-gatal saja
ya bu, efek samping dari caladin ini bu kadang iritasi kulit, kalau
seandainya ibu setelah memakai ini perih merah-merah, caladin
dihentikan saja ya bu. Dan caladin ini bu tidak boleh diberikan

Pasien
Apoteker

ditempat yang luka.


: oh iya bu,
: kalau obat yang kedua ini untuk yang diminum, pehachlor ini
isinya CTM 4mg, ini untuk menghilangkan gatal karena alergi
sampo. diminumnya 3kali sehari setelah makan ya bu, efek
sampingnya mengantuk, jadi kalau habis minum obat ini, ibu
jangan mengendarai motor/mobil ya bu,

Pasien
Apoteker

: oh iya bu, kalau samponya ini gimana bu?


: samponya ini mengandung seng piriton 2% , untuk antibakteri,
antijamur yang menyebabkan gatal, mengurangi ketombenya
juga, ibu ambil kira-kira 10ml di pijat hingga berbusa lalu bilas
dengan air, ambil 10ml lagi dipijat sampai berbusa dan diamkan
selama 5menit, lalu bilas kembali. digunakan untuk mencuci
rambut 2kali seminggu selama 2 minggu dilanjutkan 1kali
minggu ya bu.. efek sampingnya sama, kalau ibu pakai sampo ini
perih dan merah-merah, sampo ini dihentikan saja ya bu. untuk
sampo yang lama dihentikan saja

Apoteker

: bagaimana bu ? apa sudah paham ?

Pasien

: iya bu, obat yang pertama untuk menghilangkan gatal-gatal,


dipakainya dioleskan secukupnya beberapa kali di kepala yang
gatal-gatal saja , efek sampingnya iritasi kulit, kalau seandainya
perih merah-merah, caladin dihentikan saja. Dan tidak boleh
diberikan ditempat yang luka. obat yang kedua ini untuk yang
diminum, pehachlor untuk gatal alergi diminumnya 3kali sehari

10

setelah makan, efek sampingnya mengantuk, jadi kalau habis


minum obat ini, jangan mengendarai motor/mobil. samponya untuk
antibakteri, antijamur yang menyebabkan gatal, mengurangi
ketombenya juga, ambil kira-kira 10ml di pijat hingga berbusa lalu
bilas dengan air, ambil 10ml lagi dipijat sampai berbusa dan
diamkan selama 5menit, lalu bilas kembali. digunakan untuk
mencuci rambut 2kali seminggu selama 2minggu dilanjutkan 1kali
minggu, kalau pakai sampo ini perih dan merah-merha, sampo ini
Apoteker
Pasien
Apoteker
Pasien

dihentikan saja. untuk sampo yang lama dihentikan saja


: betul bu, untuk pembayarannya bisa dikasir ya bu.
: iya bu
: semoga cepat sembuh ya bu.
: terima kasih bu.

Percakapan antara TTK dengan pasien


Kasir

: Selamat pagi bu, ada yang bisa saya bantu

Pasien

: Ini mas, saya mau bayar obat

Kasir

: baik ibu, totalnya 57.000

Pasien

: ini mas uangnya

Kasir

: terima kasih bu semoga lekas sembuh

Pasien

: iya mas, terima kasih mas.

11

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.unila.ac.id/6474/14/BAB%20I.pdf
Anatomi dan fisiologi kepala. https://yayanakhyar.wordpress.com/tag/lapisankepala/
Buku Swamedikasi. Jakarta 1993

12

13