Anda di halaman 1dari 11

SOAL TRYOUT UJI KOMPETENSI LOKAL TAHAP I

\
AKADEMI KESEHATAN BIDANG KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN ACEH UTARA
Petunjuk: Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang a, b, c, d dan e yang anda anggap
paling benar
Keperawatan Maternitas
1. Bayi Baru lahir di Ruang bersalin, dilakukan penilaian dengan menggunakan apgar score pada menit
pertama, didapatkan data sebagai berikut : kondisi warna kulit kebiruan pada bagian ekstremitas,
denyut jantung 88x/menit, bayi meringis lemah, gerakan sedikit, nafas lemah dan tidak teratur.
Berapakah nilai Apgar score bayi tersebut?
a. 4
b. 5
c. 6
d. 7
e. 8
2. Bayi Baru lahir di Ruang bersalin, dilakukan penilaian dengan menggunakan apgar score pada
menit pertama, didapatkan data sebagai berikut: kondisi warna kulit kebiruan pada bagian
ekstremitas, denyut jantung 88x/menit, bayi meringis lemah, gerakan sedikit, nafas lemah dan tidak
teratur, dengan total nilai apgar score 5. Tindakan apa yang harus segera dilakukan pada bayi
tersebut?
a. Langsung lakukan Inisiasi Menyusu Dini
b. Penyedotan Lendir yang menghambat pernafasan
c. Menjepit dan memotong tali Pusat
d. Menepuk nepuk punggung bayi
e. Melakukan resusitasi jantung paru
3. Bayi baru lahir dengan berat badan 1500 gr, kulit keriput dan kering, dengan refleks hisap lemah,
dengan kelahiran prematur, ditempatkan oleh perawat di dalam inkubator. Perawat merencanakan
pemasangan IVFD pada bayi tersebut. Perawat sudah menyiapkan selang infus, bengkok,
handscun, plester, gunting plester, kain kassa dan Cairan Infus. Apakah alat lain yang harus
dipersiapkan perawat ?
a. Wing Neadle
b. Arteri klem
c. Abocath.
d. Pinset anatomis
e. Pinset Chirurgis
4. Seorang perempuan, usia 22 tahun dengan G1 P0 A0 di ruang bersalin dengan kondisi pembukaan
servik sudah lengkap, his semakin kuat 4 5 kali dalam 10 menit dengan lamanya 70 detik ibu
sudah mulai mengedan kemudian perawat memimpin persalinan. Setelah 15 menit lahirlah kepala,
hidung, dagu, bahu dan keseluruhan badannya. Kemudian bayi diletakkan diatas perut ibu. Apakah
tindakan perawat berikutnya?
a. Lahirkan Plasenta
b. Lakukan Inisiasi Menyusu Dini
c. Jepit dan potong tali pusat
d. Peregangan tali pusat terkendali
e. Periksa abdomen kemungkinan ada bayi kembar
5. Seorang perempuan hamil berusia 28 tahun, G3,P2,A0. Diantar oleh suaminya ke Poli kebidanan
dengan keluhan pusing, cepat lelah dan mata berkunang - kunang. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan, usia kehamilan 24 minggu, Hb 8,8 gr, berat badan naik 4 kg selama hamil, ibu nampak
lemah dan lesu. Apakah pendidikan kesehatan yang tepat untuk mengatasi masalah diatas ?
a. Kebutuhan istirahat dan tidur
b. Persiapan - persiapan persalinan
c. Tanda tanda persalinan prematur
d. Resiko terjadi komplikasi persalinan
e. Pengaturan Diit Tinggi kalori tinggi protein
6. Seorang perempuan hamil diantar oleh keluarganya ke klinik bersalin dengan keluhan perdarahan
pervaginam yang berwarna kehitaman sejak 20 menit yang lalu. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan G2 P0 A0, hamil 30 minggu, uterus tegang dan nyeri, ibu tampak pucat, dilakukan
1

palpasi dan bagian janin sulit diraba. Hasil pemeriksaan dalam dicurigai terjadinya pelepasan
plasenta 2/3 bagian. Apakah tindakan keperawatan yang segera dilakukan ?
a. Mempersiapkan Persalinan
b. Menganjurkan banyak minum
c. Melakukan Induksi Persalinan
d. Pemeriksaan Tanda tanda Vital
e. Pemasangan IVFD dengan cairan RL
7. Seorang perempuan hamil usia 35 tahun, G3 P2 A0 datang ke poli kebidanan dengan keluhan
pusing dan sakit kepala. Hasil pemeriksaan didapatkan usia kehamilan 30 minggu, kedua tungkai
oedema, TD 160/90 mmHg, Untuk membantu menegakkan diagnose pre eklamsia, perlu dilakukan
pemeriksaan Penunjang Laboratorium. Apakah Pemeriksaan penunjang yang seharusnya
dilakukan pada perempuan tersebut ?
a. Glukose Urine
b. Hemoglobin
c. Protein Urine
d. Urine lengkap
e. Darah lengkap
Keperawatan anak
8. Seorang Anak , laki-laki berusia 16 bulan, pukul 14.00 WIB dibawa ibunya ke rumah sakit dengan
keluhan buang air besar lebih dari 5 kali dengan konsistensai cair, disertai muntah 6 kali sejak tadi
pagi. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan T: 38,5oC, anak tidak bisa menangis, tidak mau minum,
mata cekung, turgor kulit menurun. Apakah tindakan utama yang harus dilakukan perawat ?
a. Menganjurkan ibu untuk segera menyusui anaknya
b. Memberikan pengobatan sesuai kolaborasi
c. Rehidrasi cairan sesuai dengan berat badan anak
d. Memberi kompres untuk menurunkan suhu tubuh
e. Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab diare
9. Seorang anak perempuan umur 7 tahun di bawa ibunya ke poliklinik kebidanan dengan keluhan
ditemukan darah di celana dalamnya. Hasil pemeriksaan fisik ditemukan perdarahan pervaginam,
tanda seks sekunder payudara membesar. Riwayat trauma genital disangkal. Anak terlihat cemas
dengan keadaannya. Bagaimana respon perawat terhadap masalah ini?
a. Menjelaskan tentang menarche
b. Mengkaji penganiayaan seksual
c. Mengajarkan anak cara menggunakan pembalut
d. Mengurangi kecemasan dengan obat anti anxietas
e. Edukasi kepada anak dan orangtua tentang pubertas dini
10. Seorang bayi 2 hari dibawa ibunya ke UGD dengan keluhan muntah-muntah, belum BAB. Hasil
pemeriksaan fisik: anus normal, perut tampak distensi dan peristaltic meningkat. Colok dubur:
meconium menyemprot. Diagnosa utama pada kasus diatas?
a. Gangguan nutrisi b/d intake yang tidak adekuat
b. Gangguan rasa nyaman b/d distensi abdomen
c. Kecemasan orangtua b/d kondisi anaknya
d. Gangguan eliminasi fekal b/d obstipasi
e. Resiko kekurangan cairan b/d muntah
11. Seorang bayi laki-laki 5 bulan, dibawa ibunya ke UGD dengan keluhan perdarahan yang sulit
berhenti di bekas suntikan im hep B. Pada PF: KU baik, perdarahan merembes di paha kiri bekas
suntikan, perdarahan tempat lain tidak ada. Hasil pemerikaan fisik: tidak ditemukan tanda-tanda
anemia dan ikterik. Hasil pemeriksaan lab darah menunjukkan Hb 8 gr/dL. Trombosit 150.000.
Tindakan supportif yang dapat dilakukan perawat terhadap kasus diatas?
a. Memberikan obat untuk menghentikan perdarahan
b. Elevasi area perdarahan lebih tinggi dari jantung
c. Rencana pemberian tranfusi darah
d. Melakukan balutan tekan
e. Konseling genetic
2

12. Seorang anak usia 4 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan anak sulit bicara.
Hasil skrining DDST ditemukan delayed disektor bahasa, anak terlihat tidak kooperatif. Orangtua
mengatakan anaknya sulit bergaul. Tindakan apa yang harus dilakukan perawat terhadap kasus
diatas?
a. Menganjurkan orangtua untuk membawa anaknya ke kelompok bermain
b. Rujuk ke klinik tumbuh kembang untuk pemeriksaan lanjut
c. Melatih anak untuk kemampuan bicaranya
d. Menganjurkan ibu untuk mendampingi anak
e. Konsultasi ke ahli terapi wicara
13. Seorang ibu melahirkan seorang bayi dengan BB 2000 gr, PB, 40 cm, kondisi lemah, lanugo
banyak, suhu 30oC. bayi, reflex menghisap kurang. Bayi dibaringkan disisi ibunya, tapi bayi belum
diberikan ASI. Apa tindakan segera yang harus dilakukan perawat terhadap bayi tersebut?
a. Berikan terapi sinar
b. Kolaborasi dengan dokter
c. Pasang infus untuk kebutuhan cairan
d. Menempatkan bayi dalam inkubator
e. Berikan ASI colostrums
14. Seorang anak usia 6 tahun dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi sejak 4
hari yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik: suhu 39oC, anak gelisah dan lemah, bibir kering, nafsu
makan menurun. Bagaimana respon perawat terhadap kondisi pasien?
a. Melakukan pengkajian lanjutan untuk mengetahui penyebab demam
b. Kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan laboratorium
c. Menganjurkan anak untuk dirawat di rumah sakit
d. Memasang infus untuk mengurangi suhu tubuh.
e. Memasang NGT untuk pemenuhan nutrisi
15. Seorang anak usia 3 tahun dirawat di ruang anak, anak terlihat gelisah, takut pada petugas
kesehatan, menolak setiap tindakan, tidak mau berkomunikasi, anak terlihat meringis menahan
nyeri. Ibunya tidak bias menemani karena mempunyai bayi usia 3 bulan. Tindakan keperawatan
apa yang harus dilakukan perawat terhadap anak diatas?
a. Romiing in dengan ibu/anggota keluarga
b. Menciptakan suasana yang menyenangkan
c. Mengajak anak bermain sesuai dengan toleransi
d. Mengajarkan anak tehnik relaksasi
e. Menciptakan komunikasi terapeutik
Keperawatan Medikal Bedah
16. Seorang laki laki berusia 38 tahun, dirawat di Ruang Rawat di RSU dengan keluhan sesak nafas,
kaki bengkak, dan berkeringat dingin, hasil pemeriksaan fisik didapatkan edema ekstremitas
kedalaman pitting edema 6 cm, berat badan meningkat, dispnoe, dan CVP meningakat. Derajat
edema yang dialami pasien tersebut pada rentang ?
a. +1
b. +2
c. +3
d. +4
e. +5

17. Seorang laki laki berusia 56th dibawa ke IGD karena mengalami luka bakar akibat tersiram air
panas pada seluruh bagian dada dan perut, lengan kanan bagian bawah (dari artikulasio kubuti
sampai dengan phalanges), dan pada kedua ekstremintas bawah hanya bagian depan. Berapakah
luas luka bakar pasien tersebut dengan menggunakan skala rule of nine?
a. 30,5%
b. 40.5%
3

c. 50.5%
d. 58.5%
e. 76.5%
18. Seorang laki laki berusia 56th dibawa ke IGD karena mengalami luka bakar akibat tersiram air
dan minyak panas, penampilan luka meluas ke seluruh dermis, sensasi nyeri dengan tekanan
parsial, waktu penyembuhan beberapa minggu, memerlukan tindakan debridement untuk
membuang jaringan yang mati, pada bekas luka folikel rambut akan kembali utuh dan tumbuh
kembali, dan akan terjadi pembentukan jaringan parut. Karakteristik luka bakar pada pasien
tersebut adalah?
a. Luka bakar superfisial
b. Luka bakar partial - thickness
c. Luka bakar partial thickness dalam
d. Luka bakar full - thickness
e. Lukar bakar partial
19. Seorang laki laki berusia 56th dibawa ke IGD karena mengalami luka bakar akibat tersiram air
panas pada seluruh bagian dada dan perut, hasil pengkajian suhu tubuh 35 C, akral dingin dan
CRT 4 detik.
Apa masalah keperawatan pada pasien tersebut?
a. Hipotermia
b. Hipertermia
c. Perubahan perfusi jaringan
d. Kekurangan volume cairan
e. Bersihan jalan nfas tidak efektif
20. Seorang perempuan berusia 30 Tahun telah dirawat di penyakit dalam selama tiga hari, selama
dalam perawatan perempuan tersebut belum pernah buang air besar, hasil pemeriksaan fisik ; perut
asites, lingkar perut 96 cm, terlihat spider naevy, hepar teraba, nyeri tekan, skala nyeri 6, perkusi
hipertimpani, peristaltic usus 2 x/m. Apakah tindakan yang tepat dilakukan mengatasi kesulitan
buang air besar pada perempuan tersebut?
a. Lakukan klisma
b. Anjurkan minum banyak
c. Meningkatkan mobilisasi
d. Berikan pencahar feses
e. Berikan makanan tinggi serat
21. Seorang laki laki berusia 38 tahun, dirawat di Ruang Rawat Penyakit RSU Dalam karena lemas,
tidak napsu makan. hasil pemeriksaan darah KGD 579 mg/d, laki laki tersebut memiliki riwayat
DM. Apakah masalah keperawatan utama yang muncul pada pasien tersebut ?
a. Intoleransi aktivitas
b. Perubahan suhu tubuh
c. Kelebihan volume cairan
d. Gangguan integritas kulit
e. Perubahan nutrisi:kurang dari kebutuhan tubuh
22. Seorang pria berusia 40 tahun didiagnosis menderita hepatitis A, hasil anamnesis perawat
didapatkan pasien nafsu makan menurun, mual mual, dan nyeri pada ulu hati, skala nyeri 5.
Hasil pemeriksaan perawat sclera ikterik. Apa data objektif pria tersebut?
a. Nyeri ulu hati
b. Skala nyeri 5
c. Mata kuning
d. Mual mual
e. Nafsu makan menurun
23. Seorang laki-laki, umur 18 tahun, dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu
lintas. Hasil wawancara setelah mengalami kecelakaan diketahui pasien sempat mengalami
kehilangan kesadaran selama 1 jam, mengeluh nyeri kepala, pusing, hasil pengkajian fisik
menunjukkan GCS 10. Kondisi apa yang dialami pasien tersebut?
a. Cedera kepala ringan
b. Cedera kepala sedang
4

c. Cedera kepala berat


d. Ensephalitis
e. Meningitis
24. Seorang perempuan berusia 45 tahun dirawat di rumah sakit sejak 5 hari yang lalu karena
menderita stroke. Hasil pengkajian fisik didapatkan: GCS 15, tangan dan kaki kiri sulit
digerakkan, kekuatan otot ekstremitas kiri atas dan bawah 1, suhu 36 oC, pernafasan 20 x/m, TD
130/90 mmHg, nadi 85 kali/menit. Apakah tindakan yang tepat untuk pasien tersebut?
a. Atur posisi semi fawler
b. Lakukan Range of motion 2 kali sehari
c. Observasi tanda-tanda vital
d. Ubah posisi pasien setiap 2 jam
e. Bantu kebutuhan ADL
25. Seorang perempuan beruasia 17 tahun dibawa oleh keluarga ke rumah sakit dengan keluhan
sesak, nyeri punggung bagian atas kiri, batuk kering sejak 6 bulan yang lalu, 2 bulan terakhir
batuk mengeluarkan cairan berwarna merah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan RR 27 x/m, nadi
85 kali/m, kuku tangan dan kaki pucat, ditemukan bunyi nafas tambahan (gesekan pleura) pada
area pleura. Apakah tindakan lanjutan yang diperlukan pada pasien tersebut?
a. Melakukan persiapan pemeriksaan laboratorium
b. Melakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG)
c. Melakukan pemasangan watel seal drainage (WSD)
d. Melakukan pemasangan endo tracheal tube (WSD)
e. Melakukan persiapan operasi
26. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di rumah sakit karena mengalami tetanus. Hasil
pengkajian didapatkan pasien sering mengalami kejang, di dalam mulut banyak lendir, sesak, RR
30 kali permenit, infus dan NGT terpasang, oksigen terpasang. Apakah masalah utama pada
pasien tersebut?
a. Risiko cedera fisik
b. Hiperventilasi jalan nafas
c. Gangguan pemenuhan nutrisi
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif
e. Gangguan pemenuhan oksigen
27. Seorang laki-laki dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan, kondisi pasien saat ini
dalam keadaan tidak sadar penuh, oksigen terpasang, terdapat luka pada wajah sebelah kiri, RR
25 kali permenit, TD 110/80 mmHg, GCS 7, hasil CT scan terdapat hematoma pada otak sebelah
kanan. Apakah masalah utama pada pasien tersebut?
a. Risiko infeksi
b. Risiko cedera fisik
c. Gangguan pola nafas
d. Kerusakan mobilitas fisik
e. Gangguan perfusi jaringan serebral
28. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di unit rawat bedah setelah menjalani operasi
abdomen. Hasil pengkajian didapatkan: k/u lemah, RR 28 x/m dan dangkal, batuk tidak efektif,
nyeri pada luka insisi, nyeri dirasakan lebih berat ketika bernafas. Apakah tindakan yang tepat
pada pasien tersebut?
a. Anjurkan pasien batuk setiap 2 jam
b. Kaji tingkat ketergantungan pasien
c. Anjurkan ambulasi lebih dini
d. Bantu kebutuhan ADL
e. Kaji intensitas nyeri
29. Seorang wanita datang ke klinik paru dengan keluhan: cepat lelah, nafas pendek, dan wanita
tersebut sering terpapar asap rokok. Setelah wawancara dengan pasien, perawat melakukan
pemeriksaan fisik pada sistem pernafasan hingga perkusi torak posterior. Apakah tindakan yang
harus dilakukan perawat berikutnya?
a. Palpasi toraks posterior
5

b.
c.
d.
e.

Palpasi toraks anterior


Perkusi toraks anterior
Auskultasi torak anterior
Auskultasi torak posterior

30. Seorang perawat pelaksana mempunyai tanggung jawab merawat pasien dengan pemasangan
WSD pada seorang laki-laki berusia 50 tahun yang menderita kanker paru. Keadaan luka tempat
pemasangan chest tube kering dan tidak ada kemerahan. setelah menggunakan sarung tangan
steril perawat mengangkat balutan lama lapisan terdalam. Keadaan luka tempat pemasangan
chest tube kering dan tidak ada kemerahan. Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat
selanjutnya ?
a. Bersihkan luka dengan menggunakan kassa yang sudah direndam dengan normal salin.
b. Bersihkan luka dengan menggunakan kassa yang sudah direndam dengan alkohol.
c. Bersihkan luka dengan menggunakan kassa yang sudah direndam dengan betadin.
d. Balut luka dengan dengan kasa steril yang sudah dierndam dengan betadin.
e. Balut luka dengan kasa steril kering
Keperawatan Jiwa
31. Seorang laki-laki usia 33 tahun, dirawat di RSJ mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang
paling kaya sedunia, punya mobil 10, punya rumah 4 dan semua orang suka padanya. dan saat
berbicara dengan orang lain pasien memperkenalkan dirinya bahwa dia punya segalanya. Perawat
mengidentifikasi bahwa pasien tersebut waham kebesaran. Apakah tujuan keperawatan yang tepat
pada kasus tersebut?
a.
Pasien dapat meningkatkan harga dirinya
b.
Pasien dapat merawat diri secara mandiri
c.
Pasien dapat berorientasi pada realita secara bertahap
d.
Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain secara bertahap
e.
Pasien dapat menyalurkan energi marahnya secara konstruktif
32. Seorang laki-laki usia 37 tahun yang berada di ruang perawatan RSJ terlihat menyendiri di sudut
ruangan kamarnya dan menunduk. Apakah data yang perlu dikaji pada kasus tersebut ?
a.
Pola makan pasien
b. Kontak mata pasien.
c. Hal-hal positif pasien
d. Cara mengontrol marah pasien
e. Kebutuhan istirahat pasien
33. Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke klinik dengan keluhan penurunan kesadaran dan
agitasi. Dia juga menganggap dunia ini tidak nyata. Pasien memiliki riwayat kecanduan ganja dan
pernah dirawat diruang perawatan RSJ. Apakah diagnosa keperawatan yang paling sesuai untuk
gejala pasien ini?
a. Waham agama
b. Waham curiga
c. Waham somatik
d. Waham nihilistik
e. Waham kebesaran
34. Seorang ibu membawa anaknya yang berusia 36 tahun berobat jalan ke Poly Psichiatri karena
anaknya berbicara sendiri, tertawa dan senyum-senyum sendiri. Ibu terlihat khawatir dengan
kondisi anaknya dan dia mengatakan tidak tahu apa yang harus dilakukan bila anaknya sedang
dalam kondisi seperti itu. Setelah dilihat dari tanda dan gejala, diagnosa keperawatan pasien
tersebut adalah halusinasi. Dan perawat memberikan penkes kepada keluarga. Apakah tujuan yang
dilakukan perawat tersebut ?
a.
Mampu mengajarkan cara mengontrol suara-suara
b.
Mampu meningkatkan harga diri pasien.
c.
Mampu mengajarkan cara berdandan yang baik
d.
Mampu mengajak pasien berfikir realistis.
e.
Mampu menggali hal-hal positif pada pasien.

35. Seorang perempuan berusia 37 tahun dengan riwayat penggunaan obat-obatan terlarang dan
sebelumnya pernah dirawat karena gangguan psychiatric mengalami kebingungan. Pasien terlihat
sedang bicara-bicara sendirian dan saat ditanya perawat, pasien kurang menanggapi. Apakah
Diagnosa keperawatan yang bisa ditegakkan untuk kasus ini?
a. Waham
b. Prilaku Kekerasan
c. Harga Diri Rendah
d. Isolasi sosial
e. Halusinasi
36. Seorang laki-laki yang mengalami gangguan jiwa. Usia 60 tahun dibawa ke UGD oleh polisi yang
menemukannya sedang mengamuk dan menyerang orang lain di trotoar, pasien berteriak dan
memaki polisi tsb. Setelah penanganan awal memeriksa tekanan darah hasilnya 140/90 mmHg.
Bagaimana penanganan selanjutnya yang paling tepat diberikan dengan berkolaburasi dengan
dokter melalui intravena?
a. Pemberian diazepam
b. Pemberian stelazin
c. Pemberian lidocain
d. Pemberian ludiomil
e. Pemberian modicate
Keperawatan Komunitas
37. Dalam suatu wilayah kerja puskesmas yag berada di wilayah pesisir berdasarkan data yang
diperoleh di puskesmas didapati bahwa banyak anak balita yang belum diimunisasi dikarenakan
ibu takut anaknya panas setelah diimunisasi diposyandu yang rutin dilaksanakan 1 bulan sekali.
Rata-rata pendidikan terakhir ibu di wilayah tersebut adalah tingkat menengah pertama dengan
pekerjaan sehari-hari sebagai petani/nelayan. Apakah tindakan langsung yang tepat dilakukan
untuk mengatasi permasalahan di atas?
a. Promosi Kesehatan melalui media yang memadai
b. Adovokasi kesehatan dengan tokoh-tokoh masyarakat
c. Penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan ibu terhadap imunisasi baik secara langsung
maupun tidak langsung
d. Home Visit/kunjungan rumah bagi ibu-ibu yang mempunyai balita yang belum terimunisasi
e. Konseling Keluarga resiko yang mempunyai anak balita lebih dari satu
38. Di suatu wilayah kerja puskesmas didapatkan data bahwa masih banyak anak-anak golongan umur
balita yang menderita diare dikarenakan berbagai factor, antara lain sanitasi air dan masih
kuranganya sarana MCK yang memadai. Perawat komunitas telah melakukan beberapa intervensi
yaitu ; penyuluhan kesehatan bagi ibu balita, pendekatan dengan tokoh masyarakat dan
penempelan poster-poster yang berhubungan dengan penyakit diare. Jenis Kegiatan apa yang telah
dilakukan oleh perawat dalam kasus diatas ..?
a. Preventif Sekunder
b. Preventif Primer
c. Preventif Tersier
d. Early Warning Treatment
e. Health Education
39. Perawat I adalah seorang petugas Puskesmas A, melakukan pengumpulan data di wilayah kerja
puskesmasnya kepada masyarakat dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi,
untuk mendapatkan data-data tentang kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas A.
Apakah peran dan fungsi Perawat I sebagai perawat komunitas berdasarkan kegiatan di atas?
a. Pemberi asuhan keperawatan
b. Pendidik
c. Penemu kasus
d. Konselor
e. Role model
40. Hasil pengumpulan data di Desa X didapatkan bahwa ada 16 orang ibu hamil, 75 % nya jarang
memeriksa kehamilannya. Data dari puskesmas satu tahun terakhir di Desa X 5 ibu yang
7

mengalami perdarahan saat melahirkan. Hasil pemeriksaan fisik di posyandu didapatkan 50 % ibu
hamil ditemukan tanda-tanda anemia seperti konjungtiva anemis, CRT > 20 det, data pemeriksaan
penunjang HB < 10 mg/dl. Apakah masalah keperawatan utama yang dapat ditegakkan
berdasarkan kasus diatas?
a. resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada ibu hamil di Desa X
b. resiko kekurangan volume cairan dan elektrolit pada ibu hamil di desa X
c. resiko perubahan perfusi jaringan pada ibu hamil di Desa X
d. perubahan perfusi jaringan pada ibu hamil di Desa X
e. Intoleransi aktivitas pada ibu hamil di Desa X
41. Desa Y terletak pada daerah pantai. Sekitar 30 % dari warga masyarakatnya menderita penyakit
Morbus Hansen. Masyarakat Desa Y menganggap penyakit tersebut adalah kutukan dan akan
menular pada yang lain, sehingga penderita menjadi terisolasi. Perawat komunitas harus menjadi
fasilitator dalam menyelesaikan masalah di Desa Y sesuai dengan prinsip-prinsip etik dalam
keperawatan. . Apakah prinsip etik yang tepat digunakan untuk meneyelesaikan masalah yang
dihadapi masyarakat Desa Y?
a. Beneficience
e. Justice
b. Autonomy
c. Veracity
d. Fidelity
42. Selama melakukan pembinaan masyarakat di desa Y, perawat komunitas telah melakukan beberapa
implementasi yang ditujukan untuk masalah keperawatan rematik pada lansia, salah satu
implementasi yang telah dilakukan adalah dengan mendemonstrasikan kompres air hangat pada
persendian yang nyeri. Apa saja implementasi yang dapat dilakukan selain implementasi diatas?
a. Penyuluhan kesehatan tentang makanan gizi seimbang
b. Senam lansia
c. Demonstrasi tentang pembuatan jus mentimun
d. Posyandu balita
e. Gotong royong
43. Hasil pengumpulan data yang telah dilakukan oleh perawat komunitas di Desa X maka dirumuskan
diagnosa keperawatan komunitas tingginya kejadian karies gigi pada anak di SDN Y
Perumusan diagnose keperawatan diatas dapat sehubungan dengan :
a. Nutrisi pada anak yang kurang memadai
b. Kurangnya dana dari keluarga
c. Kurangnya perhatian dari guru
d. Banayaknya anak-anak yang suka jajan sembarangan
e. Kurangnya pemeriksaan gigi pada anak
44. Hasil dari survey data didesa A jumlah anak balita ada 210 anak balita ,didapatkan hasil dari
survey dilapangan dengan wawancara dimasyarakat masih sangat tinggi balita yang belum
diimmunisasi yaitu ada 79 % balita,pihak puskesmas harus melakukan intervensi agar masyarakat
mau membawa anaknya ke posyandu untuk diimmunisasi. Bagaimanakah Intervensi yang akan
dilakukan oleh pihak puskesmas dalam menghadapi situasi diatas ?
a. Memberikan Promotif
b. Memberikan Preventif
c. Memberikan Curatif
d. Memberikan Rehabilitatif
e. Memberikan Rujukan
Manajemen Keperawatan
45. Seorang kepala ruangan bedah menganjurkan kepada seluruh staffnya untuk membuat pengkajian
pasien baru masuk yang lengkap, menegakkan diagnosa keperawatan setiap keluhan yang
ditemukan saat dinas lengkap dengan rencana asuhan keperawatan serta melaksanakan intervensi
8

dan evaluasi kondisi pasien saat pergantian shiff. Apakah jenis fungsi manajemen keperawatan
yang dilakukan dari kasus diatas?
a. Planning
b. Staffing
c. Organizing
d. Command
e. Controlling
46. Sebuah ruang rawat inap penyakit dalam terdapat 2 orang pasien dengan total care, 3 orang dengan
parsial care dan 5 orang dengan minimal care dengan kasus luka bakar , dalam ruangan tersebut
mempunyai 20 orang perawat, 1 orang sebagai kepala ruang dengan lulusan sarjana keperawatan, 3
orang sebagai perawat professional lulusan D3 keperawatan, 8 orang sebagai perawat teknikal dan
selebihnya sebagai perawat pembantu. Apakah model asuhan keperawatan pasien yang tepat untuk
keadaan diatas?
a. TIM
b. Kasus
c. Primer
d. Fungsional
e. TIM-Primer
47. Hasil evaluasi audit kinerja perawat di Rumah Sakit B disimpulkan bahwa kinerja perawat berada
pada pada katagori kurang, dalam situasi tersebut perlu motivasi yang kuat dari atasan untuk
merubah keadaan menjadi lebih baik. Apakah prinsip motivasi yang pertama sekali bisa diterapkan
pada keadaan diatas?
a. Prinsip perhatian
b. Prinsip partisipasi
c. Prinsip pengakuan
d. Prinsip komunikasi
e. Prinsip pendelegasian wewenang
48. Seorang perawat melakukan pengkajian pada perempuan post partum hari pertama mengeluhkan
payudaranya tegang, peduh, dan terasa nyeri. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan data,
payudara tampak kotor, bengkak, asi tidak keluar. Setelah diberikan tindakan perawatan payudara
selanjutnya perawat tersebut memberikan peyuluhan tentang pemberian ASI kepada pasien.
Apakah teknik komunikasi yang dilakukan oleh perawat A?
a. Verbal
b. Tertulis
c. Langsung
d. Non verbal
e. Tidak langsung
49. Ruangan bedah di rumah sakit B dikepalai oleh seorang perawat S1 keperawatan, pegawai ruangan
tersebut berjumlah 10 orang, 2 orang lulusan S1 keperawatan, 6 orang lulusan D3 keperawatan.
Perawat kurang mempunyai ambisi, tidak mengusai pekerjaan dan tidak mempunyai tanggung
jawab. Apakah gaya kepemimpinan yang sesuai digunakan?
a. Otoriter
b. Partisipatif
c. Benevolent
d. Konsultatif
e. Demokratik
50. Seorang manajer dihadapkan pada suatu masalah yang sulit untuk ditangani, manajer tersebut
memulai dengan menentukan permasalahan, mengenal tujuan dan menentukan diagnosis sampai
diambil tindakan. Apakah tahap pemecahan masalah yang tepat untuk kasus diatas?
a. Menyelidiki situasi
b. Mengevaluasi alternatif
c. Melaksanakan keputusan
d. Mengembangkan alternatif
e. Menetapkan pilihan yang terbaik
9

======= Good Luck =======

KUNCI JAWABAN TAHAP I


1. B
2. B
3. A
4. C
5. E
6. E
7. C
8. C
9. E
10. B
11. B
12. B
13. D
10

14. B
15. A
16. C
17. B
18. C
19. A
20. A
21. E
22. C
23. B
24. B
25. A
26. D
27. E
28. A
29. E
30. A
31. B
32. B
33. D
34. A
35. E
36. A
37. C
38. A
39. C
40. D
41. E
42. B
43. E
44. A
45. A
46. A
47. B
48. A
49. A
50. A

11