Anda di halaman 1dari 3

MODEL DETERMINISTIK EOQ DENGAN BACKORDER PARSIAL

Lina Budiati, Marsudi, Imam Nurhadi P.


Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya
Email: linabudiati@ymail.com
Abstract. Persediaan merupakan sejumlah bahan-bahan yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi
serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan setiap waktu.
Pengendalian persediaan harus diperhatikan agar persediaan dapat digunakan sesuai kebutuhan secara efisien .
Pada skripsi ini, akan dijelaskan model persediaan EOQ dengan backorder parsial yaitu dimana konsumen dapat
memilih menunggu pesanan atau sebaliknya. Dilakukan analisis sensitivitas untuk mendapatkan perubahan
parameter yang optimal dalam meminimumkan biaya total persediaan. Biaya total persediaan minimum adalah
ketika parameter
diubah sebesar -20% dari data yang tersedia, sedangkan untuk parameter
mencapai
optimal tanpa ada penambahan ataupun pengurangan persentase parameter . Parameter yang paling berpengaruh
dalam hal ini adalah parameter jumlah permintaan (D) dengan perubahan tingkat sensitivitas sebesar -7,42%.
Kata Kunci : Pengendalian persediaan, Backorder parsial, Analisis sensitivitas

1. PENDAHULUAN
Salah satu cara memperlihatkan nama baik suatu perusahaan kepada konsumen adalah
dengan memenuhi permintaan konsumen tepat pada waktunya, artinya perusahaan dapat
memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Untuk itu diperluka n sistem persediaan
yang baik.
Pengendalian persediaan perlu diperhatikan karena berkaitan langsung dengan biaya
yang harus ditanggung perusahaan sebagai akibat adanya persediaan. Oleh karena itu,
persediaan yang ada harus seimbang dengan kebutuhan, karena persediaan yang terlalu banyak
akan mengakibatkan perusahaan menanggung resiko kerusakan dan biaya penyimpanan yang
tinggi disamping biaya investasi yang besar.
Berkaitan dengan uraian di atas, perlu adanya sebuah cara atau metode yang dapat
digunakan untuk mengendalikan persediaan. Salah satu metode yang dapat di gunakan adalah
metode pengendalian persediaan EOQ backorder parsial. Metode EOQ sendiri bertujuan untuk
menentukan ukuran pemesanan yang paling ekonomis yang dapat meminimasi biaya -biaya
persediaan. Sedangkan penggunaan kondisi backorder parsial adalah untuk menentukan jumlah
persediaan yang habis ketika adanya permintaan dari konsumen yang tidak dapat dipenuhi atau
dimana konsumen berhak memilih untuk menunggu pesanan dapat dipenuhi lagi atau
sebaliknya.
2. TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Nasution (2000), Economic Order Quantity (EOQ) berfungsi untuk menentukan
kuantitas pesanan persediaan yang meminimumkan biaya langsung penyimpanan persediaan dan biaya
pemesanan persediaan. Biaya total diperoleh dari penjumlahan biaya penyimpanan dan biaya
pemesanan sebagai berikut:

Biaya total persediaan akan bernilai minimum apabila

Analisis sensitivitas merupakan analisis yang berkaitan dengan perubahan diskrit parameter
untuk melihat berapa besar perubahan dapat ditolerir sebelum solusi optimum kehilangan
optimalitasnya. Tujuan analisis sensitivitas adalah untuk menetukan parameter-parameter sensitif,
melakukan estimasi parameter dengan lebih tepat, serta memilih penyelesaian yang tetap baik untuk
sejumlah nilai-nilai yang layak dimiliki oleh parameter-parameter sensitif (Juanda dkk, 1998).

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Keuntungan rata-rata merupakan hasil pengurangan antara pendapatan dengan biaya.
Pendapatan adalah hasil kali dari harga jual per unit dengan permintaan, sedangkan biaya terdiri dari
beberapa faktor biaya yang mempengaruhi persediaan seperti biaya set up, biaya produksi, biaya
penyimpanan, biaya kerugian, dapat dirumuskan sebagai berikut:
(
)
(
)
(
)
di mana
(

Nilai (

)(

) akan bernilai optimal untuk

(1)

) )

Apabila nilai F pada persamaan (1) adalah F=1, maka nilai T pada persamaan tersebut akan sama
dengan nilai T pada model EOQ dasar, ini berarti bahwa tidak terjadi stockouts. Nilai tingkat pengisian
atau biaya rata-rata minimum adalah
(

)
(

(2)

Substitusi persamaan (2) ke persamaan (1) sehingga diperoleh panjang siklus pemesanan optimal
sebagai berikut:

[(

) ]

(3)

tingkat pengisian persediaan optimal sebagai berikut:


(

)
(

(4)

Biaya total persediaan yang optimal untuk model EOQ backorder parsial adalah

)(

Nilai
pada model EOQ backorder partial setidaknya sama besar dengan nilai
EOQ dasar, maka backorder akan optimal dengan nilai sebagai berikut:

pada model

Persamaan (3) dan (4) memberikan solusi optimal apabila memenuhi kondisi:

Prosedur untuk menentukan nilai optimal dari T, F, Q, I, S, dan B yaitu:


1. Menentukan nilai ,
2. a. jika
, menentukan nilai
dari model EOQ dasar,
b. jika
, menetukan
dari model EOQ backorder parsial,
3. Menentukan stockout maksimum ( ), dan tingkat backorder maksimum ( ) .
Untuk memperjelas prosedur di atas, diberikan data persediaan per periode (tahunan) tentang
jumlah permintaan=1000 unit, biaya set up=$250, biaya penyimpanan=$15, biaya backorder=$5,
biaya lost sales=$10. Dengan menggunakan persamaan-persamaan di atas, diperoleh sebgai berikut:
18

Tabel 1. Hasil Perhitungan


Variabel

EOQ Dasar

EOQ Backorder Parsial

0,1825

0,3028

0,5582

182 unit

277 unit

108 unit

135 unit

169 unit

$ 2738,7

$ 2535,1

Berdasarkan tabel 1. di atas terlihat bahwa dengan menggunakan model EOQ backorder parsial,
nilai biaya total persediaan minimum lebih rendah, sehingga penggunaan model tersebut lebih
menguntungkan perusahaan. Dengan menggunakan analisis sensitivitas dengan merubah parameter D,
,
sebesar +20%, +15%, +10%, +5%, -5%, -10%, -15%, dan -20% diperoleh nilai-nilai
yang beragam untuk fungsi tujuan
Parameter D menghasilkan nilai fungsi tujuan
lebih kecil
daripada solusi awal ketika dilakukan pengurangan sebesar -20% yaitu $2178,4027, parameter
ketika dilakukan pengurangan sebesar -20% dengan nilai $2352,4704, parameter
dan
menghasilkan nilai biaya total persediaan yang terkecil adalah ketika tidak dilakukan penambahan atau
pengurangan sehingga nilai biaya total persediaannya tetap yaitu $2353,0844, parameter
menghasilkan biaya total persediaan lebih kecil adalah ketika parameter diturunkan sebesar -20% dari
solusi semula sehingga menghasilkan biaya total persediaan minimum sebesar $2337,1517. Dari
kelima parameter yang ditentukan analisis sensitivitasnya, parameter yang paling berpengaruh adalah
parameter jumlah permintaan (D) dengan perubahan sensitivitas sebesar -7,42%.
4. KESIMPULAN
Model EOQ backorder parsial menghasilkan nilai biaya total persediaan minimum lebih
optimal dibandingkan dengan model EOQ dasar. Dengan menggunakan software matlab untuk
menghitung analisis sensitivitas, diperoleh nilai yang optimal ketika parameter D,
dilakukan
pengurangan sebesar -20% dari solusi awal, sedangkan untuk parameter ,
menghasilkan biaya
total persediaan minimum ketika 0% atau tidak dilakukan penambahan atau pengurangan. Parameter
yang paling berpengaruh adalah parameter jumlah permintaan (D). Dalam perhitungannya, untuk
model EOQ dasar memasukkan nilai =0,6 sedangkan untuk model EOQ backorder parsial
memasukkan nilai =0,8.
5. UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih ini penulis sampaikan kepada bapak Drs. Marsudi, MS selaku dosen
pembimbing 1 dan bapak Drs. Imam Nurhadi P., MT selaku dosen pembimbing 2 atas segala
bimbingan serta nasehat kepada penulis. Serta kepada bapak Prof. Dr. Agus Widodo, M.Kes selaku
dosen penguji atas saran yang diberikan untuk perbaikan skripsi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Juanda, dkk., (1998), Operation Research. Institut Teknologi Nasional Malang. Malang.
Nasution, dkk., (2008), Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Pentico D.W., Drake M.J., (2009), The Deterministic EOQ with Partial Backordering: A New
Approach. European Journal Of Operational Research, 194, hal. 102-113.

19